Showing posts with label AALI. Show all posts
Showing posts with label AALI. Show all posts

Saturday, November 29, 2014

PT Astra Agro Lestara Bukukan Volume Penjualan CPO Sebesar 1,12 Juta Ton

Financeroll – Perusahaan perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk. membukukan volume penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebesar 1,12 juta ton dalam 10 bulan, turun 10,5% dari periode yang sama tahun lalu 1,25 juta ton.


Tofan Mahdi, Humas AALI, mengungkapkan penurunan volume penjualan CPO bukanlah hal yang mengagetkan. “Tidak ada yang signifikan, just a matter of supply and demand,” katanya.


Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, disebutkan volume penjualan kernel tercatat meningkat 8,7% menjadi 292.461 ton hingga Oktober 2014 dari sebelumnya 269.101 ton. Sedangkan tahun ini, AALI berhasi menjual olein sebanyak 165.374 ton dari sebelumnya tidak menjual sama sekali.


Harga jual rata-rata CPO sampai Oktober meningkat 20,6% dari Rp6.936/Kg menjadi Rp8.396/Kg year on year. Demikian juga harga jual rata-rata kernel yang melonjak 66,5% menjadi Rp5.319/Kg dari periode yang sama tahun lalu Rp3.194/Kg.


Dari sisi produksi, tandan buah segar (TBS) anak usaha PT Astra International Tbk. (ASII) tersebut sepanjang periode Januari-Oktober meningkat 12% menjadi 4,67 juta ton dari sebelumnya 4,16 juta ton.


Peningkatan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan produksi dari area Kalimantan yang meningkat 20,9% menjadi 1,97 juta ton. Diikuti oleh area Sumatra dan Sulawesi yang masing-masing meningkat 6,4% menjadi 1,89 juta ton dan 812.753 ton.


Akibat peningkatan produksi TBS menyebabkan produksi CPO AALI selama 10 bulan tahun ini meningkat 17,7% menjadi 1,46 juta ton dari sebelumnya 1,23 juta ton. Produksi kernel juga melonjak 17,9% menjadi 311.153 ton dari sebelumnya 263.848 ton.


AALI membidik target produksi CPO dapat meningkat 10% menjadi 1,69 juta ton sepanjang tahun ini dibandingkan produksi tahun lalu 1,54 juta ton.


Diperkirakan, AALI mampu meraup pendapatan mencapai Rp15,8 triliun hingga akhir tahun, naik 25% dari tahun lalu Rp12,67 triliun.


Berdasarkan konsensus yang dirilis Bloomberg, disebutkan laba kotor AALI diperkirakan mencapai Rp5,57 triliun, naik 35,2% dari tahun sebelumnya Rp5,11 triliun.


Per kuartal III/2014, AALI membukukan lonjakan laba bersih hingga 106,92% menjadi Rp1,88 triliun dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp910 miliar.


Pendapatan bersih AALI mencapai Rp11,75 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp8,32 triliun. Laba kotor AALI tercatat juga mengalami peningkatan menjadi Rp3,68 triliun dari sebelumnya Rp2,31 triliun.



PT Astra Agro Lestara Bukukan Volume Penjualan CPO Sebesar 1,12 Juta Ton

Sunday, October 12, 2014

Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat

Financeroll – Hari ini, Senin (13/10), IHSG diperkirakan akan cenderung menguat di kisaran 4.935-5.050 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain:  AALI, ASII, BBRI, LPPF, dan TLKM.  Secara teknikal, indeks turun dengan gap down dan tutup dibawah MA5-nya namun tidak disertai volume serta close > open.


Jika IHSG masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah dan ditutup pada level 4.962 atau turun -0,62% pada akhir pekan lalu.  Indikator RSI masih di area konsolidasi. Hari ini Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas coba menguji support 4.933 dan resistance 4.992.


Dari dalam negeri, publik menantikan jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yang sedianya akan dilakukan pekan depan. Sementara itu, hari ini Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang perdana permohonan uji materi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), dengan agenda pemeriksaan pendahuluan.


Dari sisi ekonomi, penurunan nilai tukar terhadap dolar AS membuat pelaku industry semakin tertekan, dan mulai menaikkan harga jual produknya. Di sisi lain, penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 011 diserbu investor. Dalam satu pekan, pemesanan ORI mencapai Rp 17,40 triliun (87%) dari total target indikatif pemerintah, yakni Rp 20 triliun.


Pada perdagangan Jumat (10/10) IHSG turun 31 poin (-0,62%) ke level 4.962,96 mengikuti penurunan sejumlah bursa regional lainnya menyikapi turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi serta ancaman deflasi dari sejumlah negara AS dan Eropa.


Tercatat saham-saham yang menjadi pemberat bursa diantaranya TLKM, ASII, BBRI, BMRI, dan BBNI di mana asing tercatat masih melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 517 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual antara lain:  BBRI, ASII, BMRI, TLKM, dan BBCA.


Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pelemahan bursa global. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang melemah -0,60%. Pasar saham AS melanjutkan penurunannya akhir pekan lalu, seiring penurunan outlook Perancis oleh S&P. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,69% dan indeks S&P500 sebesar – 1,15%.


Sedangkan harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,29% ke level USD 85,82 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,26% ke posisi USD 1.222,90 per troy ounce. [geng]



Pre Opening: Awal Pekan, IHSG Diperkirakan Menguat