Showing posts with label Rachmat Gobel. Show all posts
Showing posts with label Rachmat Gobel. Show all posts

Sunday, January 18, 2015

Rachmat Gobel Peringatkan Pedagang Bisa Dipenjara

Financeroll – Menteri Perdagangan Rachmat Gobel memperingatkan pedagang untuk tidak menimbun bahan pokok di gudang karena jika tidak mematuhi akan dicabut izin usahanya hingga hukuman penjara serta denda.


“Kita tidak akan main-main dalam menjaga stabilitas stok dan harga. Akan kita tindak tegas yang menimbun,” kata Rachmat Gobel kepada pers di Jakarta.


Hal tersebut disampaikan usai dia dan sejumlah pejabat Kementerian Perdagangan sidak ke sejumlah gudang yang ketahuan menimbun kebutuhan pokok.


Mendag mengatakan di saat situasi seperti ini pengusaha diingatkan agar tidak coba-coba untuk menimbun kebutuhan pokok, mengingat pemerintah akan bertindak tegas terhadap pelaku.


Kementeriannya akan terus memantau stok kebutuhan pokok di gudang-gudang milik swasta untuk memastikan tidak ada penimbunan.


Rachmat mengatakan pengusaha boleh saja mengambil untung tapi tidak dengan cara menimbun bahan pokok karena akan mengganggu stabilitas harga.


Kemendag akan terus pantau gudang penyimpan bahan pokok dan kalau ketahuan menimbun pasti akan ada tindakan tegas.


Kementerian tidak main-main dalam menindak tegas penimbun dan akan gandeng Kejaksaan Tinggi dan Kepolisian.


Kunjungan ke sejumlah gudang merupakan shock therapy untuk menunjukkan ke pengusaha bahwa kita tak main-main dan bersikap tegas.


Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina mengatakan sesuai ketentuan yang berlaku pengusaha tidak boleh menimbun kebutuhan pokok dan jika terjadi gejolak harga maka wajib harus untuk mengeluarkan dari gudang untuk di jual ke pasar.


Kalau ketahuan menimbun ancamannya bisa penjara empat sampai lima tahun dan atau denda Rp20 miliar. Sanksi lainnya bisa berupa pencabutan izin usaha.



Rachmat Gobel Peringatkan Pedagang Bisa Dipenjara

Saturday, January 17, 2015

Rachmat Gobel Diagendakan Bertemu Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Investasi Jepang

Financeroll – Dalam rangka menyosialisasikan program perdagangan yang ditetapkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo kepada pemerintah Jepang, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel diagendakan bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Investasi Jepang Yoichi Miyazawa dan para pengusaha di Negeri Matahari Terbit itu.


Pada setiap pertemuan itu, Mendag akan menyampaikan sejumlah upaya yang akan ditempuh pemerintahan Joko Widodo dalam lima tahun mendatang. Program pemerintah ini, utamanya yang terkait dengan masalah perdagangan sesuai yang tercantum dalam Nawacita.


Jepang dapat berkontribusi terhadap semua rencana pembangunan nasional.


Mendag yang mendarat di Jepang pada Minggu, 18 Januari segera melakukan pertemuan dengan Mitsubishi Corporation.


Ajakan untuk berinvestasi dan menambah partisipasi dalam pembangunan di Indonesia ini juga disampaikan dalam pertemuan Keidanren dan Keikaren atau Federasi Bisnis Jepang.


Indonesia memiliki banyak peluang investasi dan memiliki potensi sebagai mitra dagang berbasis produksi yang menjanjikan. Apalagi Indonesia merupakan pasar terbesar di Asean. Keidanren dan Keikaren dapat datang langsung untuk menjajaki peluang bisnis dan investasi itu.



Rachmat Gobel Diagendakan Bertemu Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Investasi Jepang

Saturday, November 8, 2014

Rachmat Gobel Mengundurkan Diri Dari Group Sinarmas

Financeroll – Setelah ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan Kabinet Kerja oleh Presiden Joko Widodo-M. Jusuf Kalla, Rachmat Gobel mengundurkan diri dari Group Sinarmas.


Jimmy Pramono, Sekretaris Perusahaan PT Sinar Mas Agro Resoures and Technoligy Tbk, melaporkan pengunduran diri Rachmat Gobel sebagai Komisaris Independen PT Smart Tbk. kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Rahmat Gobel telah dilantik sebagai Menteri Perdagangan pada 27 Oktober 2014. Maka telah menujukan pengunduran diri dalam jabatannya sebagai Komisaris Independen PT Smart Tbk.


Sementara itu, emiten berkode saham SMAR itu juga mengumumkan kinerja keuangan dengan meraup penjualan bersih sebesar RP24,97 triliun, melonjak tajam dari sebelumnya Rp16,72 triliun.


SMAR juga membukukan laba kotor sebesar Rp3,5 triliun per 30 September 2014, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,85 triliun.


Laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat meningkat menjadi Rp1,2 triliun dibandingkan periode Januari-September 2013 sebesar Rp864,6 miliar.



Rachmat Gobel Mengundurkan Diri Dari Group Sinarmas