Showing posts with label Lippo Cikarang. Show all posts
Showing posts with label Lippo Cikarang. Show all posts

Monday, November 17, 2014

PT Lippo Cikarang Mulai Membangun CBD 82,3 Hektar

Financeroll – Lippo Group melalui anak usahanya PT Lippo Cikarang Tbk memulai pembangunan Lippo CBD (central business district) seluas 82,3 hektar di superblok skala mega Orange County, Cikarang.


Di Lippo CBD tersebut akan dilakukan pembangunan tahap pertama di area seluas 19,5 hektar yang meliputi menara perkantoran dan residensial.


Orange County menyiapkan pusat bisnis bernama Lippo CBD. Selain itu, Lippo CBD juga dikembangkan konsep hunian bagi ekspatriat seperti Japantown, Koreatown dan Chinatown, ujar CEO Lippo Homes dalam keterangan pers.


Kawasan CBD Orange County akan memiliki luasan lebih besar dibandingkan area pusat bisnis di beberapa kota besar di dunia seperti Hudson Yards New York, ICC Union Square Hongkong, atau Roppongi Hills Tokyo.


Dikembangkannya pusat bisnis sebagai tahap pertama Orange County karena kencangnya putaran industri di Cikarang.


Daerah tersebut diklaim menjadi destinasi perusahaan-perusahaan terkemuka yang menanamkan investasi dalam bentuk industri manufaktur.


Adapun industri tersebut antara lain Toyota, Honda, Hyundai, Hankook, Danone, Coca-Cola dan Bridgestone.


Area ini memiliki populasi ekspatriat yang tinggi. Komunitas ekspat Jepang tercatat lebih dari 3500 orang belum lagi warga Korea, Taiwan dan warga asing lainnya.


Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk mengatakan Cikarang memiliki penopang ekonomi yang sangat kuat sehingga memberikan efek ganda terciptanya kawasan mandiri.


Sejak tahun 1990-an hingga saat ini, kawasan Cikarang telah menjadi pintu gerbang ekonomi pulau Jawa dan Indonesia bagian Barat.


Kondisi tersebut didukung oleh Pemerintah dengan adanya wacana pembangunan dua infrastruktur strategis yaitu Karawang International Airport dan Cilamaya Deep New Port.


Seperti diketahui, Orange County dikembangkan di lahan seluas 322 hektar dengan pembangunan mega konstruksi seluas 16.500.000 m2.


Orange County juga mengalokasikan area yang luas untuk ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 53 persen dari 322 hektar.


Selain Lippo CBD, Orange County secara bertahap akan dikembangkan Sky Park Lippo Mall, Lippo Plaza, Lippo Hotel, Apartemen servis, convention center, Sky lounge, Bar, bioskop Cinemaxx, Rumah sakit, Small office home office (SOHO), panti jompo, kondotel, helipad dan pusat pendidikan.



PT Lippo Cikarang Mulai Membangun CBD 82,3 Hektar

Wednesday, November 12, 2014

Penjualan Lahan Industri Terus Berlanjut Hingga Akhir Tahun

Financeroll – Turunnya penjualan lahan emiten kawasan industri selama sembilan bulan pertama 2014 diproyeksi berlanjut hingga akhir tahun, dilatarbelakangi aksi wait and see oleh investor terkait Pemilu dan perbaikan infrastruktur.


Sulit bagi emiten yang bergerak di kawasan industri untuk mencapai target. Tumbuh 5%-10% pun sudah bagus. Tahun depan baru kondisinya lebih baik.


Alasannya, efek Pemilu yang membuat investor memilih menunda investasinya belumlah usai. Setelah menunggu penetapan presiden baru, investor melihat keseriusan pemerintah dalam memperbaiki dan membangun infrastruktur, terutama pelabuhan serta ketersediaan listrik.


PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), dan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) sebagai emiten yang prospeknya bagus. Lahan mereka paling besar dan fasilitas komplit.


KIJA memiliki sekitar 3.000 hektare landbank, sedangkan LPCK dan BEST di atas 500 hektare.



Penjualan Lahan Industri Terus Berlanjut Hingga Akhir Tahun

Monday, November 10, 2014

PT Lippo Cikarang Berhasil Mengantongi Rp805,14 Miliar

Financeroll – PT Lippo Cikarang Tbk. anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk berhasil mengantongi Rp805,14 miliar pada kuartal III/2014dari penjualan tanah industri dan komersial. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 50,13% dari total penjualan kuartal yang sama pada tahun lalu sebesar Rp536,29 miliar.


Presiden Direktur Lippo Cikarang Meow Chong Loh mengatakan penjulan tanah industri dan komersial yang sedang digenjot adalah pengembangan kawasan Orange County seluas 322 Ha dengan beberapa fase tahapan.


Ke depan kawasan ini yang menjadi penggerak pertumbuhan serta pusat bisnis di Wilayah Koridor Timur serta mengakomodasi kebutuhan hunian dan lifestyle.


Sebelumnya, Chief Marketing Officer Lippo Cikarang Stanley Ang mengatakan pembangunan Orange County sudah memasuki tahap 1A yang akan mulai dibangun pada November ini.


Fase 1A dibangun di lahan seluas 13,5 hektar dengan nilai investasi Rp150 triliun. Dengan menargetkan pembangunan fase ini akan selesai dalam kurun waktu 10 tahun.


Dijelaskan fase 1A berisi area komersial Max Box yang telah selesai dibangun dan sisanya adalah dua belas menara residensial, rumah sakit Siloam, sekolah nasional/internasional, sekolah Jepang, universitas dan satu menara Iconic.


Dengan melakukan pemancangan tiang perdana dua menara apartemen berjumlah 780 unit pada November.


Kedua menara tersebut menelan dana Rp1,5 triliun dengan nilai jual mulai dari Rp700 juta per unit untuk pembeli lokal, sedangkan ekspatriat dipatok harga sewa US$1.500-US$1.800 per bulan.


Stanley menambahkan, hingga kini komposisi penyewa sudah mulai menukik, terlebih ekspatriat dari Jepang. Dua apartemen tersebut ditargetkan untuk pekerja asal luar negeri.


Sementara itu, untuk menggebrak penjualan di koridor timur, perusahaan tidak menunda pembangunan Menara Iconic. Menara yang digadang-gadang akan menjadi menara tertinggi di Cikarang tersebut akan menjadi proyek fase 1A selanjutnya.


Menara Iconic dibangun pada Januari tahun depan. Menara tersebut menjulang hingga lantai 61 dengan komposisi dari lantai bawah yaitu mal, perkantoran, apartemen dan hotel.


Lantai dasar akan dikembangkan mall seluas 20.000 m2. Selanjutnya akan dibangun ruang kantor yang menempati 10 lantai dengan total 16.000 unit.


Tahapan selanjutnya di Menara Iconic akan dibangun apartemen dengan total 700 unit yang menempati 38 lantai.


Sementara tahap terakhir di puncak menara akan dibangun hotel bintang 5 setinggi 8 lantai berjumlah 200 unit kamar.


Pembangunan dua menara apartemen dan menara Iconic akan rampung dalam kurun waktu 3,5 tahun.


Tak pelak, dengan penggenjotan pembangunan dan prapenjualan, hingga kuartal III/2014 perusahaan membukukan kenaikan laba bersih periode berjalan (yoy) per 30 September 2014 sebesar Rp680,21 miliar atau meningkat 60,99 % dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp422,52miliar.


Kenaikan ini digerakkan oleh tumbuhnya pendapatan usaha mencapai Rp1,32 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp858,42 miliar. Artinya, perusahaan mampu membukukan pendapatan usaha naik 53,81%.


Sementara itu, beban pokok penjualan sebesar Rp495,88 miliar naik sebesar Rp46,03% dari Rp339,58 miliar untuk periode yang sama tahun sebelumnya.


Untuk laba per saham perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp977,31 per saham dibanding tahun sebelumnya yaitu Rp607,07 per saham.



PT Lippo Cikarang Berhasil Mengantongi Rp805,14 Miliar