Showing posts with label Cenderung Menguat. Show all posts
Showing posts with label Cenderung Menguat. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll - Pergerakan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini, Senin (12/1)  diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5169-5247.  Sejumlah saham yang dapat direkomendasikan, antara lain:  INDF, TLKM, BBNI, WIKA, BMRI, BBRI, ADHI, UNVR, dan  ASRI.


Jika IHSG berpotensi melemah. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.167 dan resistance 5.262.  Dari dalam negeri, Indonesia berencana menjalin kerjasama resiprokal dengan lima negara diantaranya, Malaysia, Singapura, Tiongkok untuk menarik premi reasuransi dari luar negeri. Dengan demikian, defisit neraca pembayaran dari transaksi reasuransi bisa berkurang. Pemerintah menargetkan nilai premi yang bisa ditahan ke luar negeri berkurang hingga 50% dalam tiga tahun ke depan.


Tercatatpada perdagangan Jumat (9/1)  ditutup menguat 0,09% pada level 5216, setelah sebelumnya sempat menguat hingga level 5240. Sektor perkebunan menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing net buy Rp 895,1 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup melemah akibat keraguan akan rencana program stimulus Eropa dan kecemasan menjelang dimulainya earning season.


Sebelumnya indeks menguat karena membaiknya data tenaga kerja AS. Data nonfarm payrolls bulan Desember tercatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 252 ribu orang, setelah bulan lalu terjadi penyerapan sebanyak 253 ribu. Sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 5,6% dari 5,8%. Namun indeks berbalik melemah akibat data rata-rata upah per jam pekerja yang turun 0,2%, yang merupakan penurunan terbesar sejak tahun 2006.


 Pada pekan ini, earning season akan dimulai di Wall Street dengan dirilisnya laporan keuangan Alcoa pada hari Senin. Data ekonomi AS yang akan dirili s pada pekan ini diantaranya retail sales, business inventories, Fed Beige Book, PPI, Empire manufacturing, Philadelphia Fed, CPI, industrial production dan Mich Sentiment. Dari domestik, RDG BI pada Kamis pekan ini.


Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini juga melemah. Indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) terlihat turun -0,11%.  Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Avg terkoreksi sebesar -0,95%, sedangkan indeks S&P500 turun sebesar -0,84%.


Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -1,19% ke level USD 48,36 per barel, sedangkan harga emas Comex menguat +1,19% ke posisi USD 1.217 per troy ounce.


Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan akir pekan ditutup mengalami pelemahan. Indeks Dow Jones mengalami pelemahan sebesar 0,95% ke level 17,737.37, Indeks S&P500 ditutup turun 0,84% di level 2,044.81 dan indeks Nasdaq melemah 0,68% di level 4,704.07. Pelemahan di tengah rilisnya data unemployment rate yang lebih baik menjadi 5.6% dari sebelumnya 5.8%. Di sisi lain, rilisnya data non farm payrolls naik lebih rendah menjadi 252.000 dari sebelumnya 353.000 turut mempengaruhi pergerakan bursa Wall Street. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Tuesday, December 2, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll –  Diperkirakan IHSG masih akan bergerak di kisaran positif hari ini.  Menguatnya Dow Jones serta bursa regional diharapkan dapat memberikan dukungan. IHSG masih melanjutkan penguatan diikuti oleh adanya minat beli asing namun dengan terbentuknya pola shooting star pada hari Selasa kemarin, yang mengindikasikan melambatnya momentum penguatan.  Laju bursa domestik diperkirakan bergerak cenderung mixed, cenderunga menguat. IHSG akan berada di kisaran level 5143-5212. Beberapa saha yang dapat direkomendasikan: ICBP, ADRO, BMRI, BBNI, ISAT, JSMR, ASII, BBTN, dan INTP.


Dari pasar saham Asia, indeks Nikkei 225 dan indeks KOSPI Composite di Jepang dan Korea Selatan menguat +0,54% dan +0,12% pada perdagangan pagi ini, menyusul sentimen positif dari Tiongkok yang akan melonggarkan kebijakan moneternya dengan memangkas suku bunga.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami koreksi, seperti yang ditunjukkan oleh harga minyak mentah WTI dan emas Comex yang masing-masing turun -1,96% dan -0,18% ke posisi USD  67,65 per barel serta USD  1.197,20 per troy ounce.


Pada perdagangan Selasa (2/12) IHSG ditutup menguat 0,22% pada level 5175, meskipun sempat fluktuatif di area positif. Sektor properti dan konstruksi menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 161,8 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang didorong oleh reli pada saham energi dan bioteknologi.


Data construction spending yang mengalami kenaikan 1,1% pada Oktober dan lebih baik dari estimasi 0,6%, juga menimbulkan optimisme akan ekonomi AS. Dow Jones Composite kembali mencapai rekor tertinggi. Saham sektor energi mengalami kenaikan meskipun harga minyak mentah kembali melemah. Hal ini dapat disebabkan karena penurunan saham sektor energi beberapa waktu lalu yang terlalu cepat dan terlalu dalam.


Penurunan harga minyak mentah ditengah output produksi minyak AS yang berada pada level tertinggi selama tiga dekade terakhir serta adanya indikasi melemahnya permintaan global. Menurut Menlu Venezuela, kemungk inan OPEC akan melakukan pertemuan darurat pada triwulan I mendatang. Sementara itu pejabat The Fed menyatakan bahwa turunnya harga minyak mentah akan mendorong kenaikan belanja masyarakat dan membantu pertumbuhan ekonomi.


Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS memberikan sentimen negatif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Kedepan, pelaku pasar menanti rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI), yang salah satunya akan membahas perihal suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Thursday, November 27, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Akhir pekan ini, Jumat (28/11),  IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 5.125-5.175 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  PGAS, TBIG, ENRG, TKIM, dan WINS.  Secara teknikal, indeks kembali naik disertai volume dan terlihat mencoba test resist  fibo 76,4%. Stochastic masih overbought sementara RSI dan MACD positif.


Bervariasinya bursa dunia dan turunnya harga minyak di bawah USD  70 / BBL dapat mempengaruhi arah perdagangan di akhir bulan ini. IHSG masih dapat melanjutkan penguatan dengan penutupan di dekat minor resistance 5,150 kemarin. Akan tetapi, resiko profit taking dapat memperlambat peluang positif.


Indeks Dow Jones ditutup di level 17,827.75 menguat 12.81 poin (+0.07%). IHSG ditutup di level 5,145.31 menguat 12.28 poin (+0.24%). IHSG mencoba breakout resisten 5150, menguji area resisten 5250.


Di era kepemimpinan Joko Widodo yang mempunyai visi Indonesia sebagai poros maritim, sektor apa saja yang akan terpengaruh selain sektor perkapalan dan perikanan Sektor lain yang terpengaruh adalah perbankan terutama BBRI yang turut berperan memberikan kredit.


Selain itu, sektor konstruksi juga turut andil dalam pembangunan 46 pelabuhan yang direncanakan dalam 5 tahun ke depan, terutama dari perusahaan BUMN. Beberapa perusahaan sektor konstruksi antara lain:  WTON, PTPP, ADHI, WIKA, WSKT, dan TOTL.


Beberapa laju bursa saham Asia masih dapat bertahan di zona hijau seiring respons positif terhadap rilis kenaikan balance of trade New Zealand, current account Korea Selatan, hingga HIA newhome sales Australia. Di sisi lain, laju bursa saham sebagian China dan Jepang kembali melemah seiring respons negatif terhadap rilis penurunan laba/profits emiten-emiten industrial di China dan penolakan People’s Bank of China (PBoC) untuk menjual repurchase aggrement untuk menambah likuiditas.


Rilis meningkatnya Produk Domestik Bruto (PDB) rate Spanyol, Gfk Consumer confidence Jerman, dan business confidence Italia; yang dibarengi dengan kenaikan tipis economic sentiment dan business confidence Zona Euro memberikan sentimen positif. Laju saham-saham di bursa saham Eropa bergerak menghijau. Pelaku pasar juga menanggapi pidato European Central Bank (ECB) di mana inflasi harus segera digenjot dan persiapan untuk program pembelian obligasinya.


Sebelumnya, laju indeks bursa saham AS menghijau setelah mendapat rilis positif kenaikan durable goods order, consumer sentiment, dan new home sales serta optimisme pelaku pasar terkait penilaian cukup kuatnya perekonomian AS direspon positif. Bursa saham AS cenderung tidak ada aktivitas transaksi seiring peringatan libur nasional Thanksgiving. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Wednesday, November 26, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Pergerakan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak mixed, cenderung menguat. IHSG akan berada dikisaran level 5060-5170. Rekomendasi: ASII, BBNI, ADRO, HRUM, BBTN, INTP, ADHI, dan ICBP. Secara teknikal, major trend masih bullish namun minor trend sideways dan kembali tutup di atas MA5-nya dengan MA(20,50) golden cross. Stochastic overbought sementara RSI dan MACD positif.


Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan jika inflasi November 2014 hingga minggu ketiga bisa mencapai 1,3%-1,4%. Menurutnya, inflasi inti masih terjaga walaupun akan terjadi kenaikan pada bulan berikutnya. Bank sentral memprediksi inflasi Desember 2014 akan melaju hingga diatas 2%, atau merupakan yang tertinggi di tahun ini.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (26/11) ditutup menguat 0,27% pada level 5133. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 260,9 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat ditengah optimisme akan kekuatan ekonomi AS meskipun terjadi perlambatan ekonomi global. Indeks Dow Jones dan S&P500 ditutup pada level tertinggi.


Kurangnya berita-berita baru belum dapat memberikan dukungan. IHSG menutup perdagangan relatif menguat diikuti oleh adanya minat beli asing kemarin dengan membentuk pola bullish harami yang masih memberi sinyal positif. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung menguat pada hari ini.


Data initial claims pekan lalu meningkat pada level 313 ribu dari pekan sebelumnya 292 ribu. Data durable orders bulan Oktober tumbuh 0,4% setelah bulan sebelumnya mengalami penurunan 0,9%, lebih baik dibandingkan estimasi yang diperkirakan turun 0,6%. Data personal income bulan Oktober tumbuh sesuai estimasi 0,2%, setelah bulan sebelumnya naik 0,4%. Sedangkan data personal spending membaik dengan tumbuh 0,2% dari bulan sebelumnya yang stagnan, meskipun sedikit di bawah estimasi yang tumbuh 0,3%.


Selain itu, data Chicago PMI bulan November berada pada level 60,8 dari bulan sebelumn ya yang berada pada level 66,2. Sedangkan Michigan Sentimen bulan November berada pada 88,8 dari sebelumnya 89,4. Untuk data new home sales meningkat menjadi 458 ribu dari 455 ribu. Namun pending home sales turun 1,1%.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh hasil pertemuan OPEC yang sepakat tidak memangkas produksi minyak dunia. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -0,40%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan menguat +0,25%. Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,23% ke level US$73,52 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat 0,01% ke posisi US$1.197,60 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Monday, November 17, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Pada perdagangan Selasa (18/11),  IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 5.025-5.075 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  INAF, JSMR, ITMG, KLBF, dan SSMS.


Saham-saham yang menjadi pendorong bursa hari ini antara lain:  TLKM, UNVR, PGAS, GGRM, dan INTP dimana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 17,4 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing  di antaranya:  BBNI, SMGR, ASII, ITMG, dan UNTR.  Secara teknikal, indeks belum keluar dari fase sideways dan masih test resist MA50 meski kenaikan hari ini didukung volume dan berhasil bertahan di area upper band bollinger. Stochastic dan RSI flat sementara MACD positif convergence.


Keputusan kenaikan harga BBM subsidi dapat memberi sentimen negatif di tengah menguatnya bursa regional. IHSG masih menguat tipis setelah bergerak relatif mixed kemarin. Belum adanya sentimen beli asing dapat menghambat peluang positif. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran negatif pada hari ini.


Pada perdagangan Senin (17/11) IHSG naik 5 poin (+0.09%) ke level 5.043,94 menyusul perjanjian damai antara KMP dan KIH namun masih menanti kenaikan harga BBM sehingga hanya naik tipis di akhir sesi.


Sektor konsumer menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 441,3 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup mix pada kisaran sempit, dimana Dow Jones dan S&P500 menguat sedangkan Nasdaq Composite melemah. Sentimen negatif berasal dari melemahnya saham lapis kedua dan ketiga serta kecemasan akan terjadinya resesi di Jepang. Adanya berita aksi korporasi merger akuisisi emiten menjadi faktor positif.


Ekonomi Jepang secara tak terduga turun 1,6% pada kuartal ketiga dari kuartal sebelumnya yang turun 7,3%, lebih buruk dari ekspektasi yang diperkirakan tumbuh 2,2%. Sementara itu data industrial production AS bulan Oktober mengalami penurunan 0,1% dari bulan sebelumnya yang naik 0,8%, yang mengindikasikan manufaktur pada awal triwulan IV melambat. Sedangkan indeks Empire manufacturing bulan November naik pada level 10,2, lebih rendah dari perkiraan 12.


Mario Draghi dalam testimoninya menyatakan diperluasnya program pembelian aset oleh ECB untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dapat mencakup obligasi pemerintah.itu kenaikan harga BBM subsidi diperkirakan akan direspon positif oleh pasar. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Sunday, November 16, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Hari ini (17/11) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah di kisaran 5.025-5.075 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain: MAPI, ERAA, APLN, KIJA, dan UNTR.  Secara teknikal, indeks kembali membentuk doji dengan pola three star doji candle yang menunjukkan potensi sinyal reversal. Stochastic dan RSI flat sementara MACD positif convergence.


Dari dalam negeri, Presiden Joko Widodo akan menggelar sidang kabinet untuk menindaklanjuti hasil KTT APEC, KTT ASEAN, dan pertemuan G20 di Tiongkok, Myanmar, dan Australia. Setidaknya sudah ada 10 negara yang menawarkan kerja sama investasi dengan Indonesia. Selain itu, Presiden juga akan membahas tentang percepatan pembangunan infrastruktur serta rencana penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.


Masih mixed nya bursa dunia belum dapat menggairahkan aktifitas perdagangan. IHSG kembali bergerak flat diikuti oleh adanya pola doji pada minggu lalu. Adanya minat beli asing terlihat dapat mempertahankan posisi IHSG. Sehingga,  diperkirakan IHSG akan bergerak di area yang positif untuk hari ini.


Untuk diketahui, pada perdagangan Jumat (14/11) IHSG naik 1 poin (+0.02%) ke level 5.049,49 menanti kepastian dari kenaikan BBM, perdamain di DPR, serta kenaikan UMP DKI yang belum juga diumumkan.  Saham-saham yang menjadi penopang bursa hari ini antara lain:  BBCA, ASII, TLKM, BBRI, dan BMRI di mana asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 214,6 miliar dengan saham-saham yang banyak dibeli asing diantaranya:  BBRI, UNTR, SMGR, PGAS, dan INTP.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak mixed pada akhir pekan lalu, seiring rilis data penjualan ritel yang membaik. Koreksi tipis dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,10%. Sementara indeks S&P500 menguat +0,02%.  Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pelemahan indeks emerging market. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,86% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang turun -0,87%.


Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik +2,32% ke level USD 75,93 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +2,02% ke posisi USD 1.186,30 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Tuesday, October 21, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Pada perdagangan hari ini (22/10), IHSG diperkirakan masih akan menguat dan bergerak di kisaran 5.000-5.100 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  BBNI, KIJA, MBSS, MLPL, dan TBIG.


Positifnya bursa dunia dan tren penguatan Rupiah dapat memberikan dukungan. IHSG masih bergerak relatif turun kemarin. Namun, adanya level psikologis 5,000 diharapkan dapat membatasi pelemahan lanjutan.


Sementara pada perdagangan Selasa (21/10) IHSG turun 11 poin (-0,22%) ke level 5.029,34 terkena aksi profit taking sekaligus menanti pengumuman kabinet menteri yang rencananya akan diumumkan hari ini (22/10).  Secara teknikal, penurunan hari ini tidak didukung volume dan masih terlihat test support MA20 serta tutup di area upper band bollinger. Stochastic positif sementara RSI flat dan MACD positif divergence.


Sejumlah saham yang menjadi pemberat bursa hari ini diantaranya:  ASII, BBRI, BMRI, PGAS, dan GGRM. Asing kembali mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp 303,7 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual asing di antaranya:  BBRI, BMRI, SMGR, TLKM, dan INDF. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Monday, October 20, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 5000-5080. Untuk sejumlah saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: BSDE, BMRI, TLKM, WIKA, BBTN, WSKT, ADHI, dan INDF.


Momentum investasi masih akan naik ke depannya dengan asumsi risiko politik menurun. Lebih jauh lagi, posisi investasi yang diumumkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) trennya masih sejalan dengan prediksi gross domestic product (GDP).


Jika IHSG  masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat untuk kemudian ditutup pada level 5.040 atau naik +0,23% pada perdagangan kemarin.  Pada perdagangan hari ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dan coba menguji resistance terdekat di 5.104 dan support di 4.974.


IHSG  pada perdagangan Senin (20/10)  ditutup menguat 0,23% pada level 5040, setelah sebelumnya sempat menguat hingga level 5101. Enam dari sepuluh sektor ditutup menguat dengan penguatan terbesar pada sektor perdagangan. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 760,6 miliar.


Mixednya bursa dunia belum dapat memberikan dukungan di tengah pasar menunggu pengumuman jajaran menteri Jokowi. IHSG bergerak relatif menguat setelah sempat menyentuh level 5,100 dan di tengah cukup tingginya minat beli asing kemarin. Namun, adanya pola black candle mengindikasikan melemahnya momentum penguatan.


Dari dalam negeri, publik menanti pengumuman kabinet yang akan mendampingi presiden dan wakil presiden, Joko Widodo – Jusuf Kalla. Di sisi lain, total investasi langsung (foreign direct investment/FDI) di Indonesia meningkat karena sektor tersier. FDI Indonesia naik menjadi 6,8% YoY pada kuartal III/2014 dari 3,6% pada kuartal sebelumnya.


Penguatan antara lain dipicu oleh sentimen positif dari pelantikan presiden baru RI, namun penguatan berkurang akibat profit taking dan koreksi pada indeks bursa Eropa. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh optimisme akan laporan kinerja emiten. Rata-rata laba emiten dalam indeks S&P diperkirakan tumbuh 5,9%, meningkat dibandingkan proyeksi sebelumnya yang tumbuh 4,8%.


Sedangkan penjualan diperkirakan meningkat 4%.keuangan IBM yang mengecewakan yang dirilis kemarin membatasi penguatan indeks. Dijadwalkan terdapat 130 emiten dalam indeks S&P500 yang akan merilis laporan keuangannya pada pekan ini. Sementara itu indeks bursa Eropa melemah akibat koreksi pada saham sektor teknologi akibat kecemasan akan laba emiten. Indeks bursa Jepang kemarin mengalami kenaikan signifikan karena adanya berita dana pensiun Jepang akan menambah alokasi investasinya pada saham domestik.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh data PDB Tiongkok kuartal ketiga yang diperkirakan melambat. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -0,16% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang turun -0,60%.  Sementara itu, pasar saham AS melanjutkan penguatan seiring kinerja positif perusahaan tercatat (emiten) di kuartal ketiga. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,12% dan indeks S&P500 sebesar +0,91%.


Tercatat harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,04% ke level USD 81,88 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,13% ke posisi USD 1.246,30 per troy ounce. [geng]


 



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Wednesday, October 15, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll  – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed, cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 4890-4980. Untuk sejumlah saham yang dapat direkomendasikan: BBTN, SMRA, WIKA, SMGR, WSKT, ADHI, INDF, dan  ICBP.


Potensi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2015 turun menjadi 30% dari 46%, dan dari prediksi dua bulan lalu yang sebesar 67%. indeks berkurang menjelang penutupan karena aksi beli pada saham berkapitalisasi kecil. Data Fed’s Beige Book menu njukkan ekonomi AS berlanjut tumbuh moderat. Yellen optimis bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan mencapai target pertumbuhan 3%. Sementara itu inflasi China mengalami penurunan pada level terendah selama lima bulan terakhir.


Jika IHSG  diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat untuk kemudian ditutup pada level 4.962 atau naik +0,82% pada perdagangan kemarin. Indikator RSI masih di area konsolidasi.  Secara teknikal, hari ini Indeks akan cenderung menguat dan coba menguji resistance 4.993, dengan support di 4.900.


Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,82% pada level 4962. Sektor industri dasar menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp182,5 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat data ekonomi dan laporan keuangan emiten yang di bawah estimasi.


Dari dalam negeri, situasi politik tanah air mulai mencair selepas safari politik yang dilakukan presiden terpilih, Joko Widodo. Pertemuannya dengan para pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi merah putih memberikan optimisme baru terhadap jalannya pemerintahan yang lebih lancar ke depan.


Sementara itu, revisi Permendag 56/M-DAG/2014 tentang Perubahan Atas Permendag 70/M-DAG/2013 berpotensi menyerap turis asing belanja di Indonesia.  Revisi Permendag tersebut akan menjadi Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanja dan Toko Modern dan membuat pengelola pusat perbelanjaan diberi kelonggaran terhadap penjualan produk-produk asing.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kekhawatiran Ebola dan suhu politik di Hong Kong yang kembali memanas. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -1,81%.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali melemah seiring negatifnya rilis data penjualan ritel Paman Sam. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -1,06% dan indeks S&P500 sebesar – 0,81%.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -1% ke level USD 80,96 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,31% ke posisi USD 1.240,90 per troy ounce. [Geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Thursday, October 9, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Konsolidasi, Cenderung Menguat

Financeroll – Secara teknis indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi diperdagangkan di atas EMA 200 hari.  Indeks diperkirakan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat ditutup pada level 4.993 atau naik 0,71%.   Indikator RSI masih di area konsolidasi. Hari ini Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas coba menguji resistance harian di 5.007. Indeks bergerak di kisaran support 4.985 dan resistance 5.007.


Dari dalam negeri, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan kegiatan usaha pada triwulan III-2014 tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.


Berdasarkan keterangan BI, hal itu tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) yang sebesar 11,25%, lebih rendah dari SBT triwulan sebelumnya sebesar 21,05% dan 13,35% pada triwulan III-2013.  Pertumbuhan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran diikuti oleh sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kekhawatiran pelambatan ekonomi global. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -1,13% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan -0,75%.


Pasar saham AS berbalik melemah seiring tingginya kekhawatiran terhadap pelambatan ekonomi Eropa. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -1,97% dan indeks S&P500 sebesar -2,07%.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -1,29% ke level USD 84,66 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,08% ke posisi  USD 1.224,30 per troy ounce.


Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah signifikan akibat kecemasan akan perlambatan ekonomi area euro akan berdampak negatif terhadap perekonomian AS disaat The Fed mengakhiri program pembelian obligasi. Harga minyak mentah dan komoditas metal mengalami koreksi.


Presiden ECB menyatakan bahwa ada potensi perekonomian area euro mengalami perlambatan tahun ini dan harus ada upaya untuk mendorong inflasi. Ekonomi Jerman diperkirakan di ambang resesi, akibat ekspor Jerman ke China dan Rusia turun tajam.ekspor Jerman mengalami penurunan terbesar sejak Januari 2009, sedangkan defisit neraca perdagangan Perancis melebar.


Pelemahan ekonomi dan ancaman deflasi di area euro akan mengakibatkan dol lar AS berlanjut mengalami kenaikan, yang akan berdampak negatif bagi ekspor AS dan membatasi laju inflasi di bawah target The Fed. Sementara itu data initial claims AS pekan lalu secara tak terduga kembali mengalami penurunan. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Konsolidasi, Cenderung Menguat