Showing posts with label ancora indonesia resources. Show all posts
Showing posts with label ancora indonesia resources. Show all posts

Wednesday, December 17, 2014

PT Ancora Indonesia Resources Cari Modal Melalui Right Issue

Financeroll – PT Ancora Indonesia Resources Tbk. tengah mengkaji beberapa opsi untuk menyeimbangkan struktur permodalan mereka tahun depan, salah satunya adalah penerbitan saham baru atau rights issue.


Direktur Ancora Indonesia Resources Rolaw P. Samosir mengatakan aksi korporasi untuk menambah modal tersebut memang sedang diperlukan, karena perseroan berencana untuk mengurangi sebagian utang-utangnya.


Semua opsi akan dikaji, tapi sampai saat ini masih belum memutuskan apa yang akan di ambil.


Per 30 September 2014, utang perseroaan secara konsolidasi senilai US$114 juta yang sebagian besar berasal dari dua anak usaha, yakni PT Multi Nitrotama Kimia dan PT Bormindo dengan utang masing-masing US$65 juta dan US$24 juta.


Aksi korporasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kinerja perseroan di tengah lesunya industri pertambangan yang diprediksi masih akan berlanjut tahun depan.


Selain itu, emiten dengan kode saham OKAS ini akan mengalihkan utangnya senilai US$33 juta di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ke Standard Chartered karena tingkat bunga yang ditawarkan lebih menarik.



PT Ancora Indonesia Resources Cari Modal Melalui Right Issue

PT Ancora Indonesia Resources Targetkan Pendapatan US#180 Juta

Financeroll – PT Ancora Indonesia Resources Tbk. menargetkan pendapatan tahun depan senilai US$180 juta dengan EBITDA US$24 juta.


Adapun, PT Multi Nitrotama Kimia masih akan diandalkan OKAS dengan target pendapatan senilai US$130 juta dan sisanya dari PT Bormindo.


Sepanjang periode Januari-September 2014, kinerja dua anak usaha emiten dengan kode saham OKAS ini bisa dibilang bertolak belakang. Pendapatan Multi Nitrotama Kimia turun dari US$125,43 juta menjadi US$95 juta, sedangkan pendapatan Bormindo naik dari US$28,73 juta menjadi US$43,26 juta.


Walaupun sektor pertambangan sedang lesu, masih berharap kinerja akan naik tahun depan dibandingkan dengan tahun ini, meskipun tidak lebih baik dari 2013.


Perseroan sendiri akan fokus dalam menjaga klien yang sudah ada serta terus melakukan efisiensi dalam operasionalnya.


Sementara itu, untuk belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan, pengeluaran OKAS diprediksi tidak akan terlalu besar, yakni US$2 juta. Capex tersebut hanya untuk biaya perawatan saja.



PT Ancora Indonesia Resources Targetkan Pendapatan US#180 Juta