Showing posts with label Dana IPO. Show all posts
Showing posts with label Dana IPO. Show all posts

Monday, January 19, 2015

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Habiskan Dana IPO Sebanyak Rp213,16 Miliar

Financeroll – PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. telah memanfaatkan seluruh dana yang diperoleh melalui hasil penawaran umum perdana perseroan pada April 2012 lalu.


Seperti diketahui, BEST mengantongi dana segar sebesar Rp300 miliar saat itu, yang disuntikkan kepada anak usaha PT Bekasi Matra Industrial Estate senilai Rp213,16 miliar, dan sisanya dimanfaatkan oleh perseroan.


Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, selain melalui IPO, emiten berkode BEST tersebut juga menerbitkan waran dengan perolehan Rp176,5 miliar.


Waran yang diterbitkan pada Oktober 2012 tersebut pada awalnya diniatkan akan dimanfaatkan seluruhnya untuk kebutuhan perseroan.


Walaupun begitu, berdasarkan laporan terakhir per 31 Desember 2014, perseroan baru memanfaatkan Rp135,7 miliar atau 76,8% dari total dana yang diperoleh. Artinya, masih terdapat Rp40,7 miliar lagi yang belum digunakan.



PT Bekasi Fajar Industrial Estate Habiskan Dana IPO Sebanyak Rp213,16 Miliar

Sunday, January 11, 2015

PT Bank Maspion Indonesia Habiskan Seluruh Dana Hasil IPO

Financeroll – PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS) telah menghabiskan seluruh dana hasil penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) per Desember 2014.


Berdasarkan data yang dipublikasikan dalam keterbukaan informasi, perseroan diketahui telah menghabiskan dana sebesar Rp235,68 miliar untuk ekspansi kredit.


Penggunaan dana tersebut sesuai dengan rencana penggunaan dana dalam prospektus yang diterbitkan perbankan asal Surabaya itu.


Sebelumnya, pada 11 Juli 2013 perseroan mendapatkan dana IPO sebesar Rp246,4 miliar. Setelah dipotong biaya penawaran umum sebesar Rp10,72 miliar, maka perseroan mendapat hasil bersih Rp235,68 miliar.



PT Bank Maspion Indonesia Habiskan Seluruh Dana Hasil IPO

Saturday, January 10, 2015

PT Bank QNB Indonesia Gunakan 99% Dana IPO

Financeroll – PT Bank QNB Indonesia Tbk. (BKSW) telah gunakan 99% dana yang diperoleh dari penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) hingga akhir tahun lalu.


Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, perseroan telah menggunakan dana IPO sebesar Rp701,25 miliar per Desember 2014.


Seperti diketahui, saat menggelar IPO pada 27 Desember 2010, perseroan mendapat perolehan dana sebesar Rp733,82 miliar. Setelah dipotong biaya penawaran umum sebesar Rp25,56 miliar, hasil bersih yang didapat perseroan adalah Rp708,25 miliar.


Dari dana tersebut, sebanyak Rp566,6 miliar telah digunakan perseroan untuk meningkatkan aset produktif perseroan.


Selain itu, perseroan juga telah menggunakan sebanyak Rp28,38 miliar untuk meningkatkan kualitas SDM, dan Rp106,24 miliar untuk pengembangan infrastruktur.


Adapun sisa dana IPO perseroan tercatat tinggal Rp7,03 miliar.



PT Bank QNB Indonesia Gunakan 99% Dana IPO

PTPP Menggunakan 65% Dana IPO

Financeroll – PT PP Tbk. (PTPP) telah menggunakan sekitar 65% dana yang didapat dari penerbitan saham perdana (initial public offering/IPO) hingga 31 Desember 2014.


Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, hingga akhir tahun lalu BUMN konstruksi itu telah menggunakan dana IPO sebanyak Rp365,81 miliar.


Adapun pada 29 Januari 2010, perseroan mendapat dana IPO sebesar Rp581,83 miliar. Dari dana tersebut, sebanyak Rp15,76 miliar digunakan untuk biaya penawaran umum, sehingga hasil bersih yang didapat perseroan adalah Rp566,06 miliar.


Dalam laporan tersebut, perseroan telah menggunakan dana sebesar Rp65,79 miliar untuk melakukan penyertaan saham pada perusahaan JV yang akan dibentuk dalam rangka pembangunan proyek.


Selanjutnya, sekitar Rp67,93 miliar untuk penyertaan saham pada anak usaha bidang properti dan realti, serta Rp232,09 miliar untuk modal kerja perseroan.


Adapun sisanya sebanyak Rp200,26 miliar disimpan dalam bentuk deposito dengan jangka waktu rata-rata sebulan roll over.



PTPP Menggunakan 65% Dana IPO

Thursday, January 8, 2015

PT Bank Dinar Indonesia Menggunakan 72% Dana IPO

Financeroll – PT Bank Dinar Indonesia Tbk telah menggunakan 72% dana dari hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).


Dari keterbukaan informasi yang disampaikan Direktur Utama Bank Dinar Hendra Lie kepada PT Bursa Efek Indonesia, terhitung 31 Desember 2014, perseroan tercatat telah menggunakan Rp39,9 miliar dari total dana senilai Rp55 miliar hasil penawaran umum.


Dana tersebut digunakan untuk biaya penawaran umum senilai Rp4,82 miliar, ekspansi kredit Rp37,5 miliar, pengembangan jaringan kantor Rp2,23 miliar, serta agio saham senilai Rp172 juta.


Masih ada sisa dana hasil penawaran umum senilai Rp10,26 miliar yang belum digunakan emiten berkode saham DNAR ini. Sisa dana tersebut akan ditempatkan di Bank Indonesia dengan suku bunga 5,75% dengan jangka waktu penyimpanan harian.


Adapun, Bank Dinar resmi masuk bursa pada 11 Juli 2014. Bank yang sebelumnya bernama Bank Liman International ini menjadi emiten ke-501 yang mencatatkan saham di bursa.



PT Bank Dinar Indonesia Menggunakan 72% Dana IPO

Wednesday, October 15, 2014

PT Saratoga Investama Sedaya Berhasil Serap Dana IPO Sebanyak Rp1,36 Triliun

Financeroll – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. hingga 30 September 2014 berhasil menyerap dana dari hasil initial public offering (IPO) sebanyak Rp1,36 triliun.


Sekertaris Perusahaan Saratoga dalam keterbukaan informasi menjelaskan perseroan telah menyerap 96% atau Rp1,36 triliun dari total perolehan dana IPO pada 18 Juni 2013 sebanyak Rp1,42 triliun.


Sebanyak Rp499,9 miliar digunakan untuk melunasi utang entitas anak yaitu PT Saratoga Sentra Business yang jatuh tempo pada 12 Januari 2014. Sementara itu, Rp359,3 miliar lainnya dipakai untuk melunasi utang perusahaan yang akan timbul kepada PT Rasi Unggul Bestari.


Selain untuk melunasi utang, emiten dengan kode SRTG juga menggunakan dana IPO untuk mendanai kegiatan investasi di tiga sektor utama yaitu sumber daya alam, infrastruktur, dan layanan jasa konsumen. Selain itu, dana IPO juga digunakan untuk mengakuisisi saham di beberapa perusahaan.


Untuk membeli saham Sumatera Copper and Gold Plc, SRTG memakai dana IPO sebanyak Rp1,65 miliar. Sementara itu, untuk saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. sebanyak Rp9,7 miliar. Saham Sihayo Gold Plc sebanyak Rp15,5 miliar, saham Finders Resource Limited mencapai Rp41,8 miliar, dan Provident Agro sebanyak Rp293 miliar.



PT Saratoga Investama Sedaya Berhasil Serap Dana IPO Sebanyak Rp1,36 Triliun

Sunday, October 12, 2014

PT Jasa Marga Gunakan Dana IPO Sebesar Rp2,18 Triliun

Financeroll – Emiten pengelola jalan tol milik pemerintah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melaporkan telah menggunakan dana hasil initial public offering (IPO) untuk ekspansi sebesar Rp2,18 triliun.


Direktur Keuangan Jasa Marga dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, mengungkapkan dana hasil IPO per 30 September 2014 tersisa Rp976,04 miliar.


Perolehan dana IPO yang digelar pada 1 November 2007 mencapai Rp3,46 triliun dengan hasil bersih Rp3,36 triliun. Rencananya, dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi sebesar Rp3,16 triliun.


Adapun rencana penggunaan dana IPO untuk refinancing Rp150 miliar dan modal kerja Rp52,55 miliar telah terealisasi sesuai dengan prospektus.


Sisa dana IPO dengan total Rp1,038 triliun ditempatkan di 5 bank dalam bentuk deposito dengan jangka waktu 1 bulan. Tingkat suku bunga berkisar antara 10,75%-11,25%.


Kelima bank tersebut antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebesar Rp85 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebesar Rp691,4 miliar, PT Bank DKI sebesar Rp85,75 miliar, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah sebesar Rp29,5 miliar, dan PT Bank Bukopin Tbk. sebesar Rp146,9 miliar.


Emiten berkode saham JSMR tersebut juga melaporkan dana hasil penawaran umum obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2014 seri T tersisa Rp700 miliar.


Sisa dana dari PUB dengan total Rp1 triliun itu telah digunakan untuk pelunasan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2013 seri S-A pada 2 Oktober 2014.


Perseroan juga melaporkan hasil penawaran umum obligasi XIV seri JM-10 dengan tingkat bunga tetap dan obligasi I seri JM-10 tanpa bunga tersisa Rp221,64 miliar. JSMR telah menggunakan dana sebesar Rp1,15 triliun dari hasil bersih emisi Rp1,37 triliun.



PT Jasa Marga Gunakan Dana IPO Sebesar Rp2,18 Triliun