Showing posts with label BBTN. Show all posts
Showing posts with label BBTN. Show all posts

Tuesday, December 2, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll –  Diperkirakan IHSG masih akan bergerak di kisaran positif hari ini.  Menguatnya Dow Jones serta bursa regional diharapkan dapat memberikan dukungan. IHSG masih melanjutkan penguatan diikuti oleh adanya minat beli asing namun dengan terbentuknya pola shooting star pada hari Selasa kemarin, yang mengindikasikan melambatnya momentum penguatan.  Laju bursa domestik diperkirakan bergerak cenderung mixed, cenderunga menguat. IHSG akan berada di kisaran level 5143-5212. Beberapa saha yang dapat direkomendasikan: ICBP, ADRO, BMRI, BBNI, ISAT, JSMR, ASII, BBTN, dan INTP.


Dari pasar saham Asia, indeks Nikkei 225 dan indeks KOSPI Composite di Jepang dan Korea Selatan menguat +0,54% dan +0,12% pada perdagangan pagi ini, menyusul sentimen positif dari Tiongkok yang akan melonggarkan kebijakan moneternya dengan memangkas suku bunga.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami koreksi, seperti yang ditunjukkan oleh harga minyak mentah WTI dan emas Comex yang masing-masing turun -1,96% dan -0,18% ke posisi USD  67,65 per barel serta USD  1.197,20 per troy ounce.


Pada perdagangan Selasa (2/12) IHSG ditutup menguat 0,22% pada level 5175, meskipun sempat fluktuatif di area positif. Sektor properti dan konstruksi menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 161,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang didorong oleh reli pada saham energi dan bioteknologi.


Data construction spending yang mengalami kenaikan 1,1% pada Oktober dan lebih baik dari estimasi 0,6%, juga menimbulkan optimisme akan ekonomi AS. Dow Jones Composite kembali mencapai rekor tertinggi. Saham sektor energi mengalami kenaikan meskipun harga minyak mentah kembali melemah. Hal ini dapat disebabkan karena penurunan saham sektor energi beberapa waktu lalu yang terlalu cepat dan terlalu dalam.


Penurunan harga minyak mentah ditengah output produksi minyak AS yang berada pada level tertinggi selama tiga dekade terakhir serta adanya indikasi melemahnya permintaan global. Menurut Menlu Venezuela, kemungk inan OPEC akan melakukan pertemuan darurat pada triwulan I mendatang. Sementara itu pejabat The Fed menyatakan bahwa turunnya harga minyak mentah akan mendorong kenaikan belanja masyarakat dan membantu pertumbuhan ekonomi.


Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS memberikan sentimen negatif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Kedepan, pelaku pasar menanti rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI), yang salah satunya akan membahas perihal suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Monday, December 1, 2014

Pre Opening:  Aksi Ambil Untung Diperkirakan Tekan  Laju IHSG

Financeroll – Relatif turunnya bursa dunia serta pelemahan kurs Rupiah dapat memberi sentimen yang negatif. IHSG bergerak menguat dengan menembus minor resistance 5,150 kemarin. Akan tetapi, resiko profit taking berpeluang menghambat tren kenaikan ini. Oleh karena itu,  diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah hari ini.


Selain itu, penurunan rating investasi Jepang oleh Moody’s, kurang positifnya data ekonomi AS akan membuat laju IHSG tertekan hari ini, namun tekanan pelemahan akan tertahan oleh membaiknya data transaksi berjalan Indonesia.  Diprediksi laju IHSG akan bearish (moderat) pada hari ini. Untuk level support dan resistance masing-masing di 5.123-5.189.  Untuk bebebrapa saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: HRUM, BBNI, BMRI, ISAT, JSMR, ASII, BBTN, INTP, dan ICBP.


Pergerakan IHSG pada perdagangan hari Senin (1/12) ditutup menguat. IHSG bertambah 14.40 poin atau terapresiasi 0.28% dan berakhir di level 5,164.29 Sementara itu LQ45 mengakhiri perdagangan pada level 890.7 mengalami kenaikan sebesar 4.37 poin atau menguat 0.49%.


Sektor industri dasar menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp68 miliar. Data inflasi November yang sebesar +1,5% mom dan +6,23% yoy serta neraca perdagangan RI bulan Oktober yang surplus USD 0,02 miliar, direspon positif oleh pasar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat faktor negatif dari penjualan ritel pada Black Friday yang mengecewakan serta lemahnya data manufaktur China.


Sementara Wall Street ditutup melemah setelah data manufaktur China serta penjualan di hari Black Friday yang mengecewakan investor. Indeks Dow Jones terdepresiasi 51.44 poin atau melemah 0.29%, S&P 500 kehilangan 0.68%, dan Nasdaq berkurang 1.34%. Data dari National Retail Federation menunjukkan belanja konsumen merosot 11% menjadi USD 50.9 miliar dalam empat hari terakhir, turun dari USD 57.4 miliar pada periode yang sama tahun 2013.


Sedangkan bursa Eropa secara melemah setelah penurunan harga minyak dan data aktivitas manufaktur memberikan kekhawatiran akan melambatnya inflasi di zona Euro dan pertumbuhan ekonomi global. Indeks FTSE turun 0.99%, CAC terdepresiasi 0.29%, dan DAX melemah 0.17%.


Namun pelemahan indeks terbatas karena reboundnya harga minyak mentah. Indeks ISM manufaktur AS sedikit turun pada level 58,7 dari bulan sebelumnya 59, namun lebih baik dari estimasi yang berada pada level 80. Sedangkan indeks PMI manufaktur China pada bulan November turun pada level 50,3 dari 50,8. Indeks PMI manufaktur berdasarkan HSBC stagnan pada level 50. Harga minyak mentah rebound dari level terendah dalam lima tahun terakhir.


Beberapa anggota OPEC berniat mengurangi produksinya sebesar 1,5 juta barel atau sebesar 5% dari total produksinya. Dan beberapa negara produsen minyak yang bukan anggota OPEC juga berniat mengurangi produksinya sebesar 500 ribu barel. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG akan berada di kisaran level 5107-5180. [geng]



Pre Opening:  Aksi Ambil Untung Diperkirakan Tekan  Laju IHSG

Monday, October 20, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 5000-5080. Untuk sejumlah saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: BSDE, BMRI, TLKM, WIKA, BBTN, WSKT, ADHI, dan INDF.


Momentum investasi masih akan naik ke depannya dengan asumsi risiko politik menurun. Lebih jauh lagi, posisi investasi yang diumumkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) trennya masih sejalan dengan prediksi gross domestic product (GDP).


Jika IHSG  masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat untuk kemudian ditutup pada level 5.040 atau naik +0,23% pada perdagangan kemarin.  Pada perdagangan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dan coba menguji resistance terdekat di 5.104 dan support di 4.974.


IHSG  pada perdagangan Senin (20/10)  ditutup menguat 0,23% pada level 5040, setelah sebelumnya sempat menguat hingga level 5101. Enam dari sepuluh sektor ditutup menguat dengan penguatan terbesar pada sektor perdagangan. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 760,6 miliar.


Mixednya bursa dunia belum dapat memberikan dukungan di tengah pasar menunggu pengumuman jajaran menteri Jokowi. IHSG bergerak relatif menguat setelah sempat menyentuh level 5,100 dan di tengah cukup tingginya minat beli asing kemarin. Namun, adanya pola black candle mengindikasikan melemahnya momentum penguatan.


Dari dalam negeri, publik menanti pengumuman kabinet yang akan mendampingi presiden dan wakil presiden, Joko Widodo – Jusuf Kalla. Di sisi lain, total investasi langsung (foreign direct investment/FDI) di Indonesia meningkat karena sektor tersier. FDI Indonesia naik menjadi 6,8% YoY pada kuartal III/2014 dari 3,6% pada kuartal sebelumnya.


Penguatan antara lain dipicu oleh sentimen positif dari pelantikan presiden baru RI, namun penguatan berkurang akibat profit taking dan koreksi pada indeks bursa Eropa. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh optimisme akan laporan kinerja emiten. Rata-rata laba emiten dalam indeks S&P diperkirakan tumbuh 5,9%, meningkat dibandingkan proyeksi sebelumnya yang tumbuh 4,8%.


Sedangkan penjualan diperkirakan meningkat 4%.keuangan IBM yang mengecewakan yang dirilis kemarin membatasi penguatan indeks. Dijadwalkan terdapat 130 emiten dalam indeks S&P500 yang akan merilis laporan keuangannya pada pekan ini. Sementara itu indeks bursa Eropa melemah akibat koreksi pada saham sektor teknologi akibat kecemasan akan laba emiten. Indeks bursa Jepang kemarin mengalami kenaikan signifikan karena adanya berita dana pensiun Jepang akan menambah alokasi investasinya pada saham domestik.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh data PDB Tiongkok kuartal ketiga yang diperkirakan melambat. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -0,16% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang turun -0,60%.  Sementara itu, pasar saham AS melanjutkan penguatan seiring kinerja positif perusahaan tercatat (emiten) di kuartal ketiga. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,12% dan indeks S&P500 sebesar +0,91%.


Tercatat harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,04% ke level USD 81,88 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,13% ke posisi USD 1.246,30 per troy ounce. [geng]


 



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Sunday, October 19, 2014

Pre Opening: Momentum Baru, IHSG Cenderung Menguat

Financeroll – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 4980-5060. Untuk sejumlah saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: BSDE, SMRA, KLBF, WIKA, BBTN, WSKT, ADHI, dan ICBP.  Dari domestik, faktor positif berasal dari pelantikan presiden dan wakil presiden baru pada hari Senin. Pasar juga akan mencermati kabinet pemerintahan baru.


Sentimen pelantikan presiden baru pada hari ini serta positifnya bursa dunia dapat memberikan dukungan. IHSG bergerak cukup positif dengan menembus level psikologis 5,000 minggu lalu.  Dukungan aksi beli asing yang dapat kembali membuka peluang penguatan. Sehingga diperkirakan  IHSG akan bergerak di area yang positif hari ini.


Secara teknikal, IHSG berada di bawahmiddle bollinger bands. Indikator MACD hampr membentuk golden cross, indikator stochastic oscillator bergerak menguat. Kami perkirakan IHSG akan berada pada kisaran support 4,990 dan resistance 5,070


Pergerakan IHSG  pada perdagangan Jumat (17/10) ditutup menguat 1,56% pada level 5028. Semua sektor menguat dengan kontribusi penguatan terbesar pada sektor konstruksi properti. Investor asing melakukan net sell senilai Rp 691,3 miliar. Penguatan indeks didorong oleh optimisme kondisi politik dalam negeri menjelang pelantikan presiden baru.


Sementara Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup menguat yang dipicu oleh laporan keuangan emiten yang lebih baik dari estimasi, indeks keyakinan konsumen mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan investor berspekulasi bahwa bank sentral akan menambah stimulus baru.


Sentimen positif juga berasal dari Eropa, dimana ECB menyatakan dalam beberapa hari ke depan akan melakukan pembelian aset sebagai program baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Indeks Mich Sentiment bulan Oktober mengalami kenaikan pada level tertinggi sejak Juli 2007. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya exi sting home sales, CPI, FHFA housing price index, leading indicators dan new home sales. [geng]



Pre Opening: Momentum Baru, IHSG Cenderung Menguat

Wednesday, October 15, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll  – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed, cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 4890-4980. Untuk sejumlah saham yang dapat direkomendasikan: BBTN, SMRA, WIKA, SMGR, WSKT, ADHI, INDF, dan  ICBP.


Potensi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2015 turun menjadi 30% dari 46%, dan dari prediksi dua bulan lalu yang sebesar 67%. indeks berkurang menjelang penutupan karena aksi beli pada saham berkapitalisasi kecil. Data Fed’s Beige Book menu njukkan ekonomi AS berlanjut tumbuh moderat. Yellen optimis bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan mencapai target pertumbuhan 3%. Sementara itu inflasi China mengalami penurunan pada level terendah selama lima bulan terakhir.


Jika IHSG  diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat untuk kemudian ditutup pada level 4.962 atau naik +0,82% pada perdagangan kemarin. Indikator RSI masih di area konsolidasi.  Secara teknikal, hari ini Indeks akan cenderung menguat dan coba menguji resistance 4.993, dengan support di 4.900.


Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,82% pada level 4962. Sektor industri dasar menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp182,5 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat data ekonomi dan laporan keuangan emiten yang di bawah estimasi.


Dari dalam negeri, situasi politik tanah air mulai mencair selepas safari politik yang dilakukan presiden terpilih, Joko Widodo. Pertemuannya dengan para pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi merah putih memberikan optimisme baru terhadap jalannya pemerintahan yang lebih lancar ke depan.


Sementara itu, revisi Permendag 56/M-DAG/2014 tentang Perubahan Atas Permendag 70/M-DAG/2013 berpotensi menyerap turis asing belanja di Indonesia.  Revisi Permendag tersebut akan menjadi Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanja dan Toko Modern dan membuat pengelola pusat perbelanjaan diberi kelonggaran terhadap penjualan produk-produk asing.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kekhawatiran Ebola dan suhu politik di Hong Kong yang kembali memanas. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -1,81%.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali melemah seiring negatifnya rilis data penjualan ritel Paman Sam. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -1,06% dan indeks S&P500 sebesar – 0,81%.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -1% ke level USD 80,96 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,31% ke posisi USD 1.240,90 per troy ounce. [Geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat