Showing posts with label Indofarma. Show all posts
Showing posts with label Indofarma. Show all posts

Friday, December 12, 2014

Penggabungan Perusahaan Farmasi Indofarma dan Kimia Farma

Financeroll – Pemerintah siap memutuskan penggabungan perusahaan pelat merah sektor farmasi yakni PT Indofarma (Persero) Tbk. dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk. pekan ini.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno mengatakan rencana penggabungan BUMN farmasi menjadi sebuah holding akan menjadi prioritas pemerintah. Itu salah satu yang harus dikembangkan ke depan untuk kepentingan masyarakat.


Holding BUMN Farmasi memang telah direncanakan sejak 2005 lalu melalui program right sizing BUMN. Rencananya, Kimia Farma akan menjadi holding bagi BUMN farmasi.


Direktur Utama Indofarma Arif Budiman mengaku sejauh ini proses menuju merger dengan Kimia Farma mulai berjalan sesuai rencana, ditandai dengan kerjasama pemasaran produk.


Selama ini memang sudah ada disebutkan wacara penggabungan Indofarma dengan Kimia Farma. Sebenarnya wacara itu benar, sudah memulai kerjasama pemasaran produk.


Merger antara emiten berkode saham INAF dan KAEF itu diyakini akan menciptakan sebuah perusahaan farmasi BUMN dengan skala permodalan yang sangat besar.


Hingga kuartal III/2014, Indofarma memang masih membukukan kerugian hingga Rp35 miliar. Namun, perseroan optimistis bisa membalikkan keadaaan dan mengincar laba Rp1 miliar pada akhir tahun.


Sementara itu, tahun depan kinerja perseroan diperkirakan semakin moncer dengan target penjualan Rp1,7 triliun dan laba Rp40 miliar.


Adapun, kinerja Kimia Farma sepanjang 9 bulan pertama tahun ini cukup menggembirakan. KAEF berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih paling tinggi di antara emiten farmasi lainnya. Nilainya mencapai Rp145 miliar atau naik 19,64% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak Rp121,20 miliar.



Penggabungan Perusahaan Farmasi Indofarma dan Kimia Farma

Sunday, December 7, 2014

PT Indofarma Optimis Meraup Laba Rp40 Miliar

Financeroll – Kendati sampai kuartal III/2014 masih menangguk rugi Rp35 miliar, PT Indofarma Tbk. optimistis bisa membalikkan kondisi tersebut dengan meraup laba Rp40 miliar pada tahun depan.


Direktur Utama Indofarma Arief Budiman mengatakan sampai akhir tahun ini perseroan membidik penjualan Rp1,4 triliun, sedangkan pada 2015 perseroan berharap bisa membukukan Rp1,7 triliun.


Untuk mengejar target tersebut, perseroan sudah menyiapkan berbagai strategi mulai dari efisiensi hingga menggenjot peluang usaha baru.


Sampai akhir Oktober, emiten farmasi pelat merah ini berhasil menghemat anggaran hingga Rp92 miliar atau kurang Rp1 miliar dari target akhir tahun sebanyak Rp93 miliar.


Target akhir tahun ini sudah bisa positif dengan perkiraan laba sekitar Rp1 miliar.


Arief menambahkan, efisiensi di sektor sumber daya manusia berhasil menghemat hingga Rp25 miliar.


Ini dilakukan dengan memangkas beberapa jabatan yang dinilai tidak produktif dan merampingkan jajaran manajer dari sebelumnya 38 orang menjadi hanya 16 orang.


Hal serupa juga dilakukan terhadap anak usahanya PT Indofarma Global Medika.


Dari sisi marketing, perseroan juga menekan tingkat diskon harga yang selama ini membebani perseroan.


Upaya tersebut berhasil menghemat hingga Rp20 miliar.


Langkah lain yang dilakukan adalah dengan mengurangi pengeluaran untuk jasa maklon yang selama ini mencapai Rp50 miliar.


Dengan demikian, emiten berkode INAF ini bisa menghemat hingga Rp40 miliar.


Peluang INAF untuk mengejar laba di akhir tahun sangat terbuka karena saat ini emiten farmasi tersebut telah mengantongi kontrak obat generik dari Kementerian Kesehatan senilai Rp200 miliar.


Selain itu, perseroan juga sedang berupaya memindahkan pergudangan di kawasan Cipaganti, Bandung ke Soekarno-Hatta atau Gede Bage, Bandung.


Kalau berhasil bisa memangkas biaya sekitar Rp15 miliar sehingga ada kemungkinan juga laba Indofarma di akhir tahun di atas Rp10 miliar.



PT Indofarma Optimis Meraup Laba Rp40 Miliar

PT Pefindo Turunkan Peringkat Indofarma Menjadi idBB

Financeroll – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan rating PT Indofarma (Persero) Tbk. dan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) I/2012 menjadi idBB dari sebelumnya idBB+.


Pefindo juga masih menempatkan peringkat perusahaan pada credit watch dengan implikasi negatif.


Analis Pefindo Anies Setyaningrum mengatakan pihaknya masih menyoroti likuiditas INAF atas tekanan refinancing MTN senilai Rp120 miliar yang akan jatuh tempo pada 20 Desember 2014. Manajemen INAF memang mengatakan pembayaran akan dilakukan dari dana tender pemerintah.


Perusahaan juga tengah memproses penerbitan MTN II Rp160 miliar dan telah menandatangani memorandum of undertanding dengan pembeli siaga.


Proses tersebut masih belum selesai sehingga Pefindo masih memonitor realisasi pembayaran utang tersebut. Bila penerimaan pembayaran tidak terlaksana, tentu akan semakin menekan likuiditas INAF untuk membayar MTN jatuh tempo tersebut.



PT Pefindo Turunkan Peringkat Indofarma Menjadi idBB