Showing posts with label emiten saham ptpp. Show all posts
Showing posts with label emiten saham ptpp. Show all posts

Saturday, January 10, 2015

PTPP Menggunakan 65% Dana IPO

Financeroll – PT PP Tbk. (PTPP) telah menggunakan sekitar 65% dana yang didapat dari penerbitan saham perdana (initial public offering/IPO) hingga 31 Desember 2014.


Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, hingga akhir tahun lalu BUMN konstruksi itu telah menggunakan dana IPO sebanyak Rp365,81 miliar.


Adapun pada 29 Januari 2010, perseroan mendapat dana IPO sebesar Rp581,83 miliar. Dari dana tersebut, sebanyak Rp15,76 miliar digunakan untuk biaya penawaran umum, sehingga hasil bersih yang didapat perseroan adalah Rp566,06 miliar.


Dalam laporan tersebut, perseroan telah menggunakan dana sebesar Rp65,79 miliar untuk melakukan penyertaan saham pada perusahaan JV yang akan dibentuk dalam rangka pembangunan proyek.


Selanjutnya, sekitar Rp67,93 miliar untuk penyertaan saham pada anak usaha bidang properti dan realti, serta Rp232,09 miliar untuk modal kerja perseroan.


Adapun sisanya sebanyak Rp200,26 miliar disimpan dalam bentuk deposito dengan jangka waktu rata-rata sebulan roll over.



PTPP Menggunakan 65% Dana IPO

Wednesday, December 10, 2014

PT Pembangunan Perumahan Raih Peringkat A Oleh Pefindo

Financeroll – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat A bagi PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP) dan obligasi I/2013.


outlook bagi peringkat korporasi PTPP adalah stabil. Peringkat tersebut merefleksikan kekuatan perseroan dalam bisnis konstruksi nasional.


Serta stabilitas peluang bisnis dari proyek pemerintah dan juga rata-rata proteksi arus kas.


Peringkat tersebut terpaksa diterapkan karena risiko refinancing moderat PTPP, iklim bisnis yang relatif fluktuatif, dan risiko dari eskpansi mereka ke dalam sektor properti.



PT Pembangunan Perumahan Raih Peringkat A Oleh Pefindo

Thursday, December 4, 2014

PT Pembangunan Perumahan Incar Utang US$64,16 Juta

Financeroll – Perusahaan konstruksi pelat merah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. mengincar utang US$64,16 juta atau sebesar Rp770 miliar untuk mendanai ekspansi ke Perth, Australia.


Direktur Keuangan PTPP Tumiyana mengatakan perseroan akan ekspansi ke Australia dengan pembangunan proyek apartemen dengan nilai kontrak mencapai Rp1,1 triliun setara US$91,6 juta.


Di Perth membutuh dana pinjaman 70% dari Rp1,1 triliun berupa valuta asing. Modal awal yang disiapkan Rp150 miliar.


Proyek apartemen di Australia tersebut ditangani oleh anak usaha PTPP yakni PT PP Properti. Perseroan akan membangun 12 tower apartemen. Nantinya, 12 unit apartemen itu akan memiliki 250 unit yang akan dijual bagi pasar negeri Kanguru itu.


Saat ini, PTPP tengah menyeleksi dua perusahaan lokal yang akan menjadi mitra yakni Brookfield Multiplex Limited dan Pindan Construction, diperkirakan akan selesai pada kuartal I/2015. Setelah proses rampung, pembangunan segera dimulai pada kuartal II/2015.


PTPP menjadi pemegang saham mayoritas dalam proyek seluas 100 hektare tersebut atau sebesar 51%. Sedangkan sisanya, akan dimiliki oleh perusahaan lokal asal Australia tersebut.


Hingga awal November 2014, total order book mencapai Rp37 triliun yang terdiri dari kontrak baru Rp15,1 triliun dan carry over Rp21,93 triliun. Manajemen optimistis sisa target kontrak baru Rp6,9 triliun dapat dicapai hingga penghujung tahun ini.



PT Pembangunan Perumahan Incar Utang US$64,16 Juta

Monday, December 1, 2014

PT Pembangunan Perumahan Mengincar Order Book Rp55,2 Triliun

Financeroll – Seiring digenjotnya sektor infrastruktur oleh pemerintah baru pada tahun depan, kontraktor pelat merah PT Pembangunan Perumahan (Persero) membidik order book mencapai Rp55,2 triliun, melonjak 26,83% dari tahun ini Rp43,52 triliun.


Direktur Keuangan PTPP Tumiyana mengatakan, pada tahun depan, dari total order book, kontrak baru yang dibidik mencapai Rp27,5 triliun, naik 25% dari tahun ini Rp22 triliun. Sisanya, merupakan kontrak carry over dari proyek sebelumnya sebesar Rp27,7 triliun.


Kenaikan target tersebut dikatakan telah mempertimbangkan rencana pemerintah yang menggenjot sektor infrastruktur khususnya program tol laut. Bahkan, di akhir tahun ini saja, sejumlah proyek infrastruktur pemerintahan baru telah didapatkan perseroan.


Target sudah mempertimbangkan program tol laut sehingga forecast kontrak baru mencapai Rp27,5 triliun. Target itu inline dengan pemerintah.


Diproyeksikan, porsi proyek pemerintah akan bertambah 5% pada tahun depan terutama pada sektor infrastruktur pendukung tol laut. Hingga Oktober, tercatat proyek swasta mencapai 64,44%, BUMN 19,41%, dan pemerintah 16,15%.


Peningkatan proyek pemerintah diperkirakan dapat menjadikan kinerja perseroan meningkat pada tahun depan. PTPP membidik target pendapatan maupun laba bersih tumbuh 35% masing-masing menjadi Rp19 triliun dan Rp730 miliar.


Untuk menunjang target target sepanjang 2015, PTPP mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp1,8 triliun, naik 286,26% dari tahun ini Rp466 miliar. Dana tersebut berasal dari kas internal, penerbitan obligasi, dan pinjaman perbankan.


Belanja modal itu akan digunakan untuk anak usaha properti Rp800 miliar, pendirian pabrik pracetak di Lampung Rp150 miliar, investasi jalan tol Rp100 miliar, pembangunan power plant Rp100 miliar, dan sejumlah proyek infrastruktur serta properti lainnya.


Hingga awal November 2014, total order book mencapai Rp37 triliun yang terdiri dari kontrak baru Rp15,1 triliun dan carry over Rp21,93 triliun. Manajemen optimistis sisa target kontrak baru Rp6,9 triliun dapat dicapai hingga penghujung tahun ini.


Sudah ditandatangan kontrak bendungan, ini realisasi program pemerintahan baru. Juga kerjasama dengan Pelindo I membangun dermaga Belawan dengan kontrak di wilayah Sumatra mencapai Rp1,5 triliun, ada beberapa kontrak yang ditandatangan November dan Desember.


Kerjasama PTPP dengan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), menjadi nilai tambah tersendiri karena program tol laut dipastikan akan melibatkan BUMN pelabuhan itu. Menurutnya, hal tersebut memungkinkan terpenuhinya target kontrak baru PTPP tahun depan.


Pembangunan tol laut yang diproyeksi membutuhkan dana ratusan triliun, sambungnya, dinilai cukup potensial untuk digarap PTPP. Namun, perseroan disarankan untuk fokus kepada sejumlah proyek terebih dahulu terutama di wilayah luar Jawa.


Proyek pemerintah bisa menjadi salah satu penopang buat PTPP, disisi lain PTPP juga mengincar proyek swasta karena tidak perlu estimasi timeline anggaran.


Dia meperkirakan proyek pemerintah akan berjalan di kuartal III dan IV, sehingga pada awal tahun, PTPP akan mengandalkan proyek swasta dan proyek carry over dari tahun ini.



PT Pembangunan Perumahan Mengincar Order Book Rp55,2 Triliun

Sunday, November 30, 2014

PT Pembangunan Perumahan Targetkan Perolehan Kontrak Baru Menjadi Rp27 Triliun

Financeroll – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. menargetkan perolehan kontrak baru tahun depan tumbuh 25% menjadi Rp27 triliun.


Sedangkan pendapatan tumbuh 35% menjadi Rp19 Triliun. Perseroan juga menargetkan laba bersih tumbuh 35% menjadi Rp730 miliar pada 2015 mendatang.


Direktur Keuangan PTPP Tumiyana mengatakan seiring dengan gencarnya program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintah, perseroan optimis dapat mencapai target yang telah ditetapkan.


Hal ini juga karena kontribusi seluruh pilar bisnis yang diyakini dapat menghasilkan keuntungan.


Kemudian, perseroan menganggarkan belanja modal pada 2015 sebesar Rp1,8 triliun.


Secara terperinci, dana tersebut akan digunakan untuk penambahan land bank Rp200 miliar, pendirian pabrik pracetak di Lampung Rp150 miliar, pengembangan proyek properti Grand Kamala Lagoon Rp108 miliar, dan investasi untuk enam ruas jalan tol dalam kota.



PT Pembangunan Perumahan Targetkan Perolehan Kontrak Baru Menjadi Rp27 Triliun

Tuesday, November 4, 2014

PT Pembangunan Perumahan Raih Pendapatan Sebesar Rp7,8 Triliun

Financeroll – Perusahaan konstruksi pelat merah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. meraih pendapatan usaha pada kuartal III/2014 sebesar Rp7,8 triliun.


Bambang Triwibowo, Direktur Utama PTPP, mengumumkan dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, bahwa perolehan pendapatan tersebut mengalami peningkatan tipis dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp7,25 triliun.


PTPP mencatatkan perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp290,1 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp218,3 miliar.


Laba kotor yang berhasil dibukukan oleh PTPP sebesar Rp912,2 miliar dari periode sembilan bulan pertama tahun lalu Rp726,48 miliar. Laba usaha tercatat melonjak menjadi Rp702,1 miliar dari sebelumnya Rp575,47 miliar.


Laba komprehensif tahun berjalan tercatat mencapai Rp290,1 miliar dari sebelumnya Rp218,3 miliar. Total aset yang dibukukan PTPP mencapai Rp12,77 triliun dari sebelumnya Rp12,41 triliun.



PT Pembangunan Perumahan Raih Pendapatan Sebesar Rp7,8 Triliun