Showing posts with label Mass Rapid Transit. Show all posts
Showing posts with label Mass Rapid Transit. Show all posts

Saturday, January 3, 2015

PT Mass Rapid Transit Jakarta Targetkan Konstruksi 2015 Bisa Mencapai 45%

Financeroll – PT Mass Rapid Transit Jakarta menargetkan konstruksi megaproyek angkutan massal ini dapat mencapai 45% pada 2015.


Direktur Utama Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Dono Boestami mengatakan hingga akhir November 2014 pihaknya telah mengeluarkan belanja modal Rp1,3 triliun. Dari belanja modal tersebut perusahaannya telah berhasil membangun konstruksi bawah tanah (underground) hingga 15% dan 7% untuk konstruksi melayang (elevated).


Pada akhir 2015, ditargetkan 45% dari pekerjaan dapat diselesaikan.


Proyek MRT terbagi dalam dua paket besar pekerjaan yakni konstruksi bawah tanah dan konstruksi melayang. Paket layang di mulai dari Lebak Bulus hingga sekitar Bundaran Senayan, sedangkan paket bawah tanah dimulai dari Bundaran Senayan-Bundaran Hotel Indonesia.


Adapun total stasiun yang akan dibangun sebanyak 13 stasiun yang terdiri dari tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah. Tujuh stasiun layang dibangun dengan rute Lebak Bulus-Fatmawati-Cipete Raya-Haji Nawi-Blok A-Blok M-Sisingamangaraja, sedangkan enam stasiun bawah tanah dibangun dengan rute Senayan-Istora-Bendungan Hilir-Setiabudi-Dukuh Atas-Bundaran HI.


Biaya pembangunan MRT Koridor Utara-Selatan dari Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia mencapai 145 miliar yen atau setara Rp16 triliun. Pemerintah masih menargetkan rute ini dapat tersambung hingga Kampung Bandan di Jakarta Utara pada 2022.


Perseroan juga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menyelesaikan pembebasan lahan di beberapa bidang agar seluruh pekerjaan selesai seperti rencana pada 2018. Seperti diketahui, lahan yang belum dibebaskan oleh Pemprov DKI untuk megaproyek tersebut mencapai 80 bidang tanah.


Proyek MRT saat ini masih sesuai kontrak yang telah dijadwalkan. Namun masih terkendala lahan ini menjadi masalah pembangunan MRT. Berharap pembebasan lahan segera dilakukan sehingga pembangunan jalur MRT layang dari Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja bisa dilakukan tahun ini.


Semoga Januari bisa segera dilakukan secara keseluruhan pembebasannya. PT MRT Jakarta juga optimistis para pemilik gedung di sekitar calon stasiun MRT mau bekerja sama sebagai tempat transit oriented development (TOD).


Saat ini sudah ada lima pemilik gedung di sekitar bakal stasiun koridor tahap 1 Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia yang menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan MRT sebagai tempat TOD.


Konsep TOD di bakal stasiun ini memungkinkan adanya keterhubungan jalur MRT dengan gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel maupun apartemen. Nantinya, TOD ini menjadi area komersial yang dapat menjadi pendapatan tambahan selain berasal dari tiket saat MRT beroperasi.


Dengan adanya pendapatan dari properti dan iklan dapat mengurangi dan bahkan tidak menggunakan subsidi pemerintah untuk tarif tiket MRT. Harga tiket yang akan menentukan pemerintah, dan berharap, lebih cepat lebih baik bisa tidak subsidi.


Pemprov DKI juga akan memberikan kewenangan kepada badan usaha milik daerah (BUMD) ini untuk mengelola kawasan di jalur MRT dengan radius 350 meter. Kewenangan itu akan tertuang dalam peraturan gubernur yang saat ini dalam proses penggodokan bersamaan dengan pembagian bisnis dengan pemilik properti.


Pemprov DKI juga sedang menggodok peraturan daerah tentang penggunaan ruang bawah tanah. Dengan membentuk anak perusahaan di bawah naungan PT MRT Jakarta yang bertanggung jawab dan mengurus bisnis komersial MRT.


Kepala Sub Bidang Perseroan Terbatas Badan Penanaman Modal Promosi (BPMP) DKI Riyadi menuturkan rencana PT MRT untuk membentuk komite atau anak perusahaan tersebut sangat memungkinkan. Pasalnya hal tersebut akan membuat PT MRT Jakarta fokus pada pelayanan dan pengoperasian MRT.


Anak perusahaan MRT nantinya akan mengurus komersial atau bisnisnya.


BUMD ini memungkinkan untuk adanya penambahan penyertaan modal pemerintah (PMP) sepanjang proses pembangunannya belum rampung. Dalam rancangan APBD 2015, PT MRT Jakarta akan mendapatkan PMP senilai Rp4,62 triliun. Pada 2014, MRT Jakarta mendapatkan PMP senilai Rp5,1 triliun.



PT Mass Rapid Transit Jakarta Targetkan Konstruksi 2015 Bisa Mencapai 45%

Monday, November 17, 2014

Pembangunan MRT Memacu Pengembangan Kawasan Blok M

Financeroll – Dimulainya pembangunan moda transportasi massal mass rapid transit (MRT) tahap pertama memacu pengembangan kawasan komersial dengan bangunan lebih tinggi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.


Pembangunan gedung perkantoran dan residensial dirasa akan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan, sebagai upaya menangkap peluang pertumbuhan kawasan tersebut. Pengembangan kembali gedung lama diperkirakan akan marak terjadi.


Director Office Service Colliers International Indonesia Bagus Adikusumo mengatakan kawasan Blok M mempunyai peluang pertumbuhan yang sangat tinggi ke depannya. Blok M memiliki kedekatan dengan pusat bisnis, didukung dengan akses yang memadai, dan berada dekat dengan transportasi massal.


Sejak dulu sampai sekarang Blok M menjadi tempat yang diminati untuk berkantor. Hanya saja, Blok M masih dipenuhi oleh bangunan-bangunan lama. Belum banyak gedung perkantoran tinggi yang beroperasi di sana.


Selain itu, jumlah lahan yang bisa difungsikan untuk area pembangunan juga terbilang sangat sulit ditemukan. Dengan adanya pembangunan Menara Sentraya, pengembang akan melihat peluang untuk pembangunan gedung yang lebih tinggi.


Sebelum ini bangunan di sana sebagian besar ruko atau bangunan paling tinggi hanya sekitar 12 lantai. Kalau ada kesempatan untuk membangun lebih tinggi misalnya dari bangunan-bangunan lama, pasti akan dikembangkan. Kalau nanti gedung lama di bangun diprediksi akan lebih tinggi.


Harga sewa atau harga jual ruang kantor di wilayah tersebut berpeluang lebih tinggi dari wilayah TB Simatupang, karena relatif lebih dekat dari pusat bisnis. Walaupun begitu, tetap lebih rendah 25%-30% dari wilayah Thamrin-Sudirman.



Pembangunan MRT Memacu Pengembangan Kawasan Blok M