Showing posts with label Bisnis Properti. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Properti. Show all posts

Thursday, December 25, 2014

Banyak Pembeli Rumah Hanya Untuk Investasi

Financeroll – Banyaknya masyarakat yang membeli rumah hanya untuk investasi demi mendapatkan keuntungan di masa depan, membuat harga properti saat ini menjadi naik tidak wajar.


Banyak orang yang membeli properti untuk meraih keuntungan belaka. Itu yang menyebabkan harga properti saat ini tidak terkendali.


Bila seseorang memiliki dana Rp10 miliar dan membeli 10 properti dengan harga Rp1 miliar per unit. Properti tersebut sengaja dibeli untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.


Contoh lain sebuah perusahaan yang menjual properti dalam sehari menghasilkan omset senilai Rp2 triliun padahal bangunannya belum jadi. Itu menjadi euforia judi.


Tren ini berdampak pada kalangan yang benar-benar membutuhkan properti tersebut.


Misalnya kita mau membeli rumah, jadinya nggak mampu karena daya beli kita nggak sesuai dengan daya beli orang-orang yang membeli properti untuk dijual kembali.


Penawaran properti yang berharga tinggi tanpa diimbangi dengan permintaan yang cukup akan berujung pada anjloknya harga properti tersebut.


Ryan mencontohkan beberapa daerah yang harga propertinya saat ini mengalami penurunan, seperti di Puncak (Jawa Barat), Tangerang (Banten), Jakarta Barat dan Jakarta Utara.


Hal ini karena harga demand-nya tdiak cocok. Demand-nya di harga Rp2 miliar tapi harga jualnya mencapai Rp4 miliar. Tidak ketemu harganya.


Disarankan bagi orang-orang yang ingin berinvestasi di dunia properti secara sehat bisa dilakukan dengan cara “beternak” properti.


Beternak properti, maksudnya dengan membeli satu properti dan menyewakannya kepada pihak lain. Dari hasil sewa tersebut kemudian dikumpulkan untuk membeli properti berikutnya.



Banyak Pembeli Rumah Hanya Untuk Investasi

PT Suryamas Dutamakmur Akan Kembangkan Apartemen Rancamaya Bogor

Financeroll – Kalangan pengembang menilai kawasan Bogor masih memiliki potensi besar untuk pengembangan bisnis properti.


Eftianto, Kepala Departemen Marketing dan Business Development PT Suryamas Dutamakmur Tbk. mengatakan pihaknya akan mengembangkan apartemen di kawasan Rancamaya Bogor pada 2015.


Rencananya akan mengembangkan apartemen dengan total sekitar 300 unit kamar di kawasan Rancamaya. Saat ini masih tahap perizinan.


Harga apartemen per unit akan dipasarkan sebesar Rp300 juta dengan menyasar kalangan menengah. Dan diyakini pasar apartemen akan disambut positif seiring lokasi Rancamaya dinilai cukup strategis.


Hunian di Rancamaya sudah berdiri sejak era 1990-an dengan menyasar kelas atas. Pada 2010, pihaknya mulai mengembangkan hunian untuk kelas menengah dengan tipe 45. Kalau ditotal semua hunian mungkin lebih dari 1.000 unit. Semuanya sudah habis. Saat ini tengah fokus pada pengembangan apartemen dan hotel yang sudah berdiri tahun lalu.


Potensi kawasan Bogor untuk sektor properti akan masih berlanjut. Pasalnya, Bogor merupakan sebuah kawasan yang layak untuk dijadikan hunian dengan kondisi alam yang masih segar.


Rancamaya Bogor sendiri, katanya merupakan kawasan yang terintegrasi dengan antara lapangan golf elit, perumahan kelas mewah, hotel dan rencananya apartemen.


Jadi pasar untuk hunian di Rancamaya pasti masih potensial. Karena menawarkan pemandangan dan udara yang segar menghadap Gunung Salak.



PT Suryamas Dutamakmur Akan Kembangkan Apartemen Rancamaya Bogor

PT Paramount Enterprise Targetkan Pendapatan Rp500 Miliar

Financeroll – PT Paramount Enterprise menargetkan perolehan pendapatan Rp500 miliar melalui penjualan Bezpark Commercial Center, kawasan pergudangan di Balaraja.


Paramount mengembangkan sebanyak 217 unit pergudangan di Balaraja, di atas lahan seluas 10 hektare. Sejauh ini, penjualan terus memperlihatkan pertumbuhan sejak diluncurkan pada Oktober lalu.


Sekretaris Perusahaan Paramount Enterprise Esther Yuanita menargetkan penjualan seluruh unit akan selesai pada kuartal pertama tahun depan. Sedangkan proses pengembangan infrastruktur sudah dimulai, dan dalam kurun waktu dua tahun konstruksi diharapkan sudah selesai.


Pada saat diluncurkan pertama sudah terserap sekitar 50%. Permintaan terus tumbuh, tapi tidak yakin jumlah persisnya berapa. Diyakini permintaan pergudangan akan terus ada, walaupun tetap butuh proses.


Lokasi pengembangan sangat bagus karena dekat dengan rencana pembangunan Pelabuhan Bojonegoro di Kabupaten Serang, dan memiliki akses yang mudah menuju bandara atau Pelabuhan Merak.


Adapun unit yang dipasarkan merupakan gudang yang memiliki luas bangunan 217 m2, 262 m2, dan 322 m2, dengan harga jual mulai dari Rp1,8 miliar-Rp2,75 miliar/unitnya. Selain karena kebutuhan, pembelian juga didasari tujuan investasi.



PT Paramount Enterprise Targetkan Pendapatan Rp500 Miliar

Friday, December 5, 2014

Para Pengembang Properti Singapura Memborong Properti di Luar Negeri

Financeroll – Para pengembang Singapura yang tengah berjuang menjual apartemen di dalam negeri memborong properti di luar negeri sehingga membuat negara kota itu menjadi investor asing regional terbesar tahun ini.


Sejumlah perusahaan termasuk City Developments Ltd. (CIT) dan Keppel Land Ltd. (KPLD) menanamkan modalnya sebesar US$2,32 miliar di pasar luar negeri selama bulan sebulan di September. Nilai tersebut tercatat naik tiga kali lipat dari periode yang sama tahun lalu.


Menurut data dari Real Capital Analytics Inc., sebuah perusahaan riset yang mengkhususkan diri di bidang investasi properti komersial, investasi Singapura di luar negeri itu merupakan yang terbesar dalam delapan tahun.


Para pengembang Singapura mengincar properti luar negeri setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menekan harga properti. Kebijakan itu menyebabkan harga tempat hunian anjlok selama empat kuartal berturut-turut atau yang terlama sejak 2009.


Terence Tang, managing director Asia pada Colliers International mengungkapkan banyaknya negara Asia seperti Singapura menghadapi kebijakan yang tidak menguntungkan di dalam negeri sehingga mereka membelinya di pasar negara Barat dengan keuntungan yang tinggi selain tengah terjadi pemulihan pasar properti.



Para Pengembang Properti Singapura Memborong Properti di Luar Negeri

Tuesday, December 2, 2014

PT Agung Podomoro Land Targetkan Peningkatan Kinerja 10%

Financeroll – PT Agung Podomoro Land Tbk menargetkan peningkatan kinerja sebesar 10% tahun depan, seiring proyeksi masih melambatnya sektor properti tahun depan.

Corporate Secretary Agung Podomoro Land (APLN) Justini Omas mengaku pihaknya memilih target yang moderat karena pertumbuhan sektor properti selama dua tahun terakhir sudah sangat tinggi. Pasar dalam dua tahun ini tinggi sekali pertumbuhannya, jadi sekarang melambat. Tahun depan akan konservatif, maksimal 10%.


Tahun ini, perseroan mengincar pertumbuhan pendapatan dan penjualan sekitar 5% dari posisi 2013. Tahun lalu, revenue APLN tercatat sebesar Rp4,9 triliun dan laba bersih Rp851,43 miliar.


Adapun pendapatan prapenjualan 2014 dipatok di angka Rp6 triliun. Dengan demikian, tahun depan nilainya diharapkan mencapai Rp6,6 triliun.


Dengan naiknya harga BBM, emiten properti itu kemungkinan menahan pertumbuhan harga jual di kisaran 10%-15%. Angka tersebut jauh di bawah level pertumbuhan harga jual properti dalam dua tahun terakhir, yang mencapai 100%-150%.


Untuk 2015, APLN baru menyiapkan dua proyek yaitu apartemen di Simprug, Jakarta Selatan dan Klender, Jakarta Timur. Sementara, proyek Pluit City masih dalam proses izin reklamasi.


Capex 2015 sepertinya sama dengan tahun ini, sekitar Rp5 triliun.


Anggaran belanja modal tahun ini kemungkinan tidak terserap seluruhnya. Diperkirakan yang terealisasi hingga akhir 2014 hanya Rp3,5 triliun-Rp4 triliun.


Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar kemarin, pemegang saham menyetujui dilakukannya buyback sebanyak-banyaknya 2,05 miliar sahamnya atau 10% dari saham perseroan yang beredar.


Pembelian kembali saham itu bakal dilaksanakan dalam waktu 18 bulan setelah tanggal RUPSLB, yang dalam jangka waktu 28 November 2014 sampai 27 Mei 2016.


Perseroan menyatakan aksi ini dilakukan demi meningkatkan likuditas dan harga saham mereka. Pada perdagangan kemarin, saham APLN ditutup di level Rp344 per lembar, turun 0,86% dari posisi sehari sebelumnya.


APLN juga tengah memproses penerbitan obligasi senilai Rp550 miliar. Surat utang tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) yang jumlah totalnya Rp2,5 triliun.



PT Agung Podomoro Land Targetkan Peningkatan Kinerja 10%

Sunday, November 30, 2014

PT Pembangunan Perumahan Targetkan Perolehan Kontrak Baru Menjadi Rp27 Triliun

Financeroll – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. menargetkan perolehan kontrak baru tahun depan tumbuh 25% menjadi Rp27 triliun.


Sedangkan pendapatan tumbuh 35% menjadi Rp19 Triliun. Perseroan juga menargetkan laba bersih tumbuh 35% menjadi Rp730 miliar pada 2015 mendatang.


Direktur Keuangan PTPP Tumiyana mengatakan seiring dengan gencarnya program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintah, perseroan optimis dapat mencapai target yang telah ditetapkan.


Hal ini juga karena kontribusi seluruh pilar bisnis yang diyakini dapat menghasilkan keuntungan.


Kemudian, perseroan menganggarkan belanja modal pada 2015 sebesar Rp1,8 triliun.


Secara terperinci, dana tersebut akan digunakan untuk penambahan land bank Rp200 miliar, pendirian pabrik pracetak di Lampung Rp150 miliar, pengembangan proyek properti Grand Kamala Lagoon Rp108 miliar, dan investasi untuk enam ruas jalan tol dalam kota.



PT Pembangunan Perumahan Targetkan Perolehan Kontrak Baru Menjadi Rp27 Triliun

Saturday, November 29, 2014

Penurunan Okupansi Terjadi di Jakarta dan Bali

Financeroll – Hasil riset yang dilansir oleh Konsultan perhotelan STR Global menunjukkan terjadinya penurunan okupansi di Jakarta dan tarif kamar hotel di Bali selama Oktober 2014 lalu bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.


Tarif kamar hotel dalam mata uang lokal di Bali tercatat mengalami penurunan hingga 16,8% dengan tarif rata-rata saat ini berkisar US$130,62/malam. Sementara tingkat okupansi di Jakarta tercatat mengalami penurunan hingga 10%, menjadi rata-rata 66,3% saat ini.


Tarif kamar hotel di Bali mengalami penurunan paling tinggi di antara negara-negara di Asia Pasifik, diikuti oleh Delhi sebesar 12,8% atau US$110,22/malam.


Jakarta bersama dengan Delhi di India yang turun 10,6% dengan okupansi 56,8%, juga menjadi lokasi dengan penurunan okupansi paling tinggi di Asia Pasifik pada periode tersebut.


Bahkan, rata-rata tarif sewa kamar dalam mata uang lokal di Delhi turun hingga 12,4%, dan rata-rata pendapatan per kamar yang tersedia turun hingga 21,7%.


Terjadi penurunan okupansi pada bisnis perhotelan di Asia Pasifik selama Oktober lalu.


Pada Oktober 2014, pasar Asia Pasifik menunjukkan penurunan okupansi sekitar 0,6% menjadi 72%, dengan rata-rata tarif sewa per malam berkisar US$117,54 atau turun 3,6%. Selain itu, rata-rata pendapatan per kamar yang tersedia juga menunjukkan penurunan hingga 4,2% menjadi US$84,65.


Walaupun begitu pertumbuhan pasokan dan permintaan sepanjang tahun ini tetap memperlihatkan pertumbuhan yang positif. Secara signifikan, bisnis perhotelan di Asia Pasifik terus tumbuh, sebagai salah satu tujuan dari wisatawan.



Penurunan Okupansi Terjadi di Jakarta dan Bali

Tuesday, November 25, 2014

Grand Orange Akan Bangun Kondotel di Kawasan Pasar Baru

Financeroll – Grand Orange berencana membangun Grand Orange Condotel di kawasan Pasar Baru, Jakarta, seiring potensi pasar yang menjanjikan di wilayah tersebut.


Ratdi Gunawan, General Manager Marketing Grand Orange Condotel Pasar Baru, mengatakan Ibu Kota Jakarta menjadi daerah yang sangat prospektif untuk bisnis kondotel ini. Apalagi lokasi kondotel tersebut berada di lokasi yang premium.


Tingkat okupansi hotel di kawasan Pasar Baru, Mangga Dua, dan Gajah Mada di atas 90%.


Bisnis hotel dinilai semakin hari semakin menjanjikan, apalagi kebutuhan akan hotel diperkirakan meningkat pada 2015.


Selain di kawasan wisata, pembangunan hotel juga marak sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Makassar, dan Medan.


Untuk investasi di kondotel, investor harus memilih lokasi dengan tingkat okupansi hotel yang pasti supaya mendapatkan keuntungan yang pasti juga.


Jika lokasinya termasuk premium, itu pasti akan berdampak pada tingkat okupansi hotel yang tinggi.


Dengan demikian, hal itu akan menghasilkan room rate yang tinggi pula. Pada akhirnya akan menghasilkan return on investment (ROI) yang tinggi.


Semakin tinggi ROI yang didapatkan, maka akan semakin cepat pula pengembalian modal dari investasi hotel tersebut.


Sebagai informasi, Grand Orange Condotel Pasar Baru merupakan investasi hotel bintang empat dengan sertifikat hak milik (strata title) di lokasi premium, yakni ring 1 Istana Negara, dekat dengan pusat pemerintahan, kantor kementerian/lembaga negara, dan BUMN.


Kondotel tersebut ditawarkan dengan angsuran Rp27 jutaan per bulan, konsumen sudah dapat memiliki kondotel bintang empat dengan sertifikat hak milik (strata title) dengan profit sharing 80%.


Dapatkan harga perdana dan angsuran 38x tanpa bunga. Unit yang dipasarkan sangat terbatas.



Grand Orange Akan Bangun Kondotel di Kawasan Pasar Baru

Saturday, November 15, 2014

PT SIHMC Pastikan Kondotel Budget Surabaya Mulai April 2015

Financeroll – Sahid Group melalui PT Sahid International Hotel Management and Consultant (PT SIHMC) memastikan konstruksi proyek kodotel dan hotel budget Sahid di Surabaya akan dimulai April tahun depan.


Presiden Direktur SIHMC Hariyadi B. Sukamdani mengatakan saat ini dua proyek tersebut masih dalam tahap penyelesaian perizinan, dan dipastikan akhir tahun ini rampung.


“Kalau siap izin-izinnya, sudah bisa lebih cepat progresnya segera groundbreaking pada April 2015,” katanya.


Dijelaskan, proyek kondotel dan apartemen yang berlokasi di samping Hotel Sahid Surabaya itu akan mengambil konsep bangunan Hasto Broto, atau suatu falsafah Jawa yang menggambarkan delapan manifestasi dari Tuhan di alam semesta ini.


Tim desain masih mencari konsep yang cocok, apakah nanti diambil dari unsur bumi, matahari atau angin, belum dipastikan, yang pasti tidak lepas dari konsep Hasto Broto.


Adapun proyek Sahid Condotel Surabaya (SSC) tersebut akan memiliki 160 unit, sedangkan apartemen yang berada di atas kondotel akan memiliki 272 unit, dengan total tinggi bangunan 37 lantai. Sementara untuk hotel budget Sahid Griyadi Surabaya yang berada persis di seberang Sahid Hotel itu akan memiliki 120 kamar.


Untuk membangun proyek tersebut, Sahid Group telah menyiapkan investasi Rp450 miliar untuk kodotel dan apartemen, sedangkan Rp42 miliar untuk pembangunan hotel budget.


Investasi tersebut di luar lahan yang sudah disiapkan sebelumnya.


Ekspansi bisnis berupa kondotel tersebut dilakukan karena pasar di Surabaya saat ini perlahan sudah berubah. Kini, hunian vertikal menjadi banyak pilihan masyarakat kota sehingga potensi pasarnya cukup menggairahkan.


Dibandingkan 5 tahun lalu, orang lebih suka landed house, tapi sekarang orang suka tinggal di gedung, jadi sudah berubah.


Lokasi dua proyek Sahid tersebut diyakni menjadi incaran para investor maupun end user yang ingin tinggal di apartemen. Meski belum diluncurkan, peminat apartemen dan kondotel Sahid sudah cukup banyak.


Sudah banyak yang menyatakan minat yakni sekitar 50 orang, dan ada yang minta booking. Padahal persiapan masuk pasarnya Januari tahun depan.



PT SIHMC Pastikan Kondotel Budget Surabaya Mulai April 2015

Friday, November 14, 2014

Investor Asal Asia Akan Memperluas Portofolio Real Estate

Financeroll – Dengan optimisme pasar properti yang lebih baik lagi pada 2015, sebagian besar investor asal Asia berniat akan memperluas portofolio real estate mereka dalam beberapa bulan ke depan.


Investor di Asia merasa optimis dan mencapai 74% di antaranya akan melakukan investasi real estate untuk memperluas portofolio mereka. Jumlah tersebut tumbuh dari posisi 69% pada tahun lalu.


Selain itu, dalam survei ini juga ditunjukkan bahwa investor merasa telah belajar cukup banyak terkait kondisi likuiditas pasar selama setahun belakangan.


Managing Director Capital Markets & Investment Services Asia Colliers International Terence Tang dalam keterangan pers, mengatakan likuiditas pasar tetap menjadi kekhawatiran bagi sebagian besar investor Asia, setelah melihat penurunan volume transaksi penjualan di pasar belakangan ini.


Tang menyatakan investor real estate di Asia tetap percaya diri untuk mengalokasikan modalnya karena tertarik akan kondisi fundamental di sektor properti dan pertumbuhan jangka panjang di Asia.


Sebanyak 73% investor menyatakan tetap percaya bahwa volume investasi lebih lanjut akan meningkat pada tahun depan. Sementara itu, sekitar 41% investor tersebut menilai Cina sebagai tujuan investasi paling menarik pada 2015.


Mereka menunjukkan rencana untuk berinvestasi di sana dalam 12 bulan berikutnya.


Sementara sektor investasi yang paling disukai adalah perkantoran di kawasan pusat bisnis dengan persentase mencapai 61%.


Hasil survei dari sentimen investor global 2015 yang dilakukan oleh Colliers International menunjukkan bahwa pasar real estate Asian melihat adanya peluang pertumbuhan yang cukup kuat dari pasar domestik atau investasi antar negara. Investor tersebut menetapkan target yang cukup tinggi dalam satu tahun ke depan.



Investor Asal Asia Akan Memperluas Portofolio Real Estate

Monday, November 10, 2014

Kondotel dan Resort Lombok di Sambut Positif Pasar

Financeroll – Penawaran perdana kondotel dan resort yang dibangun oleh Pollux Properties, ternyata mendapat sambutan positif dari calon konsumen di Tanah Air.


Sales Manager Pollux Properties Indonesia Maikel Tanuwidjaja mengatakan kawasan resort yang mereka kembangkan ini sangat diminati calon investor.


Dari rencana awal penawaran sebanyak 150 kamar pada tower pertama, sudah ada 300 peminat yang mendaftarkan diri.


Harga jual kondotel ini menurut Maikel juga terbilang masih terjangkau bila dibandingkan dengan harga di ibu kota.


Pihaknya memberikan harga mulai dari Rp750 juta hingga Rp900 juta, tergantung lokasi kamar dan posisinya berada di lantai berapa.


Memang sudah ada beberapa perusahaan lain yang berencana membangun resort di sana tapi ini yang pertama menawarkan untuk menjual dan hasilnya dari penawaran perdana ini semua unit yang disiapkan sudah habis terjual.



Kondotel dan Resort Lombok di Sambut Positif Pasar

PT Lippo Cikarang Berhasil Mengantongi Rp805,14 Miliar

Financeroll – PT Lippo Cikarang Tbk. anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk berhasil mengantongi Rp805,14 miliar pada kuartal III/2014dari penjualan tanah industri dan komersial. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 50,13% dari total penjualan kuartal yang sama pada tahun lalu sebesar Rp536,29 miliar.


Presiden Direktur Lippo Cikarang Meow Chong Loh mengatakan penjulan tanah industri dan komersial yang sedang digenjot adalah pengembangan kawasan Orange County seluas 322 Ha dengan beberapa fase tahapan.


Ke depan kawasan ini yang menjadi penggerak pertumbuhan serta pusat bisnis di Wilayah Koridor Timur serta mengakomodasi kebutuhan hunian dan lifestyle.


Sebelumnya, Chief Marketing Officer Lippo Cikarang Stanley Ang mengatakan pembangunan Orange County sudah memasuki tahap 1A yang akan mulai dibangun pada November ini.


Fase 1A dibangun di lahan seluas 13,5 hektar dengan nilai investasi Rp150 triliun. Dengan menargetkan pembangunan fase ini akan selesai dalam kurun waktu 10 tahun.


Dijelaskan fase 1A berisi area komersial Max Box yang telah selesai dibangun dan sisanya adalah dua belas menara residensial, rumah sakit Siloam, sekolah nasional/internasional, sekolah Jepang, universitas dan satu menara Iconic.


Dengan melakukan pemancangan tiang perdana dua menara apartemen berjumlah 780 unit pada November.


Kedua menara tersebut menelan dana Rp1,5 triliun dengan nilai jual mulai dari Rp700 juta per unit untuk pembeli lokal, sedangkan ekspatriat dipatok harga sewa US$1.500-US$1.800 per bulan.


Stanley menambahkan, hingga kini komposisi penyewa sudah mulai menukik, terlebih ekspatriat dari Jepang. Dua apartemen tersebut ditargetkan untuk pekerja asal luar negeri.


Sementara itu, untuk menggebrak penjualan di koridor timur, perusahaan tidak menunda pembangunan Menara Iconic. Menara yang digadang-gadang akan menjadi menara tertinggi di Cikarang tersebut akan menjadi proyek fase 1A selanjutnya.


Menara Iconic dibangun pada Januari tahun depan. Menara tersebut menjulang hingga lantai 61 dengan komposisi dari lantai bawah yaitu mal, perkantoran, apartemen dan hotel.


Lantai dasar akan dikembangkan mall seluas 20.000 m2. Selanjutnya akan dibangun ruang kantor yang menempati 10 lantai dengan total 16.000 unit.


Tahapan selanjutnya di Menara Iconic akan dibangun apartemen dengan total 700 unit yang menempati 38 lantai.


Sementara tahap terakhir di puncak menara akan dibangun hotel bintang 5 setinggi 8 lantai berjumlah 200 unit kamar.


Pembangunan dua menara apartemen dan menara Iconic akan rampung dalam kurun waktu 3,5 tahun.


Tak pelak, dengan penggenjotan pembangunan dan prapenjualan, hingga kuartal III/2014 perusahaan membukukan kenaikan laba bersih periode berjalan (yoy) per 30 September 2014 sebesar Rp680,21 miliar atau meningkat 60,99 % dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp422,52miliar.


Kenaikan ini digerakkan oleh tumbuhnya pendapatan usaha mencapai Rp1,32 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp858,42 miliar. Artinya, perusahaan mampu membukukan pendapatan usaha naik 53,81%.


Sementara itu, beban pokok penjualan sebesar Rp495,88 miliar naik sebesar Rp46,03% dari Rp339,58 miliar untuk periode yang sama tahun sebelumnya.


Untuk laba per saham perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp977,31 per saham dibanding tahun sebelumnya yaitu Rp607,07 per saham.



PT Lippo Cikarang Berhasil Mengantongi Rp805,14 Miliar

Kondominium dan Hotel Milik Pollux Properties Beroperasi Pertengahan 2017

Financeroll – Proses pembangunan tower dan villa pada proyek kondotel yang dibangun oleh Pollux Properties, diperkirakan dapat beroperasi penuh pada medio 2017.


Sales Manager Pollux Properties Indonesia mengatakan setelah pembangunan dua tower pada rencana pengembangan kawasan resort ini rampung, manajemen akan melanjutkan dengan pembangunan villa dan fasilitas pendukung lainnya.


Diperkirakan proyek ini akan beroperasi penuh pada pertengahan 2017.


Harga jual kondotel ini juga terbilang masih terjangkau bila dibandingkan dengan harga di ibu kota. Dengan memberikan harga mulai dari Rp750 juta hingga Rp900 juta, tergantung lokasi kamar dan posisinya berada di lantai berapa.


Di Singapura, Pollux Properties memiliki tujuh tower apartemen dan hotel. Sedangkan di Indonesia, aset mereka saat ini terdapat di Semarang dengan tiga tower apartemen serta gedung World Capital Tower yang terletak di Kuningan, Jakarta Selatan.



Kondominium dan Hotel Milik Pollux Properties Beroperasi Pertengahan 2017

Sunday, November 9, 2014

Pollux Properties Bangun Kondominium Amarsvati Luxury Resot Lombok

Financeroll – Perusahaan asal Singapura, Pollux Properties membangun kondominium dan hotel Amarsvati Luxury Resort di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.


Chief Operating Officer Pollux Properties Indonesia mengatakan pemilihan lokasi proyek terbaru mereka ini didasarkan pada peningkatan kunjungan wisatawan, baik domestik dan manca negara ke Lombok.


Ada peluang besar dengan ramainya kunjungan wisatawan ke Lombok dan mengambil kesempatan ini, membangun kawasan resort dengan fasilitas kondotel dan villa.


Proyek ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada awal 2015 dan direncanakan rampung dalam waktu 1,5 tahun. Pelayanan dan fasilitas yang didapatkan calon investor serta konsumen di kawasan resort ini menurutnya setara dengan hotel bintang lima.



Pollux Properties Bangun Kondominium Amarsvati Luxury Resot Lombok

PT Paramount Enterprise Akan Buka Hotel Sunset Road Bali Akhir 2015

Financeroll – Setelah melakukan peletakan batu pertama, PT Paramount Enterprise memastikan pembukaan Fame Hotel Sunset Road di Bali dapat dilakukan pada akhir 2015.


Hotel yang terletak di Sunset Road, Bali, tersebut memiliki 90 kamar yang dilengkapi dengan fasilitas restoran, ruang pertemuan, dan kolam renang. Peletakan batu pertama dilakukan pada 30 Oktober kemarin.


Presiden Direktur Paramount Enterprise mengungkapkan pengembangan Fame Hotel Sunset Road Bali ini menjadi awal eskpansi pengembangan jaringan hotel ke pulau dewata. Fame hadir untuk memenuhi kebutuhan hotel di Bali, sejalan dengan perkembangan pariwasata yang terus meningkat.


Chief Operating Officer Parador Hotel & Resorts menambahkan selain mengelola hotel yang dikembangkan langsung oleh perusahaan, Parador menargetkan dapat mengelola hotel lainnya di beberapa kota di Indonesia hingga mancanegara. Setidaknya terdapat 99 hotel yang akan dikelola hingga 20 tahun mendatang.


Terkait dengan pengelolaan hotel di Bali, dinilai persaingan di Bali akan semakin kompetitif dengan pesatnya pertumbuhan hotel yang terjadi di sana. Kendati demikian, diyakini melalui konsep lifestyle hotel, dapat menyajikan pelayanan bagi tamu dengan nuansa era 60-an.


Juga akan menambahkan memorabilia dari era tersebut sebagai aksen interior, sehingga tamu dapat menikmati suasana yang berbeda selama menginap. Parador senang berkesempatan untuk mengembangkan hotel di Bali, khususnya di wilayah bagian selatan.



PT Paramount Enterprise Akan Buka Hotel Sunset Road Bali Akhir 2015

Friday, November 7, 2014

Superblok Sahid Grup Akan Beroperasi Pada 2016

Financeroll – Selain menawarkan pusat bisnis dan hunian bagi konsumen, Sahid Grup juga menawarkan layanan MICE di superblok yang sedang dibangunnya.


Vice President Sahid Grup Exacty Sukamdani Sryantoro mengatakan superblok ini juga memberikan layanan MICE yang cukup besar, yaitu sebuah ballroom dengan kapasitas hingga 2.000 orang serta 11 meeting room, yang semuanya bernuansa etnik Jawa, khas Yogyakarta.


Selain itu, condotel yang dibangun di komplek ini menargetkan pasar masyarakat menengah atas serta mahasiswa yang ingin memiliki hunian yang nyaman dan memberikan layanan hotel sekelas bintang empat.


Manajemen menargetkan pembangunan superblok ini dapat rampung pada pertengahan, hingga akhir tahun 2015 mendatang. “Insya Allah awal 2016 semua fasilitas yang ada itu sudah full operate,” katanya dalam konferensi pers.


Konsep yang ditawarkan dari superblok ini adalah mix used condominium hotel, yaitu memadukan fungsi layanan hotel yang sebelumnya sudah ada, dengan layanan hunian condominium serta lokasi belanja dan fasilitas MICE.


Nilai investasi yang dikeluarkan perusahaan untuk merealisasikan proyek ini cukup besar, mencapai Rp750 miliar hingga Rp800 miliar. Besarnya investasi ini mengingat Sahid Grup sebagai developer sekaligus operator.



Superblok Sahid Grup Akan Beroperasi Pada 2016

Sahid Grup Akan Bangun Superblok di Yogyakarta

Financeroll – Grup bisnis properti dan hotel, Sahid Grup bersiap membangun superblok di Kota Yogyakarta yang dimulai dengan pembangunan shopping mall.


Vice President Sahid Grup mengatakan langkah yang dilakukan perusahaan ini untuk mengakomodasi kebutuhan fasilitas dan layanan hunian yang lengkap di tengah Kota Yogyakarta.


Untuk memenuhi kebutuhan ini akan membangun superblok dengan nama Sahid Jogja Lifestyle City, di sana akan dipadukan semua layanan baik hunian dan hiburan, mulai dari shopping mall, hotel, condotel dan convention center.


Konsep yang ditawarkan dari superblok ini adalah mix used condominium hotel, yaitu memadukan fungsi layanan hotel yang sebelumnya sudah ada, dengan layanan hunian condominium serta lokasi belanja dan fasilitas MICE.



Sahid Grup Akan Bangun Superblok di Yogyakarta

Wednesday, November 5, 2014

PT Summarecon Agung Bukukan Pertumbuhan 0,42 Persen

Financeroll – PT Summarecon Agung Tbk hanya mampu membukukan pertumbuhan laba sebesar 0,42% pada kuartal III/2014, menjadi Rp883,62 miliar dari Rp879,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang diumumkan, pendapatan Summarecon Agung (SMRA) sebenarnya tumbuh cukup baik yakni mencapai 19,16% ke posisi Rp3,64 triliun. Peningkatan kinerja terjadi di tengah melambatnya pertumbuhan sektor properti tahun ini.


Kenaikan laba bersih yang kurang dari 1% tertekan pos beban. Beban pokok penjualan meningkat sampai 25,52% menjadi Rp1,82 triliun dari setahun sebelumnya yang masih Rp1,45 triliun. Adapun beban usaha tercatat naik ke posisi Rp648,36 miliar dari Rp571,19 miliar pada September 2013.


Direktur Utama SMRA sebelumnya mengatakan optimis target pendapatan 2014 dapat terpenuhi. Mudah-mudahan bisa.


Emiten properti yang mengandalkan konsep township ini mengincar revenue sebesar Rp4,1 triliun hingga Rp4,3 triliun.


Di sisi penjualan, perseroan masih membutuhkan Rp1 triliun di kuartal terakhir ini untuk memenuhi target marketing sales sepanjang tahun yang sebesar Rp4,5 triliun. SMRA menyatakan beberapa proyek residensial baru di Serpong dan sisa apartemen Springlake di Bekasi yang belum terjual bisa menutupi target.



PT Summarecon Agung Bukukan Pertumbuhan 0,42 Persen

Monday, October 27, 2014

Cara Mendesain Rumah Dengan Gaya Eklektik dan Ekspresif

Financeroll – Seorang karyawan swasta di Jakarta berencana merenovasi rumahnya yang berada di daerah Cibubur. Namun dirinya memiliki pandangan yang berlainan dengan sang istri mengenai konsep hunian seperti apakah yang akan diterapkan.


Sang suami berharap arsitektur huniannya cukup sederhana dan minimalis saja, sedangkan sang istri menginginkan lebih ke arah klasik. Banyak ide yang ingin dituangkan. Kalau misalnya dicampur begitu sebenarnya salah tidak ya? Paling tidak, bayangannya adalah bagian dapur minimalis, tetapi yang depan klasik.


Menuangkan ide untuk desain rumah relatif sering kali membingungkan sang pemilik.


Arsitek sekaligus Direktur PT JOSO Architecture, Planing, Design & Rendering mengatakan konsep hunian bergaya arsitektur yang menggunakan metode menggabungkan berbagai ide, tidak menyalahi aturan. Hal itu disebut gaya eklektik.


Eklektik muncul bisa dikategorikan dari dua sudut pandang utama, yakni sisi desain dan sosiokultural masyarakatnya.


Dari sudut pandang desain, gaya eklektik muncul dari kejenuhan desain yang dingin, kurang ekspresif dan kurang mewakili kebutuhan individu. Hal ini biasanya terjadi pada desain arsitektur modern yang cenderung mengedepankan fungsi saja tanpa mengindahkan ornamen dan detail.


Sederhananya orang sudah jenuh dengan yang sebelumnya, dan ingin sesuatu yang baru dan berbeda.


Sedangkan dari sisi sudut pandang sosiokultural masyarakat. Eklektik awalnya muncul sejak zaman Renaissance, sekitar abad ke-15. Pada masa itu berkembang pemikiran filsafat dan budaya yang pesat serta kemakmuran secara ekonomi. Seni berkembang pesat pada semua aspek, baik lukisan, patung, dan juga arsitektur.


Arsitektur eklektik pertama kali masuk dan berkembang di Indonesia terjadi pada era kolonial Belanda dengan memasukkan gaya-gaya Eropa yang dipadukan dengan iklim tropis. Tak hanya itu, namun juga berbaur lagi dengan beberapa ciri budaya setempat.


Konsep eklektik memiliki kelebihan yang memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan dirinya dengan lebih bebas. Hal itu, karena tidak terlalu banyak aturan yang mengikat.


Namun demikian, ini juga ada kelemahannya. Gaya arsitektur eklektik sering dicap tidak konsisten, apalagi bagi orang yang kurang suka dengan ketidakteraturan.


Dalam menerapkan komposisi eklektik pada hunian sebaiknya memperhatikan elemen penghubungnya, misalnya pada bentuk, warna, dan tekstur material yang digunakan.


Arsitek dari US&P Architect menambahkan konsep hunian eklektik memang sudah mulai diperbincangkan lagi sekitar 5 tahun terakhir. Lantaran masyarakat sudah mulai jenuh dengan gaya minimalis.


Biasanya sebuah tren arsitektur akan bertahan sekitar 10 tahun, setelah itu berubah atau berkembang lagi.


Selama 10 tahun terakhir, masyarakat banyak dijejali dengan konsep hunian minimalis, yang sebenarnya cenderung kaku, karena mengedepankan kepraktisan, layaknya masyarakat urban.



Cara Mendesain Rumah Dengan Gaya Eklektik dan Ekspresif

Saturday, October 25, 2014

Saraswanti Indoland Bangun Resot Rawa Pening Semarang Senilai Rp200 Miliar

Financeroll – PT Saraswanti Indoland Development berencana membangun hotel dan resort di kawasan Rawa Pening, Kabupaten Semarang dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar dalam upaya memperlebar sayap bisnis di sektor properti.


Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development, mengatakan properti baru tersebut rencananya akan mulai dibangun pada tahun depan.


Sekarang ini sedang tahap perizinan. Mudah-mudahan 2015 sudah bisa mulai proyeknya, dengan estimasi masa pembangunan sekitar 2 tahun. Titik berat proyek di Rawa Pening ialah hotel dan resort dibandingkan dengan apartemen.


Saraswanti Development telah memiliki lahan seluas 1,5 hektar untuk pembangunan hotel dan resort di kawasan wisata Kabupaten Semarang itu.


Rencananya, hotel itu memiliki sekitar 250 unit kamar dan ballroom dengan daya tampung sebanyak 750 orang.


Letak Kabupaten Semarang cukup strategis, terutama setelah jalan tol Semarang-Bawen beroperasi. Kondisi tersebut membuat kawasan Rawa Pening menjadi semakin menarik, apalagi jika nantinya ada hotel dan resort di kawasan tersebut.


Pasar hotel dan resort di kawasan Rawa Pening cukup bagus, antara lain berasal dari wilayah Semarang dan sekitarnya hingga Salatiga.


Selain ekspansi di Semarang, juga berencana membangun apartemen di Bogor. Sekarang fokus menyelesaikan pembangunan proyek Mataram City di Yogyakarta yang antara lain terdiri dari kondotel, apartemen, convention hall.


Convention hall Mataram City merupakan terbesar di Yogyakarta yang mampu menampung hingga 3.000 orang dengan konsep teater dan mencapai 5.000 tamu dengan konsep standing party.


Pembangunan convention hall Mataram City ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.


Sudah cukup banyak permintaan menggunakan convention hall untuk tahun depan.



Saraswanti Indoland Bangun Resot Rawa Pening Semarang Senilai Rp200 Miliar