Showing posts with label Investor asing. Show all posts
Showing posts with label Investor asing. Show all posts

Saturday, January 17, 2015

Jusuf Kalla Beberkan Praktik Investasi di Sektor Keuangan oleh Investor Asing

Financeroll – Bukan Wapres Jusuf Kalla kalau tidak bicara blak-blakan. Kali ini Jusuf Kalla membeberkan soal praktik investasi di sektor keuangan oleh investor asing, yang dinilai dengan istilah “perampokan berulang-ulang” yang difasilitasi oleh rezim kebijakan di dalam negeri.


Penilaian soal perilau investor keuangan itu dikemukakan Wapres Jusuf Kalla saat memberikan pidato sambutan pada Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan di gedung Kementerian Keuangan di Jakarta.


Wapres Jusuf Kalla yang datang terlambat dan sempat diinformasikan tidak bisa hadir di acara OJK itu memulai sambutannya dengan menyebutkan bahwa sektor keuangan mirip dengan perannya sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia, terkait dengan darah.


Uang ibarat darah, sehingga sangat perlu diatur dengan baik supaya alirannya lancar tapi bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan. Dan terutama menumbuhkan sektor riil.


Dalam konteks itulah, Wapres JK mengingatkan kepada otoritas keuangan dan pelaku industri keuangan agar memberikan perhatian lebih besar bagi sektor riil dan tidak semata memberikan keuntungan yang besar saja bagi investor keuangan terlebih dari luar negeri.


Dengan memberikan contoh, bukan bermaksud tidak menganggap penting pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG, Wapres JK mengatakan perrtumbuhan IHSG yang besar sebenarnya justru membuat kekayaan Indonesia tersedot ke luar karena 70% investor di bursa saham adalah investor asing.


Selain itu investor asing masuk ke Indonesia dengan iming-iming suku bunga yang tinggi, mulai dari BI Rate, deposito, SBI dan kemudian turut “menggoreng” pergerakan kurs rupiah.


“Kita ini dirampok berkali-kali,” kata Wapres JK. Ia mengilustrasikan sejumlah lembaga keuangan dan perbankan mancanegara yang beroperasi di Indonesia mengambil keuntungan yang besar untuk dibawa ke luar negeri.


Oleh sebab itu, pengaturan sektor keuangan sebaiknya tetap memperhatikan dan perlu semakin berorientasi pada pertumbuhan sektor riil di dalam negeri.


Era buruh murah sebaiknya juga ditinggalkan. “Bagaimana kita mau nabung kalau pendapatan rendah?” katanya. Sektor manufaktur pun tidak akan tumbuh kalau konsumsi rendah akibat gaji yang rendah, kata Wapres Jusuf Kalla.



Jusuf Kalla Beberkan Praktik Investasi di Sektor Keuangan oleh Investor Asing

Monday, January 12, 2015

Sesi Pertama: Laju Saham Unggulan Terhambat, IHSG Melambat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menanjak kembali ke level 5.200. Penguatan ini terhambat oleh tekanan jual di saham-saham unggulan.  Beberapa saham lapis dua naik cukup tinggi pagi hari ini. Investor asing masih juga menjual saham, dan ini sudah terjadi sejak awal tahun.


Menutup perdagangan Sesi I, Selasa (13/1), IHSG menguat 9,165 poin (0,18%) ke level 5.197,098. Sementara Indeks LQ45 bertambah 4,983 poin (0,56%) ke level 895,814.  Indeks sempat menanjak ke titik tertingginya hari ini di level 5.215. Sayangnya penguatan ini terhambat oleh aksi jual investor asing.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 152.186 kali dengan volume 7,276 miliar lembar saham senilai Rp 5,024 triliun. Sebanyak 139 saham naik, 136 turun, dan 83 saham stagnan.  Nilai dan volume perdagangan siang ini melonjak berkat transaksi tutup sendiri saham PT Pakuwon Tbk (PWON) senilai Rp 1,1 triliun. Transaksi di pasar negosiasi ini difasilitais broker UBS Securities (AK).


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 148.000, Unilever (UNVR) naik Rp 975 ke Rp 33.075, Indocement (INTP) naik Rp 475 ke Rp 24.675, dan Blue Bird (BIRD) naik Rp 325 ke Rp 10.800.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 1.500 ke Rp 6.500, SMART (SMAR) turun Rp 500 ke Rp 6.700, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 300 ke Rp 4.800, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 250 ke Rp 12.050.


Sementara itu, pergerakan bursa-bursa di regional masih sama seperti pagi tadi. Sentimen negatif dari Wall Street dan lesunya harga minyak masih memberi tekanan.  Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 247,15 poin (1,44%) ke level 16.950,58, Indeks Hang Seng menguat 135,28 poin (0,56%) ke level 24.161,74, Indeks Komposit Shanghai naik 9,43 poin (0,29%) ke level 3.238,75, dan  Indeks Straits Times berkurang 7,94 poin (0,24%) ke level 3.336,95. [geng]



Sesi Pertama: Laju Saham Unggulan Terhambat, IHSG Melambat

Tuesday, January 6, 2015

Aksi Ambil Untung Reda, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai bangkit setelah melemah sejak awal pekan ini. Aksi beli selektif mendorong IHSG naik tipis 6 poin.  Membuka perdagangan preopening, IHSG naik tipis 6,494 poin (0,13%) ke level 5.175,554. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 menguat tipis 1,643 poin (0,18%) ke level 889,846.


Pada awal perdagangan, Rabu (7/1), IHSG dibuka bertambah 7,619 poin (0,15%) ke level 5.176,679. Indeks LQ45 dibuka maju 1,906 poin (0,21%) ke level 890,109.  Saham-saham yang sudah murah jadi sasaran aksi beli. Investor domestik yang semangat berburu saham pagi hari ini.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu  JATS, IHSG melaju 25,417 poin (0,49%) ke level 5.194,387. Sementara Indeks LQ45 menanjak 5,227 poin (0,59%) ke level 893,430.  Kemarin IHSG melemah 50 poin menyusul koreksi di yang terjadi atas 234 saham di lantai bursa. Tekanan jual gencar dilakukan investor asing.


Di sisi lain, Wall Street kembali menutup perdagangan dengan negatif di hari kelimanya berturut-turut. Jatuhnya harga minyak dunia dan melambatnya pertumbuhan sektor jasa di AS memberi tekanan.  Bursa-bursa di Asia rata-rata pagi hari ini melemah. Hanya bursa saham Singapura yang bisa menguat.


Sementara situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 menipis 2,86 poin (0,02%) ke level 16.880,33, Indeks Hang Seng melemah 235,91 poin (0,99%) ke level 23.485,41, Indeks Komposit Shanghai turun 22,66 poin (0,68%) ke level 3.328,79, dan  Indeks Straits Times menguat 17,75 poin (0,54%) ke level 3.299,70. [geng]


 



Aksi Ambil Untung Reda, IHSG Melaju di Jalur Hijau

Saturday, January 3, 2015

Investor Asing Lakukan Net Sell Rp4,18 Miliar Dihari Pertama Perdagangan 2015

Financeroll – Investor asing melakukan aksi jual di Bursa Efek Indonesia pada hari perdagangan pertama 2015.


Rekapitulasi perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan investor asing menjual sekitar 131,43 juta lembar saham senilai Rp4,18 miliar. Total saham yang diperdagangkan lebih dari 5,13 miliar lembar dengan nilai transaksi lebih dari Rp4,6 triliun.


Indeks harga saham gabungan (IHSG) saat penutupan perdagangan akhir pekan tercatat menguat 0,30% ke level 5.242,78.


Sepanjang hari, IHSG bergerak pada kisaran 5.230,75—5.247,94. Dari 507 saham yang diperdagangkan, sebanyak 149 saham menguat, 135 saham melemah, dan 223 saham stagnan.


Pergerakan Investor Asing di IHSG




















TanggalNilai Transaksi (Rp/miliar)Kategori
2/1/2015-4,18Net Sell
30/12/2014+2.495,20Net Buy
29/12-83,88Net Sell
24/12-2.793,77Net Sell
23/12-199,3Net Sell

Investor Asing Lakukan Net Sell Rp4,18 Miliar Dihari Pertama Perdagangan 2015

Tuesday, December 16, 2014

Investor Asing Masih Beri Respon Positif

Financeroll – Investor asing di dalam negeri masih berpandangan positif terhadap ekonomi Indonesia di tengah melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS.


“Yang kami lakukan yakni melakukan komunikasi dengan investor agar tidak melepas surat berharga negara (SBN) ramai-ramai. Memang ada ‘outflow"(arus dana ke luar negeri,red) tapi tidak banyak. Kondisi saat ini lebih disebabkan faktor eksternal yang tidak ada hubungannya dengan fundamental ekonomi domestik sehingga investor tetap percaya,” ujar Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/12).


Ia menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) agar pasar keuangan di dalam negeri cukup terkendali.


“Mekanisme sudah disiagakan, BI juga aktif di pasar sekunder, sehingga secara keseluruhan cukup terkendali. Tentunya BI menjaga stabilisasi moneter, OJK di sistem pengawasan, Menkeu fiskal,” katanya.


Pemerintah, lanjut dia, juga akan menjaga semua unsur stabilitas makro ekonomi dan terus berusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 2015 mendatang menjadi lebih baik dibandingkan tahun ini dan berusaha memperkecil defisit neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan Indonesia.


Sementara itu terkait dengan bursa saham Indonesia yang juga mengalami imbas negatif dari pelemahan rupiah, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito menilai bahwa pasar modal Indonesia masih cukup kondusif.


“Kita lihat indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini (Selasa, 16/12) pergerakannya mengikuti tren global. Kita memang turun sebesar 1,6 persen. Tapi kalau kita lihat bursa Jepang, Singapura dan lainnya turun lebih dari 2 persen. Jadi penurunan IHSG tidak istimewa, tidak perlu membuat panik para investor,” kata dia.



Investor Asing Masih Beri Respon Positif

Tuesday, December 9, 2014

Aksi Jual Masih, IHSG Ditutup Melemah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 21 poin akibat aksi jual yang marak dilakukan investor asing. Sentimen negatif banyak beredar dari luar negeri.  Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Posisi terendah yang sempat disinggahi Indeks ada di level 5.122.


Menutup perdagangan Sesi I, IHSG turun tipis 8,686 poin (0,17%) ke level 5.135,328 gara-gara berlajutnya aksi ambil untung. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.  Investor asing paling getol lepas saham hingga siang tadi. Tapi indeks sektoral di lantai bursa bergerak seimbang, ada lima yang turun dan ada lima yang naik.


Pada akhir perdagangan, Selasa (9/12), IHSG ditutup terkoreksi 21,701 poin (0,42%) ke level 5.122,312. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 3,366 poin (0,38%) ke level 880,912.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 461,041 miliar di seluruh pasar. Sedangkan nilai jual bersihnya di pasar reguler Rp 618,287 miliar.


Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 250.541 kali dengan volume 7,482 miliar lembar saham senilai Rp 5,064 triliun. Sebanyak 133 saham naik, 153 turun, dan 94 saham stagnan.  Turunnya harga minyak dunia menjadi sentimen negatif di tengah lemahnya data ekonomi Tiongkok dan Jepang. Bursa-bursa di Asia sore ini rata-rata melemah.


Semantara  situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 melemah 122,26 poin (0,68%) ke level 17.813,38, Indeks Hang Seng jatuh 561,84 poin (2,34%) ke level 23.485,83, Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 163,99 poin (5,43%) ke level 2.856,27, dan  Indeks Straits Times naik 11,98 poin (0,36%) ke level 3.309,82.  [geng]



Aksi Jual Masih, IHSG Ditutup Melemah

Wednesday, December 3, 2014

Porsi Asing Di Industri Perbankan Tidak Perlu Dibatasi

Financeroll – Porsi asing dalam kepemilikan saham di industri perbankan dinilai tak perlu dibatasi.


Adapun, porsi kepemilikan asing menjadi salah satu sorotan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Perbankan yang dicanangkan akan dibahas kembali oleh Panitia Kerja (Panja) Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengatakan porsi investor asing dalam industri perbankan boleh diatur, tapi hanya dalam hal yang bersifat umum. Misalnya, kehadiran bank asing sebagai kontribusi kepada pertumbuhan perekonomian Indonesia. Jangan ngomong pembatasan di situ.


Alasannya, untuk menyusun undang-undang diperlukan waktu yang cukup panjang. Jika pun pemerintah ingin membatasi porsi asing, maka aturan tersebut nantinya bisa dibentuk dalam bentuk peraturan OJK atau peraturan Bank Indonesia.


Kalau tiba-tiba Indonesia masuk dalam masa yang membutuhkan investor asing untuk industri perbankan, nantinya malah akan menjerat negara ini sendiri.



Porsi Asing Di Industri Perbankan Tidak Perlu Dibatasi

Monday, December 1, 2014

Pre Opening:  Aksi Ambil Untung Diperkirakan Tekan  Laju IHSG

Financeroll – Relatif turunnya bursa dunia serta pelemahan kurs Rupiah dapat memberi sentimen yang negatif. IHSG bergerak menguat dengan menembus minor resistance 5,150 kemarin. Akan tetapi, resiko profit taking berpeluang menghambat tren kenaikan ini. Oleh karena itu,  diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah hari ini.


Selain itu, penurunan rating investasi Jepang oleh Moody’s, kurang positifnya data ekonomi AS akan membuat laju IHSG tertekan hari ini, namun tekanan pelemahan akan tertahan oleh membaiknya data transaksi berjalan Indonesia.  Diprediksi laju IHSG akan bearish (moderat) pada hari ini. Untuk level support dan resistance masing-masing di 5.123-5.189.  Untuk bebebrapa saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: HRUM, BBNI, BMRI, ISAT, JSMR, ASII, BBTN, INTP, dan ICBP.


Pergerakan IHSG pada perdagangan hari Senin (1/12) ditutup menguat. IHSG bertambah 14.40 poin atau terapresiasi 0.28% dan berakhir di level 5,164.29 Sementara itu LQ45 mengakhiri perdagangan pada level 890.7 mengalami kenaikan sebesar 4.37 poin atau menguat 0.49%.


Sektor industri dasar menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp68 miliar. Data inflasi November yang sebesar +1,5% mom dan +6,23% yoy serta neraca perdagangan RI bulan Oktober yang surplus USD 0,02 miliar, direspon positif oleh pasar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat faktor negatif dari penjualan ritel pada Black Friday yang mengecewakan serta lemahnya data manufaktur China.


Sementara Wall Street ditutup melemah setelah data manufaktur China serta penjualan di hari Black Friday yang mengecewakan investor. Indeks Dow Jones terdepresiasi 51.44 poin atau melemah 0.29%, S&P 500 kehilangan 0.68%, dan Nasdaq berkurang 1.34%. Data dari National Retail Federation menunjukkan belanja konsumen merosot 11% menjadi USD 50.9 miliar dalam empat hari terakhir, turun dari USD 57.4 miliar pada periode yang sama tahun 2013.


Sedangkan bursa Eropa secara melemah setelah penurunan harga minyak dan data aktivitas manufaktur memberikan kekhawatiran akan melambatnya inflasi di zona Euro dan pertumbuhan ekonomi global. Indeks FTSE turun 0.99%, CAC terdepresiasi 0.29%, dan DAX melemah 0.17%.


Namun pelemahan indeks terbatas karena reboundnya harga minyak mentah. Indeks ISM manufaktur AS sedikit turun pada level 58,7 dari bulan sebelumnya 59, namun lebih baik dari estimasi yang berada pada level 80. Sedangkan indeks PMI manufaktur China pada bulan November turun pada level 50,3 dari 50,8. Indeks PMI manufaktur berdasarkan HSBC stagnan pada level 50. Harga minyak mentah rebound dari level terendah dalam lima tahun terakhir.


Beberapa anggota OPEC berniat mengurangi produksinya sebesar 1,5 juta barel atau sebesar 5% dari total produksinya. Dan beberapa negara produsen minyak yang bukan anggota OPEC juga berniat mengurangi produksinya sebesar 500 ribu barel. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG akan berada di kisaran level 5107-5180. [geng]



Pre Opening:  Aksi Ambil Untung Diperkirakan Tekan  Laju IHSG

Pencatatan Perdana Saham PT PP Properti Incar Investor Asing

Financeroll – Rencana pencatatan perdana saham (initial public offering/IPO) PT PP Properti pada kuartal I atau awal kuartal II tahun depan, perusahaan berniat mengincar investor asing.


Direktur Keuangan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Tumiyana, mengatakan, sebagai induk usaha, PTPP akan menggelar roadshow ke sejumlah negara di Asia dan Eropa untuk menggaet investor asing.


Roadshow akan dilakukan ke Hong Kong hingga Eropa, dan tidak akan ke Amerika Serikat.


Penjualan 30%-35% saham PT PP Properti ditargetkan dapat meraup dana Rp1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun. Saat ini, perseroan tengah melakukan tender untuk menunjuk penjamin emisi dan kelengkapan IPO lainnya.


Pada saat IPO, laba bersih PT PP Properti ditargetkan mencapai Rp290 miliar, naik 187,12% dari target tahun ini Rp101 miliar. Saat ini, pendapatan PP Properti mencapai Rp400 miliar dengan pre-sales sebesar Rp1,3 triliun.


Penjualan saham PP Properti diperkirakan cukup menarik bagi investor. Apalagi, segmen menengah atas yang disasar oleh PP Properti bisa disejajarkan dengan emiten properti yang telah listing di pasar modal.


Sepanjang PTPP dapat menjelaskan proyek properti mereka bagus, paling tidak, oversubscribe dua kali bisa untuk PP Properti.



Pencatatan Perdana Saham PT PP Properti Incar Investor Asing

Thursday, November 27, 2014

Investor Asing Terkendala Lahan

Financeroll – Masalah kepemilikan lahan yang sangat rumit menjadi kendala masuknya investor asing ke Indonesia.


Iwan Sunito, CEO Crown Group, pengembang asal Australia mengatakan, berlarut-larutnya rencana masuknya Crown pada pengembangan di Indonesia disebabkan masalah lahan.


Sembelumnya telah merencanakan untuk berinvestasi sangat lama. Tapi baru terealisasi sekarang. Kendalanya karena kepemilikan lahan, dan banyak sengketa. Ini yang membuat takut masuk.


Karena telah memperoleh partner lokal yang bisa dipercaya, dengan kepemilikan lahan yang jelas, pada akhirnya Crown memulai pengembangan proyek perdana mereka di Indonesia.


Dalam rencana, proyek hunian vertikal terpadu tersebut akan dilakukan di atas lahan seluas 10 ha di pinngiran Jakarta.



Investor Asing Terkendala Lahan

Wednesday, November 19, 2014

Dana Asing Masuk, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Financeroll  - Pada perdagangan Rabu (19/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  melemah tipis sebesar tiga poin menjadi Rp 12.128 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.125 per dolar AS.   Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil keluar dari zona merah sampai penutupan perdagangan. Indeks ditutup naik poin 25 poin.  Saham-saham unggulan kembali menjadi incaran aksi beli investor. Indeks pun sempat menanjak ke titik tertingginya hari ini di 5.140.


Sebagian investor  bersikap waspada menanti publikasi pertemuan Federal Reserve yang akan dirilis pada Kamis besok (20/11) waktu setempat. Pertemuan itu dapat memberikan petunjuk bagi investor menentukan investasinya ke depannya.  Euforia kenaikan harga BBM subsidi juga menjadi salah satu penahan depresiasi mata uang rupiah sehingga fluktuasinya masih dalam kisaran yang stabil.  Selain itu,   keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 7,75%, membuat aset keuangan Indonesia akan terlihat lebih menarik bagi investor asing.


Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG menguat 21,182 poin (0,42%) ke level 5.123,651 berkat aksi beli di saham-saham unggulan. Indeks berhasil menghindari zona merah sejak pembukaan perdagangan. Investor asing paling getol berburu saham. Sembilan sektor pun berhasil menguat, kecuali sektor aneka industri yang terkena aksi ambil untung.


Pada akhir perdagangan  IHSG ditutup bertambah 25,464 poin (0,50%) ke level 5.127,933. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 4,652 poin (0,53%) ke level 881,238.  Dana asing kembali masuk lantai bursa. Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 424,214 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 239.613 kali dengan volume 5,836 miliar lembar saham senilai Rp 5,752 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 107 turun, dan 86 saham stagnan.  Rata-rata bursa di Asia menutup perdagangan dengan negatif sore hari ini, berbeda dengan BEI yang bertahan di zona hijau. Pasar saham Singapura yang berhasil ditutup positif. [geng]



Dana Asing Masuk, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Wednesday, November 12, 2014

Minat Beli Lebih Dominan, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Financeroll - Pada perdagangan Rabu (12/11) pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 30 poin menjadi Rp 12.185 dibanding posisi sebelumnya Rp 12.215 per dolar AS.  Kembali menguatnya mayoritas mata uang di kawasan Asia menjadi salah satu pendorong bagi rupiah kembali ke area positif.   Sementara  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum penguatan sampai penutupan perdagangan. Indeks menguat 16 poin berkat aksi beli investor asing.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 14,957 poin (0,30%) ke level 5.047,241 berkat aksi beli di saham-saham unggulan.


Sentimen dari dalam negeri juga cukup kondusif menyusul suasana politik di dalam negeri yang tidak lagi relatif panas. Kondisi itu menjadi salah satu faktor bagi investor di pasar uang dalam negeri kembali masuk ke rupiah.  Kenaikan mata uang rupiah terhadap dolar AS itu cenderung bersifat spekulatif menyusul kondisi fundamental ekonomi domestik yang belum pasti seiring dengan pelaku pasar yang menunggu kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.


Fundamental ekonomi Indonesia masih menunggu kepastian kenaikan BBM, setelah itu kebijakan dari Bank Indonesia terkait tingkat suku bunga acuan (BI rate).  Beberapa agenda yang akan dilakukan pemerintah ke depannya salah satunya mengenai infrastruktur juga masih dinanti pelaku pasar.  Mata uang rupiah bertahap kembali menguat meski masih dalam kisaran yang sempit. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.205 dibandingkan posisi sebelumnya Rp  12.163 per dolar AS.


Dari bursa saham, minat investor asing untuk menanam uang di Indonesia pun makin tinggi.  Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik 27,007 poin (0,54%) ke level 5.059,291 setelah dana asing mengalir masuk lagi ke lantai bursa. Posisi IHSG yang sudah rendah dimanfaatkan investor untuk berburu saham.


Pada penutupan  perdagangan  IHSG naik 16,557 poin (0,33%) ke level 5.048,841. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,158 poin (0,48%) ke level 863,198.  Aksi beli investor asing itu berhasil mendorong delapan indeks sektoral menguat. Hanya dua sektor melemah akibat aksi jual, yaitu sektor perdagangan dan pertambangan.


Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih senila Rp 372,877 miliar di pasar reguler.  Sementara di seluruh pasar nilainya Rp 2,144 triliun.  Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 206.686 kali dengan volume 4,685 miliar lembar saham senilai Rp 6 triliun. Sebanyak 176 saham naik, 94 turun, dan 74 saham stagnan.


Volume dan nilai transaksi perdagangan saham hari ini naik tinggi gara-gara transaksi tutup sendiri saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebesar Rp 1,5 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi broker Indo Premier Securities (PD).  Rata-rata bursa regional menutup perdagangan di zona hijau sore hari ini. Hanya pasar saham Singapura yang melemah terkena aksi ambil untung.


Sedangkan  situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 72,94 poin (0,43%) ke level 17.197,05, Indeks Hang Seng menguat 129,90 poin (0,55%) ke level 23.938,18, Indeks Komposit Shanghai menanjak 24,80 poin (1,00%) ke level 2.494,48, dan  Indeks Straits Times melemah 10,70 poin (0,33%) ke level 3,281.45. [geng]



Minat Beli Lebih Dominan, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif

Bertahan di Jalur Hijau, IHSG Ditutup Menguat

Financeroll – Setelah melaju di jalur hijau sepanjang hari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan momentum penguatan sampai penutupan perdagangan. Indeks menguat 16 poin berkat aksi beli investor asing.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 14,957 poin (0,30%) ke level 5.047,241 berkat aksi beli di saham-saham unggulan. Investor asing mulai kembali berani berburu saham.


Hasil pertemuan Jokowi di tingkat internasional memberi sentimen positif bagi investor. Minat investor asing untuk menanam uang di Indonesia pun makin tinggi.  Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik 27,007 poin (0,54%) ke level 5.059,291 setelah dana asing mengalir masuk lagi ke lantai bursa. Posisi IHSG yang sudah rendah dimanfaatkan investor untuk berburu saham.


Pada penutupan  perdagangan, Selasa (11/11), IHSG naik 16,557 poin (0,33%) ke level 5.048,841. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,158 poin (0,48%) ke level 863,198.  Aksi beli investor asing itu berhasil mendorong delapan indeks sektoral menguat. Hanya dua sektor melemah akibat aksi jual, yaitu sektor perdagangan dan pertambangan.


Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih senila Rp 372,877 miliar di pasar reguler.  Sementara di seluruh pasar nilainya Rp 2,144 triliun.  Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 206.686 kali dengan volume 4,685 miliar lembar saham senilai Rp 6 triliun. Sebanyak 176 saham naik, 94 turun, dan 74 saham stagnan.


Volume dan nilai transaksi perdagangan saham hari ini naik tinggi gara-gara transaksi tutup sendiri saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebesar Rp 1,5 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi broker Indo Premier Securities (PD).  Rata-rata bursa regional menutup perdagangan di zona hijau sore hari ini. Hanya pasar saham Singapura yang melemah terkena aksi ambil untung.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 550 ke Rp 24.150, Matahari (LPPF) naik Rp 475 ke Rp 14.900, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 420 ke Rp 2.400, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 350 ke Rp 7.025.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Adira Finance (ADMF) turun Rp 2.275 ke Rp 9.175, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 19.425, United Tractor (UNTR) turun Rp 625 ke Rp 18.500, dan Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 275 ke Rp 12.600.


Sedangkan  situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 72,94 poin (0,43%) ke level 17.197,05, Indeks Hang Seng menguat 129,90 poin (0,55%) ke level 23.938,18, Indeks Komposit Shanghai menanjak 24,80 poin (1,00%) ke level 2.494,48, dan  Indeks Straits Times melemah 10,70 poin (0,33%) ke level 3,281.45. [geng]



Bertahan di Jalur Hijau, IHSG Ditutup Menguat

Thursday, October 16, 2014

Wait And See, Pasar Uang Domestik Melambat

Financeroll – Pergerakan  nilai tukar rupiah yang ditransaksikan di pasar spot antarbank di Jakarta, Kamis sore, melemah 25 poin menjadi Rp 12.251 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.226 per dolar AS.  Saat ini pergerakan rupiah cenderung konsolidasi menjelang pelantikan Presiden-Wapres RI nanti dan susunan kabinet pemerintahan baru.  Sementara  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 11 poin gara-gara tekanan jual investor asing.


Pelaku pasar uang di dalam negeri akan cenderung mengambil posisi aman dengan melepas rupiah dan mengalihkan ke mata uang dolar AS.  Diharapkan, sentimen politik di dalam negeri tidak memanas sehingga nilai tukar rupiah ke depan bergerak stabil dengan potensi penguatan.  Dari eksternal,  ekonomi AS diperkirakan masih tumbuh baik meski dibayangi perlambatan global seperti yang terjadi di negara-negara kawasan Eropa, Jepang, dan Tiongkok.  Pernyataan Gubernur The Fed Jannet Yellen yang cukup optimistis terhadap prospek ekonomi AS menjadi salah satu penopang dolar AS kembali menguat.


Sebagian pelaku pasar juga menilai bahwa outlook perekonomian AS masih sejalan sesuai target sehingga dolar AS masih mempunyai kekuatan untuk menguat.  Sebelaiknya, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) mata uang domestik ini bergerak menguat menjadi Rp 12.207 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.229 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, IHSG turun tipis 2,677 poin (0,05%) ke level 4.960,263. Indeks masih berusaha balik arah ke zona hijau setelah pagi tadi dibuka melemah.  Aksi jual masih didominasi oleh investor asing. Pelaku pasar domestik masih mengkoleksi saham di tengah ramainya aksi jual.  Pada akhir perdagangan, Kamis (16/10/2014), IHSG berkurang 11,326 poin (0,23%) ke level 4.951,614. Sementara Indeks LQ45 turun 1,851 poin (0,22%) ke level 837,262.


Tercatat indeks sempat positif sebentar, sampai ke level 4.976 tapi akhirnya turun lagi. Aksi jual investor asing memaksa IHSG jatuh ke zona merah. Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 326,984 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 235.309 kali dengan volume 8,365 miliar lembar saham senilai Rp 7,704 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 148 turun, dan 71 saham stagnan.


Tercatat volume dan nilai transaksi hari ini sedikit meningkat karena ada dua aksi tutup sendiri, yaitu di saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) dan saham PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) masing-masing dengan Rp 1,5 triliun dan Rp 925 miliar di pasar negosiasi.  Tekanan negatif dari pasar global membuat bursa regional kompak melemah sore hari ini. Bursa saham Jepang jatuh paling dalam hingga lebih dari 2%.


Sedangkan situasi perkembangan bursa regional sore tadi: Indeks Nikkei 225 terjun 335,14 poin (2,22%) ke level 14.738,38, Indeks Hang Seng anjlok 239,11 poin (1,03%) ke level 22.900,94, Indeks Komposit Shanghai turun 17,17 poin (0,72%) ke level 2.356,50, dan Indeks Straits Times jatuh 35,67 poin (1,12%) ke level 3.163,05. [geng]



Wait And See, Pasar Uang Domestik Melambat

Saturday, October 11, 2014

Investor Asing Tetap Soroti Keterbatasan Infrastruktur Indonesia

Financeroll – Keterbatasan infrastruktur tetap menjadi sorotan utama dari investor asing untuk Indonesia.


Menteri Perindustrian M.S. Hidayat menyatakan selain dinamika politik paskapilpres, pemodal tetap mengeluhkan soal fasilitas infrastruktur yang belum memadai.


Hal ini dikemukakan saat dirinya mendampingi Presiden SBY dalam diskusi forum bisnis di Jepang, bulan lalu.


Sebetulnya sudah banyak industri Jepang yang masuk ke Indonesia. Mereka yang mau masuk lagi memberi catatan soal iklim politik karena ada pilpres dan masalah infrastruktur.


Kendala soal infrastruktur terutama untuk kawasan di luar Pulau Jawa. Sementara pemerintah menginginkan lebih banyak penanaman kapital masuk ke luar Jawa. Investor, termasuk Jepang, menantikan kebijakan yang akan dilakukan pemerintah baru.


Jepang merupakan salah satu negara yang berkontribusi cukup besar dalam perkembangan investasi di Tanah Air. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat 10,5% modal segar yang masuk ke Indonesia selama semester I/2014 berasal dari investor asal Jepang.


Terdapat investor Jepang yang berminat membenamkan modal di Indonesia lagi di bidang elektronika. Tapi belum ada kesepakatan paten terkait nilai investasi yang akan digelontorkan.


Perusahaan elektronika Sharp mau masuk ke Indonesia lagi. Mereka mau menambah pabrik di sini karena diversifikasi produk mereka banyak. Disarankan di luar pulau Jawa.


BKPM mencatat pada Januari – Juni 2014, investasi asal Jepang mencapai US$1,5 miliar. Nilai ini setara 10,8% dari total investasi US$14,29 miliar. Kapital yang dibenamkan pemodal asal Negeri Sakura setara dengan 562 proyek.


Jumlah tersebut merupakan yang terbesar setelah Singapura. Investasi dari Negeri Singa menjadi yang terbanyak pada semester I/2014 senilai US$3,4 miliar. Uang ini digunakan untuk membiayai sekitar 883 proyek.


Penanaman modal asing (PMA) lain yang mendominasi adalah Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Malaysia. Paman Sam membenamkan US$663,1 juta, Korea Selatan US$654,8 juta, dan sedangkan Malaysia mencapai US$717,4 juta.



Investor Asing Tetap Soroti Keterbatasan Infrastruktur Indonesia