Financeroll – Prospek pengembangan lahan di kawasan berbasis industri dinilai akan mengalami kebangkitan pada 2015.
Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, memperkirakan wilayah-wilayah dengan basis ekonomi kawasan industri akan mengalami tren peningkatan pada 2015.
Tidak hanya sektor industri, jenis properti komersial penunjang di wilayah tersebut juga akan prospektif.
Akan turut naik, antara lain pasar hunian untuk para ekspatriat dan pergudangan.
Kondisi itu, jelasnya, akan terjadi di tengah siklus perlambatan pasar properti yang ada menyusul semakin tergerusnya daya beli masyarakat akibat penaikan bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik. Sebenarnya sektor perumahan pada umumnya mengalami tekanan.
Pada segmen menengah bawah, pasokan rumah murah semakin terbatas akibat naiknya harga tanah dan meningginya biaya produksi. Sedangkan, segmen menengah atas mulai menunjukkan kejenuhan sejak 2014.
Pergerakan akan terjadi bukan dari pasar lokal melainkan arus modal asing yang akan membanjiri tanah air.
Sementara itu, kondisi perekonomian belum menunjukkan peningkatan, meski potensi untuk pertumbuhan sangat tinggi. Namun arus investasi dari Asia, khususnya dari Korea, Jepang, dan Cina, yang sudah mengalir sejak 2014 akan terus menumbuhkan potensi kawasan dengan basis ekonomi industri.
Beberapa kawasan industri telah diincar para investor tersebut. Pemerintahan Jokowi-JK diperkirakan juga akan lebih fokus pada pembangunan infrastruktur untuk menunjang hal tersebut.
Karena itu meski secara umum pasar properti sedang mengalami konsolidasi dan mencapai titik terendah pada 2015, sektor kawasan industri diperkirakan akan segera bangkit.
Johannes Archiadi, Ketua Dewan Kehormatan Himpunan Kawasan Industri mengungkapkan keyakinan yang sama.
Pengembangan Lahan Kawasan Industri Akan Bangkit
No comments:
Post a Comment