Showing posts with label right issue. Show all posts
Showing posts with label right issue. Show all posts

Monday, January 19, 2015

PT Waskita Karya Akan Right Issui Mencapai Rp5,3 Triliun

Financeroll – PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) memproyeksikan perolehan dana segar dari penerbitan saham baru atau right issue mencapai Rp5,3 triliun pada tahun ini.


Berdasarkan dokumen resmi perseroan saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR, disebutkan right issue yang berasal dari pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas melalui penyertaan modal negara (PMN) mencapai Rp3,5 triliun.


Sementara penyerapan right issue dari pemegang saham publik diperkirakan mencapai Rp2 triliun. Dana right issue akan digunakan untuk pembangunan sejumlah proyek yang akan dikerjakan manajemen WSKT.


Proyek tersebut antara lain pembangunan 5 ruas jalan tol senilai total Rp12,64 triliun dengan porsi dana right issue Rp3,16 triliun, proyek transimisi 500 KV Sumatra senilai total Rp5,24 triliun dengan porsi right issue Rp1,32 triliun dan 2 proyek tol lain senilai Rp3,46 triliun dengan porsi right issue Rp867 miliar.


Secara keseluruhan, total proyek yang akan digarap WSKT mencapai Rp21,63 triliun dengan porsi dana hasil right issue senilai Rp5,34 triliun.



PT Waskita Karya Akan Right Issui Mencapai Rp5,3 Triliun

PT Wahana Ottomitra Multiartha Akan PUT I Hingga Rp199,99 Miliar

Financeroll – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) I dengan penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada Februari 2015.


Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan disebutkan perseroan akan menerbitkan 1,48 miliar saham baru dengan harga penawaran Rp135 per saham. Dalam aksi korporasi tersebut perseroan menargetkan memperoleh dana sebesar Rp199,99 miliar.


Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja perseroan dalam melaksanakan kegiatan usaha.


Pernyataan efektif aksi korporasi itu diharapkan diperoleh pada 21 Januari 2015 dan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada hari yang sama.


Adapun pencatatan efek rights issue perusahaan pembiayaan sepeda motor itu di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 4 Februari 2015.



PT Wahana Ottomitra Multiartha Akan PUT I Hingga Rp199,99 Miliar

Friday, January 16, 2015

PT Waskita Karya Akan Right Issue Senilai Rp10 Triliun

Financeroll – Kontraktor pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. bakal menerbitkan saham baru atau right issue senilai total Rp10 triliun dalam dua tahap hingga 2016.


Antonius Yulianto Nugroho, Sekretaris Perusahaan WSKT, mengatakan pada tahun ini, perseroan berencana untuk melaksanakan right issue yang di dalamnya terdapat penanaman modal negara (PMN) tahap pertama.


Dana Rp10 triliun yang dimaksud di dalam pemberitaan adalah dana yang diharapkan akan diperoleh apabila right issue dan PMN dilakukan pada dua tahap.


Tahun ini perseroan menargetkan dana yang diperoleh Rp5,3 triliun dimana Rp3,5 triliun berasal dari PMN dan sisanya berasal dari publik.


Sedangkan pada 2016, perseroan menargetkan dana yang diperoleh sebesar Rp4,7 triliun dimana Rp3,1 triliun berasal dari PMN dan sisanya Rp1,6 triliun berasal dari publik. Hal ini berdasarkan hasil kajian yang sudah dilakukan oleh pihak ketiga.



PT Waskita Karya Akan Right Issue Senilai Rp10 Triliun

Sunday, January 11, 2015

PT Solusi Tunas Pratama Telah Gunakan Seluruh PUT I Dengan HMETD

Financeroll – Penyedia menara telekomunikasi PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR) telah menggunakan seluruh dana perolehan penawaran umum terbatas (PUT) I dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.


Berdasarkan data yang dipublikasikan dalam keterbukaan informasi, perseroan menyebutkan telah menggunakan dana sebesar Rp644,09 miliar hingga akhir tahun lalu.


Seperti diketahui, saat menggelar rights issue pada 8 Agustus 2012, perseroan mendapat dana Rp648 miliar. Setelah dipotong biaya penawaran umum Rp3,91 miliar, maka hasil bersih perseroan tercatat Rp644,09 miliar.


Dalam laporan tersebut, sebanyak 39,2% atau Rp252,69 miliar digunakan untuk pembelian menara telekomunikasi.


Selanjutnya, sekitar 50% atau Rp322,05 miliar digunakan untuk ekspansi usaha terkait penambahan menara atau sites telekomunikasi.


Sisanya sebanyak 10,8% atau Rp69,35 miliar dipakai untuk modal kerja perseroan.



PT Solusi Tunas Pratama Telah Gunakan Seluruh PUT I Dengan HMETD

Friday, December 26, 2014

Pemerintah Akan Serap Right Issue ANTM, ADHI dan WSKT

Financeroll – Pemerintah akan menyerap penerbitan saham baru tiga emiten pelat merah masing-masing PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Rp7 triliun, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Rp3 triliun, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Rp2 triliun.


Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Kiswodarmawan mengaku mendapatkan porsi paling kecil dibandingkan dengan dua emiten badan usaha milik negara (BUMN) lainnya.


Itu belum diputuskan, masih dalam bahasan di tingkat kementerian keuangan dan kementerian koordinator bidang ekonomi.


Pemerintah tengah menyiapkan dana Rp12 triliun untuk penerbitan saham baru (right issue) bagi tiga emiten BUMN demi mendukung permodalan mereka.


Rencana right issue telah diajukan kepada komite privatisasi dan kementerian koordinator bidang perekonomian. Pada Januari 2015, ditargetkan dapat diajukan kepada legislator dalam anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) 2015.


Kiswodarmawan memastikan jatah right issue emiten berkode saham ADHI tersebut memang paling kecil dibandingkan dengan BUMN lain karena perseroan ingin menjaga rasio keuangan dalam jangka pendek.


Penyertaan modal negara (PMN) melalui mekanisme right issue kali ini menjadi salah satu bagian dari tahap penambahan modal perseroan. Right issue ini merupakan tahap awal dari sejumlah langkah yang direncanakan ke depan.


Manajemen ADHI berencana akan menggunakan dana hasil right issue sebagai belanja modal (capital expenditure/Capex) khususnya belanja infrastruktur. Belanja jangka panjang itulah yang menyebabkan pola PMN dilakukan melalui beberapa tahapan.


Pada tahun depan, ADHI mengalokasikan belanja modal Rp824,7 miliar yang terdiri dari investasi pengembangan bisnis properti hotel Rp566,1 miliar, penyertaan proyek investasi Rp202,8 miliar dan pembelian aset tetap Rp68,38 miliar.


Sepanjang 2015, ADHI membidik perolehan kontrak baru Rp15,2 triliun melonjak 44,6% dari target tahun ini Rp10,5 triliun. Manajemen ADHI telah dua kali mengoreksi target raihan kontrak baru tahun ini dari awal Rp21,5 triliun akibat lambatnya serapan proyek pemerintah.


Laba bersih ADHI ditargetkan mencapai Rp440,1 miliar pada 2015. Kontribusi terbesar terhadap laba bersih disumbang oleh anak usaha perseroan, PT Adhi Persada Properti dan PT Adhi Persada Realti sebesar 66,6%.


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Antam Tri Hartono mengaku masih menunggu jatah serapan right issue dari pemerintah yang masih terus berjalan.


Target perolehan dana right issue emiten berkode saham ANTM dapat lebih maksimal. Namun, serapan pemerintah dalam right issue merupakan domain pemerintah.


Kalau bicara target dana right issue, Antam bisa dapat semaksimal mungkin.


Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan sejumlah proyek perseroan. Pada tahun depan saja, ANTM menganggarkan belanja modal sebesar US$250 juta.



Pemerintah Akan Serap Right Issue ANTM, ADHI dan WSKT

Wednesday, December 17, 2014

PT Ancora Indonesia Resources Cari Modal Melalui Right Issue

Financeroll – PT Ancora Indonesia Resources Tbk. tengah mengkaji beberapa opsi untuk menyeimbangkan struktur permodalan mereka tahun depan, salah satunya adalah penerbitan saham baru atau rights issue.


Direktur Ancora Indonesia Resources Rolaw P. Samosir mengatakan aksi korporasi untuk menambah modal tersebut memang sedang diperlukan, karena perseroan berencana untuk mengurangi sebagian utang-utangnya.


Semua opsi akan dikaji, tapi sampai saat ini masih belum memutuskan apa yang akan di ambil.


Per 30 September 2014, utang perseroaan secara konsolidasi senilai US$114 juta yang sebagian besar berasal dari dua anak usaha, yakni PT Multi Nitrotama Kimia dan PT Bormindo dengan utang masing-masing US$65 juta dan US$24 juta.


Aksi korporasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kinerja perseroan di tengah lesunya industri pertambangan yang diprediksi masih akan berlanjut tahun depan.


Selain itu, emiten dengan kode saham OKAS ini akan mengalihkan utangnya senilai US$33 juta di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ke Standard Chartered karena tingkat bunga yang ditawarkan lebih menarik.



PT Ancora Indonesia Resources Cari Modal Melalui Right Issue