Showing posts with label Pefindo. Show all posts
Showing posts with label Pefindo. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Saham PT KMI Wire and Cable Alami Peningkatan Hingga Tembus Rp200 Persaham

Financeroll – Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memprediksikan harga saham PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) akan terus mengalami peningkatan.


Target harga saham untuk 12 bulan adalah Rp180– Rp230 per saham.


Dikemukakan pada tahun 2015, KBLI akan memiliki kapasitas produksi tambahan sebesar 5.000 MT per tahun untuk kabel tembaga, dan 2.000 MT untuk kabel aluminium stranded. Kapasitas produksi akan meningkat 4.000 MT per tahun untuk kabel tembaga tegangan tinggi (150 kV), sehingga akan meningkatkan daya saing KBLI.


Sementara itu, efisiensi beban penjualan. KBLI diuntungkan oleh efisiensi biaya penjualan dan penurunan rugi valas, meskipun beban gaji dan bunga membebani profitabilitas. Sehingga laba bersih turun hanya sebesar 22% YoY vs 32% YoY penurunan laba kotor pada September 2014.


Efisiensi beban penjualan berasal dari penurunan beban transportasi dan biaya handling, sedangkan beban bunga naik seiring dengan utang yang lebih tinggi yang diperlukan untuk mendukung ekspansi.


Setelah kenaikan harga BBM, ujarnya, diharapkan pemerintah akan memiliki dana fiskal yang lebih baik untuk dialihkan ke pembangunan infrastruktur.


Meningkatnya populasi kelas menengah dan kaya serta besarnya populasi penduduk usia produktif akan menjadi bantalan bagi perekonomian.


Permintaan kabel listrik juga akan tetap kuat dan meningkat sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur, dan meningkatnya pengembangan di sektor swasta.


Dengan tetap menjaga optimisme akan prospek KBLI, selain itu perseroan akan merealisasikan penambahan kapasitas produksi dalam dua tahun ke depan.


Dari hasil pantauan perdagangan, harga per lembar saham KBLI bertengger di Rp140.



Saham PT KMI Wire and Cable Alami Peningkatan Hingga Tembus Rp200 Persaham

Wednesday, December 10, 2014

PT Pembangunan Perumahan Raih Peringkat A Oleh Pefindo

Financeroll – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat A bagi PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP) dan obligasi I/2013.


outlook bagi peringkat korporasi PTPP adalah stabil. Peringkat tersebut merefleksikan kekuatan perseroan dalam bisnis konstruksi nasional.


Serta stabilitas peluang bisnis dari proyek pemerintah dan juga rata-rata proteksi arus kas.


Peringkat tersebut terpaksa diterapkan karena risiko refinancing moderat PTPP, iklim bisnis yang relatif fluktuatif, dan risiko dari eskpansi mereka ke dalam sektor properti.



PT Pembangunan Perumahan Raih Peringkat A Oleh Pefindo

Sunday, December 7, 2014

PT Pefindo Turunkan Peringkat Indofarma Menjadi idBB

Financeroll – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan rating PT Indofarma (Persero) Tbk. dan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) I/2012 menjadi idBB dari sebelumnya idBB+.


Pefindo juga masih menempatkan peringkat perusahaan pada credit watch dengan implikasi negatif.


Analis Pefindo Anies Setyaningrum mengatakan pihaknya masih menyoroti likuiditas INAF atas tekanan refinancing MTN senilai Rp120 miliar yang akan jatuh tempo pada 20 Desember 2014. Manajemen INAF memang mengatakan pembayaran akan dilakukan dari dana tender pemerintah.


Perusahaan juga tengah memproses penerbitan MTN II Rp160 miliar dan telah menandatangani memorandum of undertanding dengan pembeli siaga.


Proses tersebut masih belum selesai sehingga Pefindo masih memonitor realisasi pembayaran utang tersebut. Bila penerimaan pembayaran tidak terlaksana, tentu akan semakin menekan likuiditas INAF untuk membayar MTN jatuh tempo tersebut.



PT Pefindo Turunkan Peringkat Indofarma Menjadi idBB

Friday, November 14, 2014

Revisi Outlook Agung Podomoro Menjadi Negatif Oleh Pefindo

Financeroll – PT Pemeringkat Efek Indonesia merevisi outlook PT Agung Podomoro Land Tbk dari stabil menjadi negatif.


Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan, outlook negatif ini dilatarbelakangi oleh proteksi cash flow dan struktur permodalan yang kecil sebagai imbas development revenue yang rendah.


Pendapatan yang diraih perseroan selama kuartal III/2014 lebih rendah dari perkiraan, karena lambatnya izin proyek-proyek baru. Beberapa proyek yang izinnya terhambat adalah Podomoro City Extension, Soho Pancoran, Parahyangan Residences, dan Metro Park Residences.


Di sisi lain, marketing sales APLN hingga September tercatat sebesar Rp3,5 triliun. Pefindo menyebutkan sales backlog emiten properti itu mencapai Rp9,5 triliun.


Kendati outlook berubah, tapi rating APLN dipertahankan. Rating APLN dan obligasi I 2011, obligasi II 2012, dan obligasi I 2013 tetap di idA.


Namun, peringkat ini bisa berubah jika realisasi pendapatan lebih rendah dari prediksi dan nilai utang perseroan melebihi perkiraan. Sementara, outlook dapat berubah lagi bila APLN dapat meningkatkan struktur permodalan dan cash flow dengan mempercepat konstruksi.



Revisi Outlook Agung Podomoro Menjadi Negatif Oleh Pefindo