Showing posts with label Bloomberg Dollar Index. Show all posts
Showing posts with label Bloomberg Dollar Index. Show all posts

Wednesday, November 26, 2014

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 12.165 - Rp 12.185 per USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka bergerak volatil.  Kurs Rupiah nampaknya belum bisa meraih keuntungan dari melemahnya mata uang Paman Sam.


Berdasarkan  Bloomberg Dollar Index, Kamis (27/11), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah tipis 7,5 poin menjadi Rp 12.185 per USD. Hari ini, Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 12.165-Rp 12.185 per USD.


Tercatat Dolar AS merosot terhadap beberapa mata uang lain, seiring data konsumen, perumahan dan manufaktur AS yang mengecewakan dan memicu kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar dunia tersebut mulai kehilangan momentum di penghujung 2014.  Dolar turun 0,1 persen menjadi USD 117,58 per yen setelah mencapai USD 118,98 per yen, level terkuat sejak Agustus 2007. Sementara dolar AS terhadap euro berubah ke USD 1,2509 per euro dari USD 1,2506 per euro. [geng]


 



Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 12.165 - Rp 12.185 per USD

Monday, November 17, 2014

Rupiah Bergerak Menguat ke Posisi Rp 12.154 per USD

Financeroll – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dimulai hari ini, tampaknya membuat nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS menguat kencang. Pagi ini, Rupiah memacu penguatannya ke level Rp 12.154 per USD.


Berdasarkan  Bloomberg Dollar Index, Selasa (18/11),  kurs Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 50 poin atau 0,41 persen ke Rp 12.154 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di Rp 12.205 per USD.


Hari  ini, Rupiah sempat menguat ke Rp 12.115 per USD,  diperkirakan  range pergerakan berada di kisaran Rp 12.115-Rp 12.185 per USD.  Kenaikan BBM bersubsidi yang 34 persen ditambah harga minyak internasional yang telah turun 28 persen dari puncaknya dipastikan memberikan efek positif terhadap neraca fiskal dan neraca transaksi berjalan.


Sementara itu,  konsekuensi negatif akan terlihat pada inflasi yang naik tajam serta pertumbuhan yang semakin melambat. Inflasi diperkirakan kembali ke rentang 7,5-8 persen (yoy) hingga 12 bulan ke depan.  Kurs Rupiah berpeluang menguat hari ini walaupun dollar index berhasil menguat tajam dini hari tadi. [geng]


 



Rupiah Bergerak Menguat ke Posisi Rp 12.154 per USD

Monday, November 3, 2014

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 12.129-Rp 12.151 per USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat. Rupiah menguat di level Rp 12.130 per USD.  Berdasarkan  Bloomberg Dollar Index, Selasa (4/11), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 21 poin atau 0,18 persen ke Rp 12.130 per USD. Hari ini, Rupiah diperkirakan begerak di kisaran Rp 12.129-Rp 12.151 per USD.


Pemerintah masih melakukan persiapan untuk akhirnya menaikan harga BBM yang diperkirakan di bulan November.  Hari ini pelemahan rupiah berpeluang berlanjut dengan dollar yang masih kuat walaupun aliran dana asing dari lelang SUN bisa membantu pertahanan rupiah. [geng]



Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 12.129-Rp 12.151 per USD

Monday, October 13, 2014

Dana Asing Keluar, Pasar Domestik Bergerak  Variatif

Financeroll – Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat  di level Rp 12.200 per USD.  Merujuk  Bloomberg Dollar Index, Senin (13/10), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) ditutup menguat 21 poin atau 0,18 persen di Rp 12.200 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp 12.189-Rp 12.225 per USD.  Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 49 poin lantaran   tekanan jual sejak awal perdagangan. Dana asing masih terus mengalir keluar lantai bursa.  Indeks terus bergerak ke bawah sejak pembukaan perdagangan. Indeks sempat menyentuh titik terendahnya hari ini di level 4.920.


Pada transaksi kemarin, kurs  Rupiah sempat menguat hingga Rp12.189 per USD dan posisi terendah di Rp 12.225 per USD. Dalam pergerakan 52 mingguannya, Rupiah berada di kisaran Rp 10.766-Rp 12.282 per USD.  Bank Indonesia (BI) mencatat kurs tengah Rupiah berada di level Rp12.202 per USD. Angka tersebut menguat dibandingkan periode sebelumnya di level Rp12.207 per USD.


Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, IHSG berkurang 32,308 poin (0,65%) ke level 4.930,652 gara-gara tekanan jual yang belum mereda. Tak satu pun indeks sektoral yang bergerak di zona hijau.  Seluruh indeks sektoral pun berjatuhan ke zona merah. Sektor tambang memimpin pelemahan dengan koreksi terdalam hingga 2,3%.


Pada akhiur perdagangan awal pekan,  IHSG ditutup terkoreksi 49,907 poin (1,01%) ke level 4.913,053. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 10,373 poin (1,24%) ke level 828,303.  Dana asing kembali mengalir ke luar lantai bursa. Sore ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 590,577 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 196.109 kali dengan volume 3,252 miliar lembar saham senilai Rp 3,691 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 191 turun, dan 80 saham stagnan.  Bursa Asia rata-rata menutup perdagangan di zona merah hari ini, hanya pasar saham Hong Kong yang bisa menguat.


Adapun  situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Hang Seng naik 54,84 poin (0,24%) ke level 23.143,38,  Indeks Komposit Shanghai turun 8,53 poin (0,36%) ke level 2.366,01, dan Indeks Straits Times melemah 24,35 poin (0,76%) ke level 3.199,52. [geng]



Dana Asing Keluar, Pasar Domestik Bergerak  Variatif