Showing posts with label Myanmar. Show all posts
Showing posts with label Myanmar. Show all posts

Saturday, December 20, 2014

Busines Matching Pertemukan Pengusaha Indonesia dan Myanmar

Financeroll – Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Myanmar menggelar Business Matching yang mempertemukan pengusaha Indonesia dan Myanmar guna membuka peluang kerja sama antara pengusaha kedua negara.


Acara tersebut digelar dalam rangka perayaan 65 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Myanmar, di Yangon, Myanmar.


Selain dihadiri oleh Vice Presiden Badan Penanaman Investasi Myanmar Zaw Min Win, acara itu juga diikuti 100 orang pengusaha Myanmar dari 58 perusahaan, sejumlah perusahaan BUMN dan tak kurang dari 15 perusahaan Indonesia baik yang berdomisili di Myanmar maupun yang datang langsung dari Indonesia.


“Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kerja sama antara kedua negara di bidang ekonomi, terutama perdagangan dan investasi,” ujar Duta Besar RI untuk Myanmar Ito Sumardi dalam siaran pers.


Kerja sama yang makin kuat antara kedua negara, melalui masuknya BUMN ataupun perusahaan lainnya, Ito optimistis investasi pengusaha asal Indonesia di Myanmar akan meningkat.


“Dalam segi bisnis, investasi Indonesia di Myanmar baru senilai US$600 juta, pada 2016 kami targetkan dapat mencapai US$1 miliar. Saya sangat optimistis setelah pertemuan tersebut, karena sudah ada beberapa perusahaan indonesia yang akan bekerja sama dengan perusahaan di Myanmar,” ujarnya.


Ito menyebutkan bahwa Myanmar memiliki banyak potensi dan peluang besar di sejumlah sektor seperti infrastruktur, konstruksi, telekomunikasi, pertambangan dan energi, industri, pertanian, dan lainnya, yang dapat dimanfaatkan oleh investor dari Indonesia untuk mengembangkan usahanya.


“Kekayaan alam di sini luar biasa dan belum terolah secara optimal, selain itu Myanmar mempunyai peraturan pajak yang sangat menarik yang sangat menguntungkan bagi pengusaha, tidak ada masalah pertanahan karena tanah dikuasai oleh pemerintah dan mereka juga mempunyai regulasi yang menyatakan tidak akan ada nasionalisasi,” ujarnya.


Kegiatan semacam ini, lanjut Ito, menegaskan komitmen KBRI Myanmar untuk selalu berusaha memfasilitasi hubungan kerja sama bisnis antara indonesia dan Myanmar. “Karena fungsi KBRI selain melindungi Warga Negara Indonesia, juga memfasilitasi investasi Indonesia di Myanmar,” kata Ito.


Selain menjalin kerja sama bisnis, perayaan hubungan bilateral Indonesia-Myanmar juga dilanjutkan dengan acara budaya. KBRI Myanmar menggelar pertunjukan budaya yang diisi oleh artis-artis Indonesia dari ABM Entertainment, antara lain A+ yang akan membawakan lagu-lagu daerah Indonesia, Dua Kobra yang membawakan dangdut, dan pertunjukan angklung dari Saung Ujo.


Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa menteri dan wakil menteri berbagai kementerian di Myanmar, 12 Duta Besar berbagai negara di Myanmar, kalangan pengusaha dan masyarakat setempat, serta Warga Negara Indonesia yang tinggal di Myanmar.



Busines Matching Pertemukan Pengusaha Indonesia dan Myanmar

Sunday, November 16, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Hari ini (17/11) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah di kisaran 5.025-5.075 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain: MAPI, ERAA, APLN, KIJA, dan UNTR.  Secara teknikal, indeks kembali membentuk doji dengan pola three star doji candle yang menunjukkan potensi sinyal reversal. Stochastic dan RSI flat sementara MACD positif convergence.


Dari dalam negeri, Presiden Joko Widodo akan menggelar sidang kabinet untuk menindaklanjuti hasil KTT APEC, KTT ASEAN, dan pertemuan G20 di Tiongkok, Myanmar, dan Australia. Setidaknya sudah ada 10 negara yang menawarkan kerja sama investasi dengan Indonesia. Selain itu, Presiden juga akan membahas tentang percepatan pembangunan infrastruktur serta rencana penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.


Masih mixed nya bursa dunia belum dapat menggairahkan aktifitas perdagangan. IHSG kembali bergerak flat diikuti oleh adanya pola doji pada minggu lalu. Adanya minat beli asing terlihat dapat mempertahankan posisi IHSG. Sehingga,  diperkirakan IHSG akan bergerak di area yang positif untuk hari ini.


Untuk diketahui, pada perdagangan Jumat (14/11) IHSG naik 1 poin (+0.02%) ke level 5.049,49 menanti kepastian dari kenaikan BBM, perdamain di DPR, serta kenaikan UMP DKI yang belum juga diumumkan.  Saham-saham yang menjadi penopang bursa hari ini antara lain:  BBCA, ASII, TLKM, BBRI, dan BMRI di mana asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 214,6 miliar dengan saham-saham yang banyak dibeli asing diantaranya:  BBRI, UNTR, SMGR, PGAS, dan INTP.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak mixed pada akhir pekan lalu, seiring rilis data penjualan ritel yang membaik. Koreksi tipis dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,10%. Sementara indeks S&P500 menguat +0,02%.  Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pelemahan indeks emerging market. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,86% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang turun -0,87%.


Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik +2,32% ke level USD 75,93 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +2,02% ke posisi USD 1.186,30 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat