Showing posts with label kawasan industri. Show all posts
Showing posts with label kawasan industri. Show all posts

Sunday, January 4, 2015

Proyek Rusunawa di Kawasan Industri Ditargetkan Tuntas Pertengahan 2015

Financeroll – Penyelesaian pembangunan rumah susun sewa bagi pekerja di kawasan industri ditargetkan akan tuntas pada pertengahan tahun ini.


Akan mempercepat pembangunannya. Dengan menargetkan selesai 2014.


Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan Irianto Simbolon, mengatakan saat ini pembangunan rusunawa telah dilakukan di sejumlah kawasan industri antara lain Batam, DKI Jakarta, Serang, Palembang, Karawang, dan sejumlah daerah di Jawa Timur, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.


Ke depan dana pembangunan rusunawa bagi pekerja juga akan diambil dari APBN-P yang akan dibahas pada bulan ini. Akan ada tambahan juga dari pemerintah, tapi masih menunggu.


Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menambahkan saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan terkait pembagian tanggung jawab biaya dalam pembangunan rusunawa tersebut. Pihak yang akan dibebani tanggung jawab selain pemerintah pusat adalah pemerintah daerah setempat dan pihak swasta.


Pemetaan ini, imbuh Hanif, adalah bagian dari peta jalan percepatan pembangunan tempat tinggal bagi pekerja. Harus ditegaskan dulu mana yang menjadi beban pemerintah pusat, daerah, BPJS Ketenagakerjaan, pengusaha, dan pihak lain.



Proyek Rusunawa di Kawasan Industri Ditargetkan Tuntas Pertengahan 2015

Saturday, December 27, 2014

Pengembangan Lahan Kawasan Industri Akan Bangkit

Financeroll – Prospek pengembangan lahan di kawasan berbasis industri dinilai akan mengalami kebangkitan pada 2015.


Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, memperkirakan wilayah-wilayah dengan basis ekonomi kawasan industri akan mengalami tren peningkatan pada 2015.


Tidak hanya sektor industri, jenis properti komersial penunjang di wilayah tersebut juga akan prospektif.


Akan turut naik, antara lain pasar hunian untuk para ekspatriat dan pergudangan.


Kondisi itu, jelasnya, akan terjadi di tengah siklus perlambatan pasar properti yang ada menyusul semakin tergerusnya daya beli masyarakat akibat penaikan bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik. Sebenarnya sektor perumahan pada umumnya mengalami tekanan.


Pada segmen menengah bawah, pasokan rumah murah semakin terbatas akibat naiknya harga tanah dan meningginya biaya produksi. Sedangkan, segmen menengah atas mulai menunjukkan kejenuhan sejak 2014.


Pergerakan akan terjadi bukan dari pasar lokal melainkan arus modal asing yang akan membanjiri tanah air.


Sementara itu, kondisi perekonomian belum menunjukkan peningkatan, meski potensi untuk pertumbuhan sangat tinggi. Namun arus investasi dari Asia, khususnya dari Korea, Jepang, dan Cina, yang sudah mengalir sejak 2014 akan terus menumbuhkan potensi kawasan dengan basis ekonomi industri.


Beberapa kawasan industri telah diincar para investor tersebut. Pemerintahan Jokowi-JK diperkirakan juga akan lebih fokus pada pembangunan infrastruktur untuk menunjang hal tersebut.


Karena itu meski secara umum pasar properti sedang mengalami konsolidasi dan mencapai titik terendah pada 2015, sektor kawasan industri diperkirakan akan segera bangkit.


Johannes Archiadi, Ketua Dewan Kehormatan Himpunan Kawasan Industri mengungkapkan keyakinan yang sama.



Pengembangan Lahan Kawasan Industri Akan Bangkit

Thursday, December 25, 2014

Penanganan Pembangunan Hunian Bagi Pekerja Masih Minim

Financeroll – Penanganan pembangunan hunian bagi pekerja belum serius dilakukan, sehingga aplikasi di lapangan masih sangat minim sampai saat ini.


Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Realestat Indonesia F. Teguh Satria menilai hunian bagi pekerja seharusnya menjadi perhatian penting karena dapat memberikan pengaruh positif bagi pekerja itu sendiri serta perusahaan sebagai pemberi kerja.


Karena hunian ini bisa menekan cost of living dari buruh, dan meningkatkan produktivitasnya. Ini menguntungkan perusahaan juga. Selama ini perumahan untuk buruh tidak ada, dan mereka biasanya tinggal di tempat yang jauh dari tempat bekerja atau kos yang kondisinya tidak layak.


Pembangunan hunian bagi pekerja menjadi tanggung jawab pemerintah, dengan melibatkan keberadaan pengembang sebagai pelaksana. Untuk kawasan industri misalnya, perlu disiapkan kebijakan yang bisa mengatur hal tersebut.


Pemerintah harus memastikan keberadaan tata ruang kawasan serta pemberian insentif agar pengusaha mau terlibat dalam pembangunan hunian pekerja.


Kalau pabrik garmen misalnya punya pekerja sampai 2.000 orang, tidak mungkin menyediakan hunian. Bisa bangkrut itu. Karena itu pemerintah harus bisa sharing misalnya dengan kemudahan biaya pendanaan, pembebasan pajak pertambahan nilai, atau melalui pembangunan infrastruktur.



Penanganan Pembangunan Hunian Bagi Pekerja Masih Minim

Industri Properti Kawasan Timur Jakarta Masih Prospektif

Financeroll – Industri properti di koridor timur DKI Jakarta dinilai tetap prospektif dengan pertumbuhan kawasan industri dan apartemen di tengah perkiraan masih terjadinya perlambatan pasar.


Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan perlambatan pasar mulai 2014 cenderung masih akan berlanjut hingga tahun depan.


Namun, dinilai pasar properti di koridor timur ibu kota yang meliputi Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi hingga Kabupaten Karawang memiliki potensi perkembangan yang cukup baik.


Dijelaskan sektor industri yang menyediakan pengembangan lahan industri pada tahun depan akan mulai kembali bergairah.


Meskipun secara umum melambat, namun sektor industri relative lebih membaik.


Data Himpunan Kawasan Industri menyebutkan penyerapan lahan industri di Jabodebek dan Banten dalam beberapa tahun terus melambat. Setelah terserap 1.200 hektare pada 2011, penyerapan terus melambat, yakni 650 ha pada 2012 dan 450 ha pada 2013.


Sedangkan, penjualan lahan di kawasan industri Jabodebek dan Banten hingga kuartal III/2014 mencapai sekitar 325 ha. Dari jumlah tersebut, 50% penyerapan berasal dari kawasan di Kota dan Kabupaten Bekasi.


Prospektifnya pengembangan kawasan industri, lanjut Ali, juga akan mendorong peningkatan permintaan hunian vertikal bagi ekspatriat. Dengan begitu, dituturkan pertumbuhan pasar apartemen di koridor timur akan cukup prospektif di tahun-tahun mendatang.


Di luar kawasan industri, dinyatakan suplai hunian vertikal apartemen juga akan bertumbuh. Kendati begitu, penyebarannya masih akan terbatas di wilayah perkotaan.


Apartemen kelas menengah relatif bagus tapi suplainya terbatas di perkotaan.



Industri Properti Kawasan Timur Jakarta Masih Prospektif