Showing posts with label informasi properti. Show all posts
Showing posts with label informasi properti. Show all posts

Friday, December 5, 2014

Para Pengembang Properti Singapura Memborong Properti di Luar Negeri

Financeroll – Para pengembang Singapura yang tengah berjuang menjual apartemen di dalam negeri memborong properti di luar negeri sehingga membuat negara kota itu menjadi investor asing regional terbesar tahun ini.


Sejumlah perusahaan termasuk City Developments Ltd. (CIT) dan Keppel Land Ltd. (KPLD) menanamkan modalnya sebesar US$2,32 miliar di pasar luar negeri selama bulan sebulan di September. Nilai tersebut tercatat naik tiga kali lipat dari periode yang sama tahun lalu.


Menurut data dari Real Capital Analytics Inc., sebuah perusahaan riset yang mengkhususkan diri di bidang investasi properti komersial, investasi Singapura di luar negeri itu merupakan yang terbesar dalam delapan tahun.


Para pengembang Singapura mengincar properti luar negeri setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menekan harga properti. Kebijakan itu menyebabkan harga tempat hunian anjlok selama empat kuartal berturut-turut atau yang terlama sejak 2009.


Terence Tang, managing director Asia pada Colliers International mengungkapkan banyaknya negara Asia seperti Singapura menghadapi kebijakan yang tidak menguntungkan di dalam negeri sehingga mereka membelinya di pasar negara Barat dengan keuntungan yang tinggi selain tengah terjadi pemulihan pasar properti.



Para Pengembang Properti Singapura Memborong Properti di Luar Negeri

Tuesday, December 2, 2014

PT Agung Podomoro Land Targetkan Peningkatan Kinerja 10%

Financeroll – PT Agung Podomoro Land Tbk menargetkan peningkatan kinerja sebesar 10% tahun depan, seiring proyeksi masih melambatnya sektor properti tahun depan.

Corporate Secretary Agung Podomoro Land (APLN) Justini Omas mengaku pihaknya memilih target yang moderat karena pertumbuhan sektor properti selama dua tahun terakhir sudah sangat tinggi. Pasar dalam dua tahun ini tinggi sekali pertumbuhannya, jadi sekarang melambat. Tahun depan akan konservatif, maksimal 10%.


Tahun ini, perseroan mengincar pertumbuhan pendapatan dan penjualan sekitar 5% dari posisi 2013. Tahun lalu, revenue APLN tercatat sebesar Rp4,9 triliun dan laba bersih Rp851,43 miliar.


Adapun pendapatan prapenjualan 2014 dipatok di angka Rp6 triliun. Dengan demikian, tahun depan nilainya diharapkan mencapai Rp6,6 triliun.


Dengan naiknya harga BBM, emiten properti itu kemungkinan menahan pertumbuhan harga jual di kisaran 10%-15%. Angka tersebut jauh di bawah level pertumbuhan harga jual properti dalam dua tahun terakhir, yang mencapai 100%-150%.


Untuk 2015, APLN baru menyiapkan dua proyek yaitu apartemen di Simprug, Jakarta Selatan dan Klender, Jakarta Timur. Sementara, proyek Pluit City masih dalam proses izin reklamasi.


Capex 2015 sepertinya sama dengan tahun ini, sekitar Rp5 triliun.


Anggaran belanja modal tahun ini kemungkinan tidak terserap seluruhnya. Diperkirakan yang terealisasi hingga akhir 2014 hanya Rp3,5 triliun-Rp4 triliun.


Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar kemarin, pemegang saham menyetujui dilakukannya buyback sebanyak-banyaknya 2,05 miliar sahamnya atau 10% dari saham perseroan yang beredar.


Pembelian kembali saham itu bakal dilaksanakan dalam waktu 18 bulan setelah tanggal RUPSLB, yang dalam jangka waktu 28 November 2014 sampai 27 Mei 2016.


Perseroan menyatakan aksi ini dilakukan demi meningkatkan likuditas dan harga saham mereka. Pada perdagangan kemarin, saham APLN ditutup di level Rp344 per lembar, turun 0,86% dari posisi sehari sebelumnya.


APLN juga tengah memproses penerbitan obligasi senilai Rp550 miliar. Surat utang tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) yang jumlah totalnya Rp2,5 triliun.



PT Agung Podomoro Land Targetkan Peningkatan Kinerja 10%

PT Evergreen Sukses Sejahtera Akan Naikkan Harga Rumah Hingga 10%

Financeroll – Pengembang properti di Jawa Timur PT Evergreen Sukses Sejahtera berencana menaikkan harga rumah pada tahun depan seiring dengan meningkatnya harga lahan.


Manager Sales dan Marketing Yahya Djuanda mengatakan sepanjang tahun ini Evergreen sudah menaikan harga rumah hingga 10% karena tingginya biaya pembebasan lahan.


Tahun depan rencananya harga naik, tapi belum dihitung lagi. Bagi developer yang ingin jalan terus bisnisnya memang harus mencari lahan lagi setelah lahan sebelumnya sudah habis dibangun, jadi harga lahan lah yang membuat naik.


Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga bahan bangunan tidak terlalu berpengaruh besar terhadap kenaikan harga rumah.


Evergreen saat ini memiliki tiga proyek properti, di antaranya Evergreen Regency di Tambak Sumur Waru Sidoarjo, Evergreen De Parc di Gunung Anyar Surabaya, dan rumah toko (ruko) di Pandugo Surabaya.


Pada proyek Evergreen Regency terdapat 113 unit dan sekitar 60% sudah terjual, sedangkan Evergreen De Parc terdapat 180 unit dan telah terjual hingga 60%, sementara proyek ruko dengan dua lantai dengan total 31 unit, kini hanya tersisa 7 unit.


Ruko di kawasan pandugo ini cepat terjual karena akses jalan yang bagus dan ramai, termasuk berada di dekat MERR (middle east ring road).


Selain di Pandugo, ruko Evergreen juga terdapat di dalam kawasan perumahan Evergreen Regency Waru yakni terdapat 11 unit. Ruko tersebut ditawarkan dengan harga mulai Rp711 juta.


Rumah di kawasan Evergreen Waru Sidorajo tersebut ditawarkan dengan harga mulai Rp561 juta, sedangkan Evergreen di Surabaya ditawarkan mulai Rp656 juta, dan ruko Pandugo ditawarkan mulai Rp1,2 miliar.



PT Evergreen Sukses Sejahtera Akan Naikkan Harga Rumah Hingga 10%

Pollux Properties Akan Naikkan Harga Properti Sekitar 25%

Financeroll – Pollux Properties, salah satu pengembang apartemen, berencana menaikkan harga properti sekitar 25% sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi yang diberlakukan bulan ini.


Harry Setiawan, Sales Consultant Manager Pollux Properties, mengatakan kenaikan harga itu berlaku secara merata pada tiap unit apartemen maupun kondotel. Kenaikan BBM memicu kenaikan harga bahan baku material dan biaya produksi.


Harry mengatakan harga apartemen dan kondotel berkisar Rp700 juta/unit hingga Rp1 miliar lebih. Besaran harga tersebut sebagian untuk fasilitas dapur dan perlengkapan kamar.


Kenaikan BBM itu pasti berpengaruh, maka menaikkan harga sekitar 25%.


Kendati harga naik, pihaknya menyakini tidak mempengaruhi daya beli masyarakat. Pasalnya, masyarakat sudah memahami kenaikan BBM berimbas pada semua sektor.


Hingga saat ini, apartemen W/R Simpang Lima Jl Ahmad Yani terjual 95% dari 420 unit. Untuk proyek pembangunan The Pinnacle Apartment and Condotels di Jl Pandanaran terjual 85% dari total 570 apartemen dan 198 kondotel.



Pollux Properties Akan Naikkan Harga Properti Sekitar 25%

Sunday, November 30, 2014

Sinar Mas Land Tawarkan Greenwich Park BSD Mulai Rp1,2 Miliar

Financeroll – Sinar Mas Land memasarkan klaster hunian baru di kawasan Greenwich Park, BSD City.


Klaster Hylands tersebut terdiri dari 192 unit rumah yang dibangun dengan konsep resort. Adapun harga jual mulai dari Rp1,2 miliar.


Secara lebih rinci, tiga tipe rumah yang dikembangkan meliputi tipe 70/77, tipe 76/77, dan 133/112.


Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land Ishak Chandra mengatakan sebanyak 85% unit tersebut telah terjual saat ini.


Kemudahan akses transportasi dan beroperasinya jalan tol JORR W2 Ciledug-Ulujami mempermudah akses ke BSD City.


Di dalam klaster ini akan dilengkapi beberapa fasilitas penunjang seperti Thematic Lagoon Pool seluas 1,6 hektare, jogging track, pedestrian, dan taman sebagai ruang terbuka hijau.



Sinar Mas Land Tawarkan Greenwich Park BSD Mulai Rp1,2 Miliar

Daftar Harga Apartemen Jakarta

Financeroll – Rata-rata harga apartemen di Jakarta per kuartal III/2014, dalam meter persegi.























LokasiApartemen Sudah BerdiriApartemen Baru
Pusat BisnisRp42 juta-Rp48 juta/m2Rp54 juta-Rp60 juta/m2
Jakarta Pusat (non-CBD)Rp18 juta-Rp23 juta/m2Rp22 juta-Rp27 juta/m2
Jakarta UtaraRp14 juta-Rp19 juta/m2Rp28 juta-Rp33 juta/m2
Jakarta SelatanRp32 juta-Rp38 juta/m2Rp38 juta-Rp43 juta/m2
Jakarta TimurRp14 juta-Rp19 juta/m2Rp16 juta-Rp22 juta/m2
Jakarta BaratRp30 juta-Rp35 juta/m2Rp28 juta-Rp33 juta/m2

Daftar Harga Apartemen Jakarta

Daftar Harga Rumah di Jakarta

Financeroll – Daftar harga rumah tapak di beberapa area favorit di Jakarta. Daftar harga tersebut senilai meter persegi dari masing-masing kawasan yang menjadi incaran.
























KawasanHarga Rumah (juta/m2)
Gading-Jakarta Utara28-33
Pantai Indah Kapuk-Jakarta Utara35-40
Kalibata-Jakarta Selatan14-17
Gandaria-Jakarta Selatan32-37
Cakung-Jakarta Timur8-13
Rawamangun-Jakarta Timur19-24
Puri Indah-Jakarta Barat24-29
Slipi-Jakarta Barat17-22
Kemayoran-Jakarta Pusat23-28
Cempaka Putih-Jakarta Pusat17-21

Daftar Harga Rumah di Jakarta

PT Pembangunan Perumahan Targetkan Perolehan Kontrak Baru Menjadi Rp27 Triliun

Financeroll – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. menargetkan perolehan kontrak baru tahun depan tumbuh 25% menjadi Rp27 triliun.


Sedangkan pendapatan tumbuh 35% menjadi Rp19 Triliun. Perseroan juga menargetkan laba bersih tumbuh 35% menjadi Rp730 miliar pada 2015 mendatang.


Direktur Keuangan PTPP Tumiyana mengatakan seiring dengan gencarnya program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintah, perseroan optimis dapat mencapai target yang telah ditetapkan.


Hal ini juga karena kontribusi seluruh pilar bisnis yang diyakini dapat menghasilkan keuntungan.


Kemudian, perseroan menganggarkan belanja modal pada 2015 sebesar Rp1,8 triliun.


Secara terperinci, dana tersebut akan digunakan untuk penambahan land bank Rp200 miliar, pendirian pabrik pracetak di Lampung Rp150 miliar, pengembangan proyek properti Grand Kamala Lagoon Rp108 miliar, dan investasi untuk enam ruas jalan tol dalam kota.



PT Pembangunan Perumahan Targetkan Perolehan Kontrak Baru Menjadi Rp27 Triliun

Saturday, November 29, 2014

Penurunan Okupansi Terjadi di Jakarta dan Bali

Financeroll – Hasil riset yang dilansir oleh Konsultan perhotelan STR Global menunjukkan terjadinya penurunan okupansi di Jakarta dan tarif kamar hotel di Bali selama Oktober 2014 lalu bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.


Tarif kamar hotel dalam mata uang lokal di Bali tercatat mengalami penurunan hingga 16,8% dengan tarif rata-rata saat ini berkisar US$130,62/malam. Sementara tingkat okupansi di Jakarta tercatat mengalami penurunan hingga 10%, menjadi rata-rata 66,3% saat ini.


Tarif kamar hotel di Bali mengalami penurunan paling tinggi di antara negara-negara di Asia Pasifik, diikuti oleh Delhi sebesar 12,8% atau US$110,22/malam.


Jakarta bersama dengan Delhi di India yang turun 10,6% dengan okupansi 56,8%, juga menjadi lokasi dengan penurunan okupansi paling tinggi di Asia Pasifik pada periode tersebut.


Bahkan, rata-rata tarif sewa kamar dalam mata uang lokal di Delhi turun hingga 12,4%, dan rata-rata pendapatan per kamar yang tersedia turun hingga 21,7%.


Terjadi penurunan okupansi pada bisnis perhotelan di Asia Pasifik selama Oktober lalu.


Pada Oktober 2014, pasar Asia Pasifik menunjukkan penurunan okupansi sekitar 0,6% menjadi 72%, dengan rata-rata tarif sewa per malam berkisar US$117,54 atau turun 3,6%. Selain itu, rata-rata pendapatan per kamar yang tersedia juga menunjukkan penurunan hingga 4,2% menjadi US$84,65.


Walaupun begitu pertumbuhan pasokan dan permintaan sepanjang tahun ini tetap memperlihatkan pertumbuhan yang positif. Secara signifikan, bisnis perhotelan di Asia Pasifik terus tumbuh, sebagai salah satu tujuan dari wisatawan.



Penurunan Okupansi Terjadi di Jakarta dan Bali

Harga Lahan Disisi Selatan Jakarta Lebih Terjangkau

Financeroll – Walau tidak ditopang sektor industri, pengembangan hunian di kawasan Bogor diprediksi akan semakin menarik seiring keterbatasan lahan yang ada.


Selain itu, ungkap Residential Services Coldwell Banker Commercial Fransiska Hendri, sisi selatan Jakarta ini juga terbilang mempunyai harga yang lebih terjangkau bila dibandingkan kawasan lainnya seperti di Bekasi dan Tangerang.


Walaupun tidak ditopang industri seperti yang lainnya, tetap ada pengaruh positif juga. Air dan udara di Bogor masih bagus, dan jauh dari polusi. Selain itu, Bogor juga dikenal dengan view yang ditawarkan dan banyak tempat wisata juga.


Keterlambatan pengembangan yang terjadi selama ini dipengaruhi keterbatasan infrastruktur dan tingkat kemacetan yang tinggi. Walaupun begitu, diyakini hal tersebut dapat segera teratasi.


Rata-rata harga tanah untuk residensial berkisar Rp4 juta-Rp5 juta/m2. Sementara harga lahan komersial berada pada kisaran Rp12 juta/m2, dan di area tertentu sudah mencapai Rp20 juta/m2.


Walaupun begitu, harga tersebut masih terbilang lebih rendah dibanding area pinggiran Jakarta lainnya.


Belum over price, dan pertumbuhannya terbilang sehat. Secara rata-rata pertumbuhannya sekitar 15% sampai 20% per tahun. Pembeli hunian di Bogor umumnya memperhatikan kebutuhan yang sifatnya natural atau dekat dengan alam.


Sebagian besar masyarakat yang tinggal di Bogor atau mencapai lebih dari 50%-nya merupakan masyarakat kelas menengah.


Adapun kelas atas dan kelas bawah berada pada persentase yang cukup imbang.


Belakangan ini pengembang makin banyak yang bangun di Bogor. Permintaan untuk hunian tapak juga masih cukup banyak. Bogor tetap menjadi bagian dari lima besar kawasan pilihan untuk tempat tinggal.



Harga Lahan Disisi Selatan Jakarta Lebih Terjangkau

Pertumbuhan Bisnis Hotel Asia Pasifik Tertinggi di Taipei Capai 75,2%

Financeroll – Konsultan perhotelan STR Global mencatat pertumbuhan bisnis hotel di Asia Pasifik selama periode Oktober lalu.


Pertumbuhan okupansi paling tinggi terjadi di Taipei dengan persentase 9,2% menjadi 75,2%. Kemudian diposisi kedua adalah pertumbuhan di Vietnam tercatat 6,8% dengan okupansi 74,6%. Sementara itu, tingkat okupansi yang cukup tinggi terjadi di Jepang dengan 80%.


Adapun pertumbuhan harga sewa dan pendapatan per kamar yang tersedia paling tinggi terjadi di Jepang. Di Osaka harga sewa tumbuh 18,7% (JPY13.300/malam), sedangkan pendapatan per kamar yang tersedia tumbuh 23% (JPY12.187/kamar).


Pertumbuhan serupa juga terjadi di Tokyo sebesar 12,5% (JPY17.707/malam), dan 13,5% (JPY16.268/kamar).


Australia dan Oceania serta negara-negara di central atau selatan Asia mengalami pertumbuhan okupansi 2,3%. Secara rata-rata, sepanjang tahun ini tingkat okupansi di Australia dan Oceania mencapai 74,8%, sementara untuk kawasan central atau selatan Asia tercatat 58,6%.


Walaupun mengalami penurunan okupansi, tarif sewa kamar hotel di Thailand tetap mengalami pertumbuhan. STR mencatat tingkat okupansi di Thailand saat ini adalah 62,7%.



Pertumbuhan Bisnis Hotel Asia Pasifik Tertinggi di Taipei Capai 75,2%

Tuesday, November 25, 2014

Grand Orange Akan Bangun Kondotel di Kawasan Pasar Baru

Financeroll – Grand Orange berencana membangun Grand Orange Condotel di kawasan Pasar Baru, Jakarta, seiring potensi pasar yang menjanjikan di wilayah tersebut.


Ratdi Gunawan, General Manager Marketing Grand Orange Condotel Pasar Baru, mengatakan Ibu Kota Jakarta menjadi daerah yang sangat prospektif untuk bisnis kondotel ini. Apalagi lokasi kondotel tersebut berada di lokasi yang premium.


Tingkat okupansi hotel di kawasan Pasar Baru, Mangga Dua, dan Gajah Mada di atas 90%.


Bisnis hotel dinilai semakin hari semakin menjanjikan, apalagi kebutuhan akan hotel diperkirakan meningkat pada 2015.


Selain di kawasan wisata, pembangunan hotel juga marak sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Makassar, dan Medan.


Untuk investasi di kondotel, investor harus memilih lokasi dengan tingkat okupansi hotel yang pasti supaya mendapatkan keuntungan yang pasti juga.


Jika lokasinya termasuk premium, itu pasti akan berdampak pada tingkat okupansi hotel yang tinggi.


Dengan demikian, hal itu akan menghasilkan room rate yang tinggi pula. Pada akhirnya akan menghasilkan return on investment (ROI) yang tinggi.


Semakin tinggi ROI yang didapatkan, maka akan semakin cepat pula pengembalian modal dari investasi hotel tersebut.


Sebagai informasi, Grand Orange Condotel Pasar Baru merupakan investasi hotel bintang empat dengan sertifikat hak milik (strata title) di lokasi premium, yakni ring 1 Istana Negara, dekat dengan pusat pemerintahan, kantor kementerian/lembaga negara, dan BUMN.


Kondotel tersebut ditawarkan dengan angsuran Rp27 jutaan per bulan, konsumen sudah dapat memiliki kondotel bintang empat dengan sertifikat hak milik (strata title) dengan profit sharing 80%.


Dapatkan harga perdana dan angsuran 38x tanpa bunga. Unit yang dipasarkan sangat terbatas.



Grand Orange Akan Bangun Kondotel di Kawasan Pasar Baru

Sunday, November 23, 2014

PT Aldebaran Mengembangkan Roseville Soho and Suite Senilai Rp1,1 Triliun

Financeroll – PT Aldebaran mengembangkan Roseville SOHO and Suite senilai Rp1,1 triliun di pusat bisnis BSD City, Tangerang.


Proyek yang dijadwalkan pemancangan tiang perdana pada Januari tahun depan akan terdiri dari 143 unit Small Office Home Office (SOHO) dan satu menara apartemen.


Adapun tiap unit SOHO memiliki luas 100 m2-113 m2 dengan tinggi dua lantai dan dipasarkan Rp1,7 miliar. Sedangkan menara apartemen terdiri dari 875 unit setinggi 33 lantai.


Managing Director PT Aldebaran Fransiscus Lugito mengklaim apartemen tersebut merupakan bangunan tertinggi di BSD di mana tingginya mencapai lebih dari 100 meter.


Menara apartemen Roseville dikembangkan dua tipe kamar berukuran 42 m2 dan 60 m2. Selain itu, perusahaan juga menyediakan sembilan unit penthouse yang dilengkapi dengan jacuzzi. Adapun PT Aldebaran mematok harga apartemen mulai Rp500 juta per unit.


Dengan membidik konsumen menengah ke atas baik untuk proyek SOHO dan apartemen. Dengan mengakomodasi permintaan tinggi dari para pengusaha jasa, kreatif dan konsultan.


Prapenjualan akan digelar mulai 28 November mendatang. Adapun tipe pembayaran dapat dilakukan dengan Kredit Pemilikan Apartemen 36 kali atau dengan pilihan cicilan 12 kali, 24 kali dan 36 kali.



PT Aldebaran Mengembangkan Roseville Soho and Suite Senilai Rp1,1 Triliun

Ciputra Residence Lakukan Groundbreaking CitraLake Suites

Financeroll – Ciputra Residence bekerja sama dengan Mitsui Fudosan Residential melakukan proses grounbreaking CitraLake Suites di Jakarta Barat.


Proyek bergaya Island Kondominium tersebut dikembangkan di tengah danau seluas 5,7 ha.


Senior Director Ciputra Group Agussurja Widjaja mengatakan CitraLake Suites akan menjadi sebuah hunian dengan gaya hidup baru di kawasan CitraGarden City.


“Condominium CitraLake Suites memiliki Sky Garden yaitu taman bersama yang dapat digunakan oleh penghuninya tanpa perlu turun ke lantai dasar, karena Sky Garden tersebut berada di lantai-lantai atas.


Soft launching CitraLake Suites tahap pertama ini telah dilaksanakan dengan membuka 1 tower yaitu Tower B. Tower dengan total 100 unit tersebut sudah terjual 90 unit .


Tipe unit yang dipasarkan adalah tipe 1 bedroom seluas 48,97 m2 dengan kisaran harga Rp900 juta-an. Sedangkan tipe 2 bedroom dengan 70,65 m2 dijual seharga Rp1,5 miliar.



Ciputra Residence Lakukan Groundbreaking CitraLake Suites

Kondominium Khusus Lansia Dari Living Well Communities Bintaro

Financeroll – Pengembang sekaligus operator properti yang berpusat di Australia Living Well Communities membangun hunian bagi lanjut usia di Bintaro, Tangerang Selatan. Hunian dalam bentuk kondominium tersebut akan dibangun pada kuartal IV/2015 dan siap beroperasi pada awal 2017.


Presiden Direktur Living Well Communities Benjamin Cass mengatakan Indonesia merupakan negara di Asia Pasifik yang belum memiliki senior living. Sebuah penelitian menyebutkan jumlah lanjut usia di atas 60 tahun hingga 2050 diprediksi mencapai 74 juta jiwa.


Hingga sekarang, belum ada hunian layak yang khusus mengakomodasi mereka. Jadi, market untuk kalangan ini sangat potensial dikembangkan hingga 10 tahun ke depan.


Tujuan dibangunnya Kondominium Living Well agar lansia dapat menikmati hidup berkualitas di masa tuanya tanpa memberi kesan memanti jompokan orang tua. Hunian tersebut dibangun layaknya hunian mewah yang jauh dari kesan pengobatan dan rumah untuk orang sakit.


Sementara itu, perusahaan memilih Bintaro sebagai tempat pengembangan karena pihaknya membidik masyarakat yang tinggal di Alam Sutera, BSD, Gading Serpong dan Pondok Indah. Warga di sekitar kompleks tersebut berkarir mapan dan beberapa kuliah di luar negeri sehingga tidak memiliki waktu mengurus orang tua.


Rencananya, kondominium terdri dari 190 unit yang dibangun di atas lahan seluas 1,3 hektare. Bangunan terdiri dari lima menara low rise di mana satu menara setinggi lima lantai. Tipe kamar dibagi menjadi dua yaitu satu bedroom dengan luas 45 m2 dan dua bedrooms dengan luas 80 m2. Adapun satu unit kamar dipasarkan mulai Rp1,5 miliar.


Dalam pengembangan proyek tersebut, Living Well Communities menggandeng salah satu pengembang lokal di Jakarta dalam bentuk joint venture.


Kami membeli tanah mereka seluas 1,3 hektare senilai US$5,5 juta. Biaya konstruksi akan diambil dari hasil prapenjualan yang kami lakukan pada kuartal II/2015. Komposisi bentuk kerjasama akan dibicarakan setelah kami umumkan resmi joint venture pada tahun depan, terangnya.


Kondominium Living Well akan dioperasikan seperti layaknya hotel bintang 5 dengan standar tenaga ahli Australia yang melatih tenaga kerja Indonesia.


Disediakan perawat 24 jam untuk setiap unit ruangan. Selain itu, disediakan tombol darurat di kamar tidur dan kamar mandi yang berfungsi 24 jam.


Selain itu, Living Well menyediakan fasilitas bersama antara lain tempat konsultasi kesehatan, tempat meditasi dan yoga, bioksop, ritel, kafe, restoran, salon, perpustakaan, taman, tempat spa dan walking track.


Target pembeli dari unit kondo harus di atas 60 tahun. Jika mereka meninggal dunia, maka sang anak atau kerabat dapat menjual atau menyewakan kepada orang lain dengan usia di atas 60 tahun.


Setelah proyek di Bintaro selesai, Living Well menargetkan membangun enam proyek yang sama di Jakarta, Surabaya dan Semarang dalam kurun waktu 4 hingga 5 tahun.



Kondominium Khusus Lansia Dari Living Well Communities Bintaro

Monday, November 17, 2014

Pengembang Rumah Sederhana Kesulitan Mencari Lahan

Financeroll – Pengembang rumah sederhana menyatakan kesulitan untuk mencari lahan murah yang sesuai kebutuhan yang ada.


Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Indonesia mengatakan lahan-lahan yang terletak dekat dengan akses transportasi umum sudah dikuasai berbagai pihak.


Sayangnya, sebagian dari lahan tersebut seringkali sengaja untuk tidak dikembangkan sambil menunggu pertumbuhan harga yang terjadi.


Tanpa melakukan pengembangan apa pun, harganya terus naik. Pada akhirnya pembangunan untuk rumah sederhana menjadi semakin jauh saja.


Oleh karena itu, pemerintah perlu segera menetapkan tata ruang yang jelas. Area pembangunan untuk perumahan sederhana sudah ditentukan sejak awal.


Dengan pengaturan tata ruang yang ada, Diharapkan pemerintah dapat mengontrol kenaikan harga tanah.


Siapa pun yang telah menguasai lahan tersebut pada akhirnya akan terikat oleh ketentuan untuk membangun hunian sederhana di lokasi tersebut.



Pengembang Rumah Sederhana Kesulitan Mencari Lahan

Perlambatan Ekonomi Berdampak Melambatnya Penjualan Properti Residensial

Financeroll – Volume penjualan properti residensial pada kuartal III/2014 melambat seiring dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional yang masih terjadi.


Berdasar laporan survei harga properti residensial (SHPR) Bank Indonesia kuartal III tahun ini, volume penjualan properti residensial hanya tumbuh 33,69%, lebih rendah dari pertumbuhan kuartal sebelumnya 36,65%.


Perkembangan sektor properti residensial tersebut sejalan dengan proses penyesuaian perekonomian yang masih berlangsung secara terkendali ke arah yang lebih seimbang dan berkesinambungan, tulis Bank Indonesia dalam siaran pers.


Sejalan dengan perlambatan volume penjualan, kenaikan harga properti residensial pun melambat. Indeks harga pada kuartal III/2014 hanya tumbuh 1,46%, lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya 1,69%.


Perlambatan kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah, khususnya rumah tipe kecil. Tak tanggung-tanggung, untuk kuartal IV/2014, hasil survei memperkirakan harga properti residensial akan tumbuh 0,63%, melambat dibandingkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya.



Perlambatan Ekonomi Berdampak Melambatnya Penjualan Properti Residensial

PT Lippo Karawaci Jual 90% Apartemen Dalam 5 Jam

Financeroll – PT Lippo Karawaci Tbk sukses menjual 90% unit menara apartemen Eastern Wing Embarcadero Suites Bintaro dalam tempo 5 jam.


CEO Lippo Holmes mengatakan dalam tempo tersebut, sebanyak 90% dari total 156 unit bisa terjual. Hal ini sekaligus mengulangi kesuksesan peluncuran menara pertama Western Wing Embarcadero Suites Bintaro pada Maret lalu.


Eastern Wing Embarcadero Suites, dijual mulai Rp590 juta per unit. Menara terintegrasi terssebut dikembangkan dengan konsep kawasan terpadu bernama Embarcadero Park di atas lahan seluas 2,43 hektare dengan nilai investasi Rp 2,5 triliun.


Selain mencakup dua menara apartemen, Embarcadero Park juga akan dilengkapi dengan pusat perdagangan seluas 46.000 m2, rumah sakit dengan 300 kamar tidur, Embarcadero Family Club, private sky pool & facilities serta area komersial dan entertainment.


Selain itu, Embarcadero Park memiliki akses langsung melalui jalan tol ke dan dari Koridor TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Di sisi lain, Embarcadero Park juga dikelilingi tiga sekolah internasional, yaitu British International School, Jakarta Japanese School, dan Global Jaya International School.


Lippo Homes telah menggandeng konsultan internasional untuk mengerjakan pembangunan Embarcadero Park seperti DP Architects Singapura untuk desain, Ohtori Jepang untuk lanskap, Vivienne Faye untuk publuic spaces, dan Alex Bayu dari Genius Loci Jakarta-Singapore-Shanghai untuk interior show suites.



PT Lippo Karawaci Jual 90% Apartemen Dalam 5 Jam

Tuntutan Pembentukan Badan Perumahan Nasional Untuk Memenuhi Hunian

Financeroll – Pemerintahan baru dituntut segera membentuk Badan Perumahan Nasional yang bertanggung jawab pada pemenuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.


Ketua Masyarakat Konstitusi Indonesia mengatakan pada dasarnya tidak ada halangan yuridis bagi pemerintah untuk segera membentuk badan tersebut, karena sudah tertuang dalam UU Perumahan dan Kawasan Permukiman.


Ini semacam pembentukan Bulog Perumahan Rakyat. Kalau Bulog menyangga kebutuhan pangan nasional, kalau ini menyangga kebutuhan papan. Darurat perumahan terjadi karena pemerintah tidak membentuk lembaga atau badan yang bertugas memproduksi rumah umum.


Sesuai dengan amanat UU, pemerintah wajib bertanggung jawab langsung untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi MBR. Pembentukan badan tersebut semakin mendesak karena belum ada pihak yang bisa menyangga keberadaan pasokan atau produksi rumah umum.


Padahal negara lain sudah menerapkan hal tersebut. Seperti di Singapura, rumah umum dikelola oleh Housing and Development Board. Lalu di Prancis, Habitation a Loyer Moderere, di Jepang terdapat Urban Renaissance, dan di Korea Selatan terdapat Korean Land and Housing Corporation.


Badan ini berupaya untuk mengatasi darurat perumahan rakyat, mengatasi backlog, menggiatkan housing delivery system, mengelola land bank, mengendalikan harga, dan mengatur kepenghunian.



Tuntutan Pembentukan Badan Perumahan Nasional Untuk Memenuhi Hunian

Pembangunan MRT Memacu Pengembangan Kawasan Blok M

Financeroll – Dimulainya pembangunan moda transportasi massal mass rapid transit (MRT) tahap pertama memacu pengembangan kawasan komersial dengan bangunan lebih tinggi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.


Pembangunan gedung perkantoran dan residensial dirasa akan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan, sebagai upaya menangkap peluang pertumbuhan kawasan tersebut. Pengembangan kembali gedung lama diperkirakan akan marak terjadi.


Director Office Service Colliers International Indonesia Bagus Adikusumo mengatakan kawasan Blok M mempunyai peluang pertumbuhan yang sangat tinggi ke depannya. Blok M memiliki kedekatan dengan pusat bisnis, didukung dengan akses yang memadai, dan berada dekat dengan transportasi massal.


Sejak dulu sampai sekarang Blok M menjadi tempat yang diminati untuk berkantor. Hanya saja, Blok M masih dipenuhi oleh bangunan-bangunan lama. Belum banyak gedung perkantoran tinggi yang beroperasi di sana.


Selain itu, jumlah lahan yang bisa difungsikan untuk area pembangunan juga terbilang sangat sulit ditemukan. Dengan adanya pembangunan Menara Sentraya, pengembang akan melihat peluang untuk pembangunan gedung yang lebih tinggi.


Sebelum ini bangunan di sana sebagian besar ruko atau bangunan paling tinggi hanya sekitar 12 lantai. Kalau ada kesempatan untuk membangun lebih tinggi misalnya dari bangunan-bangunan lama, pasti akan dikembangkan. Kalau nanti gedung lama di bangun diprediksi akan lebih tinggi.


Harga sewa atau harga jual ruang kantor di wilayah tersebut berpeluang lebih tinggi dari wilayah TB Simatupang, karena relatif lebih dekat dari pusat bisnis. Walaupun begitu, tetap lebih rendah 25%-30% dari wilayah Thamrin-Sudirman.



Pembangunan MRT Memacu Pengembangan Kawasan Blok M