Showing posts with label berita ekonoi. Show all posts
Showing posts with label berita ekonoi. Show all posts

Saturday, November 8, 2014

Rachmat Gobel Mengundurkan Diri Dari Group Sinarmas

Financeroll – Setelah ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan Kabinet Kerja oleh Presiden Joko Widodo-M. Jusuf Kalla, Rachmat Gobel mengundurkan diri dari Group Sinarmas.


Jimmy Pramono, Sekretaris Perusahaan PT Sinar Mas Agro Resoures and Technoligy Tbk, melaporkan pengunduran diri Rachmat Gobel sebagai Komisaris Independen PT Smart Tbk. kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Rahmat Gobel telah dilantik sebagai Menteri Perdagangan pada 27 Oktober 2014. Maka telah menujukan pengunduran diri dalam jabatannya sebagai Komisaris Independen PT Smart Tbk.


Sementara itu, emiten berkode saham SMAR itu juga mengumumkan kinerja keuangan dengan meraup penjualan bersih sebesar RP24,97 triliun, melonjak tajam dari sebelumnya Rp16,72 triliun.


SMAR juga membukukan laba kotor sebesar Rp3,5 triliun per 30 September 2014, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,85 triliun.


Laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat meningkat menjadi Rp1,2 triliun dibandingkan periode Januari-September 2013 sebesar Rp864,6 miliar.



Rachmat Gobel Mengundurkan Diri Dari Group Sinarmas

Tuesday, November 4, 2014

PT Pembangunan Perumahan Raih Pendapatan Sebesar Rp7,8 Triliun

Financeroll – Perusahaan konstruksi pelat merah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. meraih pendapatan usaha pada kuartal III/2014 sebesar Rp7,8 triliun.


Bambang Triwibowo, Direktur Utama PTPP, mengumumkan dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, bahwa perolehan pendapatan tersebut mengalami peningkatan tipis dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp7,25 triliun.


PTPP mencatatkan perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp290,1 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp218,3 miliar.


Laba kotor yang berhasil dibukukan oleh PTPP sebesar Rp912,2 miliar dari periode sembilan bulan pertama tahun lalu Rp726,48 miliar. Laba usaha tercatat melonjak menjadi Rp702,1 miliar dari sebelumnya Rp575,47 miliar.


Laba komprehensif tahun berjalan tercatat mencapai Rp290,1 miliar dari sebelumnya Rp218,3 miliar. Total aset yang dibukukan PTPP mencapai Rp12,77 triliun dari sebelumnya Rp12,41 triliun.



PT Pembangunan Perumahan Raih Pendapatan Sebesar Rp7,8 Triliun

Saturday, October 11, 2014

Tingkat Inflasi Terkendali dan BI Rate Tetap di 7,5%

Financeroll – Sejumlah bankir memprediksi Bank Indonesia masih akan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 7,5% meskipun tingkat inflasi cenderung masih terkendali.


Plt Direktur Utama PT Bank Permata Tbk. (Bank Permata) memperkiraan BI Rate masih akan dipertahankan.


Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Achmad Baiquni berpendapat sama. Baiquni mengakui saat ini tingkat inflasi masih terkendali sehingga bank sentral memiliki kesempatan untuk menurunkan suku bunga acuan. Namun demikian, BI juga perlu mempersiapkan diri menjelang pencabutan subsidi bahan bakar minyak yang diyakini akan mengerek inflasi. Oleh karena itu, Baiquni memproyeksi BI masih akan menahan suku bunga acuan tetap pada posisi 7,5%.


Harusnya turun tapi mungkin BI antisipasi inflasi akan naik kalau BBM naik jadi kemungkinan BI Rate akan ditahan.


BI mempertahankan suku bunga acuan pada level 7,5% sejak November 2013. Sebelumnya, BI menaikkan BI Rate sebanyak 175 bps secara bertahap sejak Juni 2013.



Tingkat Inflasi Terkendali dan BI Rate Tetap di 7,5%