Showing posts with label data-data ekonomi. Show all posts
Showing posts with label data-data ekonomi. Show all posts

Wednesday, December 3, 2014

IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll  – Laju IHSG pada Kamis (4/12) diprediksi berada pada rentang support 5.145-5.159 dan resisten 5.190-5.197. Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Evening star di bawah area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang menurun. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mulai berbalik melemah meski terbatas.


Laju IHSG hampir mendekati target resisten (5.189-5.200) namun, sempat masuk di kisaran area target support (5.155-5.169) dan berakhir di kisaran target support tersebut. Mulai adanya aksi-aksi profit taking akan membuat IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan. Apalagi jika ditambah dengan adanya penilaian banyaknya saham-saham yang telahoverbought yang akan memicu aksi jual. IHSG pun berpotensi kembali melemah namun, jika rilis data-data ekonomi dunia termasuk Indonesia dapat direspons positif, pelemahan IHSG pun dapat ditahan.


Untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 3.380-3.545. Shooting star sentuh area UBB. Target resisten Rp 3.425 terlampaui & meninggalkan utang gap Rp 3.375-3.385. Willam’s % bergerak turun. Trading sell jika Rp 3.465 gagal bertahan. Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 12.700-13.100. Piercing lines di atas middle bollinger band (MBB). RoC bergerak naik diiringi peningkatan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 12.850. Saham PT Tunas Baru Lampung (TBLA) dalam kisaran Rp 780-810, bullish harami di atas Middle Bollinger Band (MBB). Mass index bergerak naik didukung volume beli dan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 790.


Berikutnya saham PT Mitra Adi Perkasa (MAPI) dalam kisaran Rp 5.490-5.800. Hanging man di bawah UBB. Momentum naik tipis namun, MFI bergerak turun. Trading sell jika Rp 5.675 gagal bertahan. Saham PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp 1.080-1.135. Shooting star di bawah UBB. Volatility naik diikuti peningkatan stochastic dan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 1.090. Saham PT Wijaya Karya Beton (WTON) dalam kisaran Rp 1.235-1.300. Hammer di bawah UBB. Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 1.255. Saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.200-1.300. Separating lines sentuh UBB. Volatiliy meningkat yang diikuti kenaikan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 1.250.


Pada perdagangan Rabu (3/12) IHSG ditutup melemah 9,749 poin (0,188%) ke posisi 5.166,044. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.187,35 dan terendah 5.157. Terlihat memang hawa profit taking sejak awal perdagangan di mana hanya sesaat berada di zona hijau namun, di tengah sesi 1 pergerakannya kian menurun. Meski di sesi kedua ada perlawanan naik namun, belum cukup mampu melampaui level sebelumnya.


Maraknya aksi profit taking yang melanda hampir sebagian besar saham-saham big caps, dapat diimbangi oleh masih menguatnya saham-saham infrastruktur dan beberapa perkebunan. Mulai berbalik nett sell investor asing dan kembali melemahnya dolar AS membuat IHSG tertahan di zona merah. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net buy Rp 161,76 miliar menjadi net sell Rp -298,99 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Melambat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Tuesday, December 2, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada perdagangan Rabu (3/12) diprediksi berada pada rentang support 5.155-5.169 dan resisten 5.189-5.200.   Indeks berpeluang membentuk pola shooting star masih dekati area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.172-5.186) dan berhasil ditutup di target resisten tersebut dan dapat bertahan di atas kisaran area target support (5.128-5.148).


Kembali IHSG bergerak dalam rentang tipis. Hawa profit taking mulai terasa sehingga dapat menahan potensi penguatan lebih lanjut. Diharapkan sentiment rilis data-data ekonomi masih dapat dirilis positif agar laju penguatan dapat terjaga. Tetap cermati perubahan volume transaksi.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp 1.055-1.125. Shooting star di atas middle Bollinger band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 1.075.  Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp16.400-16.875. Bearish harami sentuh UBB. Target support Rp 16.625 terlewati diikuti pelemahan RoC dan RMI. Trading sell jika Rp 16.425 gagal bertahan.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 980-1.045. Bullish engulfing dekati UBB. Stochastic bergerak naik diikuti kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama di atas Rp 1.165.


Kemudian saham PT Kalbe Farma (KLBF) dalam kisaran Rp 1.750-1.875. Three white soldier dekati UBB. RoC bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama di atas Rp 1.785.  Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 3.245-3.450. Separating lines dekati UBB. Volume beli meningkat diikuti target resisten Rp 3.300 terlampaui. Trading buy selama berada di atas Rp 3.365.  Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 11.500-11.750. Doji star sentuh UBB. Mass index bergerak turun diikuti penurunan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 11.600 gagal bertahan.


Pada perdagangan Selasa (2/12)  IHSG  ditutup menguat 11,505 poin (0,22%) ke posisi 5.175,793. Penguatan tersebut setelah sepanjang perdagangan sempat naik 29,759 poin ke level tertingginya 5.194,047 dan terendah 5.166,629.  Laju IHSG mampu bertahan di zona hijau meskipun sempat pesimis akan adanya pelemahan terutama setelah laju bursa saham AS dan Eropa berakhir di zona merah pada perdagangan sebelumnya. IHSG mendapat sentimen positif dari laju bursa saham Asia yang bergerak positif seiring ekspektasi akan adanya pelonggaran moneter.


Di sisi lain, penilaian akan diuntungkannya beberapa saham dengan pelemahan harga minyak mentah turut membuat saham-saham tersebut bergerak positif dan berimbas pada laju IHSG. Masih berlanjutnya nett buy investor asing dan mulai tertahannya pelemahan dolar AS mampu menambah sentiment positif. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net buy Rp 67,71 miliar menjadi net buy Rp 161,76 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Monday, December 1, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll  – Pergerakan IHSG pada Selasa (2/12) diperkirakan berada pada rentang support 5.128-5.148 dan resisten 5.172-5.186.   Indeks berpeluang membentuk pola hammer masih dekati area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya meski terbatas. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.153-5.164) dan berhasil ditutup di target resisten tersebut dan dapat bertahan di atas kisaran area target support (5.115-5.128).


Meski telah dirilis data-data ekonomi,  namun tampaknya gairah trading pelaku pasar sedikit berkurang. Sepertinya pelaku pasar tidak hanya merespons dan mengantisipasi kondisi makro dalam negeri namun, juga mencermati sentimen global terutama dengan masih berlanjutnya penurunan harga minyak yang berimbas pada harga-harga komoditas dan masih melemahnya sejumlah indeks manufaktur.  Potensi laju IHSG yang dapat tertahan dan kembali melemah masih dimungkinkan. Tetap, mencermati sentimen yang ada dan waspadai potensi pembalikan arah (jika terjadi).


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp 16.000-16.875. Three line strike sentuh UBB. Target resisten Rp 16.100 jauh terlampaui diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 16.625 gagal bertahan.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.800-2.895. Separating lines dekati UBB. Target resisten Rp 2.850 dapat dilampaui diiringi kenaikan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 2.870.  Saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.180-1.235. Piercing lines di atas Middle Bollinger Band (MBB). RoC bergerak naik diimbangi peningkatan william’s %R. Trading buy selama di atas Rp 1.200.


Kemudian saham PT Waskita Karya (WSKT) dalam kisaran Rp 1.030-1.145. Shooting star sentuh UBB. Mass index bergerak naik diikuti lonjakan volume beli. Trading sell jika Rp 1.095 gagal bertahan.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.420-1.500. Hammer masih tertahan di bawah UBB. RoC bergerak naik diiringi kenaikan RMI. Trading buy selama di atas Rp 1.470.  Saham PT Jasa Marga (JSMR) dalam kisaran Rp 6.700-6.950. Doji star tertahan di atas middle Bollinger band (MBB). Volume beli mencoba naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama di atas Rp 6.775.


Pada perdagangan Senin (1/12),  IHSG  ditutup menguat 14,4 poin (0,28%) ke posisi 5.164,288. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.167,691 dan terendah 5.134,754. Dalam ulasan sebelumnya kami sampaikan laju pergerakan IHSG diperkirakan tidak banyak mengalami perubahan. Apalagi dengan akan dirilisnya data-data makro membuat pasar cenderung tertahan dan berpotensi kembali melemah jika rilis data-data tersebut di bawah perkiraan.


Laju IHSG pun memang sempat mengalami pelemahan, terutama setelah dirilis inflasi yang di atas perkiraan kami. Rilis inflasi sebesar 1,50% secara bulanan hanya beda tipis dari perkiraan kami di kisaran 1,30%-1,49% namun, lebih rendah dari 7,73% – 8,05% secara tahunan membuat efek negatif dari kenaikan inflasi tersebut tereduksi.  Terlebih pelaku pasar telah mengantisipasi bahwa dengan adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi memberikan imbas pada kenaikan harga sejumlah barang sehingga berpengaruh pada lonjakan inflasi.


Bahkan efek negatif tersebut makin tereduksi dengan tercatatnya surplus neraca perdagangan bulan Oktober senilai USD 23,2 juta sesuai harapan kami di mana agar neraca perdagangan Oktober dapat lebih baik dari sebelumnya dan berharap dapat dirilis di bawah estimasi kami yang diekspektasikan masih defisit dengan nilai sebesar USD -123 juta hingga USD -204 juta.  Masih berlanjutnya nett buy investor asing meski tipis turut menopang penguatan IHSG meskipun dari sisi Rupiah masih melanjutkan terdepresiasi. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net buy Rp 28,76 miliar menjadi net buy Rp 67,71 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan