Showing posts with label SMGR. Show all posts
Showing posts with label SMGR. Show all posts

Saturday, January 17, 2015

Penjelasan Menteri BUMN Terkait Penurunan Harga Semen

Financeroll – Pemerintah memastikan harga semen turun sebesar Rp3.000 per zak menjadi Rp51.000-Rp53.000 per zak khusus produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR).


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Seomarno menyatakan telah mengkaji laporan direksi SMGR Group. Penurunan harga minyak dan efisiensi produksi perseroan dapat menurunkan harga jual semen sebesar Rp3.000 per zak.


Sehingga harga per zak dikurangi Rp3.000. Ini murni corporate action dari Semen Indonesia Group untuk memberikan perbaikan terhadap perekonomian Indonesia.


Penurunan harga semen hanya berlaku bagi produksi Semen Indonesia. Jika harga minyak terus merosot, Rini meminta agar manajemen SMGR dapat menguasai pangsa pasar semen di Tanah Air.


Mereka juga punya proyek baru untuk menambah produksi semen yakni satu di Rembang dan Semen Padang. Ini akan menambah kapasitas pangsa pasar.



Penjelasan Menteri BUMN Terkait Penurunan Harga Semen

Friday, January 16, 2015

Ekspansi PT Semen Indonesia ke Myanmar Masih Deadlock

Financeroll – Rencana PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk berekspansi ke Myanmar masih menggantung. Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) Agung Wiharto mengatakan pada awalnya perseroan berencana ekspansi ke Myanmar dengan cara membeli perusahaan semen di Myanmar.


Langkah itu diambil karena perseroan melihat tidak memungkinkan untuk membangun pabrik di sana. Selain berisiko, perseroan juga harus menyediakan sumber daya manusia baru.


Sekarang intinya akan membeli sebagian atau seluruhnya satu perusahaan di sana. Intinya bisa berhubungan dengan pihak lain, sehingga untuk ambil keputusan tidak bisa sendiri. Hingga kini negosiasi masih deadlock.


Agung enggan membeberkan secara merinci mengenai poin yang hingga kini belum mencapai kesepakatan. Namun, dia menegaskan bahwa belum tentu rencana ini dibilang gagal.


Tidak bisa dikatakan juga bahwa keputusannya batal atau tertunda, itu relatif. Yang pasti masih belum ada keputusan, masih negosiasi.


Empat tahun lalu ketika ingin bekerja sama dengan Malaysia, keputusan sudah hampir final. Tapi di akhir, harga tidak cocok, itu bisa saja.


Sebelumnya, SMGR menargetkan perampungkan proses rencana ekspansi ke Myanmar dengan melakukan kerja sama pembentukan perusahaan patungan dengan mitra lokal atau membeli perusahaan semen Myanmar selesai pada kuartal IV/2014.


Namun, lantaran berbagai persoalan, target tersebut diperkirakan akan mundur hingga tahun ini. SMGR bersama dengan partner lokal di Myanmar masih mengatur skema kerja sama yang akan digunakan, salah satunya mengenai porsi saham.


Partner lokal di sana tidak menginginkan porsi saham minoritas. Dengan kata lain, Semen Indonesia akan mendapatkan posisi minoritas. Diperkirakan, porsi Semen Indonesia dalam perusahaan patungan tersebut sekitar 20%-49%. Selain mengenai skema kerja sama, SMGR juga masih melihat peluang atau kesempatan lain yang lebih baik.


Adapun untuk pembentukan perusahaan patungan itu, SMGR membutuhkan dana US$100 juta hingga US$200 juta. Nantinya, dana sebesar US$50 juta dari kebutuhan itu bersumber dari ekuitas, sedangkan sisanya akan berasal dari pinjaman.



Ekspansi PT Semen Indonesia ke Myanmar Masih Deadlock

Monday, November 17, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat

Financeroll – Pada perdagangan Selasa (18/11),  IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 5.025-5.075 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  INAF, JSMR, ITMG, KLBF, dan SSMS.


Saham-saham yang menjadi pendorong bursa hari ini antara lain:  TLKM, UNVR, PGAS, GGRM, dan INTP dimana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 17,4 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing  di antaranya:  BBNI, SMGR, ASII, ITMG, dan UNTR.  Secara teknikal, indeks belum keluar dari fase sideways dan masih test resist MA50 meski kenaikan hari ini didukung volume dan berhasil bertahan di area upper band bollinger. Stochastic dan RSI flat sementara MACD positif convergence.


Keputusan kenaikan harga BBM subsidi dapat memberi sentimen negatif di tengah menguatnya bursa regional. IHSG masih menguat tipis setelah bergerak relatif mixed kemarin. Belum adanya sentimen beli asing dapat menghambat peluang positif. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran negatif pada hari ini.


Pada perdagangan Senin (17/11) IHSG naik 5 poin (+0.09%) ke level 5.043,94 menyusul perjanjian damai antara KMP dan KIH namun masih menanti kenaikan harga BBM sehingga hanya naik tipis di akhir sesi.


Sektor konsumer menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 441,3 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup mix pada kisaran sempit, dimana Dow Jones dan S&P500 menguat sedangkan Nasdaq Composite melemah. Sentimen negatif berasal dari melemahnya saham lapis kedua dan ketiga serta kecemasan akan terjadinya resesi di Jepang. Adanya berita aksi korporasi merger akuisisi emiten menjadi faktor positif.


Ekonomi Jepang secara tak terduga turun 1,6% pada kuartal ketiga dari kuartal sebelumnya yang turun 7,3%, lebih buruk dari ekspektasi yang diperkirakan tumbuh 2,2%. Sementara itu data industrial production AS bulan Oktober mengalami penurunan 0,1% dari bulan sebelumnya yang naik 0,8%, yang mengindikasikan manufaktur pada awal triwulan IV melambat. Sedangkan indeks Empire manufacturing bulan November naik pada level 10,2, lebih rendah dari perkiraan 12.


Mario Draghi dalam testimoninya menyatakan diperluasnya program pembelian aset oleh ECB untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dapat mencakup obligasi pemerintah.itu kenaikan harga BBM subsidi diperkirakan akan direspon positif oleh pasar. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Menguat