Showing posts with label incar utang. Show all posts
Showing posts with label incar utang. Show all posts

Saturday, December 6, 2014

PT Bank Tabunan Negara Incar Utang Rp5,5 Triliun

Financeroll – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengincar utang Rp5,5 triliun untuk mendanai kinerja perseroan pada 2015 mendatang.


Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono menuturkan perseroan berencana untuk melakukan aksi korporasi cukup besar pada tahun depan. BTN akan menerbitkan obligasi Rp3 triliun dan sekuiritisasi aset sekitar Rp2 triliun-Rp2,5 triliun.


Secara keseluruhan, kebutuhan pendanaan tahun depan yang bersumber dari surat utang berjumlah Rp5 triliun-Rp5,5 triliun. Keduanya sampai Rp5,5 triliun, akan melihat kebutuhan waktu penerbitan.


Optimistis pertumbuhan bisnis emiten berkode BBTN tersebut akan lebih baik ketimbang tahun ini. BTN membidik target pertumbuhan kredit dan DPK mencapai 18%-20% dibandingkan tahun ini 17%.


Selain pertumbuhan ekonomi yang membaik, optimisme juga tumbuh seiring dengan rencana pemerintah menaikkan subsidi pembangunan rumah hingga dua kali lipat.



PT Bank Tabunan Negara Incar Utang Rp5,5 Triliun

Thursday, December 4, 2014

PT Pembangunan Perumahan Incar Utang US$64,16 Juta

Financeroll – Perusahaan konstruksi pelat merah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. mengincar utang US$64,16 juta atau sebesar Rp770 miliar untuk mendanai ekspansi ke Perth, Australia.


Direktur Keuangan PTPP Tumiyana mengatakan perseroan akan ekspansi ke Australia dengan pembangunan proyek apartemen dengan nilai kontrak mencapai Rp1,1 triliun setara US$91,6 juta.


Di Perth membutuh dana pinjaman 70% dari Rp1,1 triliun berupa valuta asing. Modal awal yang disiapkan Rp150 miliar.


Proyek apartemen di Australia tersebut ditangani oleh anak usaha PTPP yakni PT PP Properti. Perseroan akan membangun 12 tower apartemen. Nantinya, 12 unit apartemen itu akan memiliki 250 unit yang akan dijual bagi pasar negeri Kanguru itu.


Saat ini, PTPP tengah menyeleksi dua perusahaan lokal yang akan menjadi mitra yakni Brookfield Multiplex Limited dan Pindan Construction, diperkirakan akan selesai pada kuartal I/2015. Setelah proses rampung, pembangunan segera dimulai pada kuartal II/2015.


PTPP menjadi pemegang saham mayoritas dalam proyek seluas 100 hektare tersebut atau sebesar 51%. Sedangkan sisanya, akan dimiliki oleh perusahaan lokal asal Australia tersebut.


Hingga awal November 2014, total order book mencapai Rp37 triliun yang terdiri dari kontrak baru Rp15,1 triliun dan carry over Rp21,93 triliun. Manajemen optimistis sisa target kontrak baru Rp6,9 triliun dapat dicapai hingga penghujung tahun ini.



PT Pembangunan Perumahan Incar Utang US$64,16 Juta