Showing posts with label pasar Asia. Show all posts
Showing posts with label pasar Asia. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

PT Telekomunikasi Indonesia Akan Tetap Kerjasama Ke Asia dan Timur Tengah

Financeroll – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) tetap membuka peluang bekerjasama dengan operator telekomunikasi di wilayah Asia dan Timur Tengah.


POH VP Investor Relations Telkom Prakoso Imam Santoso menyampaikan hal itu kepada Bursa Efek Indonesia dalam keterangan tertulis.


Terkait batalnya rencana akuisisi saham operator telekomunikasi asal Selandia Baru, Two Degrees Mobile Ltd. (2 Degrees) karena tidak menemukan kesepakatan harga.


Berdasarkan catatan BUMN telekomunikasi itu tidak akan mencari pengganti untuk merambah pasar Selandia Baru karena sudah ada Contact Centres Australia Pty. Ltd. (CCA).


Saat itu Plt. Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia Indra Utoyo mengatakan Telkom mengerahkan anak usahanya, yakni Telekomunikasi Indonesia International Australia Pty. Ltd. (Telkom Australia), untuk mengakuisisi 75% saham CCA dengan nilai transaksi AU$11 juta.


Laporan keuangan TLKM per September 2014 menyebut akuisisi rampung pada 25 September 2014.



PT Telekomunikasi Indonesia Akan Tetap Kerjasama Ke Asia dan Timur Tengah

Friday, November 28, 2014

Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.193 / USD

Financeroll - Pergerakan nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat  (28/11) sore, bergerak melemah 18 poin menjadi Rp 12.193 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.175 per dolar AS.  Mata uang dolar AS masih cukup kuat di pasar Asia, termasuk rupiah seiring dengan ekspektasi pelaku pasar bahwa perbaikan ekonomi AS lebih baik dibandingkan negara-negara di Eropa dan negara maju di Asia seperti Jepang.


Rendahnya inflasi di beberapa negara Eropa menimbulkan potensi bank sentral Eropa melakukan pelonggaran moneternya, sehingga kondisi itu akan mendorong mata uang dolar AS terapresiasi.  Penguatan mata uang dolar AS itu juga dipicu dari harga minyak dunia yang melemah setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) yang tidak menurunkan kuota produksinya.


Di sisi lain,  di tengah antisipasi pengumuman data ekonomi Indonesia pada awal pekan depan, pelaku pasar uang di dalam negeri cenderung menahan transaksinya untuk masuk ke mata uang rupiah sehingga pergerakan mata uang rupiah cenderung berada di area negatif meski dalam kisaran sempit.  Diharapkan data neraca perdagangan Indonesia ada sedikit mengalami perbaikan pasca penaikan BBM subsidi.


Laju nilai tukar rupiah masih relatif stabil, dimulai sejak pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.  Setelah data ekonomi Indonesia terkait neraca perdagangan dan inflasi diumumkan pada pekan depan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), diharapkan mata uang rupiah mengalami penguatan.  Seiring pelemahannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) mata uang lokal ini juga bergerak melemah menjadi Rp 12.196 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.179 per dolar AS.  [geng]


 



Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.193 / USD

Thursday, November 6, 2014

Pre Opening: Bursa Global Positif, IHSG Berpotensi Menguat

Financeroll –  Untuk perdagangan akhir pekan  ini, IHSG berpotensi balik arah dan membukukan penguatan. IHSG akan bergerak dikisaran support 4.995 dan resistance 5.104.  Jika IHSG  masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. IHSG bergerak melemah dan ditutup pada level 5.034, atau turun -0,64% pada perdagangan kemarin.


Relatif menguatnya Dow Jones serta bursa regional diharapkan dapat memperbaiki sentimen. IHSG diperkirakan masih bergerak negatif diikuti oleh terbentuknya pola long black candle kemarin. Namun, adanya beberapa level support kemungkinan dapat membatasi peluang pelemahan.


Pasar saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan kenaikan seiring komitmen bank sentral Eropa untuk menambah stimulus demi menjaga ekonomi. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,40% dan indeks S&P500 sebesar +0,38%.  Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh perkembangan bursa AS. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +0,51% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang menguat +0,16%.


Sedangkan  harga kontrak berjangka (futures) komoditas terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun – 0,08% ke level USD 77,85 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,18% ke posisi USD 1.140,60 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: Bursa Global Positif, IHSG Berpotensi Menguat