Showing posts with label Bank Tabungan Negara. Show all posts
Showing posts with label Bank Tabungan Negara. Show all posts

Friday, December 12, 2014

PT Sarana Multigriya Finasial Bersama Bank BTN Terbitkan KIK EBA Dua Seri

Financeroll – PT Sarana Multigriya Finansial dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. terbitkan KIK EBA dua seri dengan bunga kupon 10% dan 10,25%.


Kontrak Investasi Kolektif-Efek Beragun Aset (KIK EBA) ketujuh dari Bank BTN itu senilai Rp1,5 triliun. Seri A1 memberikan bunga kupon 10% dan Seri A2 menawarkan bunga kupon 10,25%. KIK EBA DBTN05 telah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 November 2014. Pencatatannya digelar hari Selasa, (9/12/2014).


KIK EBA DBTN05 memiliki underlying sebanyak 33.173 rekening tagihan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan jumlah total penerbitan Rp1,5 triliun. Aset portofolio tagihan KPR yang disekuritisasi ini diseleksi berdasarkan daftar kriteria seleksi untuk menjamin kualitas aset yang diserkuritisasi. EBA memperoleh peringkat idAAA dari lembaga pemeringkat Pefindo.


Dengan transaksi sekuritisasi, dana dari pasar modal yang bersifat jangka menengah panjang dapat diakses sektor pembiayaan perumahan sehingga akan terbentuk mekanisme untuk mengatasi masalah maturity mismatch dalam pembiayaan KPR.


Sarana Multigriya Finansial bertindak sebagai arranger dan pendukung kredit atas penerbitan KIK EBA DBTN05. Danareksa Investment Management bertindak sebagai manajer invstasi. Adapun, bank kustodian yakni Bank Mandiri. Danareksa Sekuritas, BCA Sekuritas, dan CIMB Securities bertindak sebagai agen penjual.



PT Sarana Multigriya Finasial Bersama Bank BTN Terbitkan KIK EBA Dua Seri

Saturday, December 6, 2014

PT Bank Tabunan Negara Incar Utang Rp5,5 Triliun

Financeroll – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengincar utang Rp5,5 triliun untuk mendanai kinerja perseroan pada 2015 mendatang.


Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono menuturkan perseroan berencana untuk melakukan aksi korporasi cukup besar pada tahun depan. BTN akan menerbitkan obligasi Rp3 triliun dan sekuiritisasi aset sekitar Rp2 triliun-Rp2,5 triliun.


Secara keseluruhan, kebutuhan pendanaan tahun depan yang bersumber dari surat utang berjumlah Rp5 triliun-Rp5,5 triliun. Keduanya sampai Rp5,5 triliun, akan melihat kebutuhan waktu penerbitan.


Optimistis pertumbuhan bisnis emiten berkode BBTN tersebut akan lebih baik ketimbang tahun ini. BTN membidik target pertumbuhan kredit dan DPK mencapai 18%-20% dibandingkan tahun ini 17%.


Selain pertumbuhan ekonomi yang membaik, optimisme juga tumbuh seiring dengan rencana pemerintah menaikkan subsidi pembangunan rumah hingga dua kali lipat.



PT Bank Tabunan Negara Incar Utang Rp5,5 Triliun

Friday, November 28, 2014

PT Bank Tabungan Negara Kerjasama Dengan PDAM Tirta Pakuan

Financeroll – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk cabang Bogor menyasar pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan guna meningkatkan pelayanan nasabah.


Kepala Cabang Bank BTN Kota Bogor Dody Bursman mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan PDAM Tirta Pakuan sebagai upaya sinergitas usaha kedua lembaga tersebut pada pelanggan.


Jumlah pelanggan PDAM Tirta Pakuan saat ini mencapai sekitar 128.000 orang. Sementara nasabah Bank BTN hampir setengahnya. Ingin memanjakan mereka melalui beragam kemudahan yang ditawarkan.


Saat ini nasabah Bank BTN yang juga berlangganan PDAM Tirta Pakuan mencapai sekitar 2.500 atau baru sekitar 1,92% dari jumlah nasabah yang ada. Pihaknya juga ingin sekaligus menggaet nasabah baru dari pelanggan PDAM tersebut.


Adapun, total jumlah nasabah Bank BTN di Bogor mencapai sekitar 46.000 yang mayoritas terdiri dari debitur kredit pemilikan rumah (KPR). Dengan demikian, target bidikan dari pelanggan PDAM dinilai tepat untuk meningkatkan jumlah nasabah baru.


Jumlah debitur KPR Bank BTN di Bogor cukup besar, sehingga para debitur yang memiliki kredit rumah ingin sekaligus membayar PDAM dengan mudah yakni melalui pembayaran online.


Jadi konsepnya one stop service karena pelanggan yang juga nasabah Bank BTN tidak perlu membayar tagihan PDAM dengan antre dan manual. Mereka bisa langsung bayar via ATM tanpa harus ke PDAM.


Apabila pelanggan PDAM bisa melakukan pembayaran tagihan melalui banknya, secara otomatis dana kelolaan Bank BTN cabang Bogor semakin meningkat.


Saat ini, aset Bank BTN cabang Bogor mencapai sekitar Rp4,1 triliun dan dana pihak ketiga di wilayah Kota Hujan itu sudah mencapai Rp1,4 triliun. Adapun, kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) berada di bawah 2,2%.



PT Bank Tabungan Negara Kerjasama Dengan PDAM Tirta Pakuan

Monday, November 3, 2014

PT Bank Tabungan Negara Akan Lepas Usaha Syariah

Financeroll – PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN) merencanakan pelepasan unit usaha syariah alias spin off pada 2017.


Direktur BTN mengatakan rencana tersebut telah masuk ke dalam rencana bisnis bank (RBB).


Sudah ada dalam rencana, akan spin off pada 2017. Dan sedang mempersiapkan diri.


Ada tiga hal utama yang saat ini sedang dipersiapkan secara serius, yakni fokus bisnis, teknologi, dan sumber daya manusia.


Selain itu, hal yang tak kalah penting adalah aspek permodalan.


Induk perusahaan berencana meningkatkan permodalan unit usaha syariah menjadi sekitar Rp2 triliun ketika unit usaha syariah tersebut telah di-spin off menjadi sebuah entitas bisnis tersendiri.


Saat ini, modal UUS BTN mencapai sekitar Rp1 triliun.


Ketika telah di-spin off, BTN Syariah juga diharapkan mampu terus meningkatkan aset.


Hingga kuartal III/2014, total aset BTN Syariah telah mencapai Rp10,53 triliun, tumbuh 18,87% dibandingkan posisi aset pada periode sama tahun lalu.


Adapun, total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp7,9 triliun, tumbuh 18,80 secara year on year.


Pembiayaan mencapai Rp9,13 triliun, tumbuh 22,75% secara year on year.



PT Bank Tabungan Negara Akan Lepas Usaha Syariah

Friday, October 31, 2014

PT Bank Tabungan Negara Pacu Kinerja Perseroan Untuk Capai Target Laba Rp1,6 Triliun

Financeroll – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk masih terus melakukan langkah strategis untuk memacu kinerja perseroan demi mencapai target laba yang ditetapkan sebesar Rp1,6 triliun pada akhir 2014.


Adapu emiten berkode saham BBTN tersebut menggandeng Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menambah perolehan dana murah dan fee based income perseroan.


Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan ada berbagai bentuk kerja sama yang akan dijalin bersama Polri, di antaranya pengelolaan dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), dana non-APBN, dana hibah, dan dana penerimaan negara bukan pajak (PNPB).


Bahkan, BBTN juga akan mengelola gaji pegawai Polri, menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit beragunan properti lainnya, menerbitkan kartu tanda anggota elektronik, dan menempatkan kantor layanan dan anjungan tunai mandiri (ATM) pada lingkungan Polri.


Kerja sama ini dapat mendongkrak dana murah, penambahan kredit baru, dan fee based income.


Jika diperlukan, perseroan juga siap memberikan fasilitas layanan yang bersifat one stop service bagi anggota Polri. Optimistis mampu memenuhi kebutuhan tersebut mengingat BBTN diklaim memiliki banyak jaringan dan teknologi yang modern untuk melakukan transaksi perbankan.


Adapun hingga September 2014, BBTN tercatat memiliki 849 kantor layanan, 3 kantor regional, dan 2.951 outlet Kantor Pos Online. Bank yang berfokus pada kredit perumahan ini juga tercatat memiliki 1.830 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.


Sementara itu, hingga kuartal III/2014, BBTN mencatatkan perolehan laba sebesar Rp755 miliar. Adapun aset perseroan tercatat tumbuh 15,5% menjadi Rp142,4 triliun y-o-y. Kredit dan dana pihak ketiga BBTN juga tercatat tumbuh masing-masing sebesar 14,5% dan 15,03%.



PT Bank Tabungan Negara Pacu Kinerja Perseroan Untuk Capai Target Laba Rp1,6 Triliun

Thursday, October 23, 2014

PT Bank Tabungan Negara Menurunkan Suku Bunga KPR

Financeroll – Harapan agar PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) nampaknya masih harus menunggu lebih lama.


Pasalnya, hingga kini pihak bank berkode emiten saham BBTN tersebut masih mengkaji penurunan bunga KPR.


Direktur Utama Bank BTN harus dilihat terlebih dahulu, tidak otomatis dana turun berarti kredit juga turun.


Suku bunga deposito telah diturunkan sejalan dengan himbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Sudah 9,75% .”


Namun saat ini sedang dihitung cost of fund untuk melihat akankah ada penurunan suku bunga kredit.


Adapun dari website resmi BBTN, suku bunga dasar kredit (SBDK) per 30 September 2014 yang ditawarkan untuk segmen KPR yaitu sebesar 11,5%. Sementara untuk kredit korporasi, ritel, mikro, dan non-KPR, SBDK yang ditawarkan masing-masing sebesar 10,85%, 12,25%, 18,75%, dan 12%.



PT Bank Tabungan Negara Menurunkan Suku Bunga KPR

Wednesday, October 22, 2014

PT Bank Tabungan Negara Siap lelang Ribuan Agunan KPR Senilai Rp1 Triliun

Financeroll – PT Bank Tabungan Negara Tbk bersiap melelang ribuan agunan kredit pemilikan rumah (KPR) senilai Rp1 triliun.


Direktur Utama Bank BTN mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk mengerek turun rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) ke posisi di bawah 4%. Akan mengeksekusi dalam 3 bulan ini.


Ribuan agunan tersebut akan dilelang ke developer yang ditunjuk Bank BTN. Adapun agunan yang dilelang merupakan hasil pantauan tim khusus bentukan Bank BTN yang juga bertugas melakukan penagihan dan restrukturisasi. Agunan ini merupakan KPR milik nasabah yang terpantau tak lagi mampu dan mau membayar kredit.


Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan pada semester I/2014, NPL grossBank BTN tercatat sebesar 5,01% atau naik tipis dari 4,63% di periode yang sama tahun lalu.


Corporate Secretary Bank BTN mengatakan meningkatnya rasio kredit bermasalah tersebut disumbang dari KPR subsidi dengan skema Interest Only Baloon Payment (IOBP) yang disalurkan pada periode 2007-2010. KPR IOBP ini mencatatkan rasio NPL mencapai 10% pada semester I/2014 dengan total outstandingkredit mencapai Rp7,5 triliun.



PT Bank Tabungan Negara Siap lelang Ribuan Agunan KPR Senilai Rp1 Triliun

Bank Tabungan Negara Lakukan Pembiayaan KPR 8 Kali Lipat

Financeroll – Bank BTN akan menggenjot pembiayaan perumahan melalui kredit pemilikan rumah (KPR) sebanyak delapan kali lipat dari tahun ini untuk jangka waktu 4 tahun.


Direktur Utama Bank BTN mengungkapkan tahun ini telah membiayai 200.000 unit rumah. Dengan menargetkan jumlah ini akan naik delapan kali lipat dalam jangka waktu 4 tahun.


Perseroan juga menggandeng berbagai mitra untuk membantu pembiayaan perumahan bagi MBR seperti Perum Perumnas, PT Krakatau Steel Tbk, PT Telkom dan BPJS ketenagakerjaan.


Selain itu, BTN juga bermitra dengan pemerintah daerah di Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat untuk pengadaan rumah di kawasan tersebut.


Untuk kerja sama di daerah, Pemda menyiapkan tanah dan infrastuktur, sedangkan BTN mengcover biaya konstruksinya.


Dengan aset perseroan yang mencapai Rp142 triliun, pihaknya optimistis mengebut apa yang menjadi konsentrasinya yaitu penyediaan fasilitas KPR.


BTN juga menggandeng Secondary Mortgage Market milik pemerintah sebagai back up perseroan jika terkendala masalah finansial.


Jika butuh dana, maka modal dan likuiditas adakn diperoleh dari sana.



Bank Tabungan Negara Lakukan Pembiayaan KPR 8 Kali Lipat

Bank Tabungan Negara Luncurkan Pusat Pembiayaan Perumahan

Financeroll – Bank Tabungan Negara (Bank BTN) meluncurkan Pusat Pembiayaan Perumahan atau Housing Finance Center sebagai solusi permasalahan perumahan di Indonesia.


Housing Finance Center akan menjadi motor penggerak dan pusat referensi properti yang terdiri dari 3 komponen yaitu pusat edukasi, pusat riset dan pusat konsultasi masalah perumahan.


Direktur Utama Bank BTN mengatakan pembentukan Housing Finance Center dilakukan untuk membendung lembaga pembiayaan asing yang masuk ke Indonesia pada tahun depan.


Datangnya Masyarakat Ekonomi Asean pada tahun depan sudah tidak bisa dibendung lagi. Siap tidak siap, mau tidak mau harus melakukan inovasi.


Dengan pembentukan pusat studi tersebut, BTN ingin meraih seluruh kepercayaan konsumen Indonesia agar tidak mudah beralih ke moda pembiayaan lain terlebih pembiayaan asing.


Diprediksikan lembaga pembiayaan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia pada tahun depan akan lebih banyak menyasar ke bidang properti.



Bank Tabungan Negara Luncurkan Pusat Pembiayaan Perumahan

Monday, October 20, 2014

PT Bank Tabungan Negara Akan Pangkas NPL Dibawah 4%

Financeroll – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berkomitmen untuk memangkas rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) hingga berada di bawah level 4% pada akhir tahun ini.


Untuk meraih target tersebut, Bank BTN telah membentuk 2 unit kerja, yaitu Consumer Collection & Remedial Division (CCRD) dan Asset Management Division (AMD).


Corporate Secretary BTN mengatakan, perbaikan kualitas kredit menjadi salah satu fokus utama manajemen. Meski sangat menantang, proses penyelesaian aset kredit bermasalah mengalami kemajuan yang sangat baik.


Dengan membentuk dua unit kerja yang khusus menangani NPL, optimis kualitas kredit di Bank BTN akan terus membaik. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mampu mendapatkan recovery aset NPL rata-rata 130% dari nilai agunan.


CCRD bertanggung jawab atas pengelolaan kualitas seluruh kredit consumer dengan umur tunggakan kurang dari 360 hari. Perbaikan kualitas kredit oleh CCRD dilakukan melalui penagihan dan restrukturisasi.


Adapun unit AMD bertugas untuk menangani kredit consumer dengan tunggakan lebih dari 360 hari serta seluruh kredit komersial yang sudah tidak lagi dapat ditangani dengan penagihan dan restrukturisasi. AMD akan melakukan penjualan agunan terhadap kredit-kredit ini.


NPL Bank BTN dari segmen kredit consumer berasal dari KPR Subsidi dengan skema Interest Only Baloon Payment (IOBP) yang disalurkan pada periode 2007-2010.


Hingga Semester I/2014 total outstanding KPR IOBP mencapai Rp 7,5 triliun dengan NPL sekitar 10%. Dari segmen kredit komersial, NPL terbesar datang dari KUR dan kredit-kredit KUKM lainnya, yang terjadi akibat perlambatan ekonomi dan penundaan beberapa proyek perumahan.


Lebih dari 88% kredit Bank BTN dijamin oleh rumah dan tanah yang nilainya terus meningkat setiap tahun.


Dari sisi jaminan kredit tidak khawatir karena harga tanah akan terus meningkat. Perbandingan nilai agunan dan kredit yang ada di Bank BTN saat ini rata-rata adalah 195%. Optimis recovery aset NPL ini akan tinggi dan menguntungkan bagi Bank BTN.



PT Bank Tabungan Negara Akan Pangkas NPL Dibawah 4%