Showing posts with label Upper Bollinger Band. Show all posts
Showing posts with label Upper Bollinger Band. Show all posts

Sunday, December 7, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG pada Senin (8/12) diprediksi berada pada rentang support 5.165-5.178 dan resisten 5.194-5.211.   Indeks berpeluang membentuk pola Gravestone doji di bawah area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R tertahan pelemahannya. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.187-5.204) namun, tidak kuat dan berbalik turun meski masih dapat bertahan di atas kisaran area target support (5.145-5.163).


Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya di mana masih adanya aksi profit taking membuat potensi kenaikan IHSG juga masih terhambat meski juga masih diimbangi dengan adanya aksi beli. Pola variatif cenderung naik tipis masih dapat terjadi. Meski masih ada potensi naik namun, tetap cermati potensi pelemahan lanjutan.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipetimbangkan, antara lain:  Saham PT Samudera Indonesia (SMDR) dalam kisaran Rp 14.150-15.200. Hanging man dekati UBB. Stochastic masih bertahan naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama di atas Rp 14.825. Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 10.150-10.675. Inverted hammer di bawah UBB. Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 10.300.


Saham PT Vale Indonesia (INCO) dalam kisaran Rp 4.075-4.190. Shooting star dekati UBB. Target resisten Rp 4.085 terlampaui & mencoba testing resisten berikutnya didukung masih naiknya RoC dan William’s %R. Utang gap masih Rp 3.940-3.955 dan Rp 4.060-4.100. Trd sell jika Rp 4.120 gagal bertahan.


Kemudian saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran Rp 13.250-13.525. Bullish harami bertahan di atas middle Bollinger band (MBB). Volume beli naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama di atas Rp 13.300.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.375-32.100. Three outside up di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic masih bertahan naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 31.600.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 1.165-1.210. Gravestone doji di bawah UBB. Target resisten Rp 1.185 sempat terlampaui namun, tidak kuat & cenderung turun. William’s %R mulai turun. Trading sell jika Rp 1.170 gagal bertahan.


Pada perdagangan Jumat (5/12) IHSG  ditutup menguat 10,834 poin (0,21%) ke posisi 5.187,994. Penguatan tersebut setelah sepenjang perdagangan Jumat ini, indeks menguat 29,064 poin ke level tertingginya 5.206,224 dan terendah 5.185.  IHSG memperlihatkan laju variatifnya di mana sempat mengalami kenaikan dan kecenderungan melemah meski di akhir sesi masih mampu ditutup di zona hijau. Mulai melemahnya laju bursa saham AS dan Eropa sempat mempengaruhi laju IHSG di mana pelaku pasar masih dalam posisi untuk profit taking.


Di sisi lain, turunnya cadangan devisa per November 2014 (USD 111,14 miliar vs USD 111,97 miliar) sempat memberikan sentimen negatif. Akan tetapi, pelemahan yang terjadi masih dapat ditahan dengan laju bursa saham Asia yang masih menghijau dan laju rupiah yang akhirnya mampu terapresiasi.  Oleh karena pelaku pasar masih dalam posisi profit taking, pasca-IHSG kembali menyentuh level 5.200-an lebih, kembali tidak kuat dan kembali menurun. Beruntung masih berlanjutnya penguatan saham-saham agri dan manufaktur mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijau. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp-5,56 miliar menjadi net sell Rp-737,03 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, December 4, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik Terbatas

Financeroll – Pada perdagangan Jumat (5/12) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5145-5163 dan resisten 5187-5204. Shooting star di bawah area upper bollinger band (UBB ). MACD mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang menurun. RSI, Stochastic, dan William’s %R tertahan pelemahannya. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5190-5197) namun, tidak kuat dan berbalik turun meski masih dapat bertahan di atas kisaran area target support (5145-5159).


Masih adanya aksi profit taking membuat potensi kenaikan IHSG menjadi terhambat meski masih ditahan dengan adanya aksi beli. Laju IHSG masih menyimpan potensi melemah terutama jika sentimen yang ada mulai bergerak melemah. Tetap cermati potensi pelemahan lanjutan.


Laju IHSG tidak jauh berbeda dengan perkiraan kami sebelumnya dimana berpotensi melemah seiring aksi-aksi profit taking yang terjadi. Laju IHSG pun sempat bergerak melemah di pertengangan sesi 1 namun, tidak lama kemudian jelang akhir sesi 1 laju IHSG kembali bergerak naik. Rupanya kenaikan yang terjadi juga tidak mampu bertahan lama dimana setelah menyentuh level tertingginya 5198,97, laju IHSG mulai lelah hingga terperosok melemah.


Sementara Wall Street ditutup melemah setelah saham sektor energi dan European Central Bank (ECB) yang mengatakan akan menunggu hingga kuartal berikutnya untuk memperimbangkan tambahan stimulus moneter. Indeks Dow Jones terdepresiasi 12.52 poin atau melemah 0.07%, S&P 500 berkurang 0.12%, dan Nasdaq kehilangan 0.11%. Sementara itu, Klaim pengangguran mingguan AS tercatat di bawah 300,000 dalam 12 dari 13 pekan terakhir.


Bursa Eropa melemah menyusul langkah ECB yang akan menunda pemberian stimulus moneter. Indeks FTSE turun 0.55%, CAC terdepresiasi 1.55%, dan DAX melemah 1.21%.  Sinyal yang negatif dari stimulus moneter ECB dan IHSG yang kemungkinan rawan profit taking ditengah minimnya sentimen positif dalam negri membuat pergerakan bursa domestik akan sedikit tertekan.


Akan tetapi, pelemahan yang terjadi tidak melampaui level sebelumnya sehingga secara intraday perdagangan, laju IHSG masih membukukan penguatan. Saham-saham agri, pertambangan, dan aneka industri masih mampu menopang laju kenaikan IHSG. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net buy Rp -298,99 miliar menjadi net sell Rp -5,56 miliar).


Masih menguatnya laju bursa saham AS memberikan imbas positif pada laju bursa saham Asia yang masih dapat bergerak variatif cenderung positif. Mulai berbalik positifnya harga sejumlah komoditas turut memberikan imbas positif. Tidak hanya itu, perkiraan akan meningkatnya nilai transaksi di bursa saham China yang berimbas positif bagi para sekuritas; masih berlanjutnya pelemahan Yen; membaiknya neraca perdagangan Australia; hingga masih stabilnya rilis GDP KorSel turut membantu hadirnya sentimen positif. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik Terbatas

Thursday, November 27, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Jumat (28/11) diperkirakan berada pada rentang support 5.115-5.128 dan resisten 5.153-5.164.   Indeks berpeluang membentuk pola separating lines dekati area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya meski terbatas.


Pergerakan  IHSG sempat menyentuh target resisten (5.141-5.148) dan berhasil bertahan di atas kisaran area target support (5.095-5.100). Mulai tipisnya kenaikan memberikan ruang terbatas bagi IHSG untuk dapat bergerak naik secara signifikan. Tetap, mencermati sentimen yang ada dan waspadai potensi pembalikan arah (jika terjadi).


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 31.250-32.275. Bullish engulfing di atas middle bollinger band (MBB). Volume beli meningkat diikuti kenaikan stochastic.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.780-2.835. Bearish harami di bawah upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 2.840 gagal tercapai. William’s %R mulai berbalik turun. Trading sell jika Rp 2.800 gagal tercapai.  Saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.350-10.550. Inverted hammer di area Middle Bollinger Band (MBB). Volume cenderung negatif diiringi laju Relative Strength Index (RSI) yang cenderung turun. Trading sell jika Rp 10.425 gagal bertahan.


Berikutnya saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.200-1.285. Shooting star dekati UBB. Volume beli meningkat diikuti kenaikan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 1.225.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.400-1.495. Shooting star dekati UBB. Volatility meningkat diiringi peningkatan parabllic SAR. Trading buy selama di atas Rp 1.450.  Saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dalam kisaran Rp 6.650-6.825. Inverted hammer bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti kenaikan William’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 6.700.


Pada perdagangan Kamis (27/11)  IHSG  ditutup menguat 12,279 poin (0,24%) ke posisi 5.145,315. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.148,413 dan terendah 5.134,702.  Kembali laju IHSG mirip dengan ulasan kami sebelumnya. IHSG mencoba bertahan di zona hijau namun, masih diperlukannya dukungan untuk mempertahankan posisi IHSG. Jika laju bursa saham global masih dapat positif dan tidak dimanfaatkan untuk profit taking massif, IHSG pun masih berkesempatan untuk kembali menguat.


Terlihat  angin segar masih mewarnai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) meskipun sempat terganggu dengan mulai adanya pergerakan negatif dari beberapa laju bursa saham Asia.


Masih berlanjutnya nett buy investor asing turut menopang penguatan IHSG meskipun terhambat dengan kembalinya rupiah yang terdepresiasi. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net buy Rp 260,85 miliar menjadi net buy Rp 552,72 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan