Showing posts with label bakrie sumatera plantations. Show all posts
Showing posts with label bakrie sumatera plantations. Show all posts

Sunday, December 14, 2014

Perusahaan CPO Bakrie Menahan Ekspansi Untuk Restrukturisasi Pinjaman

Financeroll – Utang perusahaan perkebunan kelapa sawit milik konglomerat Aburizal Bakrie yang masih menggunung membuat perseroan memilih untuk menahan ekspansi dan merestrukturisasi pinjaman.


Andi Setianto, Direktur PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. mengatakan pada tahun depan, emiten berkode saham UNSP itu menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp100 miliar-Rp200 miliar.


Dana belanja modal yang berasal dari kas internal itu akan digunakan untuk penanaman kebun baru dan perawatan.


Perseroan memang tidak akan banyak melakukan aksi korporasi pada tahun depan. Manajemen UNSP akan berkonsentrasi untuk memperbaiki struktur permodalan dengan cara restruturisasi utang.


Saat ini, utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam setahun telah mencapai Rp4,8 triliun, dan utang jangka panjang mencapai Rp5,6 triliun. Secara keseluruhan, utang UNSP mencapai Rp10,4 triliun.


Ekuitas perseroan yang mencapai Rp4,7 triliun, membuat rasio utang terhadap ekuitas (debt to equty ratio/DER) UNSP mencapai 2,2 kali.


Bisa aset dijalankan, atau utang dikurangi. Masih dibicarakan dengan kreditor berapa porsi pengurangan utang.


Beberapa waktu lalu, UNSP terancam gagal bayar kupon bunga dari secured equity-linked redeemable notes US$100 juta, manajemen menyodorkan opsi konversi saham bagi pemegang surat utang. Namun, perseroan telah mengajukan proposal untuk pembayaran bunga wesel bayar itu sejak beberapa waktu sebelum jatuh tempo.


Proposal pembayaran utang yang diajukan terdiri dari empat opsi antara lain pelunasan utang secara tunai, penjualan aset, mengubah surat utang menjadi saham, dan melakukan penyesuaian pelunasan utang dengan kemampuan perseroan.


Tidak akan menjual aset, dari opsi tersebut lebih memilih untuk mengkonversi surat utang menjadi saham.


Perseroan telah melakukan pembicaraan dengan lender secara proaktif dan intensif. Ditargetkan, negosiasi itu bisa rampung pada kuartal terakhir tahun ini.


Hingga saat ini, sejumlah pemegang surat utang mendukung proposal yang diajukan oleh perseroan. Namun, manajemen perusahaan Grup Bakrie itu tetap menghormati pilihan dari para lender.


Diakuinya, keterlambatan pembayaran bunga dari secured equity-linked redeemable notes US$100 juta dengan tingkat bunga 8% itu memang dapat menimbulkan event of default.



Perusahaan CPO Bakrie Menahan Ekspansi Untuk Restrukturisasi Pinjaman

PT Bakrie Sumatera Plantations Targetkan Pertumbuhan Capai 20%

Financeroll – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. membidik target pertumbuhan bisnis pada tahun depan lebih konservatif mencapai 20% dari tahun ini sebagai antisipasi pelemahan harga minyak sawit.


Andi Setianto, Direktur Bakrie Sumatera Plantations, mengatakan perseroan membidik target produksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dapat tumbuh 20% dari tahun ini yang mencapai 240.000 ton/tahun.


Selalu berusaha tumbuh di atas inflasi. Tahun ini, sampai semester ketiga tumbuh 40%, tahun depan kami harapkan tumbuh 20%.


Per kuatal III/2014, emiten berkode saham UNSP itu membukukan rugi bersih Rp70,74 miliar, lebih rendah 91,09% dari rugi bersih setahun lalu Rp793,99 miliar. Pendapatan tercatat melonjak 40,86% menjadi Rp2,02 triliun dari sebelumnya Rp1,43 triliun.


Diperkirakan hingga akhir tahun pendapatan dapat tumbuh sekitar 20%-30% dari tahun lalu. Pertumbuhan pendapatan diakui memang lebih kecil dari kuartal III/2014 akibat terjadi penurunan harga CPO yang cukup dalam pada triwulan terakhir.



PT Bakrie Sumatera Plantations Targetkan Pertumbuhan Capai 20%