Showing posts with label dan INDF. Show all posts
Showing posts with label dan INDF. Show all posts

Monday, October 20, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 5000-5080. Untuk sejumlah saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: BSDE, BMRI, TLKM, WIKA, BBTN, WSKT, ADHI, dan INDF.


Momentum investasi masih akan naik ke depannya dengan asumsi risiko politik menurun. Lebih jauh lagi, posisi investasi yang diumumkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) trennya masih sejalan dengan prediksi gross domestic product (GDP).


Jika IHSG  masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat untuk kemudian ditutup pada level 5.040 atau naik +0,23% pada perdagangan kemarin.  Pada perdagangan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dan coba menguji resistance terdekat di 5.104 dan support di 4.974.


IHSG  pada perdagangan Senin (20/10)  ditutup menguat 0,23% pada level 5040, setelah sebelumnya sempat menguat hingga level 5101. Enam dari sepuluh sektor ditutup menguat dengan penguatan terbesar pada sektor perdagangan. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 760,6 miliar.


Mixednya bursa dunia belum dapat memberikan dukungan di tengah pasar menunggu pengumuman jajaran menteri Jokowi. IHSG bergerak relatif menguat setelah sempat menyentuh level 5,100 dan di tengah cukup tingginya minat beli asing kemarin. Namun, adanya pola black candle mengindikasikan melemahnya momentum penguatan.


Dari dalam negeri, publik menanti pengumuman kabinet yang akan mendampingi presiden dan wakil presiden, Joko Widodo – Jusuf Kalla. Di sisi lain, total investasi langsung (foreign direct investment/FDI) di Indonesia meningkat karena sektor tersier. FDI Indonesia naik menjadi 6,8% YoY pada kuartal III/2014 dari 3,6% pada kuartal sebelumnya.


Penguatan antara lain dipicu oleh sentimen positif dari pelantikan presiden baru RI, namun penguatan berkurang akibat profit taking dan koreksi pada indeks bursa Eropa. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh optimisme akan laporan kinerja emiten. Rata-rata laba emiten dalam indeks S&P diperkirakan tumbuh 5,9%, meningkat dibandingkan proyeksi sebelumnya yang tumbuh 4,8%.


Sedangkan penjualan diperkirakan meningkat 4%.keuangan IBM yang mengecewakan yang dirilis kemarin membatasi penguatan indeks. Dijadwalkan terdapat 130 emiten dalam indeks S&P500 yang akan merilis laporan keuangannya pada pekan ini. Sementara itu indeks bursa Eropa melemah akibat koreksi pada saham sektor teknologi akibat kecemasan akan laba emiten. Indeks bursa Jepang kemarin mengalami kenaikan signifikan karena adanya berita dana pensiun Jepang akan menambah alokasi investasinya pada saham domestik.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh data PDB Tiongkok kuartal ketiga yang diperkirakan melambat. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -0,16% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang turun -0,60%.  Sementara itu, pasar saham AS melanjutkan penguatan seiring kinerja positif perusahaan tercatat (emiten) di kuartal ketiga. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,12% dan indeks S&P500 sebesar +0,91%.


Tercatat harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,04% ke level USD 81,88 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,13% ke posisi USD 1.246,30 per troy ounce. [geng]


 



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat