Showing posts with label PTPP. Show all posts
Showing posts with label PTPP. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

IPO PT PP Properti Dipastikan Mundur

Financeroll – Rencana penjualan saham perdana (initial public offering/IPO) anak usaha PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. yakni PT PP Properti dipastikan mundur dari rencana awal.


Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo mengaku rencana IPO anak usahanya akan digelar pada Mei 2015 mendatang. Rencana go public PT PP Properti mundur dari target awal pada kuartal I/2015.


Perolehan dana yang ditargetkan Rp1,5 triliun-Rp1,7 triliun.


Saat ini perseroan tengah menyeleksi penjamin emisi gelaran tersebut. Ditargetkan calon pembeli saham PP Properti berasal dari Asia dan Eropa.


IPO PP Properti direncanakan akan melepas 30%-35% saham.


Pada saat IPO, laba bersih PP Properti ditargetkan mencapai Rp290 miliar, naik 187,12% dari target tahun lalu Rp101 miliar.



IPO PT PP Properti Dipastikan Mundur

Saturday, January 10, 2015

PT Pembangunan Perumahan Akan Terbitkan Emisi Obligasi Senilai Rp300 Miliar

Financeroll – Emiten konstruksi BUMN PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. berencana menerbitkan emisi obligasi yang sedianya akan diterbitkan pada akhir 2014 senilai Rp300 miliar.


Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo mengatakan penawaran umum berkelanjutan I (PUB) tahap II itu untuk kebutuhan belanja modal tahun ini yang mencapai Rp1,8 triliun.


Emisi obligasi itu akan diterbitkan pada kuartal I atau awal kuartal II/2015. Melanjutkan obligasi yang sebelumnya sekitar Rp300 miliar.


PUB tersebut merupakan rangkaian dari obligasi berkelanjutan PTPP sebesar Rp1 triliun. Sebelumnya, PTPP telah menerbitkan PUB I Tahap I sebesar Rp700 miliar.



PT Pembangunan Perumahan Akan Terbitkan Emisi Obligasi Senilai Rp300 Miliar

PTPP Menggunakan 65% Dana IPO

Financeroll – PT PP Tbk. (PTPP) telah menggunakan sekitar 65% dana yang didapat dari penerbitan saham perdana (initial public offering/IPO) hingga 31 Desember 2014.


Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, hingga akhir tahun lalu BUMN konstruksi itu telah menggunakan dana IPO sebanyak Rp365,81 miliar.


Adapun pada 29 Januari 2010, perseroan mendapat dana IPO sebesar Rp581,83 miliar. Dari dana tersebut, sebanyak Rp15,76 miliar digunakan untuk biaya penawaran umum, sehingga hasil bersih yang didapat perseroan adalah Rp566,06 miliar.


Dalam laporan tersebut, perseroan telah menggunakan dana sebesar Rp65,79 miliar untuk melakukan penyertaan saham pada perusahaan JV yang akan dibentuk dalam rangka pembangunan proyek.


Selanjutnya, sekitar Rp67,93 miliar untuk penyertaan saham pada anak usaha bidang properti dan realti, serta Rp232,09 miliar untuk modal kerja perseroan.


Adapun sisanya sebanyak Rp200,26 miliar disimpan dalam bentuk deposito dengan jangka waktu rata-rata sebulan roll over.



PTPP Menggunakan 65% Dana IPO

Sunday, December 14, 2014

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik Terbatas

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini, Senin (15/12)  diperkirakan bergerak mixed, cenderung naik terbatas.  IHSG berpeluang  berada dikisaran level 5.121-5.180. Beberapa saham yang dapat direkomendasi: SMCB, ADHI, SMRA, ASII, PTPP, BBNI, SSMS, dan BBTN.


Pada pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada pertemuan The Fed hari Selasa dan Rabu. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya empire manufacturing, industrial production, capacity utilization, NAHB housing market index, housing starts, building permits, CPI, Philadelphia Fed, dan leading indicator.


IHSG  pada perdagangan Jumat, (12/12), ditutup menguat 0,15% pada level 5.160. Sektor aneka industri menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp 42,4 miliar. Indeks  menutup perdagangan di kisaran positif minggu lalu, namun di tengah belum adanya minat beli asing yang mengindikasikan belum cukup kuatnya momentum kenaikan ini.


Sementara Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah signifikan, akibat sentimen negatif dari koreksi indeks bursa global serta berlanjutnya koreksi harga minyak mentah hingga di bawah level USD 60/barel.


IEA memangkas proyeksi permintaan minyak mentah 2015. Turunnya harga minyak mendorong meningkatnya permintaan akan obligasi karena bank sentral di Eropa dan Asia masih mempertahankan stimulusnya. [geng]


 



Pre Opening: IHSG Diperkirakan Mixed, Cenderung Naik Terbatas