Showing posts with label emiten saham apln. Show all posts
Showing posts with label emiten saham apln. Show all posts

Tuesday, December 2, 2014

PT Agung Podomoro Land Targetkan Peningkatan Kinerja 10%

Financeroll – PT Agung Podomoro Land Tbk menargetkan peningkatan kinerja sebesar 10% tahun depan, seiring proyeksi masih melambatnya sektor properti tahun depan.

Corporate Secretary Agung Podomoro Land (APLN) Justini Omas mengaku pihaknya memilih target yang moderat karena pertumbuhan sektor properti selama dua tahun terakhir sudah sangat tinggi. Pasar dalam dua tahun ini tinggi sekali pertumbuhannya, jadi sekarang melambat. Tahun depan akan konservatif, maksimal 10%.


Tahun ini, perseroan mengincar pertumbuhan pendapatan dan penjualan sekitar 5% dari posisi 2013. Tahun lalu, revenue APLN tercatat sebesar Rp4,9 triliun dan laba bersih Rp851,43 miliar.


Adapun pendapatan prapenjualan 2014 dipatok di angka Rp6 triliun. Dengan demikian, tahun depan nilainya diharapkan mencapai Rp6,6 triliun.


Dengan naiknya harga BBM, emiten properti itu kemungkinan menahan pertumbuhan harga jual di kisaran 10%-15%. Angka tersebut jauh di bawah level pertumbuhan harga jual properti dalam dua tahun terakhir, yang mencapai 100%-150%.


Untuk 2015, APLN baru menyiapkan dua proyek yaitu apartemen di Simprug, Jakarta Selatan dan Klender, Jakarta Timur. Sementara, proyek Pluit City masih dalam proses izin reklamasi.


Capex 2015 sepertinya sama dengan tahun ini, sekitar Rp5 triliun.


Anggaran belanja modal tahun ini kemungkinan tidak terserap seluruhnya. Diperkirakan yang terealisasi hingga akhir 2014 hanya Rp3,5 triliun-Rp4 triliun.


Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar kemarin, pemegang saham menyetujui dilakukannya buyback sebanyak-banyaknya 2,05 miliar sahamnya atau 10% dari saham perseroan yang beredar.


Pembelian kembali saham itu bakal dilaksanakan dalam waktu 18 bulan setelah tanggal RUPSLB, yang dalam jangka waktu 28 November 2014 sampai 27 Mei 2016.


Perseroan menyatakan aksi ini dilakukan demi meningkatkan likuditas dan harga saham mereka. Pada perdagangan kemarin, saham APLN ditutup di level Rp344 per lembar, turun 0,86% dari posisi sehari sebelumnya.


APLN juga tengah memproses penerbitan obligasi senilai Rp550 miliar. Surat utang tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) yang jumlah totalnya Rp2,5 triliun.



PT Agung Podomoro Land Targetkan Peningkatan Kinerja 10%

Monday, November 17, 2014

PT Agung Podomoro Land Bukukan Pendapatan Prapenjualan Rp5,04 Triliun

Financeroll – PT Agung Podomoro Land Tbk membukukan pendapatan prapenjualan sekitar Rp5,04 triliun hingga Oktober, atau 84,14% dari target sepanjang 2014 yang sebesar Rp6 triliun.


Dalam keterangan resmi perseroan yang dirilis, emiten berkode APLN itu menyebutkan kontribusi terbesar datang dari proyek Pakubuwono Springs, yang baru diluncurkan, dengan porsi 21,8%. Jumlah itu setara dengan Rp1,1 triliun.,


Marketing sales lainnya berasal dari Orchard Park Batam dengan 20,1%, Harco Glodok 18,9%, Podomoro City Extension 11%, Plaza Kenari Mas 4,9%, Grand Taruma 4,4%, Vimala Hills 4%, Metro Park Residences 3,5%, Borneo Bay Residences 3,3%, Podomoro City Deli Medan 3%, Ballroom@Baywalk mALL 2,6%, dan Soho Pancoran 1,9%.


Nilai pendapatan prapenjualan ini lebih tinggi 19,99% dari perolehan pada periode yang sama setahun lalu, yang sejumlah Rp4,2 triliun.


Emiten properti ini berencana melakukan buyback saham sebanyak-banyaknya 2,05 miliar saham atau 10% dari total saham yang beredar. Perseroan menyiapkan dana Rp620 miliar untuk buyback tersebut, yang berasal dari saldo laba yang ditahan.


Jangka waktunya maksimal 18 bulan setelah persetujuan pemegang saham diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang akan dilaksanakan pada 27 November 2014. Dengan demikian, buyback bakal digelar antara 28 November 2014 hingga 27 Mei 2016.


APLN menyebutkan setelah buyback dilakukan earning per share (EPS/laba bersih per saham) bisa meningkat dari Rp27,08 menjadi Rp30,09. Sementara, return on asset (ROA) bertumbuh menjadi 2,56% dari sebelumnya 2,49% dan return on equity (ROE) naik ke 7,56% dari 6,99%.


Perseroan mengklaim memiliki arus kas yang melebihi kebutuhan. Dengan menegaskan mempunyai tingkat kewajiban utang yang baik dan masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan utang jika diperlukan.


Laporan keuangan kuartal III/2014 menunjukkan kas internal perseroan sejumlah Rp3,77 triliun. Adapun total liabilitas sebesar Rp14,36 triliun, dengan ekuitas Rp7,93 triliun. Dari jumlah tersebut, total utang ke perbankan sebesar Rp2,14 triliun dan utang obligasi Rp4 triliun.



PT Agung Podomoro Land Bukukan Pendapatan Prapenjualan Rp5,04 Triliun