Showing posts with label WSKT. Show all posts
Showing posts with label WSKT. Show all posts

Monday, January 19, 2015

Empat Emiten BUMN Akan Right Issue Dengan Target Rp28,11 Triliun

Financeroll – Empat emiten pelat merah akan menerbitkan saham baru (right issue) dengan target perolehan dana mencapai Rp28,11 triliun pada tahun ini.


Berdasarkan laporan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno kepada Komisi VI DPR, disebutkan secara keseluruhan pemerintah akan menyuntukkan modal kepada lima emiten BUMN senilai Rp18,46 triliun.


Akan tetapi, empat emiten diantaranya akan memperoleh penambahan modal melalui right issue, yakni PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI).


Sedangkan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) mendapat penyertaan modal negara (PMN) Rp956,49 miliar yang berasal dari kapitalisasi laba berjalan periode Januari-Juni 2010 sebelum digelar initial public offering/IPO pada 2010.


Right issue yang akan dilakukan oleh keempat emiten BUMN yakni ANTM Rp10,77 triliun dengan PMN sebesar Rp7 triliun. Kemudian right issue BMRI senilai Rp9,3 triliun dengan PMN Rp5,6 triliun.


Adapun WSKT membidik right issue Rp5,3 triliun dengan dana PMN mencapai Rp3,5 triliun. Terakhir, ADHI membidik right issue total Rp2,74 triliun dengan PMN sebesar Rp1,4 triliun.


Pemerintah akan menyuntik modal bagi 35 BUMN dengan total dana yang diajukan dalam RAPBN-P 2015 sebesar Rp48,01 triliun. Suntikan modal dan right issue tersebut ditargetkan dapat digelar pada tahun ini.



Empat Emiten BUMN Akan Right Issue Dengan Target Rp28,11 Triliun

PT Waskita Karya Akan Right Issui Mencapai Rp5,3 Triliun

Financeroll – PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) memproyeksikan perolehan dana segar dari penerbitan saham baru atau right issue mencapai Rp5,3 triliun pada tahun ini.


Berdasarkan dokumen resmi perseroan saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR, disebutkan right issue yang berasal dari pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas melalui penyertaan modal negara (PMN) mencapai Rp3,5 triliun.


Sementara penyerapan right issue dari pemegang saham publik diperkirakan mencapai Rp2 triliun. Dana right issue akan digunakan untuk pembangunan sejumlah proyek yang akan dikerjakan manajemen WSKT.


Proyek tersebut antara lain pembangunan 5 ruas jalan tol senilai total Rp12,64 triliun dengan porsi dana right issue Rp3,16 triliun, proyek transimisi 500 KV Sumatra senilai total Rp5,24 triliun dengan porsi right issue Rp1,32 triliun dan 2 proyek tol lain senilai Rp3,46 triliun dengan porsi right issue Rp867 miliar.


Secara keseluruhan, total proyek yang akan digarap WSKT mencapai Rp21,63 triliun dengan porsi dana hasil right issue senilai Rp5,34 triliun.



PT Waskita Karya Akan Right Issui Mencapai Rp5,3 Triliun

Pemerintah Akan Suntik Modal Kepada Lima Emiten Sebesar Rp18,46 Triliun

Financeroll – Pemerintah mengajukan penyuntikan modal bagi lima emiten pelat merah sebesar total Rp18,46 triliun.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengatakan, secara keseluruhan perusahaan BUMN yang mendapat suntikan modal mencapai 35 perusahaan.


Jumlah total penambahan modal mencapai Rp48,01 triliun, sebanyak 35 BUMN akan mendapat PMN.


Berikut rincian emiten yang mendapat suntikan modal:


1. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) senilai Rp7 triliun

2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp5,6 triliun

3. PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) senilai Rp3,5 triliun

4. PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) senilai Rp1,4 triliun

5. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Senilai Rp966 miliar.



Pemerintah Akan Suntik Modal Kepada Lima Emiten Sebesar Rp18,46 Triliun

Friday, January 16, 2015

PT Waskita Karya Akan Right Issue Senilai Rp10 Triliun

Financeroll – Kontraktor pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. bakal menerbitkan saham baru atau right issue senilai total Rp10 triliun dalam dua tahap hingga 2016.


Antonius Yulianto Nugroho, Sekretaris Perusahaan WSKT, mengatakan pada tahun ini, perseroan berencana untuk melaksanakan right issue yang di dalamnya terdapat penanaman modal negara (PMN) tahap pertama.


Dana Rp10 triliun yang dimaksud di dalam pemberitaan adalah dana yang diharapkan akan diperoleh apabila right issue dan PMN dilakukan pada dua tahap.


Tahun ini perseroan menargetkan dana yang diperoleh Rp5,3 triliun dimana Rp3,5 triliun berasal dari PMN dan sisanya berasal dari publik.


Sedangkan pada 2016, perseroan menargetkan dana yang diperoleh sebesar Rp4,7 triliun dimana Rp3,1 triliun berasal dari PMN dan sisanya Rp1,6 triliun berasal dari publik. Hal ini berdasarkan hasil kajian yang sudah dilakukan oleh pihak ketiga.



PT Waskita Karya Akan Right Issue Senilai Rp10 Triliun

Friday, December 26, 2014

Pemerintah Akan Serap Right Issue ANTM, ADHI dan WSKT

Financeroll – Pemerintah akan menyerap penerbitan saham baru tiga emiten pelat merah masing-masing PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Rp7 triliun, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Rp3 triliun, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Rp2 triliun.


Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Kiswodarmawan mengaku mendapatkan porsi paling kecil dibandingkan dengan dua emiten badan usaha milik negara (BUMN) lainnya.


Itu belum diputuskan, masih dalam bahasan di tingkat kementerian keuangan dan kementerian koordinator bidang ekonomi.


Pemerintah tengah menyiapkan dana Rp12 triliun untuk penerbitan saham baru (right issue) bagi tiga emiten BUMN demi mendukung permodalan mereka.


Rencana right issue telah diajukan kepada komite privatisasi dan kementerian koordinator bidang perekonomian. Pada Januari 2015, ditargetkan dapat diajukan kepada legislator dalam anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) 2015.


Kiswodarmawan memastikan jatah right issue emiten berkode saham ADHI tersebut memang paling kecil dibandingkan dengan BUMN lain karena perseroan ingin menjaga rasio keuangan dalam jangka pendek.


Penyertaan modal negara (PMN) melalui mekanisme right issue kali ini menjadi salah satu bagian dari tahap penambahan modal perseroan. Right issue ini merupakan tahap awal dari sejumlah langkah yang direncanakan ke depan.


Manajemen ADHI berencana akan menggunakan dana hasil right issue sebagai belanja modal (capital expenditure/Capex) khususnya belanja infrastruktur. Belanja jangka panjang itulah yang menyebabkan pola PMN dilakukan melalui beberapa tahapan.


Pada tahun depan, ADHI mengalokasikan belanja modal Rp824,7 miliar yang terdiri dari investasi pengembangan bisnis properti hotel Rp566,1 miliar, penyertaan proyek investasi Rp202,8 miliar dan pembelian aset tetap Rp68,38 miliar.


Sepanjang 2015, ADHI membidik perolehan kontrak baru Rp15,2 triliun melonjak 44,6% dari target tahun ini Rp10,5 triliun. Manajemen ADHI telah dua kali mengoreksi target raihan kontrak baru tahun ini dari awal Rp21,5 triliun akibat lambatnya serapan proyek pemerintah.


Laba bersih ADHI ditargetkan mencapai Rp440,1 miliar pada 2015. Kontribusi terbesar terhadap laba bersih disumbang oleh anak usaha perseroan, PT Adhi Persada Properti dan PT Adhi Persada Realti sebesar 66,6%.


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Antam Tri Hartono mengaku masih menunggu jatah serapan right issue dari pemerintah yang masih terus berjalan.


Target perolehan dana right issue emiten berkode saham ANTM dapat lebih maksimal. Namun, serapan pemerintah dalam right issue merupakan domain pemerintah.


Kalau bicara target dana right issue, Antam bisa dapat semaksimal mungkin.


Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan sejumlah proyek perseroan. Pada tahun depan saja, ANTM menganggarkan belanja modal sebesar US$250 juta.



Pemerintah Akan Serap Right Issue ANTM, ADHI dan WSKT