Showing posts with label TLKM. Show all posts
Showing posts with label TLKM. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

PT Telekomunikasi Indonesia Akan Tetap Kerjasama Ke Asia dan Timur Tengah

Financeroll – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) tetap membuka peluang bekerjasama dengan operator telekomunikasi di wilayah Asia dan Timur Tengah.


POH VP Investor Relations Telkom Prakoso Imam Santoso menyampaikan hal itu kepada Bursa Efek Indonesia dalam keterangan tertulis.


Terkait batalnya rencana akuisisi saham operator telekomunikasi asal Selandia Baru, Two Degrees Mobile Ltd. (2 Degrees) karena tidak menemukan kesepakatan harga.


Berdasarkan catatan BUMN telekomunikasi itu tidak akan mencari pengganti untuk merambah pasar Selandia Baru karena sudah ada Contact Centres Australia Pty. Ltd. (CCA).


Saat itu Plt. Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia Indra Utoyo mengatakan Telkom mengerahkan anak usahanya, yakni Telekomunikasi Indonesia International Australia Pty. Ltd. (Telkom Australia), untuk mengakuisisi 75% saham CCA dengan nilai transaksi AU$11 juta.


Laporan keuangan TLKM per September 2014 menyebut akuisisi rampung pada 25 September 2014.



PT Telekomunikasi Indonesia Akan Tetap Kerjasama Ke Asia dan Timur Tengah

Saturday, December 20, 2014

PT Telekomunikasi Indonesia Incar Pinjaman Hingga Rp11 Triliun

Financeroll – Kebutuhan belanja modal tahun depan yang mencapai Rp22 triliun, membuat perusahaan pelat merah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) mengincar pinjaman hingga Rp11 triliun.


Direktur Telkom Honesti Basyir mengatakan perseroan akan memenuhi kebutuhan dana pinjaman baik dari utang bank, obligasi, maupun global bond. Jumlah pinjaman akan bergantung pada rasio pembayaran dividen yang dipatok oleh pemegang saham pada tahun buku 2014.


Kebutuhan belanja modal (capital expenditure/Capex) perseroan pada 2015 diperkirakan mencapai 20%-25% dari total pendapatan. Tahun ini saja, Capex Telkom mencapai Rp20 triliun-Rp22 triliun.


“Tahun ini sekitar segitu. Sebanyak 60% Capex akan digunakan untuk selular khususnya 4G-LTE,” ungkapnya.


Emiten berkode saham TLKM itu akan mencari pinjaman dana berdenominasi dolar Amerika Serikat dan rupiah. Mayoritas akan diambil dari pinjaman perbankan dalam negeri.


Sesuai ketentuan menteri badan usaha milik negara (BUMN), Telkom akan menerbitkan surat utang global maksimum 20% dari total kebutuhan pinjaman. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir risiko valas dan fluktuasi nilai tukar rupiah.


Ruang pinjaman TLKM masih cukup besar bila dibandingkan dengan rasio utang terhadap pendanaan (debt to equity ratio/DER) industri telekomunikasi di Tanah Air. DER Telkom baru mencapai 35% dibandingkan rata-rata industri di atas 60%.



PT Telekomunikasi Indonesia Incar Pinjaman Hingga Rp11 Triliun

PT Telkom Akan Gencar Ekspansi Jika Pembayaran Dividen Dikurangi

Financeroll – Rencana pemerintah akan mengurangi rasio pembayaran dividen pada tahun depan akan membuat PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. dapat berekspansi lebih gencar.


Direktur Telkom Honesti Basyir mengatakan rencana pengurangan dividend payout ratio membuat kinerja perseroan lebih positif. Pengurangan tersebut akan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Maret 2015.


Kalau memang dikurangi, itu untuk ekspansi dan investasi. Apapun pilihannya, dan akan membuat investor happy.


Pada tahun buku 2013, Telkom membagikan dividen Rp9,94 triliun atau 70% dari laba bersih sebesar Rp14,2 triliun. Setiap lembar saham, memperoleh dividen sebesar Rp102,401, sekitar 4,5% dari harga saham TLKM per 3 April 2014 yakni Rp2.260 per lembar.


Pembagian dividen itu, tercatat melonjak 19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,35 triliun atau Rp87,24 per lembar saham. Tahun buku 2012, rasio pembayaran dividen mencapai 65% dari total laba bersih.


Pembagian dividen TLKM masing-masing Rp5,84 triliun dengan rasio 55% dari laba bersih pada 2006. Kemudian pada 2009 dividen yang dibagikan sebesar Rp5,66 triliun atau 50% dari laba bersih.


Pada 2010, TLKM membayarkan dividen sebesar Rp6,34 triliun atau 55% dari laba bersih. Sedangkan pada 2011, TLKM membagikan dividen Rp7,12 triliun atau 65% dari laba bersih perseroan.



PT Telkom Akan Gencar Ekspansi Jika Pembayaran Dividen Dikurangi

Susunan Lengkap Direksi & Komisaris Telkom Terbaru

Financeroll – Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas telah menentukan susunan baru direksi dan komisaris PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. periode 2014-2019.


Pengangkatan direksi dan komisaris baru Telkom dilakukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar di Hotel Ritz Carlton SCBD Jakarta.


Kursi dirut emiten berkode saham TLKM memang telah kosong setelah ditinggalkan Arif Yahya yang ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata pada Kabinet Kerja periode 2014-2019.


Telkom, menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2014. Selain posisi dirut, pemerintah juga merombak jajaran direksi dan komisaris TLKM.


Berikut susunan lengkap direksi:

1. Direktur Utama: Alex Janangkih Sinaga

2. Direktur: Indra Utoyo

3. Direktur: Abdus Somad Arif

4. Direktur: Heri Sunaryadi

5. Direktur: Herdy Rosadi Harman

6. Direktur: Dian Rachmawan

7. Direktur: Honesti Basyir

8. Direktur: Muhammad Awaluddin


Berikut susunan lengkap komisaris:

1. Komisaris Utama: Hendri Saparini

2. Komisaris: Imam Apriyanto Putro

3. Komisaris: Dolfie Othniel Fredric Palit

4. Komisaris: Hadiyanto

5. Komisaris Independen: Parikesit Soeprapto

6. Komisaris Independen: Johnny Swandi Sjam

7. Komisaris Independen: Virano Gazi Nasution



Susunan Lengkap Direksi & Komisaris Telkom Terbaru

Sunday, October 12, 2014

Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

Financeroll – Hari ini, Senin (13/10), IHSG diperkirakan akan cenderung menguat di kisaran 4.935-5.050 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  AALI, ASII, BBRI, LPPF, dan TLKM.  Secara teknikal, indeks turun dengan gap down dan tutup dibawah MA5-nya namun tidak disertai volume serta close > open.


Jika IHSG masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah dan ditutup pada level 4.962 atau turun -0,62% pada akhir pekan lalu.  Indikator RSI masih di area konsolidasi. Hari ini Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas coba menguji support 4.933 dan resistance 4.992.


Dari dalam negeri, publik menantikan jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yang sedianya akan dilakukan pekan depan. Sementara itu, hari ini Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang perdana permohonan uji materi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), dengan agenda pemeriksaan pendahuluan.


Dari sisi ekonomi, penurunan nilai tukar terhadap dolar AS membuat pelaku industry semakin tertekan, dan mulai menaikkan harga jual produknya. Di sisi lain, penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 011 diserbu investor. Dalam satu pekan, pemesanan ORI mencapai Rp 17,40 triliun (87%) dari total target indikatif pemerintah, yakni Rp 20 triliun.


Pada perdagangan Jumat (10/10) IHSG turun 31 poin (-0,62%) ke level 4.962,96 mengikuti penurunan sejumlah bursa regional lainnya menyikapi turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi serta ancaman deflasi dari sejumlah negara AS dan Eropa.


Tercatat saham-saham yang menjadi pemberat bursa diantaranya TLKM, ASII, BBRI, BMRI, dan BBNI di mana asing tercatat masih melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 517 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual antara lain:  BBRI, ASII, BMRI, TLKM, dan BBCA.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pelemahan bursa global. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang melemah -0,60%. Pasar saham AS melanjutkan penurunannya akhir pekan lalu, seiring penurunan outlook Perancis oleh S&P. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,69% dan indeks S&P500 sebesar – 1,15%.


Sedangkan harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,29% ke level USD 85,82 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,26% ke posisi USD 1.222,90 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat