Showing posts with label Apartemen. Show all posts
Showing posts with label Apartemen. Show all posts

Saturday, December 27, 2014

Crown Green Square Proyek Senilai Rp5,75 Triliun

Financeroll – Pengembang asal Australia Crown Group meluncurkan proyek terbaru senilai Rp5,75 triliun, Crown Green Square.


Dalam rilis disebutkan proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan baru Green Square di Sydney.


Setelah penjualan secara resmi dilakukan pada awal 2015, pembangunan dipastikan akan menyusul pada pertengahan tahun yang sama. Perusahaan menargetkan pembangunan akan selesai pada akhir 2019.


Bangunan mixed-use development tersebut akan dikembangkan setinggi 20 lantai dengan bentuk melingkar, sehingga memungkinkan cahaya alami untuk masuk ke taman utama.


CEO Crown Group Iwan Sunito merasa optimistis Crown Green Square akan menjadi landmark di kawasan baru tersebut.


Pada 2030, jumlah populasi di Green Square diperkirakan bisa mencapai 40.000 penduduk baru, serta 22.000 pekerja. Crown Green Square ini akan menjadi tempat di mana warga bisa menghabiskan waktu mereka.


Proyek tersebut terdiri dari 401 unit apartemen, 30 ruang ritel dan komersial, pusat ruang konferensi, serta fasilitas yang bisa digunakan oleh penghuninya.



Crown Green Square Proyek Senilai Rp5,75 Triliun

PT Adhiloka Shobat Sewita Tetap Optimis Proyeksi Properti 2015

Financeroll – Meski pasar apartemen di kota Bandung diprediksi melambat, pengelola apartemen ini malah optimismis menatap 2015.


PT Adhiloka Shobat Sewita selaku pengembang Skyland City Jatinangor Education Park mengaku optimistis dalam menatap proyeksi bisnis properti 2015 yang diprediksi sejumlah kalangan akan mengalami perlambatan.


Direktur Marketing Skyland City Cantya Van Hopper mengatakan, optimisme itu sangat beralasan mengingat segmentasi pasar yang dibidik adalah komponen pendidikan dalam hal ini mahasiswa yang tak akan ada habisnya.


Di Jatinangor ada empat perguruan tinggi ternama ITB, UNPAD, IKOPIN, IPDN. Total mahasiswa baru yang diterima di perguruan tinggi ini setiap tahunnya sekitar 13.000 mahasiswa. Ini menjadi alasan Skyland City menjadi investasi yang prospektif dan menjanjikan.


Penetapan Jatinangor, Kab Sumedang, Jabar, sebagai kawasan pendidikan tinggi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat tidak hanya karena akademika tapi juga migrasi pelaku kegiatan perdagangan dan jasa.


Kawasan Jatinangor saat ini telah menjadi kota kecil yang terus akan mengalami perkembangan sejalan dengan fungsinya sebagai lokasi pendidikan.


Perkembangan tersebut diawali oleh tumbuhnya kegiatan perdagangan di sepanjang Jalan Raya Bandung -Sumedang, permukiman, dan berbagai jasa layanan untuk mahasiswa.


Dengan nilai investasi Rp500 miliar untuk membangun proyek apartemen tersebut, pihaknya yakin produk yang ditawarkannya ini mampu disambut pasar. Meskipun harga kamar yang dijual tak bisa dibilang murah; mulai dari Rp400 juta hingga Rp1 miliar tergantung tipe unit apartemen yang dibeli.


Terdapat beberapa tipe, ada tipe superior, deluxe, swift, dan grand deluxe.


Saat ini, sekitar 468 atau 60% unit di apartemen tersebut sudah laku terjual.


Dari jumlah tersebut, sekitar 70% konsumen berasal dari luar Bandung. Adapun jumlah unit di apartemen ini sebanyak 780 unit terdiri dari 740 unit hunian dan sisanya sebanyak 40 unit komersial.


Tower apartemen Rose in Spring sendiri memiliki 3 lantai untuk komersial dan 20 lantai untuk hunian.


Dengan sangat percaya diri lantaran, Skyland City Jatinangor Education Park di bangun sebagai solusi dalam mencukupi kebutuhan mahasiswa.


Sebagai kawasan pertama di Jatinangor, Skyland City akan membangun kawasan berkonsep mixed-used-building, mulai dari commercial area, lifestyle mall, Masjid, Public space, Amphi theater, Sport center, dan tower pertamanya Rose In Spring yang berkonsepkan service apartment.


Service apartment ini dibuat dengan konsep student friendly, dengan work space, library, commercial area dan shuttle bus.


Skyland City Jatinangor Education Park didesain untuk memberikan fasilitas dan pelayanan yang menunjang produktifitas dan kenyamanan mahasiswa di Jatinangor.


Keunggulan dari Skyland City Jatinangor Education Park terletak pada pengembangan kawasan yang akan bersinergi dengan kegiatan edukasi di Jatinangor, integrasi satu kawasan Skyland City diharapkan dapat membangun Jatinangor menjadi kota Pendidikan yang lebih modern.


Di kesempatan yang sama, Direktur Teknik Skyland City Didiek Edi Mulyanto mengatakan, pihaknya sudah menandatangani nota kesepahaman dengan pengusaha lokal terkait pengadaan air untuk kawasan apartemen tersebut.


Kehadiran sederet institusi pendidikan tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan kota Jatinangor.


Sejak kehadiran para pendatang yang melanjutkan studi ke kawasan pendidikan ini, efek positif mulai terasa, pertumbuhan ekonomi terus meningkat, terutama berasal dari sektor non-pertanian.


Beberapa pengembang pun mulai bergerak untuk membangun wilayah ini disertai dengan perencanaan pengembangan daerah oleh pemerintah yang mulai terlihat realisasinya, di antaranya pembangunan Jalan Tol Cisumdawu.


Selain itu, rencana KRL Padalarang-Bandung-Cicalengka, Bandung Monorail hingga Bandara Internasional Kertajati.


Ketika Anda memasuki kawasan ini, maka yang terlihat ialah deretan rumah-rumah yang berisi kamar-kamar sewaan dengan tarif beragam.



PT Adhiloka Shobat Sewita Tetap Optimis Proyeksi Properti 2015

Skyland City Bangun Apartemen Dekat 4 Perguruan Tinggi

Financeroll – PT Adhiloka Shobat Sewita selaku pengembang Skyland City Jatinangor Education Park mengaku optimistis dalam menatap proyeksi bisnis properti 2015 yang diprediksi sejumlah kalangan akan mengalami perlambatan.


Direktur Marketing Skyland City Cantya Van Hopper mengatakan, optimisme itu sangat beralasan mengingat segmentasi pasar yang dibidik adalah komponen pendidikan dalam hal ini mahasiswa yang tak akan ada habisnya.


“Di Jatinangor ada empat perguruan tinggi ternama ITB, UNPAD, IKOPIN, IPDN. Total mahasiswa baru yang diterima di perguruan tinggi ini setiap tahunnya sekitar 13.000 mahasiswa. Ini menjadi alasan Skyland City menjadi investasi yang prospektif dan menjanjikan,” katanya di sela-sela acara Topping Off Tower Apartement Rose in Spring Skyland City Jatinangor Eeducation Park, di Jatinangor.


Penetapan Jatinangor, Kab Sumedang, Jabar, sebagai kawasan pendidikan tinggi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat tidak hanya karena akademika tapi juga migrasi pelaku kegiatan perdagangan dan jasa.


Kawasan Jatinangor saat ini telah menjadi kota kecil yang terus akan mengalami perkembangan sejalan dengan fungsinya sebagai lokasi pendidikan. Perkembangan tersebut diawali oleh tumbuhnya kegiatan perdagangan disepanjang Jalan Raya Bandung -Sumedang, permukiman, dan berbagai jasa layanan untuk mahasiswa.


Dengan nilai investasi Rp500 miliar untuk membangun proyek apartemen tersebut, diyakini produk yang ditawarkannya ini mampu disambut pasar. Meskipun harga kamar yang dijual mulai Rp400 juta- Rp1 miliar tergantung tipe unit apartemen yang dibeli.


Terdapat beberapa tipe, ada tipe superior, deluxe, swift, dan grand deluxe.


Di kesempatan yang sama, Direktur Teknik Skyland City Didiek Edi Mulyanto mengatakan, pihaknya sudah menandatangani nota kesepahaman dengan pengusaha lokal terkait pengadaan air untuk kawasan apartemen tersebut.


Kehadiran sederet institusi pendidikan tersebut membawa dampak positif bagi perkebangan kota Jatinangor. Sejak kehadiran para pendatang yang melanjutkan studi ke kawasan pendidikan ini, efek positif mulai terasa, pertumbuhan ekonomi terus meningkat, terutama berasal dari sektor non-pertanian.


Beberapa pengembang pun mulai bergerak untuk membangun wilayah ini disertai dengan perencanaan pengembangan daerah oleh pemerintah yang mulai terlihat realisasinya, diantaranya pembangunan Jalan Tol Cisumdawu.


Selain itu, rencana KRL Padalarang-Bandung-Cicalengka, Bandung Monorail hingga Bandara Internasional Kertajati. Ketika anda memasuki kawasan ini, maka yang terlihat ialah deretan rumah-rumah yang berisi kamar-kamar sewaan dengan tarif beragam.



Skyland City Bangun Apartemen Dekat 4 Perguruan Tinggi

Thursday, December 25, 2014

Industri Properti Kawasan Timur Jakarta Masih Prospektif

Financeroll – Industri properti di koridor timur DKI Jakarta dinilai tetap prospektif dengan pertumbuhan kawasan industri dan apartemen di tengah perkiraan masih terjadinya perlambatan pasar.


Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan perlambatan pasar mulai 2014 cenderung masih akan berlanjut hingga tahun depan.


Namun, dinilai pasar properti di koridor timur ibu kota yang meliputi Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi hingga Kabupaten Karawang memiliki potensi perkembangan yang cukup baik.


Dijelaskan sektor industri yang menyediakan pengembangan lahan industri pada tahun depan akan mulai kembali bergairah.


Meskipun secara umum melambat, namun sektor industri relative lebih membaik.


Data Himpunan Kawasan Industri menyebutkan penyerapan lahan industri di Jabodebek dan Banten dalam beberapa tahun terus melambat. Setelah terserap 1.200 hektare pada 2011, penyerapan terus melambat, yakni 650 ha pada 2012 dan 450 ha pada 2013.


Sedangkan, penjualan lahan di kawasan industri Jabodebek dan Banten hingga kuartal III/2014 mencapai sekitar 325 ha. Dari jumlah tersebut, 50% penyerapan berasal dari kawasan di Kota dan Kabupaten Bekasi.


Prospektifnya pengembangan kawasan industri, lanjut Ali, juga akan mendorong peningkatan permintaan hunian vertikal bagi ekspatriat. Dengan begitu, dituturkan pertumbuhan pasar apartemen di koridor timur akan cukup prospektif di tahun-tahun mendatang.


Di luar kawasan industri, dinyatakan suplai hunian vertikal apartemen juga akan bertumbuh. Kendati begitu, penyebarannya masih akan terbatas di wilayah perkotaan.


Apartemen kelas menengah relatif bagus tapi suplainya terbatas di perkotaan.



Industri Properti Kawasan Timur Jakarta Masih Prospektif

Sunday, November 23, 2014

PT Aldebaran Mengembangkan Roseville Soho and Suite Senilai Rp1,1 Triliun

Financeroll – PT Aldebaran mengembangkan Roseville SOHO and Suite senilai Rp1,1 triliun di pusat bisnis BSD City, Tangerang.


Proyek yang dijadwalkan pemancangan tiang perdana pada Januari tahun depan akan terdiri dari 143 unit Small Office Home Office (SOHO) dan satu menara apartemen.


Adapun tiap unit SOHO memiliki luas 100 m2-113 m2 dengan tinggi dua lantai dan dipasarkan Rp1,7 miliar. Sedangkan menara apartemen terdiri dari 875 unit setinggi 33 lantai.


Managing Director PT Aldebaran Fransiscus Lugito mengklaim apartemen tersebut merupakan bangunan tertinggi di BSD di mana tingginya mencapai lebih dari 100 meter.


Menara apartemen Roseville dikembangkan dua tipe kamar berukuran 42 m2 dan 60 m2. Selain itu, perusahaan juga menyediakan sembilan unit penthouse yang dilengkapi dengan jacuzzi. Adapun PT Aldebaran mematok harga apartemen mulai Rp500 juta per unit.


Dengan membidik konsumen menengah ke atas baik untuk proyek SOHO dan apartemen. Dengan mengakomodasi permintaan tinggi dari para pengusaha jasa, kreatif dan konsultan.


Prapenjualan akan digelar mulai 28 November mendatang. Adapun tipe pembayaran dapat dilakukan dengan Kredit Pemilikan Apartemen 36 kali atau dengan pilihan cicilan 12 kali, 24 kali dan 36 kali.



PT Aldebaran Mengembangkan Roseville Soho and Suite Senilai Rp1,1 Triliun

Sunday, October 19, 2014

Setiap Kuartal Ada Penambahan 12.000 Unit Kondominium Baru

Financeroll – Terdapat penambahan 12.000 unit kondominium baru setiap kuartal pada tahun ini di kawasan Jabodetabek.


Sejak Januari-September 2014, tercatat terdapat lebih dari 46.500 unit kondominium baru, dan diperkirakan akan bertambah sekitar 13.000 unit lagi hingga akhir tahun ini.


Jumlah pengembangan kondominium tersebut lebih tinggi dari yang terjadi pada tahun sebelumnya.


Pada 2013 total kondominium yang dipasarkan berjumlah 37.971 unit. Sementara jumlah unit yang akan pasuk hingga akhir tahun ini diprediksi berjumlah 59.446 unit.


Keadaan politik maupun perekonomian terbukti tidak mempengaruhi aktivitas pasar kondominium di Jabodetabek.



Setiap Kuartal Ada Penambahan 12.000 Unit Kondominium Baru

Sebanyak 96,140 Unit Kondominium Berada Diwilayah Jabodetabek

Financeroll – Berdasarkan persebarannya, sebagian besar kondominium terbangun terkotak di wilayah sekunder, dengan persentase 72,6% dari total pasokan yang ada.


Cushman & Wakefield Indonesia menghitung terdapat 96.140 unit kondominium yang tersebar di wilayah Jabodetabek.


Sementara kawasan CBD atau pusat bisnis berkontribusi 19,5% dari total proyek, dan kawasan primer sebanyak 7,9%.


Sama saja halnya dengan proyek yang akan dikembangkan, di mana sebagian besar kondominium atau 92% akan dibangun di wilayah sekunder.


Adapun kondominium yang akan dibangun di area primer mewakili 4,2%, dan di CBD sebanyak 3,8%.


Yang dimaksud sebagai kawasan CBD atau pusat bisnis yakni di Sudirman, Kuningan, Thamrin, Gatot Subroto, dan Satrio.


Sementara untuk area primer adalah Kebayoran Baru, Senayan, Menteng, Pondok Indah, Permata Hijau, dan Kemang.


Kawasan sekunder adalah kawasan pinggiran kota, atau kawasan di luar area yang disebutkan tadi.



Sebanyak 96,140 Unit Kondominium Berada Diwilayah Jabodetabek