Showing posts with label rumah real estat. Show all posts
Showing posts with label rumah real estat. Show all posts

Sunday, December 28, 2014

Pentingnya Bank Tanah Masih Diabaikan Pemerintah

Financeroll – Pemerintah hingga saat ini dinilai belum melakukan terobosan terkait perumahan rakyat.


Pengamat properti Ali Tranghanda mengatakan keberadaan bank tanah saat ini sangat mendesak untuk segera dibentuk apalagi kinerja pemerintah dinilai belum menunjukkan adanya terobosan di sektor perumahan rakyat.


Bank tanah urgen untuk dibentuk karena hal ini yang sangat dirasakan sangat penting namun kerap terabaikan.


Dengan adanya bank tanah maka pemerintah relatif tidak akan terlalu mengkhawatirkan harga tanah yang melambung, karena bank tanah menjadi obyek kontrol pemerintah.


Harga tanah yang melejit juga ditengarai sebagai salah satu faktor utama yang membuat penyediaan rumah rakyat tersendat.


Karenanya bank tanah seharusnya menjadi momen yang tidak dapat diabaikan oleh pemerintah, dan menambahkan peran bank tanah harus sinergi di bawah sebuah badan perumahan yang saat ini santer diberitakan akan diserahkan ke Perumnas.


Fokus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada pembangunan infrastruktur jelas tidak boleh dihilangkan, namun peran kementerian terhadap perumahan rakyat pun harus jelas dan tidak mengabaikan.


Indonesia Property Watch mengimbau pemerintah segera melaksanakan program kerja yang nyata karena saat ini banyak pengembang yang sudah tidak mampu lagi membangun rumah murah terkait harga tanah yang semakin tinggi.


Selain itu masih adanya kekhawatiran berbagai stakeholder (pemangku kepentingan) terkait masalah perumahan rakyat yang semakin terabaikan akibat peleburan Kementerian Perumahan Rakyat ke dalam Kemenpupera.


Belum adanya program kerja perumahan rakyat yang jelas dari Kemenpupera sampai saat ini. Beberapa hal yang disampaikan masih sebatas wacana dan tidak ada terobosan baru, sama seperti yang lalu-lalu.


Sebelumnya dinyatakan bahwa instrumen bank tanah yang hingga kini masih menjadi wacana dinilai perlu segera diwujudkan untuk menjamin ketersediaan tanah bagi pembangunan perumahan rakyat di berbagai daerah.


Perlu instrumen bank tanah dari pemerintah yang dapat menjamin ketersediaan tanah untuk pembangunan rumah murah.


Indonesia Property Watch menginginkan konsep bank tanah yang telah dicetuskan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla jangan hanya menjadi sekadar wacana dan harus segera diimplementasikan di lapangan.


Wacana pembentukan bank tanah terkesan sangat lambat dilaksanakan di Indonesia dibanding negara-negara tetangga.


Bank tanah sebenarnya sudah ada di masing-masing Pemda namun masih bersifat aset yang belum dimanfaatkan maksimal.



Pentingnya Bank Tanah Masih Diabaikan Pemerintah

DPD REI Sumatera Barat Targetkan Bangun 5.000 Unit Rumah

Financeroll – DPD REI Sumatra Barat menargetkan membangun 5.000 unit rumah tahun depan untuk memenuhi kebutuhan rumah di daerah tersebut.


Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumbar Hendra Gunawan mengatakan tahun depan ditargetkan pembangunan 5.000 unit rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.


Sekitar 80% dari 5.000 unit itu untuk kelas menengah ke bawah.


Pembangunan rumah-rumah tersebut akan diprioritaskan untuk daerah di luar Kota Padang, seperti Kabupaten Dharmasraya, Solok, Pasaman Barat, dan Lima Puluh Kota.


Dipilihnya daerah luar Padang karena mempertimbangkan harga tanah yang mahal, sehingga tidak memungkinan membangun rumah sederhana di daerah tersebut.


Secara keseluruhan kebutuhan rumah di Sumbar masih mencapai 140.000 unit. Namun jumlah tersebut belum bisa terpenuhi karena persoalan lahan, dan rendahnya daya beli masyarakat akibat kebijakan uang muka yang tinggi.


Kebijakan loan to value (LTV) yang keluarkan Bank Indonesia tahun lalu dengan kewajiban DP 30% dari harga rumah, menyebabkan pertumbuhan penjualan rumah turun drastis di Sumbar. Padahal masyarakat setempat masih membutuhkan rumah. Namun besarnya uang pangkal menyebabkan masyarakat tidak mampu membeli rumah.


Untuk bayar cicilan masyarakat umumnya mampu, yang memberatkan itu adalah uang mukanya yang terlalu mahal, katanya Hendra. Dia mengharapkan regulator menurunkan tingkat kewajiban DP sehingga penjualan rumah kembali tumbuh, dan masyarakat berpenghasilan rendah tetap mampu membeli rumah.


Saat ini REI Sumbar baru mampu membangun 2.000-3.000 unit rumah dalam setahun, masih jauh dari kebutuhan masyarakat.



DPD REI Sumatera Barat Targetkan Bangun 5.000 Unit Rumah

Thursday, December 25, 2014

Proses Pembangunan Hunian Pekerja Terkendala Lahan

Financeroll – Pemerintah menyatakan proses pembangunan hunian pekerja selama ini terkendala masalah lahan.


Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Khalawi Abdul Hamid mengatakan anggaran untuk pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) sudah disiapkan, hanya saja terdapat kesulitan pada penyediaan area pembangunan.


Oleh karena itu, dalam waktu dekat Kementerian PU-Pera akan melakukan kerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, serta dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.


Sebetulnya pada pemerintahan sebelumnyaa Kemenpera telah melakukan MoU dengan Kemenakertras dan BPJS, membentuk tim percepatan penyediaan perumahan umum bagi pekerja. Ini sudah berjalan, tapi tetap masih ada kendala.


Karena pengaturan kawasan industri berada dalam wewenang Kemenperin, peran dari kementerian tersebut sangat besar. Khalawi mengatakan dalam aturannya setiap kawasan industri harus menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas hunian bagi pekerja.


Kenyataannya selama ini tidak seperti itu, dan sanksinya juga belum disiapkan. Sebetulnya ada juga yang sudah membangun semacam bedeng untuk pekerja. itu di apresiasi, tapi masih belum layak. Kalau lahannya sudah ada, pemerintah yang akan membangun.


Kerja sama ini penting dilakukan untuk menindaklanjuti semangat pemerintah dalam pembangunan kawasan industri baru, seperti yang diuraikan dalam nawacita.


Dia memaparkan pembangunan rusunawa pekerja sudah aktif dilakukan selama tiga tahun terakhir di 12 wilayah. Selain untuk buruh, rusunawa juga diperuntukkan bagi PNS. Adapun spesifikasi bangunan terdapat beberapa tipe, untuk pekerja lajang atau yang berkeluarga. Dalam target yang ditetapkan, pemerintah akan membangun 5.000 twin blok rusun dengan peruntukan paling besar bagi pekerja.



Proses Pembangunan Hunian Pekerja Terkendala Lahan

PT Suryamas Dutamakmur Akan Kembangkan Apartemen Rancamaya Bogor

Financeroll – Kalangan pengembang menilai kawasan Bogor masih memiliki potensi besar untuk pengembangan bisnis properti.


Eftianto, Kepala Departemen Marketing dan Business Development PT Suryamas Dutamakmur Tbk. mengatakan pihaknya akan mengembangkan apartemen di kawasan Rancamaya Bogor pada 2015.


Rencananya akan mengembangkan apartemen dengan total sekitar 300 unit kamar di kawasan Rancamaya. Saat ini masih tahap perizinan.


Harga apartemen per unit akan dipasarkan sebesar Rp300 juta dengan menyasar kalangan menengah. Dan diyakini pasar apartemen akan disambut positif seiring lokasi Rancamaya dinilai cukup strategis.


Hunian di Rancamaya sudah berdiri sejak era 1990-an dengan menyasar kelas atas. Pada 2010, pihaknya mulai mengembangkan hunian untuk kelas menengah dengan tipe 45. Kalau ditotal semua hunian mungkin lebih dari 1.000 unit. Semuanya sudah habis. Saat ini tengah fokus pada pengembangan apartemen dan hotel yang sudah berdiri tahun lalu.


Potensi kawasan Bogor untuk sektor properti akan masih berlanjut. Pasalnya, Bogor merupakan sebuah kawasan yang layak untuk dijadikan hunian dengan kondisi alam yang masih segar.


Rancamaya Bogor sendiri, katanya merupakan kawasan yang terintegrasi dengan antara lapangan golf elit, perumahan kelas mewah, hotel dan rencananya apartemen.


Jadi pasar untuk hunian di Rancamaya pasti masih potensial. Karena menawarkan pemandangan dan udara yang segar menghadap Gunung Salak.



PT Suryamas Dutamakmur Akan Kembangkan Apartemen Rancamaya Bogor

Thursday, December 18, 2014

Hanya 20% Masyarakat Menjangkau Pembelian Rumah

Financeroll – Diperkirakan hanya 20% masyarakat yang mampu menjangkau pembelian rumah dengan mengikuti kondisi harga pasar.


Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi mengatakan terdapat jurang pemisah yang besar antara masyarakat kelas atas dengan masyarakat kelas bawah. Dan itu memengaruhi kebijakan pemerintah dalam upaya pemenuhan kebutuhan papan di Indonesia.


Dan hanya sekitar 10% kelompok masyarakat kelas menengah atas yang mampu menjangkau rumah sewa di perkotaan.


Diungkapkan sekitar 40% rumah tangga tidak mampu menjangkau, bahkan untuk rumah dengan ukuran yang paling sederhana.


Hal ini disebabkan kelompok masyarakat terbawah itu mengeluarkan sebagian besar penghasilannya atau sekitar 80% untuk kebutuhan makanan.


Oleh karena itu dibutuhkan berbagai upaya untuk mengatasi tingginya kebutuhan rumah (backlog) yang mencapai 15 juta unit saat ini.



Hanya 20% Masyarakat Menjangkau Pembelian Rumah

Tuesday, December 2, 2014

PT Evergreen Sukses Sejahtera Akan Naikkan Harga Rumah Hingga 10%

Financeroll – Pengembang properti di Jawa Timur PT Evergreen Sukses Sejahtera berencana menaikkan harga rumah pada tahun depan seiring dengan meningkatnya harga lahan.


Manager Sales dan Marketing Yahya Djuanda mengatakan sepanjang tahun ini Evergreen sudah menaikan harga rumah hingga 10% karena tingginya biaya pembebasan lahan.


Tahun depan rencananya harga naik, tapi belum dihitung lagi. Bagi developer yang ingin jalan terus bisnisnya memang harus mencari lahan lagi setelah lahan sebelumnya sudah habis dibangun, jadi harga lahan lah yang membuat naik.


Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga bahan bangunan tidak terlalu berpengaruh besar terhadap kenaikan harga rumah.


Evergreen saat ini memiliki tiga proyek properti, di antaranya Evergreen Regency di Tambak Sumur Waru Sidoarjo, Evergreen De Parc di Gunung Anyar Surabaya, dan rumah toko (ruko) di Pandugo Surabaya.


Pada proyek Evergreen Regency terdapat 113 unit dan sekitar 60% sudah terjual, sedangkan Evergreen De Parc terdapat 180 unit dan telah terjual hingga 60%, sementara proyek ruko dengan dua lantai dengan total 31 unit, kini hanya tersisa 7 unit.


Ruko di kawasan pandugo ini cepat terjual karena akses jalan yang bagus dan ramai, termasuk berada di dekat MERR (middle east ring road).


Selain di Pandugo, ruko Evergreen juga terdapat di dalam kawasan perumahan Evergreen Regency Waru yakni terdapat 11 unit. Ruko tersebut ditawarkan dengan harga mulai Rp711 juta.


Rumah di kawasan Evergreen Waru Sidorajo tersebut ditawarkan dengan harga mulai Rp561 juta, sedangkan Evergreen di Surabaya ditawarkan mulai Rp656 juta, dan ruko Pandugo ditawarkan mulai Rp1,2 miliar.



PT Evergreen Sukses Sejahtera Akan Naikkan Harga Rumah Hingga 10%

Sunday, November 30, 2014

Sinar Mas Land Tawarkan Greenwich Park BSD Mulai Rp1,2 Miliar

Financeroll – Sinar Mas Land memasarkan klaster hunian baru di kawasan Greenwich Park, BSD City.


Klaster Hylands tersebut terdiri dari 192 unit rumah yang dibangun dengan konsep resort. Adapun harga jual mulai dari Rp1,2 miliar.


Secara lebih rinci, tiga tipe rumah yang dikembangkan meliputi tipe 70/77, tipe 76/77, dan 133/112.


Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land Ishak Chandra mengatakan sebanyak 85% unit tersebut telah terjual saat ini.


Kemudahan akses transportasi dan beroperasinya jalan tol JORR W2 Ciledug-Ulujami mempermudah akses ke BSD City.


Di dalam klaster ini akan dilengkapi beberapa fasilitas penunjang seperti Thematic Lagoon Pool seluas 1,6 hektare, jogging track, pedestrian, dan taman sebagai ruang terbuka hijau.



Sinar Mas Land Tawarkan Greenwich Park BSD Mulai Rp1,2 Miliar

Kavling Perumahan di Alam Sutera Termahal

Financeroll – Harga kavling perumahan di Alam Sutera, Serpong, paling tinggi dibandingkan area perumahan lainnya di pinggiran Jakarta.


Rata-rata harga kavling perumahan di Alam Sutera saat ini mencapai kisaran Rp11 juta-Rp16 juta/m2.


Lalu, harga kavling perumahan di BSD City, Serpong, tercatat Rp7 juta-Rp12 juta/m2, yang juga memiliki harga yang tidak jauh berbeda seperti di Karawaci, Tangerang.


Kota Bogor memiliki rata-rata harga lahan jauh lebih rendah yakni Rp3 juta-Rp5 juta/m2.


Begitu pula dengan harga kavling perumahan di Summarecon Bekasi tercatat berkisar Rp2 juta-Rp5 juta/m2.



Kavling Perumahan di Alam Sutera Termahal

Daftar Harga Rumah di Jakarta

Financeroll – Daftar harga rumah tapak di beberapa area favorit di Jakarta. Daftar harga tersebut senilai meter persegi dari masing-masing kawasan yang menjadi incaran.
























KawasanHarga Rumah (juta/m2)
Gading-Jakarta Utara28-33
Pantai Indah Kapuk-Jakarta Utara35-40
Kalibata-Jakarta Selatan14-17
Gandaria-Jakarta Selatan32-37
Cakung-Jakarta Timur8-13
Rawamangun-Jakarta Timur19-24
Puri Indah-Jakarta Barat24-29
Slipi-Jakarta Barat17-22
Kemayoran-Jakarta Pusat23-28
Cempaka Putih-Jakarta Pusat17-21

Daftar Harga Rumah di Jakarta

Saturday, November 29, 2014

Harga Lahan Disisi Selatan Jakarta Lebih Terjangkau

Financeroll – Walau tidak ditopang sektor industri, pengembangan hunian di kawasan Bogor diprediksi akan semakin menarik seiring keterbatasan lahan yang ada.


Selain itu, ungkap Residential Services Coldwell Banker Commercial Fransiska Hendri, sisi selatan Jakarta ini juga terbilang mempunyai harga yang lebih terjangkau bila dibandingkan kawasan lainnya seperti di Bekasi dan Tangerang.


Walaupun tidak ditopang industri seperti yang lainnya, tetap ada pengaruh positif juga. Air dan udara di Bogor masih bagus, dan jauh dari polusi. Selain itu, Bogor juga dikenal dengan view yang ditawarkan dan banyak tempat wisata juga.


Keterlambatan pengembangan yang terjadi selama ini dipengaruhi keterbatasan infrastruktur dan tingkat kemacetan yang tinggi. Walaupun begitu, diyakini hal tersebut dapat segera teratasi.


Rata-rata harga tanah untuk residensial berkisar Rp4 juta-Rp5 juta/m2. Sementara harga lahan komersial berada pada kisaran Rp12 juta/m2, dan di area tertentu sudah mencapai Rp20 juta/m2.


Walaupun begitu, harga tersebut masih terbilang lebih rendah dibanding area pinggiran Jakarta lainnya.


Belum over price, dan pertumbuhannya terbilang sehat. Secara rata-rata pertumbuhannya sekitar 15% sampai 20% per tahun. Pembeli hunian di Bogor umumnya memperhatikan kebutuhan yang sifatnya natural atau dekat dengan alam.


Sebagian besar masyarakat yang tinggal di Bogor atau mencapai lebih dari 50%-nya merupakan masyarakat kelas menengah.


Adapun kelas atas dan kelas bawah berada pada persentase yang cukup imbang.


Belakangan ini pengembang makin banyak yang bangun di Bogor. Permintaan untuk hunian tapak juga masih cukup banyak. Bogor tetap menjadi bagian dari lima besar kawasan pilihan untuk tempat tinggal.



Harga Lahan Disisi Selatan Jakarta Lebih Terjangkau

Monday, November 17, 2014

Pengembang Rumah Sederhana Kesulitan Mencari Lahan

Financeroll – Pengembang rumah sederhana menyatakan kesulitan untuk mencari lahan murah yang sesuai kebutuhan yang ada.


Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Indonesia mengatakan lahan-lahan yang terletak dekat dengan akses transportasi umum sudah dikuasai berbagai pihak.


Sayangnya, sebagian dari lahan tersebut seringkali sengaja untuk tidak dikembangkan sambil menunggu pertumbuhan harga yang terjadi.


Tanpa melakukan pengembangan apa pun, harganya terus naik. Pada akhirnya pembangunan untuk rumah sederhana menjadi semakin jauh saja.


Oleh karena itu, pemerintah perlu segera menetapkan tata ruang yang jelas. Area pembangunan untuk perumahan sederhana sudah ditentukan sejak awal.


Dengan pengaturan tata ruang yang ada, Diharapkan pemerintah dapat mengontrol kenaikan harga tanah.


Siapa pun yang telah menguasai lahan tersebut pada akhirnya akan terikat oleh ketentuan untuk membangun hunian sederhana di lokasi tersebut.



Pengembang Rumah Sederhana Kesulitan Mencari Lahan

Perlambatan Ekonomi Berdampak Melambatnya Penjualan Properti Residensial

Financeroll – Volume penjualan properti residensial pada kuartal III/2014 melambat seiring dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional yang masih terjadi.


Berdasar laporan survei harga properti residensial (SHPR) Bank Indonesia kuartal III tahun ini, volume penjualan properti residensial hanya tumbuh 33,69%, lebih rendah dari pertumbuhan kuartal sebelumnya 36,65%.


Perkembangan sektor properti residensial tersebut sejalan dengan proses penyesuaian perekonomian yang masih berlangsung secara terkendali ke arah yang lebih seimbang dan berkesinambungan, tulis Bank Indonesia dalam siaran pers.


Sejalan dengan perlambatan volume penjualan, kenaikan harga properti residensial pun melambat. Indeks harga pada kuartal III/2014 hanya tumbuh 1,46%, lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya 1,69%.


Perlambatan kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah, khususnya rumah tipe kecil. Tak tanggung-tanggung, untuk kuartal IV/2014, hasil survei memperkirakan harga properti residensial akan tumbuh 0,63%, melambat dibandingkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya.



Perlambatan Ekonomi Berdampak Melambatnya Penjualan Properti Residensial

Tuntutan Pembentukan Badan Perumahan Nasional Untuk Memenuhi Hunian

Financeroll – Pemerintahan baru dituntut segera membentuk Badan Perumahan Nasional yang bertanggung jawab pada pemenuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.


Ketua Masyarakat Konstitusi Indonesia mengatakan pada dasarnya tidak ada halangan yuridis bagi pemerintah untuk segera membentuk badan tersebut, karena sudah tertuang dalam UU Perumahan dan Kawasan Permukiman.


Ini semacam pembentukan Bulog Perumahan Rakyat. Kalau Bulog menyangga kebutuhan pangan nasional, kalau ini menyangga kebutuhan papan. Darurat perumahan terjadi karena pemerintah tidak membentuk lembaga atau badan yang bertugas memproduksi rumah umum.


Sesuai dengan amanat UU, pemerintah wajib bertanggung jawab langsung untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi MBR. Pembentukan badan tersebut semakin mendesak karena belum ada pihak yang bisa menyangga keberadaan pasokan atau produksi rumah umum.


Padahal negara lain sudah menerapkan hal tersebut. Seperti di Singapura, rumah umum dikelola oleh Housing and Development Board. Lalu di Prancis, Habitation a Loyer Moderere, di Jepang terdapat Urban Renaissance, dan di Korea Selatan terdapat Korean Land and Housing Corporation.


Badan ini berupaya untuk mengatasi darurat perumahan rakyat, mengatasi backlog, menggiatkan housing delivery system, mengelola land bank, mengendalikan harga, dan mengatur kepenghunian.



Tuntutan Pembentukan Badan Perumahan Nasional Untuk Memenuhi Hunian