Showing posts with label ruang kantor. Show all posts
Showing posts with label ruang kantor. Show all posts

Sunday, December 28, 2014

Tumbuhnya Pasokan Ruang Kantor Mendorong Ekspansi dan Relokasi Penyewa

Financeroll – Tumbuhnya pasokan ruang kantor baru di Jakarta yang cukup signifikan selama satu hingga dua tahun ke depan akan mendorong ekspansi dan relokasi dari para penyewa.


David Cheadle, Managing Director Cushman & Wakefield Indonesia, mengatakan Jakarta dan Manila menjadi salah satu pilihan utama dari investor di antara kota-kota lain di Asean.


Kota-kota tersebut akan terus menjadi daya tarik bagi perusahaan raksasa untuk bisa membuka bisnisnya. Selain keberadaan demograsi yang tiggi, munculnya generasi yang sadar teknologi menjadi nilai lebih.


Pasar akan mempunyai alternatif pilihan yang lebih banyak dengan masuknya pasokan ruang kantor baru. Pasokan ruang kantor itu diharapkan dapat menjawab permintaan yang cukup tinggi dengan persaingan yang ketat.


Di Manila Google yang baru saja membuka kantor tahun lalu, berencana memperluas ekspansi dengan membangun layanan back office di area lainnya. Perusahaan berharap bisa menjaring keuntungan melalui pasar lokal.



Tumbuhnya Pasokan Ruang Kantor Mendorong Ekspansi dan Relokasi Penyewa

Friday, November 14, 2014

PT Intiland Develepment Membukukan Pendapatan Hingga Rp648,8 Miliar

Financeroll – Pengembang properti PT Intiland Development Tbk telah membukukan pendapatan mencapai Rp 648,8 milar yang diperoleh dari Surabaya sepanjang 3 kuartal tahun ini.


Pendapatan dari Surabaya tersebut telah menyumbang hampir 50% dari pendapatan secara total perseroan yakni Rp1,3 trilun.


Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer Intiland Sinarto Dharmawan mengatakan bahwa sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, pasar properti di Surabaya sangat prospektif.


Pertumbuhan pasar properti di Surabaya tumbuh pesat dalam lima tahun terakhir, terlihat dari banyaknya pengembangan proyek properti baru.


Kegiatan bisnis juga semakin banyak sehingga kebutuhan terhadap ruang-ruang kegiatan mulai dari kantor, ritel, dan hunian juga semakin tinggi.


Kontribusi terbesar terhadap pendapatan Intiland di Surabaya yakni berasal dari proyek Graha Natura dan Ngoro Industrial Park.


Kawasan industri tersebut telah berkontribusi sebesar Rp349,4 miliar atau 27%, sedangkan proyek Graha Natura memberikan kontribusi Rp188 miliar atau 14,5% dari total pendapatan perseroan.


Berdasarkan sumber, pendapatan pengembangan atau development income dari proyek-proyek di Surabaya mencapai Rp593,5 miliar atau 45,6% dari total pendapatan.


Sedangkan pendapatan berkelanjutan atau recurring income yang berasal dari pengelolaan gedung perkantoran Intiland Tower Surabaya, Spazio, dan Golf Graha Famili and Country Club mencapai Rp55,3 miliar.


Selain itu, beberapa proyek lainnya yang juga menyumbang pendapatan Intiland yakni pengembangan Spazio Tower, sebuah proyek superblok di kawasan Surabaya Barat, superblok Praxis kawasan pusat bisnis Surabaya.


Super blok Praxis cukup mendapat respon masyrakat. Sejak dipasarkan tahun ini, apartemen di Praxis laku hingga 190 unit dari total 302 unit yang dimiliki. Sedangkan ruang kantor dari total 118 unit, kini telah dipasarkan 42 unit.



PT Intiland Develepment Membukukan Pendapatan Hingga Rp648,8 Miliar

Monday, November 10, 2014

Permintaan Ruang Kantor di Pinggiran Jakarta Didominasi Investor

Financeroll – Permintaan ruang kantor di pinggiran Jakarta seperti di Bekasi dan Serpong belum didasari oleh adanya kebutuhan nyata dan masih didominasi oleh keberadaan investor, yang berharap akan potensi pertumbuhan pasar di kawasan tersebut.


Pengamat dari Coldwell Banker Commercial Meyriana Kesuma mengatakan masing-masing lokasi memiliki potensi pertumbuhan yang bagus, jika pengembang mampu membentuk pasar.


Misalnya di Bekasi, terdapat potensi permintaan dari perusahaan yang berhubungan dengan sektor industri. Beberapa industri besar yang telah memulai pengembangan di Bekasi mempunyai kebutuhan ruang kantor yang lebih dekat dengan ruang produksinya.


Di sisi lain, terdapat tantangan lain. Karena biasanya perusahaan tersebut sudah mempersiapkan ruang tersendiri yang tergabung di kawasan industri. Tidak terlalu banyak perusahaan yang akhirnya memilih untuk berkantor di gedung perkantoran.


Walaupun begitu, peluang pengembangan tetap bisa dilakukan misalnya dengan membuat klaster perkantoran yang ditujukan bagi perusahaan Jepang dan Korea. Bisa juga menawarkan ruang kantor pada usaha yang saat ini masih bertempat di ruko.


Sementara di Serpong, pasar sudah lebih terbentuk dibandingkan dengan di Bekasi, walaupun permintaan masih didominasi oleh investor. Pembentukan pasar di Serpong, bisa diarahkan pada perusahaan asal Eropa atau usaha yang bergerak di bidang telekomunikasi.


Pinggiran Jakarta ini masih harus bersaing dengan kawasan non-CBD seperti TB Simatupang atau area lainnya yang mempunyai keunggulan dari faktor kedekatan dengan pusat bisnis. Untuk menembus itu, harus bisa meng-create market.



Permintaan Ruang Kantor di Pinggiran Jakarta Didominasi Investor