Showing posts with label Crude palm oil. Show all posts
Showing posts with label Crude palm oil. Show all posts

Sunday, December 14, 2014

CPO Kembali Menguat di Bursa Malaysia

Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia pada pertengahan perdagangan Senin (15/12/2014) bergerak rebound.


Perdagangan CPO untuk kontrak Februari 2015 di Bursa Malaysia, seperti tercatat di Bloomberg, pada pembukaan perdagangan hari ini berada pada level 2.186 ringgit Malaysia per ton.


CPO sudah menguat 0,69% dibandingkan dengan penutupan pada Jumat (12/12/2014) yang anjlok 1,09% ke 2.171 ringgit/ton.


Pada pukul 10.17 WIB atau sekitar 11,17 waktu Kuala Lumpur, harga CPO masih menguat 0,23% ke level 2.176 ringgit/ton. Sampai dengan waktu perdagangan saat ini, CPO bergerak di kisaran harga 2.174-2.188 ringgit/ton.



CPO Kembali Menguat di Bursa Malaysia

PT Bakrie Sumatera Plantations Targetkan Pertumbuhan Capai 20%

Financeroll – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. membidik target pertumbuhan bisnis pada tahun depan lebih konservatif mencapai 20% dari tahun ini sebagai antisipasi pelemahan harga minyak sawit.


Andi Setianto, Direktur Bakrie Sumatera Plantations, mengatakan perseroan membidik target produksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dapat tumbuh 20% dari tahun ini yang mencapai 240.000 ton/tahun.


Selalu berusaha tumbuh di atas inflasi. Tahun ini, sampai semester ketiga tumbuh 40%, tahun depan kami harapkan tumbuh 20%.


Per kuatal III/2014, emiten berkode saham UNSP itu membukukan rugi bersih Rp70,74 miliar, lebih rendah 91,09% dari rugi bersih setahun lalu Rp793,99 miliar. Pendapatan tercatat melonjak 40,86% menjadi Rp2,02 triliun dari sebelumnya Rp1,43 triliun.


Diperkirakan hingga akhir tahun pendapatan dapat tumbuh sekitar 20%-30% dari tahun lalu. Pertumbuhan pendapatan diakui memang lebih kecil dari kuartal III/2014 akibat terjadi penurunan harga CPO yang cukup dalam pada triwulan terakhir.



PT Bakrie Sumatera Plantations Targetkan Pertumbuhan Capai 20%

Pembebasan Pajak Ekspor CPO Malaysiah Diperpanjang

Financeroll – Pembebasan pajak ekspor crude palm oil Malaysia akan berlanjut hingga awal tahun nanti. Pasalnya, harga komoditas sawit itu sampai saat ini masih berada di bawah rata-rata sehingga kebijakan itu kembali diperpanjang.


Donny Khor, Wakil Direktur Berjangka RHB Investment Bank Bhd, mengatakan pemerintah Malaysia masih ingin terus memangkas pasokan yang masih melimpah dan masih berharap permintaan ekspor juga meningkat.


Kalau kebijakan itu ingin efektif, pemerintah Malaysia harus memperpanjang pembebasan pajak ekspor crude palm oil hingga Maret tahun depan.


Pembebasan pajak ekspor CPO Malaysia sudah dilakukan sejak September silam. Namun, kebijakan itu belum mampu mengerek permintaan ekspor CPO Malaysia lebih jauh.


Pada Oktober kemarin, ekspor CPO Malaysia menurun 30.000 ton menjadi 1,6 juta ton. Sementara itu, pada November ekspor Malaysia juga turun 120.000 ton menjadi 1,48 juta ton.


Pada penutupan akhir pekan, harga CPO pengiriman Februari menguat 1,41% menjadi 2.160 ringgit per ton.



Pembebasan Pajak Ekspor CPO Malaysiah Diperpanjang

Saturday, November 29, 2014

PT Astra Agro Lestara Bukukan Volume Penjualan CPO Sebesar 1,12 Juta Ton

Financeroll – Perusahaan perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk. membukukan volume penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebesar 1,12 juta ton dalam 10 bulan, turun 10,5% dari periode yang sama tahun lalu 1,25 juta ton.


Tofan Mahdi, Humas AALI, mengungkapkan penurunan volume penjualan CPO bukanlah hal yang mengagetkan. “Tidak ada yang signifikan, just a matter of supply and demand,” katanya.


Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, disebutkan volume penjualan kernel tercatat meningkat 8,7% menjadi 292.461 ton hingga Oktober 2014 dari sebelumnya 269.101 ton. Sedangkan tahun ini, AALI berhasi menjual olein sebanyak 165.374 ton dari sebelumnya tidak menjual sama sekali.


Harga jual rata-rata CPO sampai Oktober meningkat 20,6% dari Rp6.936/Kg menjadi Rp8.396/Kg year on year. Demikian juga harga jual rata-rata kernel yang melonjak 66,5% menjadi Rp5.319/Kg dari periode yang sama tahun lalu Rp3.194/Kg.


Dari sisi produksi, tandan buah segar (TBS) anak usaha PT Astra International Tbk. (ASII) tersebut sepanjang periode Januari-Oktober meningkat 12% menjadi 4,67 juta ton dari sebelumnya 4,16 juta ton.


Peningkatan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan produksi dari area Kalimantan yang meningkat 20,9% menjadi 1,97 juta ton. Diikuti oleh area Sumatra dan Sulawesi yang masing-masing meningkat 6,4% menjadi 1,89 juta ton dan 812.753 ton.


Akibat peningkatan produksi TBS menyebabkan produksi CPO AALI selama 10 bulan tahun ini meningkat 17,7% menjadi 1,46 juta ton dari sebelumnya 1,23 juta ton. Produksi kernel juga melonjak 17,9% menjadi 311.153 ton dari sebelumnya 263.848 ton.


AALI membidik target produksi CPO dapat meningkat 10% menjadi 1,69 juta ton sepanjang tahun ini dibandingkan produksi tahun lalu 1,54 juta ton.


Diperkirakan, AALI mampu meraup pendapatan mencapai Rp15,8 triliun hingga akhir tahun, naik 25% dari tahun lalu Rp12,67 triliun.


Berdasarkan konsensus yang dirilis Bloomberg, disebutkan laba kotor AALI diperkirakan mencapai Rp5,57 triliun, naik 35,2% dari tahun sebelumnya Rp5,11 triliun.


Per kuartal III/2014, AALI membukukan lonjakan laba bersih hingga 106,92% menjadi Rp1,88 triliun dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp910 miliar.


Pendapatan bersih AALI mencapai Rp11,75 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp8,32 triliun. Laba kotor AALI tercatat juga mengalami peningkatan menjadi Rp3,68 triliun dari sebelumnya Rp2,31 triliun.



PT Astra Agro Lestara Bukukan Volume Penjualan CPO Sebesar 1,12 Juta Ton