Sunday, January 11, 2015

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll - Pergerakan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini, Senin (12/1)  diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5169-5247.  Sejumlah saham yang dapat direkomendasikan, antara lain:  INDF, TLKM, BBNI, WIKA, BMRI, BBRI, ADHI, UNVR, dan  ASRI.


Jika IHSG berpotensi melemah. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.167 dan resistance 5.262.  Dari dalam negeri, Indonesia berencana menjalin kerjasama resiprokal dengan lima negara diantaranya, Malaysia, Singapura, Tiongkok untuk menarik premi reasuransi dari luar negeri. Dengan demikian, defisit neraca pembayaran dari transaksi reasuransi bisa berkurang. Pemerintah menargetkan nilai premi yang bisa ditahan ke luar negeri berkurang hingga 50% dalam tiga tahun ke depan.


Tercatatpada perdagangan Jumat (9/1)  ditutup menguat 0,09% pada level 5216, setelah sebelumnya sempat menguat hingga level 5240. Sektor perkebunan menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing net buy Rp 895,1 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup melemah akibat keraguan akan rencana program stimulus Eropa dan kecemasan menjelang dimulainya earning season.


Sebelumnya indeks menguat karena membaiknya data tenaga kerja AS. Data nonfarm payrolls bulan Desember tercatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 252 ribu orang, setelah bulan lalu terjadi penyerapan sebanyak 253 ribu. Sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 5,6% dari 5,8%. Namun indeks berbalik melemah akibat data rata-rata upah per jam pekerja yang turun 0,2%, yang merupakan penurunan terbesar sejak tahun 2006.


 Pada pekan ini, earning season akan dimulai di Wall Street dengan dirilisnya laporan keuangan Alcoa pada hari Senin. Data ekonomi AS yang akan dirili s pada pekan ini diantaranya retail sales, business inventories, Fed Beige Book, PPI, Empire manufacturing, Philadelphia Fed, CPI, industrial production dan Mich Sentiment. Dari domestik, RDG BI pada Kamis pekan ini.


Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini juga melemah. Indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) terlihat turun -0,11%.  Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Avg terkoreksi sebesar -0,95%, sedangkan indeks S&P500 turun sebesar -0,84%.


Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -1,19% ke level USD 48,36 per barel, sedangkan harga emas Comex menguat +1,19% ke posisi USD 1.217 per troy ounce.


Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan akir pekan ditutup mengalami pelemahan. Indeks Dow Jones mengalami pelemahan sebesar 0,95% ke level 17,737.37, Indeks S&P500 ditutup turun 0,84% di level 2,044.81 dan indeks Nasdaq melemah 0,68% di level 4,704.07. Pelemahan di tengah rilisnya data unemployment rate yang lebih baik menjadi 5.6% dari sebelumnya 5.8%. Di sisi lain, rilisnya data non farm payrolls naik lebih rendah menjadi 252.000 dari sebelumnya 353.000 turut mempengaruhi pergerakan bursa Wall Street. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

No comments:

Post a Comment