Showing posts with label berita properti. Show all posts
Showing posts with label berita properti. Show all posts

Thursday, November 27, 2014

Pengembang Asal Australia Investasikan Rp10 Triliun Untuk Proyek Perdana

Financeroll – Pengembang asal Australia Crown Group memastikan akan segera memulai pengembangan proyek perdananya di Indonesia, yang menelan investasi hingga Rp10 triliun.


CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan pihaknya telah menandatangani kerja sama dengan pengembang lokal (private company) dua minggu lalu.


Pengembangan hunian vertikal terpadu tersebut akan dilakukan di atas lahan seluas 10 ha.


Kebutuhan investasi keseluruhan sekitar Aus$800 juta-Aus$1 miliar. Ini disalurkannya bertahap. Mungkin pertahap kebutuhannya sekitar Aus$100 juta-AusS$150 juta.


Pengembangan akan dilakukan di area pinggiran Jakarta. Meskipun begitu tidak disebutkan lokasi pengembangan secara mendetail saat ini.


Adapun proyek besar tersebut akan meliputi pengembangan apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit.



Pengembang Asal Australia Investasikan Rp10 Triliun Untuk Proyek Perdana

Friday, November 14, 2014

Kesadaran Pengembang Terapkan Building Management Untuk Efisiensi

Financeroll – Kesadaran untuk mengontrol pemanfaatan energi dalam gedung sangat dibutuhkan seiring dengan kondisi ancaman krisis energi yang ada saat ini.


Menurut Marketing Manager Solution & Strategi EcoBuilding Schneider Indonesia, kesadaran pengembang untuk menerapkab building management sebagai upaya melakukan efisiensi energi terus memperlihatkan pertumbuhan.


Terlebih lagi tarif listrik terus mengalami kenaikan setiap waktu. Akhirnya mereka merasakan dampak langsung bagaimana biaya untuk energi sangatlah tinggi.


Beban tersebut dipastikan juga akan kembali naik dengan rencana penaikan bahan bakar minyak yang akan direalisasikan dalam waktu dekat. Berbagai kondisi yang ada, membuat kesadaran dari pelaku industri semakin memperhatikan penghematan pemakaian energi di dalam bangunan.


Salah satu produk dari Schneider, Smart Building Solution, dikembangkan untuk bisa membantu masyarakat dalam meminimalisasi pemakaian energi di dalam gedung. Diklaim penghematan bisa dilakukan hingga 30% dari pemakaian normal.


Selain di gedung-gedung tinggi, produk ini juga umum dimanfaatkan pada proyek ritel, rumah sakit, bangunan komersial, apartemen, juga superblok.


Dengan penerapan teknologi tersebut, besaran pemakaian energi dapat dihitung dengan pasti. Keberadaan data itu dapat membantu perusahaan untuk mengetahui lebih lanjut langkah yang bisa diambil agar penghematan bisa lebih maksimal.


Kalau di Indonesia penerapan seperti ini masih complicated bila dibanding negara lain. Kalau negara lain adaptasinya cepat dan ada insentif juga. Kalau di sini belum. Tapi diharapkan keberadaan Peraturan Gubernur DKI Jakarta tentang Bangunan Hijau bisa menjadi landasan awal.



Kesadaran Pengembang Terapkan Building Management Untuk Efisiensi

Pelaporan Mantan Menpera Djan Faridz Tidak Dilengkapi Dasar Yang Kuat

Financeroll – Pelaporan Kementerian Perumahan Rakyat terhadap pengembang yang belum menjalankan kewajiban hunian berimbang dianggap hanyalah sebuah lelucon.


Presiden Direktur Gapuraprima Group Rudy Margono mengatakan laporan yang dilakukan oleh mantan Menpera Djan Faridz tersebut tidak dilengkapi oleh dasar yang kuat.


Nama-nama yang dilaporkan ke polisi itu diambil dari daftar pengembang yang ikut pameran. Daftar itu yang dilaporkan.


Tanpa dasar yang jelas pelaporan akan sulit diproses. Selain itu, dipastikan telah melakukan kewajiban melalui pembangunan di Pasar Kemis (Tangerang), Citayam, Cilegon, dan Bekasi.


Setiap melakukan pengembangan, pengembang selalu melakukan segala sesuatunya sesuai tahapan dan memperoleh perizinan dari pemerintah daerah setempat.


Pembangun melalui pemda. Kalau ada masalah, seharusnya yang disalahkan adalah pemda.


Lagipula peraturan yang disahkan melalui peraturan menteri pada 2012 lalu seharusnya tidak berlaku surut. Artinya, seluruh izin yang sudah diperoleh sebelum itu tidak bisa dikenakan oleh kewajiban hunian berimbang.



Pelaporan Mantan Menpera Djan Faridz Tidak Dilengkapi Dasar Yang Kuat

Gapuraprima Group Siapkan Hunian Vertikal di Cipayung Jakarta Timur

Financeroll – Gapuraprima Group mempersiapkan beberapa proyek yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.


Salah satunya adalah proyek hunian vertikal di Cipayung, Jakarta Timur dan di Cengkareng.


Jajaran direksi dari Gapuraprima Group menjabarkan hal tersebgut, seperti Diamond City di Cipayung akan dikembangkan di atas lahan seluas 3,4 ha. Peluncuran proyek tersebut akan dilakukan pada bulan depan.


Sementara untuk proyek di Cengkareng, akan dilakukan pada awal tahun depan. Selain mengembangkan hunian, di area tersebut juga akan dilengkapi dengan perkantoran, hotel, dan rumah sakit.


Sebelumnya, perusahaan baru saja meluncurkan hunian kelas atas di kawasan Ciawi, Bhuvana Resort, Hotel & Residence.


Di area itu direncakan akan dikembangkan tiga tower, yakni satu tower kondotel dan dua tower apartemen.



Gapuraprima Group Siapkan Hunian Vertikal di Cipayung Jakarta Timur

PT Paramount Land Luncurkan Klaster La Bella Atlanta Village Gading Serpong

Financeroll – PT Paramount Land kembali meluncurkan produk terbaru klaster La Bella @Atlanta Village di Gading Serpong, Tangerang, Banten. Klaster yang dikembangkan di lahan seluas 23 hektare tersebut terdiri dari 192 unit.


Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho menargetkan klaster La Bella@Atlanta Village dapat meraup penjualan Rp400 miliar. Sejak diluncurkan sudah terjual lebih dari 50 unit.


Satu unit La Bella@Atlanta Village berdiri di atas lahan seluas 80 m2 dengan luas bangunan 113 m2. Adapun satu unitnya dipasarkan dengan harga Rp1,770 miliar Rp1,881 miliar.


Perusahaan akan konsisten bermain di segmen rumah tapak. Hal ini dilakukan karena sejalan dengan rencana Paramount Land untuk membentuk strata perkotaan yang seimbang


Direktur Marketing Paramount Land Andreas Nawawi mengatakan satu unit La Bella@Atlanta Village dibangun setinggi 2,5 lantai.


Adapun setiap unit memiliki 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, kamar tidur pembantu, ruang jemur serta private carport dengan kapasitas 2 mobil.



PT Paramount Land Luncurkan Klaster La Bella Atlanta Village Gading Serpong

Investor Asal Asia Akan Memperluas Portofolio Real Estate

Financeroll – Dengan optimisme pasar properti yang lebih baik lagi pada 2015, sebagian besar investor asal Asia berniat akan memperluas portofolio real estate mereka dalam beberapa bulan ke depan.


Investor di Asia merasa optimis dan mencapai 74% di antaranya akan melakukan investasi real estate untuk memperluas portofolio mereka. Jumlah tersebut tumbuh dari posisi 69% pada tahun lalu.


Selain itu, dalam survei ini juga ditunjukkan bahwa investor merasa telah belajar cukup banyak terkait kondisi likuiditas pasar selama setahun belakangan.


Managing Director Capital Markets & Investment Services Asia Colliers International Terence Tang dalam keterangan pers, mengatakan likuiditas pasar tetap menjadi kekhawatiran bagi sebagian besar investor Asia, setelah melihat penurunan volume transaksi penjualan di pasar belakangan ini.


Tang menyatakan investor real estate di Asia tetap percaya diri untuk mengalokasikan modalnya karena tertarik akan kondisi fundamental di sektor properti dan pertumbuhan jangka panjang di Asia.


Sebanyak 73% investor menyatakan tetap percaya bahwa volume investasi lebih lanjut akan meningkat pada tahun depan. Sementara itu, sekitar 41% investor tersebut menilai Cina sebagai tujuan investasi paling menarik pada 2015.


Mereka menunjukkan rencana untuk berinvestasi di sana dalam 12 bulan berikutnya.


Sementara sektor investasi yang paling disukai adalah perkantoran di kawasan pusat bisnis dengan persentase mencapai 61%.


Hasil survei dari sentimen investor global 2015 yang dilakukan oleh Colliers International menunjukkan bahwa pasar real estate Asian melihat adanya peluang pertumbuhan yang cukup kuat dari pasar domestik atau investasi antar negara. Investor tersebut menetapkan target yang cukup tinggi dalam satu tahun ke depan.



Investor Asal Asia Akan Memperluas Portofolio Real Estate

Thursday, November 13, 2014

Tolaram Group Kerjakan Proyek Higrise Kondominium Arzuria

Financeroll – Tolaram Group melalui anak usahanya di bidang properti PT Arzu Utama Realty mengembangkan proyek higrise pertamanya di Indonesia bertajuk kondominum Arzuria.


Perusahaan asal Indonesia yang awalnya bergerak di bidang tekstil tersebut melihat permintaan akan kondominium di Jakarta yang masih melambung.


Group Executive Director Tolaram Group Sonny Aswani mengatakan proyek dengan luas tanah 6.800 m2 akan dibangun di jl. Kapten Tendean, Jakarta Selatan di mana pembangunan ruang komersial sangat marak di kawasan tersebut.


Seiring maraknya ruang komersial seperti perkantoran dan ritel, harus dibangun residensial sebagai penyeimbang. Oleh karena itu, milestone pertama di Indonesia berupa kondominium.


Kondominium yang menyasar kelas menengah ke atas tersebut akan dilakukan pemancangan tiang perdana pada Februari tahun depan. Sementara serah terima ditargetkan pada akhir 2017.


Kendati tidak menyebutkan berapa nilai investasi pada proyek tersebut, sumber investasi diperoleh dari equitas perusahaan dan pinjaman dari bank.


Arzuria dibangun satu menara setinggi 39 lantai dengan jumlah 200 unit. Adapun luas unitnya bermacam-macam dari 90 m2 hingga 145 m2.


Harga unit di kawasan Kapten Tendean ditaksir Rp40 juta-Rp45 juta per m2.


Dengan harga per meter yang mencapai angka tersebut, satu unit kondominum dengan luas 90 m2 dipatok Rp3,6 miliar. Sedangkan untuk unit berukuran 145 m2 dibanderol Rp5,8 miliar.


Marketing Director PT Arzu Utama Realty mengatakan semua unit kondominium dengan total luas bangunan 25.000 m2 tersebut akan mulai dipasarkan pada kuartal I/2015.


Saat mulai pemasaran, juga akan memperlebar jalan di kawasan Tendean bekerjasama dengan Pemda setempat.


Perusahaan menggandeng firma Architecs Singapura untuk menggarap desain kondominium. Sedangkan untuk segi penjualan perusahaan menggandeng PT Cushman & Wakefield Indonesia.


Head of Real Estate Tolaram Group mengatakan kondominium Arzuria merupakan proyek balik kandang Toleram Grop di Indonesia.


Sebelumnya, selama 40 tahun Tolaram Group mengembangkan real estat di Singapura, Eropa dan Afrika.


Proyek yang dikembangkan antara lain Hawaii Towers Singapura, 1A@International Business Park Singapura, Tolaram Centre Estonia, Pagari One Estonia, Paldiski rd 96 Estonia dan Rimi Supermarket Estonia


Saat ini adalah waktu yang tepat kembali ke Indonesia dan fokus menggarap proyek di sini untuk jangka waktu 5 hingga 10 tahun ke depan.


Pasar Indonesia masih prospektif untuk dikembangkan real estat ditambah lagi dengan ekonomi yang tumbuh dibandingkan dengan Singapura.


Meskipun di Estonia masih mempunyai land bank 20 hektare tetapi masih setop sementara pembangunan disana.


Estonia masih diincar sebagai negara tujuan ekspor logistik untuk beberapa tahun ke depan. Namun untuk real estat difokuskan di Indonesia.


Saat ini sudah punya land bank di Surabaya seluas 7 hektar dan sedang studi kelayakan pembangunan di Tangerang, Medan dan Pekanbaru.



Tolaram Group Kerjakan Proyek Higrise Kondominium Arzuria

Monday, November 10, 2014

Permintaan Ruang Kantor di Pinggiran Jakarta Didominasi Investor

Financeroll – Permintaan ruang kantor di pinggiran Jakarta seperti di Bekasi dan Serpong belum didasari oleh adanya kebutuhan nyata dan masih didominasi oleh keberadaan investor, yang berharap akan potensi pertumbuhan pasar di kawasan tersebut.


Pengamat dari Coldwell Banker Commercial Meyriana Kesuma mengatakan masing-masing lokasi memiliki potensi pertumbuhan yang bagus, jika pengembang mampu membentuk pasar.


Misalnya di Bekasi, terdapat potensi permintaan dari perusahaan yang berhubungan dengan sektor industri. Beberapa industri besar yang telah memulai pengembangan di Bekasi mempunyai kebutuhan ruang kantor yang lebih dekat dengan ruang produksinya.


Di sisi lain, terdapat tantangan lain. Karena biasanya perusahaan tersebut sudah mempersiapkan ruang tersendiri yang tergabung di kawasan industri. Tidak terlalu banyak perusahaan yang akhirnya memilih untuk berkantor di gedung perkantoran.


Walaupun begitu, peluang pengembangan tetap bisa dilakukan misalnya dengan membuat klaster perkantoran yang ditujukan bagi perusahaan Jepang dan Korea. Bisa juga menawarkan ruang kantor pada usaha yang saat ini masih bertempat di ruko.


Sementara di Serpong, pasar sudah lebih terbentuk dibandingkan dengan di Bekasi, walaupun permintaan masih didominasi oleh investor. Pembentukan pasar di Serpong, bisa diarahkan pada perusahaan asal Eropa atau usaha yang bergerak di bidang telekomunikasi.


Pinggiran Jakarta ini masih harus bersaing dengan kawasan non-CBD seperti TB Simatupang atau area lainnya yang mempunyai keunggulan dari faktor kedekatan dengan pusat bisnis. Untuk menembus itu, harus bisa meng-create market.



Permintaan Ruang Kantor di Pinggiran Jakarta Didominasi Investor

Kondotel dan Resort Lombok di Sambut Positif Pasar

Financeroll – Penawaran perdana kondotel dan resort yang dibangun oleh Pollux Properties, ternyata mendapat sambutan positif dari calon konsumen di Tanah Air.


Sales Manager Pollux Properties Indonesia Maikel Tanuwidjaja mengatakan kawasan resort yang mereka kembangkan ini sangat diminati calon investor.


Dari rencana awal penawaran sebanyak 150 kamar pada tower pertama, sudah ada 300 peminat yang mendaftarkan diri.


Harga jual kondotel ini menurut Maikel juga terbilang masih terjangkau bila dibandingkan dengan harga di ibu kota.


Pihaknya memberikan harga mulai dari Rp750 juta hingga Rp900 juta, tergantung lokasi kamar dan posisinya berada di lantai berapa.


Memang sudah ada beberapa perusahaan lain yang berencana membangun resort di sana tapi ini yang pertama menawarkan untuk menjual dan hasilnya dari penawaran perdana ini semua unit yang disiapkan sudah habis terjual.



Kondotel dan Resort Lombok di Sambut Positif Pasar

PT Lippo Cikarang Berhasil Mengantongi Rp805,14 Miliar

Financeroll – PT Lippo Cikarang Tbk. anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk berhasil mengantongi Rp805,14 miliar pada kuartal III/2014dari penjualan tanah industri dan komersial. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 50,13% dari total penjualan kuartal yang sama pada tahun lalu sebesar Rp536,29 miliar.


Presiden Direktur Lippo Cikarang Meow Chong Loh mengatakan penjulan tanah industri dan komersial yang sedang digenjot adalah pengembangan kawasan Orange County seluas 322 Ha dengan beberapa fase tahapan.


Ke depan kawasan ini yang menjadi penggerak pertumbuhan serta pusat bisnis di Wilayah Koridor Timur serta mengakomodasi kebutuhan hunian dan lifestyle.


Sebelumnya, Chief Marketing Officer Lippo Cikarang Stanley Ang mengatakan pembangunan Orange County sudah memasuki tahap 1A yang akan mulai dibangun pada November ini.


Fase 1A dibangun di lahan seluas 13,5 hektar dengan nilai investasi Rp150 triliun. Dengan menargetkan pembangunan fase ini akan selesai dalam kurun waktu 10 tahun.


Dijelaskan fase 1A berisi area komersial Max Box yang telah selesai dibangun dan sisanya adalah dua belas menara residensial, rumah sakit Siloam, sekolah nasional/internasional, sekolah Jepang, universitas dan satu menara Iconic.


Dengan melakukan pemancangan tiang perdana dua menara apartemen berjumlah 780 unit pada November.


Kedua menara tersebut menelan dana Rp1,5 triliun dengan nilai jual mulai dari Rp700 juta per unit untuk pembeli lokal, sedangkan ekspatriat dipatok harga sewa US$1.500-US$1.800 per bulan.


Stanley menambahkan, hingga kini komposisi penyewa sudah mulai menukik, terlebih ekspatriat dari Jepang. Dua apartemen tersebut ditargetkan untuk pekerja asal luar negeri.


Sementara itu, untuk menggebrak penjualan di koridor timur, perusahaan tidak menunda pembangunan Menara Iconic. Menara yang digadang-gadang akan menjadi menara tertinggi di Cikarang tersebut akan menjadi proyek fase 1A selanjutnya.


Menara Iconic dibangun pada Januari tahun depan. Menara tersebut menjulang hingga lantai 61 dengan komposisi dari lantai bawah yaitu mal, perkantoran, apartemen dan hotel.


Lantai dasar akan dikembangkan mall seluas 20.000 m2. Selanjutnya akan dibangun ruang kantor yang menempati 10 lantai dengan total 16.000 unit.


Tahapan selanjutnya di Menara Iconic akan dibangun apartemen dengan total 700 unit yang menempati 38 lantai.


Sementara tahap terakhir di puncak menara akan dibangun hotel bintang 5 setinggi 8 lantai berjumlah 200 unit kamar.


Pembangunan dua menara apartemen dan menara Iconic akan rampung dalam kurun waktu 3,5 tahun.


Tak pelak, dengan penggenjotan pembangunan dan prapenjualan, hingga kuartal III/2014 perusahaan membukukan kenaikan laba bersih periode berjalan (yoy) per 30 September 2014 sebesar Rp680,21 miliar atau meningkat 60,99 % dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp422,52miliar.


Kenaikan ini digerakkan oleh tumbuhnya pendapatan usaha mencapai Rp1,32 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp858,42 miliar. Artinya, perusahaan mampu membukukan pendapatan usaha naik 53,81%.


Sementara itu, beban pokok penjualan sebesar Rp495,88 miliar naik sebesar Rp46,03% dari Rp339,58 miliar untuk periode yang sama tahun sebelumnya.


Untuk laba per saham perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp977,31 per saham dibanding tahun sebelumnya yaitu Rp607,07 per saham.



PT Lippo Cikarang Berhasil Mengantongi Rp805,14 Miliar

Kondominium dan Hotel Milik Pollux Properties Beroperasi Pertengahan 2017

Financeroll – Proses pembangunan tower dan villa pada proyek kondotel yang dibangun oleh Pollux Properties, diperkirakan dapat beroperasi penuh pada medio 2017.


Sales Manager Pollux Properties Indonesia mengatakan setelah pembangunan dua tower pada rencana pengembangan kawasan resort ini rampung, manajemen akan melanjutkan dengan pembangunan villa dan fasilitas pendukung lainnya.


Diperkirakan proyek ini akan beroperasi penuh pada pertengahan 2017.


Harga jual kondotel ini juga terbilang masih terjangkau bila dibandingkan dengan harga di ibu kota. Dengan memberikan harga mulai dari Rp750 juta hingga Rp900 juta, tergantung lokasi kamar dan posisinya berada di lantai berapa.


Di Singapura, Pollux Properties memiliki tujuh tower apartemen dan hotel. Sedangkan di Indonesia, aset mereka saat ini terdapat di Semarang dengan tiga tower apartemen serta gedung World Capital Tower yang terletak di Kuningan, Jakarta Selatan.



Kondominium dan Hotel Milik Pollux Properties Beroperasi Pertengahan 2017

Monday, October 27, 2014

Cara Mendesain Rumah Dengan Gaya Eklektik dan Ekspresif

Financeroll – Seorang karyawan swasta di Jakarta berencana merenovasi rumahnya yang berada di daerah Cibubur. Namun dirinya memiliki pandangan yang berlainan dengan sang istri mengenai konsep hunian seperti apakah yang akan diterapkan.


Sang suami berharap arsitektur huniannya cukup sederhana dan minimalis saja, sedangkan sang istri menginginkan lebih ke arah klasik. Banyak ide yang ingin dituangkan. Kalau misalnya dicampur begitu sebenarnya salah tidak ya? Paling tidak, bayangannya adalah bagian dapur minimalis, tetapi yang depan klasik.


Menuangkan ide untuk desain rumah relatif sering kali membingungkan sang pemilik.


Arsitek sekaligus Direktur PT JOSO Architecture, Planing, Design & Rendering mengatakan konsep hunian bergaya arsitektur yang menggunakan metode menggabungkan berbagai ide, tidak menyalahi aturan. Hal itu disebut gaya eklektik.


Eklektik muncul bisa dikategorikan dari dua sudut pandang utama, yakni sisi desain dan sosiokultural masyarakatnya.


Dari sudut pandang desain, gaya eklektik muncul dari kejenuhan desain yang dingin, kurang ekspresif dan kurang mewakili kebutuhan individu. Hal ini biasanya terjadi pada desain arsitektur modern yang cenderung mengedepankan fungsi saja tanpa mengindahkan ornamen dan detail.


Sederhananya orang sudah jenuh dengan yang sebelumnya, dan ingin sesuatu yang baru dan berbeda.


Sedangkan dari sisi sudut pandang sosiokultural masyarakat. Eklektik awalnya muncul sejak zaman Renaissance, sekitar abad ke-15. Pada masa itu berkembang pemikiran filsafat dan budaya yang pesat serta kemakmuran secara ekonomi. Seni berkembang pesat pada semua aspek, baik lukisan, patung, dan juga arsitektur.


Arsitektur eklektik pertama kali masuk dan berkembang di Indonesia terjadi pada era kolonial Belanda dengan memasukkan gaya-gaya Eropa yang dipadukan dengan iklim tropis. Tak hanya itu, namun juga berbaur lagi dengan beberapa ciri budaya setempat.


Konsep eklektik memiliki kelebihan yang memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan dirinya dengan lebih bebas. Hal itu, karena tidak terlalu banyak aturan yang mengikat.


Namun demikian, ini juga ada kelemahannya. Gaya arsitektur eklektik sering dicap tidak konsisten, apalagi bagi orang yang kurang suka dengan ketidakteraturan.


Dalam menerapkan komposisi eklektik pada hunian sebaiknya memperhatikan elemen penghubungnya, misalnya pada bentuk, warna, dan tekstur material yang digunakan.


Arsitek dari US&P Architect menambahkan konsep hunian eklektik memang sudah mulai diperbincangkan lagi sekitar 5 tahun terakhir. Lantaran masyarakat sudah mulai jenuh dengan gaya minimalis.


Biasanya sebuah tren arsitektur akan bertahan sekitar 10 tahun, setelah itu berubah atau berkembang lagi.


Selama 10 tahun terakhir, masyarakat banyak dijejali dengan konsep hunian minimalis, yang sebenarnya cenderung kaku, karena mengedepankan kepraktisan, layaknya masyarakat urban.



Cara Mendesain Rumah Dengan Gaya Eklektik dan Ekspresif

Sunday, October 19, 2014

Sebanyak 96,140 Unit Kondominium Berada Diwilayah Jabodetabek

Financeroll – Berdasarkan persebarannya, sebagian besar kondominium terbangun terkotak di wilayah sekunder, dengan persentase 72,6% dari total pasokan yang ada.


Cushman & Wakefield Indonesia menghitung terdapat 96.140 unit kondominium yang tersebar di wilayah Jabodetabek.


Sementara kawasan CBD atau pusat bisnis berkontribusi 19,5% dari total proyek, dan kawasan primer sebanyak 7,9%.


Sama saja halnya dengan proyek yang akan dikembangkan, di mana sebagian besar kondominium atau 92% akan dibangun di wilayah sekunder.


Adapun kondominium yang akan dibangun di area primer mewakili 4,2%, dan di CBD sebanyak 3,8%.


Yang dimaksud sebagai kawasan CBD atau pusat bisnis yakni di Sudirman, Kuningan, Thamrin, Gatot Subroto, dan Satrio.


Sementara untuk area primer adalah Kebayoran Baru, Senayan, Menteng, Pondok Indah, Permata Hijau, dan Kemang.


Kawasan sekunder adalah kawasan pinggiran kota, atau kawasan di luar area yang disebutkan tadi.



Sebanyak 96,140 Unit Kondominium Berada Diwilayah Jabodetabek

Sunday, October 12, 2014

Dafamland Siapkan Dana Investasi Properti Pantura Sebesar Rp200 Miliar

Financeroll – PT Dafam Property Indonesia (Dafamland), anak perusahaan Dafam Group, menyiapkan dana investasi untuk pembangunan properti di wilayah pantai utara Jawa Tengah sebesar Rp200 miliar.


Dana sebesar itu digunakan untuk properti di Pekalongan dengan segmen pasar kelas menengah atas dan pasar menengah, sementara itu di Semarang menyasar segmen menengah.


Direktur Dafamland mengatakan proyek properti yang saat ini digarap mencakup Gaia Residence Semarang, Gaia Residence Batang-Pekalongan, dan Jetayu Residence Pekalongan.


Dafam membidik wilayah Pekalongan karena pertumbuhan ekonomi di wilayah cukup bagus.


dengan menyiapkan dana Rp200 miliar untuk property di pantura.


Sektor properti di Pekalongan bertumbuh setelah adanya rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2 X 1.000 megawatt di Batang.


Oleh karena itu, belakangan terakhir bermunculan investor baru dengan membidik Pekalongan sebagai lokasi strategis untuk bisnis properti. Peluang inilah yang diambil.


Gaia Residence Semarang hadir dengan 153 unit dan satu unit supermarket perumahan yang berlokasi di Kedungmundu Raya Semarang ini berdiri di areal seluas 3,2 hektare.


Pada tahap awal, Gaia Residence Semarang akan dibangun 86 unit rumah dari total rencana 153 unit rumah. Adapun yang sudah terjual hingga Agustus mencapai 30 unit.


Gaia Residence menyasar segmen menengah atas dengan harga hunian yang ditawarkan mulai dari Rp600 jutaan. Dengan menyediakan tipe Athena 45/84 dan tipe Apollo 70/120.


Adapun Gaia Residence Batang-Pekalongan lebih dulu memulai pembangunan, yakni pada 2013. Perumahan ini menghadirkan 30 rumah bergaya modern dengan tujuh ruko eksklusif yang berlokasi strategis.



Dafamland Siapkan Dana Investasi Properti Pantura Sebesar Rp200 Miliar

Friday, October 10, 2014

Kementerian BU Anggarkan Pembangunan 22 Tower Rumah susun Sewa Twin Block

Financeroll – Untuk mengatasi pemukiman kumuh, Kementerian Pekerjaan Umum mendorong masyarakat pindah ke rumah susun.


Terkait itu, pada 2015, Kementerian PU mengganggarkan pembangunan 22 tower rumah susun sewa jenis twin block.


Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan Kementerian Pekerjaan Umum mengidentifikasi terdapat 34.374 hektar kawasan yang buruk sanitiasi dan akses air minumnya.


Kawasan ini dihuni oleh 34,4 juta jiwa. Sebagian besar kawasan ini yang kualitas kumuhnya parah adalah perkotaan yang memiliki arus urbanisasi tinggi.


Kategori kumuh adalah yang sesuai dengan undang-undang pemukiman.


Dengan menganggarkan masing masing Rp13 miliar – Rp15 miliar untuk setiap tower rusun.


Sementara mengenai lokasi pembangunan, dijelaskan rusunawa ini akan dibangun di seluruh Indonesia.



Kementerian BU Anggarkan Pembangunan 22 Tower Rumah susun Sewa Twin Block