Showing posts with label Cenderung Naik Terbatas. Show all posts
Showing posts with label Cenderung Naik Terbatas. Show all posts

Sunday, December 14, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik Terbatas

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini, Senin (15/12)  diperkirakan bergerak mixed, cenderung naik terbatas.  IHSG berpeluang  berada dikisaran level 5.121-5.180. Beberapa saham yang dapat direkomendasi: SMCB, ADHI, SMRA, ASII, PTPP, BBNI, SSMS, dan BBTN.


Pada pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada pertemuan The Fed hari Selasa dan Rabu. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya empire manufacturing, industrial production, capacity utilization, NAHB housing market index, housing starts, building permits, CPI, Philadelphia Fed, dan leading indicator.


IHSG  pada perdagangan Jumat, (12/12), ditutup menguat 0,15% pada level 5.160. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 42,4 miliar. Indeks  menutup perdagangan di kisaran positif minggu lalu, namun di tengah belum adanya minat beli asing yang mengindikasikan belum cukup kuatnya momentum kenaikan ini.


Sementara Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah signifikan, akibat sentimen negatif dari koreksi indeks bursa global serta berlanjutnya koreksi harga minyak mentah hingga di bawah level USD 60/barel.


IEA memangkas proyeksi permintaan minyak mentah 2015. Turunnya harga minyak mendorong meningkatnya permintaan akan obligasi karena bank sentral di Eropa dan Asia masih mempertahankan stimulusnya. [geng]


 



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik Terbatas

Thursday, December 4, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik Terbatas

Financeroll – Pada perdagangan Jumat (5/12) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5145-5163 dan resisten 5187-5204. Shooting star di bawah area upper bollinger band (UBB ). MACD mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang menurun. RSI, Stochastic, dan William’s %R tertahan pelemahannya. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5190-5197) namun, tidak kuat dan berbalik turun meski masih dapat bertahan di atas kisaran area target support (5145-5159).


Masih adanya aksi profit taking membuat potensi kenaikan IHSG menjadi terhambat meski masih ditahan dengan adanya aksi beli. Laju IHSG masih menyimpan potensi melemah terutama jika sentimen yang ada mulai bergerak melemah. Tetap cermati potensi pelemahan lanjutan.


Laju IHSG tidak jauh berbeda dengan perkiraan kami sebelumnya dimana berpotensi melemah seiring aksi-aksi profit taking yang terjadi. Laju IHSG pun sempat bergerak melemah di pertengangan sesi 1 namun, tidak lama kemudian jelang akhir sesi 1 laju IHSG kembali bergerak naik. Rupanya kenaikan yang terjadi juga tidak mampu bertahan lama dimana setelah menyentuh level tertingginya 5198,97, laju IHSG mulai lelah hingga terperosok melemah.


Sementara Wall Street ditutup melemah setelah saham sektor energi dan European Central Bank (ECB) yang mengatakan akan menunggu hingga kuartal berikutnya untuk memperimbangkan tambahan stimulus moneter. Indeks Dow Jones terdepresiasi 12.52 poin atau melemah 0.07%, S&P 500 berkurang 0.12%, dan Nasdaq kehilangan 0.11%. Sementara itu, Klaim pengangguran mingguan AS tercatat di bawah 300,000 dalam 12 dari 13 pekan terakhir.


Bursa Eropa melemah menyusul langkah ECB yang akan menunda pemberian stimulus moneter. Indeks FTSE turun 0.55%, CAC terdepresiasi 1.55%, dan DAX melemah 1.21%.  Sinyal yang negatif dari stimulus moneter ECB dan IHSG yang kemungkinan rawan profit taking ditengah minimnya sentimen positif dalam negri membuat pergerakan bursa domestik akan sedikit tertekan.


Akan tetapi, pelemahan yang terjadi tidak melampaui level sebelumnya sehingga secara intraday perdagangan, laju IHSG masih membukukan penguatan. Saham-saham agri, pertambangan, dan aneka industri masih mampu menopang laju kenaikan IHSG. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net buy Rp -298,99 miliar menjadi net sell Rp -5,56 miliar).


Masih menguatnya laju bursa saham AS memberikan imbas positif pada laju bursa saham Asia yang masih dapat bergerak variatif cenderung positif. Mulai berbalik positifnya harga sejumlah komoditas turut memberikan imbas positif. Tidak hanya itu, perkiraan akan meningkatnya nilai transaksi di bursa saham China yang berimbas positif bagi para sekuritas; masih berlanjutnya pelemahan Yen; membaiknya neraca perdagangan Australia; hingga masih stabilnya rilis GDP KorSel turut membantu hadirnya sentimen positif. [geng]



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik Terbatas