Showing posts with label economic politis. Show all posts
Showing posts with label economic politis. Show all posts

Thursday, January 1, 2015

PT Pertamina Pastikan Harga LPG 12 Kilogram Naik Rp1.500

Financeroll – PT Pertamina (Persero) memastikan harga elpiji 12 kilogram akan naik Rp18.000 pada Januari 2015.


Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan perseroan akan menaikkan harga elpiji ukuran 12 kilogram pada Januari mendatang Rp1.500 per kilogram sesuai dengan peta jalan (roadmap) yang telah ditetapkan.


“Januari lah, kalau harganya segitu terus kami rugi,” katanya seusai Konferensi Pers Kinerja 2014 dan Rencana Kinerja 2015 di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta.


Namun, tidak disebutkan tanggal berapa kenaikan harga elpiji 12 kilogram akan diberlakukan. Saat ini harga patokan liquefied petroleum gas (LPG) internasional atau Saudi Aramco Contract Price terus menurun seiring dengan merosotnya harga minyak dunia.


Meskipun turun perusahaan masih mengalami kerugian dari bisnis penjualan elpiji 12 kilogram. Namun, jika penurunan harga LPG terus terjadi, maka diprediksi kenaikan tidak perlu dilakukan selama dua kali sepanjang 2015.


Sekarang cukup dinaikkan sekali sudah bisa untung.



PT Pertamina Pastikan Harga LPG 12 Kilogram Naik Rp1.500

Wednesday, December 31, 2014

IMF Himbau Negara Berkembang Diminta Waspadai Exit Strategy The Fed

Financeroll – Negara berkembang diminta untuk waspada dan cermat dalam mengamati normalisasi moneter yang akan ditempuh oleh The Federal Reserve.


International Monetary Fund (IMF) memperkirakan the Fed akan segera menerapkan exit strategy segera setelah penaikan suku bunga pertama, yang diperkirakan ditempuh akhir semester I/2015.


Strategi tersebut adalah melepaskan aset-aset yang terakumulasi ketika bank sentral melancarkan program quantitative easing (QE).


The Fed sendiri menghentikan program QE pada Oktober 2014 setelah memborong berbagai macam obligasi swasta dan pemerintah hingga kepemilikannya atas surat berharga mencapai US$4,5 triliun.


IMF menambahkan karakteristik dan respons sebuah negara berkembang juga menentukan seberapa besar dampak yang akan diterima.


Dua faktor kunci, lanjut Fund, adalah pasar finansial yang likuid dan fundamental yang lebih kokoh. Langkah-langkah seperti intervensi pasar uang dan kendali modal (capital control), lanjut IMF, sangat disarankan untuk menghindari instabilitas dan kerusakan sistem keuangan.


Namun, dua langkah tersebut mungkin hanya efektif dalam jangka pendek,” ungkap Fund dalam working paper ‘Spillovers from United States Monetary Policy on Emerging Markets: Different This Time’.


Sebuah kurva di working paper tersebut menunjukkan bahwa pasar negara berkembang lebih rentan menerima goncangan dari kebijakan the Fed pada periode setelah krisis finansial global 2007-2009 ketimbang periode sebelum krisis.



IMF Himbau Negara Berkembang Diminta Waspadai Exit Strategy The Fed

Tuesday, December 2, 2014

Sumatra Selatan Perlu 20 Unit Hotel Berbintang Hadapi Asian Games

Financeroll – Sumatra Selatan membuka peluang investasi bagi pengelola jaringan hotel internasional untuk membuka hotel berbintang di Negri Sungai Musi.


Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Sumatra Selatan Farhad Syukri memaparkan untuk menyambut Asian Games 2018, Sumatra selatan masih membutuhkan supply hotel berbintang hingga 20 unit.


Pemerintah juga memprioritaskan pembangunan jaringan hotel internasional untuk menambah 130 hotel berbintang dan nonbintang yang telah berdiri di Sumatra Selatan.


Pada saat penyelenggaraan event Islamic Solidarity Games di Palembang pada 2013, banyak para Emir Arab yang lebih memilih menginap di Singapura karena di Sumsel belum ada hotel internasional.


Saat ini pembangunan salah satu fasilitas pariwisata tersebut memang masih terpusat di Palembang, meskipun daerah lainnya juga berpotensi besar.


Hal tersebut karena daerah-daerah di luar Palembang belum dikembangkan sebagai destinasi pariwisata.



Sumatra Selatan Perlu 20 Unit Hotel Berbintang Hadapi Asian Games

Saturday, November 29, 2014

Kepolisian RI Akan Mengamankan Infrastruktur OJK

Financeroll – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan bertanggung jawab atas keamanan infrastruktur yang dimiliki oleh Otoritas Jasa Keuangan.


Kepala Polri Jenderal Pol Sutarman mengatakan jajarannya akan mengamankan seluruh infrastruktur milik OJK baik yang berada di Jakarta maupun di daerah.


Selain itu, Polri juga bertanggung jawab mengamankan personel OJK jika mengalami ancaman tindak kekerasan akibat kebijakan atau tugas yang diemban sebagai pengatur dan pengawas industri jasa keuangan.


Polri juga akan mengamankan seluruh sistem pengawasan yang dimiliki oleh OJK. Bekerja sama dengan OJK di bidang pengamanan.


Nota kesepahaman in merupakan bagian dari pelaksanaan amanat UU No 21/2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Beleid ini mengamanatkan kepada OJK untuk melaksanakan fungsi penyidikan atas tindak pidana di sektor jasa keuangan yang meliputi perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, dan industri keuangan nonbank lainnya.


Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan kerja sama ini terkait sejumlah hal yang meliputi pencegahan, penegakan hukum, pengamanan, koordinasi, penugasan penyidik Polri, dan pendidikan serta pelatihan.



Kepolisian RI Akan Mengamankan Infrastruktur OJK

Sunday, November 23, 2014

PT Aldebaran Mengembangkan Roseville Soho and Suite Senilai Rp1,1 Triliun

Financeroll – PT Aldebaran mengembangkan Roseville SOHO and Suite senilai Rp1,1 triliun di pusat bisnis BSD City, Tangerang.


Proyek yang dijadwalkan pemancangan tiang perdana pada Januari tahun depan akan terdiri dari 143 unit Small Office Home Office (SOHO) dan satu menara apartemen.


Adapun tiap unit SOHO memiliki luas 100 m2-113 m2 dengan tinggi dua lantai dan dipasarkan Rp1,7 miliar. Sedangkan menara apartemen terdiri dari 875 unit setinggi 33 lantai.


Managing Director PT Aldebaran Fransiscus Lugito mengklaim apartemen tersebut merupakan bangunan tertinggi di BSD di mana tingginya mencapai lebih dari 100 meter.


Menara apartemen Roseville dikembangkan dua tipe kamar berukuran 42 m2 dan 60 m2. Selain itu, perusahaan juga menyediakan sembilan unit penthouse yang dilengkapi dengan jacuzzi. Adapun PT Aldebaran mematok harga apartemen mulai Rp500 juta per unit.


Dengan membidik konsumen menengah ke atas baik untuk proyek SOHO dan apartemen. Dengan mengakomodasi permintaan tinggi dari para pengusaha jasa, kreatif dan konsultan.


Prapenjualan akan digelar mulai 28 November mendatang. Adapun tipe pembayaran dapat dilakukan dengan Kredit Pemilikan Apartemen 36 kali atau dengan pilihan cicilan 12 kali, 24 kali dan 36 kali.



PT Aldebaran Mengembangkan Roseville Soho and Suite Senilai Rp1,1 Triliun

Sunday, October 12, 2014

Perbankan Harus Segera Konsolidasi Untuk Hentikan Perang Suku Bunga Deposito

Financeroll – Perbankan nasional harus segera melakukan konsolidasi sebagai solusi menghentikan perang suku bunga deposito yang terjadi beberapa waktu terakhir.


Ekonom Senior Standard Chartered Bank menilai konsolidasi perbankan seharusnya menjadi solusi utama mengatasi perang suku bunga antar bank, selain imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Solusi menyudahi persaingan tidak sehat adalah merger dan akuisisi, konsolidasi perbankan kecil. Jadi bisa lebih kuat dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN nanti.


Pada 30 September lalu, OJK menetapkan batas atas suku bunga dana perbankan dalam upaya meningkatkan pengawasan terhadap penghimpunan dana dan likuiditas perbankan.


Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK menyampaikan imbauan ditujukan untuk mencegah dampak negatif persaingan suku bunga dana perbankan saat ini.


Disebutkan, perang suku bunga terjadi karena tekanan deposan besar. Hal itu merupakan bagian dari fenomena di pasar uang, karena pada akhirnya cash is the king.


Deposan besar, terutama institusi, harus memarkir dananya di bank yang memberi suku bunga tinggi. Jika tidak, auditor justru akan curiga karena perusahaan tidak berupaya keras mengoptimalkan keuntungan bunga pada dana yang dimiliki.



Perbankan Harus Segera Konsolidasi Untuk Hentikan Perang Suku Bunga Deposito