Showing posts with label Berita Ekonomi AS. Show all posts
Showing posts with label Berita Ekonomi AS. Show all posts

Wednesday, December 31, 2014

PMI Chicago Alami Penurunan di Bulan Desember

Financeroll – Sebuah laporan resmi yang dirilis hari Rabu(31/12), menunjukkan aktifitas manufaktur di wilayah Chicago alami penurunan di bulan Desember.


Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh MNI, menyatakan bahwa PMI Chicago telah alami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 58.3 di bulan Desember.


Survei ekonom telah memperkirakan PMI Chicago yang akan mengalami penurunan menjadi 60.2 di bulan Desember.



PMI Chicago Alami Penurunan di Bulan Desember

Klaim Pengangguran AS Alami Kenaikan

Financeroll – Sebuah laporan resmi yang dirilis pada hari Rabu(31/12), menunjukkan bahwa klaim pengangguran yang diajukan oleh warga Amerika telah alami kenaikan pada pekan yang berakhir pada 27 Desember.


Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS telah menunjukkan bahwa angka klaim pengangguran telah alami kenaikan sebanyak 17.000, yang disesuaikan secara musiman menjadi 298.000 pada pekan yang berakhir pada 27 Desember.


Survei ekonom telah memperkirakan bahwa klaim pengangguran AS akan mengalami kenaikan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 290.000.


Sementara itu, untuk rata-rata angka klaim pengangguran dalam 4 minggu, telah alami kenaikan sebanyak 250 yang disesuaikan secara musiman menjadi 290.750, sedangkan yang melanjutkan klaim pengangguran telah alami penurunan sebanyak 53.000 yang disesuaikan secara musiman menjadi 2.4 juta pada pekan yang berakhir 20 Desember.


Pasca dirilisnya data tersebut, pasangan GBPUSD diperdagangkan di level 1.5578, EURUSD diperdagangkan di level 1.2134, dan USDJPY diperdagangkan di level 119.55.


 



Klaim Pengangguran AS Alami Kenaikan

Monday, December 29, 2014

Aussie Menguat Tipis Dari Dolar AS

Financeroll – Pergerakan kurs valuta asing Aussie terhadap dolar AS terpantau menguat di Selasa (30/12) pagi, dipicu dari merosotnya data Wall Street AS.


AUDUSD menguat 0.05% ke level 0.8135, pair ini berkonsolidasi di level support 0.8128 rendah dan di level resisten 0.8138 tinggi.


Aussie menguat tipis meskipun untuk level intradaynya masih menujukkan pelemahan. Dari data ekonomi fundamental dari kawasan AS, akan dirilis pada pukul 10.00 am indeks CB Consumer Confidence bulan Desember yang diproyeksikan akan menguat dari bulan sebelumnya. Pada pukul 9.00 am akan dirils indeks harga perumahan AS dari Composit 20 S&P bulan Oktober yang diprediksi menurun dari bulan sebelumnya.



Aussie Menguat Tipis Dari Dolar AS

Wednesday, December 17, 2014

FOMC: Suku Bunga Akan Naik di Tahun 2015

Financeroll – Pada hari Kamis(18/12), Federal Reserve AS telah menegaskan kembali bahwa saat ini mereka tengah berada di jalur menuju kenaikan tingkat suku bunga pada tahun 2015 mendatang, sehingga bank sentral kini tetap pertahankan tingkat suku bunga berada di level rendah untuk beberapa waktu ke depan.


The Fed mengatakan bahwa mereka harus bersabar dalam memutuskan kenaikan tingkat suku bunga ditengah solidnya pertumbuhan domestik di wilayah AS, hal ini disebabkan karena terdapatnya masalah yang lebih luas di luar negeri.


Dalam konferensi pers yang dilakukan oleh Presiden Bank Sentral AS, Janet Yellen menyatakan bahwa “kesabaran” yang dimaksudkan oleh The Fed yaitu kenaikan tingkat suku bunga setidaknya di bulan April atau kuartal dua tahun 2015 mendatang.


Yellen juga menyerukan meski terjadinya penurunan tajam pada harga energi saat ini, namun The Fed tetap yakin bahwa pada akhirnya inflasi akan lebih tinggi dan lebih mudah mencapai target inflasi bank sentral sebesar 2%. Ia menyarankan bahwa para pejabat resmi bank sentral akan merasa nyaman terhadap kenaikan tersebut sejauh tanda-tanda ekonomi alami penguatan.


 



FOMC: Suku Bunga Akan Naik di Tahun 2015

Tuesday, December 16, 2014

Dolar Melemah Terhadap Swiss franc

Financeroll – Diperdagangkan sedikit lebih tinggi Swiss Franc menguat terhadap dolar AS, Selasa (16/12) meskipun masih tetap sentuh level 17 bulan rendah dalam sesi sebelumnya.


USDCHF melemah -0.48% ke level 0.9610, pair ini berkonsolidasi ke level support 0.9606 dan di level resisten 0.9658.


Mata uang Swiss pulih melawan greenback dikarenakan kebijakan monter The Fed akan dimulai pada hari ini. Investor cenderung untuk memperhatikan seperti frase waktu yang mungkin akan digantikan dengan keputusan kenaikan suku bunga US.



Dolar Melemah Terhadap Swiss franc

Wednesday, December 10, 2014

Pre Open Wall Street AS Turun

Financeroll – Bursa perdagangan Wall Street pada pre open terlihat turun, Rabu (10/12) didorong dari penurunan harga minyak dan pasr global yang beragam.


Indeks Dow Jones Industrial Average turun 6 poin ke level 17,773, indeks S & P 500 turun 1,3 poin ke level 2,056.20. indeks Nasdaq 100 turun 3 poin ke level 4,287.75.


Adapun pelemahan saham yang menjadi pemicunya ialah saham Yum Brands Inc turun -1.62% setelah pendapatan mereka dirilis jauh dari perkiraan, Krispy Kreme doughnuts naik 0.50% disesuaikan laba di kuartal ketiga naik 18 sen per sahamnya.



Pre Open Wall Street AS Turun

Tuesday, December 9, 2014

CHFUSD Menguat Pasca Data Tingkat Pengangguran

Financeroll – Pergerakan valuta Swiss Franc terhadap dolar terlihat menguat pasca data tingkat pengangguran yang membaik.


USDCHF melemah -028% ke ke level 0.9734, pair ini berkonsolidasi ke level support 0.9720 rendah dan di level resisten 0.9778 tinggi.


Sementara harga konsumen Swiss tetap datar secara bulanan di bulan November, dari ekspektasi pasar harga konsumen turun 0,1%. Dan penjualan ritel Swiss naik 0,3% secara tahunan di bulan Oktober, setelah sebelumnya 0,5% dalam bulan sebelumnya.


Dari data tingkat pengangguran juga terpantau membaik, turun dari prediksi pasar namun angkanya stabil di 3.1%, sama dari bulan September. Prediksi pasar berada di angka 3.2%.



CHFUSD Menguat Pasca Data Tingkat Pengangguran

Monday, November 24, 2014

Aussie Masih Melorot

Financeroll – Perdagangan valuta asing Aussie terhadap dolar AS masih terpantau melemah, Selasa (25/11) didorong dari PBOC yang secara tiba-tiba memangkas suku bunga acuannya ke tingkat terendah.


AUDUSD melemah 0.12% ke level 0.8606, kemudian pair ini berkonsolidasi di level support 0.8602 rendah dan level resisten 0.8620 tinggi.


Belum sampai seminggu Bank Sentral China yang memangkas suku bunga acuan deposit satu tahunnya sebanyak 25 basis poin menjadi 2.75 persen dan memangkas tingkat pinjaman satu tahun sebanyak 40 basis poin ke 5.6 persen. Dengan kebijakan tersebut diharapkan perkembangan ekonomi Tiongkok bisa membaik. Pagi ini data fundamental Jepang akan merilis monetary policy meeting minutes dan nanti sore akan dirilis dari pidato Gubernur RBA Lowe yang diharapkan bisa mendongkrak Aussie.



Aussie Masih Melorot

Chicago Fed: Aktifitas Nasional Turun di Oktober

Financeroll – Sebuah laporan resmi yang dirilis pada hari Senin(24/11), menunjukkan bahwa index aktifitas nasional di wilayah Chicago telah mengalami penurunan di bulan Oktober.


Berdasarkan laporan dari Federal Reserve wilayah Chicago, menyatakan bahwa index Aktifitas Nasional telah mengalami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 0.14 di bulan Oktober, dari 0.29 di bulan September lalu. Namun, pada pergerakan periode 3 bulanan, index Aktifitas Nasional Chicago telah turun menjadi -0.01 di bulan Oktober, dari 0.12 di bulan September.


Sektor produksi dan tenaga kerja di wilayah Chicago juga terpantau alami penurunan di bulan Oktober. Pada hasil produksi industri di wilayah Chicago terpantau turun sebesar 0.1% di bulan Oktober, sedangkan untuk hasil produksi manufaktur terlihat mengalami kenaikan sebesar 0.2% di bulan Oktober.


Sementara itu, pada indicator yang berhubungan dengan pasar tenaga kerja, telah turun yang disesuaikan secara musiman menjadi 0.16 di bulan Oktober, dari 0.22 di bulan September.


Pasca dirilisnya data tersebut, pasangan GBPUSD menguat 0.12% di level 1.5678, EURUSD menguat 0.17% di level 1.2412, dan untuk USDJPY  menguat 0.40% di level 118.26.



Chicago Fed: Aktifitas Nasional Turun di Oktober

Monday, November 10, 2014

Pre Open AS Naik Tinggi

Financeroll – Bursa perdagangan berjangka pre open AS menunjuk sedikit lebih tinggi, Senin (10/11) ditopang dari harga minyak yang naik dan investor yang berfokus dari indeks S&P yang daapt mempertahankan rekor tingginya.


Indeks Dow Jones Industrial Average naik 28 poin ke level 17,529, sementara indeks S & P 500 naik 2,9 poin ke level 2,028.90. Indeks Nasdaq-100 naik 11 poin ke level 4,161.75.


Di minggu lalu, kegiatan ekonomi makro dengan bank yang menjadi sorotan. Bank of America Merrill Lynch mengatakan bahwa risiko aset harus bergerak lebih tinggi sebagai kebijakan bank sentral dan penyebab investor untuk mengurangi kas pergi ke akhir tahun.


Adapun penguatan saham seperti Harga emas naik sekitar $1,170 per ons di hari ini, sementara harga minyak naik lebih tinggi 1,4%, dan Brent oil mendapatkan hampir 2%.



Pre Open AS Naik Tinggi

Tuesday, October 28, 2014

Pesanan Barang Manufaktur AS Turun

Financeroll – Sebuah laporan resmi yang dirilis pada hari Selasa(28/10), menunjukkan bahwa pesanan bahan baku oleh perusahaan manufaktur di wilayah AS telah mengalami penurunan di September.


Departemen Perdagangan AS menyatakan bahwa durable goods orders di wilayah AS, termasuk untuk produk otomotif, pesawat, computer, dan mesin berat lainnya, telah mengalami penurunan sebesar 1.3% di bulan September, ketika alami penurunan sebesar 18.4% di bulan Agustus lalu.


Survei ekonom telah memperkirakan bahwa durable goods orders AS akan mengalami kenaikan sebesar 0.4% di bulan September.


Sedangkan untuk core durable goods orders di wilayah AS telah mengalami penurunan sebesar 0.2% di bulan September, setelah mengalami penurunan sebesar 0.4% di bulan Agustus .


Pasca dirilisnya data tersebut, dolar AS terpantau melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya, diantaranya pasangan EUR/USD menguat 0.41% di level 1.2752, GBP/USD menguat 0.29% di level 1.6170, dan USD/JPY melemah 0.01% di level 107.81.



Pesanan Barang Manufaktur AS Turun

Tuesday, October 21, 2014

Penjualan Rumah AS Melambung Di Bulan Lalu

Financeroll – Penjualan rumah AS yang dijual pada bulan September merupakan yang tercepat di tahun ini, meskipun pasar perumahan belum sepenuhnya menyingkirkan perlambatan yang dimulai di tahun lalu.


National Association of Realtors mengatakan penjualan rumah yang sudah ada naik 2,4 persen secara musiman ke 5.17 juta.


Meskipun dari tingkat penjualan turun 1,7 persen selama 12 bulan.


Investor mundur dari pasar selama setahun. Naiknya harga dari tahun lalu juga dihitung secara rata-rata naik 5,6 persen selama 12 bulan hingga $209,700.



Penjualan Rumah AS Melambung Di Bulan Lalu

Wednesday, October 8, 2014

Minutes Fed Membahas Keprihatinan Terhadap Penguatan Dolar AS

Financeroll – Pejabat Federal Reserve lebih menekankan “be patience” dalam menunggu untuk menaikkan suku bunga, dikarenakan khawatir tentang pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah. Minutes FOMC menunjukkan the Fed cemas dengan penguatan dolar AS, Kamis (9/10) dini hari tadi.


Peserta pada pertemuan Komite pasar terbuka Federal membahas keprihatinan mereka terhadap dolar yang kuat di tengah-tengah pertumbuhan lambat zona Euro, pelemahan di Tiongkok dan Jepang, dan peningkatan risiko geopolitik.


“Beberapa peserta menyatakan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi dan inflasi di kawasan euro bisa mengakibatkan apresiasi yang lebih lanjut dari dolar dan memiliki efek buruk pada sektor eksternal AS,” kata menit.


FOMC mempertahankan suku bunganya hingga pada pertemuan nanti 28-29 Oktober, bahwa kenaikan suku bunga akan tergantung data.


Ada yang menyebutkan pertumbuhan luar negeri atau keprihatinan dolar dalam pernyataan kebijakan FOMC pada 17 Sep, di mana bank sentral meninggalkan bunga nol yang tidak berubah sejak akhir 2008 dan mengambil langkah lain menuju jual Beli program dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.


Namun, peserta mencatat bahwa saat ini perumusan outlook FOMC jelas menunjukkan Komite keputusan kebijakan yang bergantung pada penilaian yang berkelanjutan.



Minutes Fed Membahas Keprihatinan Terhadap Penguatan Dolar AS