Showing posts with label kredit pemilikan rumah. Show all posts
Showing posts with label kredit pemilikan rumah. Show all posts

Saturday, November 29, 2014

PT Bank Negara Indonesia Targetkan KPR Senilai Rp34 Triliun

Financeroll – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan kredit kepemilikan rumah (KPR) senilai Rp34 triliun pada akhir tahun. Hingga Oktober, nilai KPR perseroan tercatat sudah menyentuh angka Rp33,4 triliun.


Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto bisnis KPR perbankan secara umum pada tahun ini bergerak stagnan kecuali KPR milik BTN. BNI pada tahun ini dengan susah payah hanya mampu tumbuh 5%.


Perlambatan KPR terjadi karena kebijakan loan to value (LTV) yang dirilis Bank Indonesia.


Perseroan akan tetap mempertahankan suku bunga KPR untuk menghindari kredit macet.


Kenaikan BI Rate dan BBM kemungkinan besar akan berdampak pada kenaikan rasio non performing loan (NPL) sehingga perseroan akan lebih giat melakukan penagihan kepada nasabah dan memberikan solusi untuk menjual aset dan lainnya untuk pembayaran.


Bisnis KPR perbankan secara umum pada tahun ini bergerak stagnan kecuali KPR milik BTN. BNI pada tahun ini dengan susah payah hanya mampu tumbuh 5%. Perlambatan KPR, merupakan dampak dari kebijakan loan to value (LTV) yang dirilis BI.


NPL KPR saat ini pada level 1,68% dan akan dimanage hingga akhir tahun di posisi itu.



PT Bank Negara Indonesia Targetkan KPR Senilai Rp34 Triliun

Thursday, October 23, 2014

CIMB Menawarkan KPR X-tra Manfaat

Financeroll – CIMB Niaga menawarkan produk-produk unggulan kredit kepemilikan rumah (KPR) guna memberikan kemudahan bagi nasabah dalam pengangsuran kredit.


Salah satu produk unggulan yang ditawarkan adalah KPR X-tra Manfaat. Produk ini menawarkan inovasi terbaru, yakni penghubungan fasilitas KPR dengan rekening tabungan nasabah dan keluarga nasabah. Head of Consumer Lending CIMB Niaga mengatakan dengan fasilitas ini pembayaran angsuran dapat dilakukan oleh anggota keluarga lain.


Dengan begini, bisa mengurangi beban bunga KPR. Masa pinjaman bisa jadi lebih pendek. Jumlah tabungan yang bisa dihubungkan bisa sampai dengan sembilan rekening.


Meskipun terhubung dengan angsuran KPR, dana tabungan yang dimiliki nasabah KPR X-tra Manfaat tetap dapat digunakan untuk transaksi biasa. Hanya saja, 80% saldo harian akan diperhitungkan untuk pengangsuran bunga dan pinjaman pokok KPR.


Selain produk KPR X-tra Manfaat, CIMB Niaga juga menawarkan produk lain, yakni KPR Transparan. Produk unggulan ini menawarkan sistem suku bunga yang transparan, sehingga nasabah dapat menghitung beban bunga dengan mudah.


Kalau memilih suku bunga yang floating, pada waktu floating nasabah tidak tahu. Nah, solusi CIMB adalah dengan mengacukan suku bunga dengan BI rate, selisih 4%. Misal suku bunga BI rate 7,5%, maka suku bunga KPR ya 7,5 ditambah 4%.


Dengan sistem tersebut, berharap nasabah merasa merasa nyaman dengan suku bunga yang meskipun bersifat floating, tetapi tetap dapat terhitung dengan jelas. Produk-produk ini ditawarkan dalam pameran properti bertajuk Kampoeng Halaman.



CIMB Menawarkan KPR X-tra Manfaat

Nasabah Diminta Memilih KPR yang Aman

Financeroll – Banyaknya bank yang menawarkan kredit kepemilikan rumah rentan membuat nasabah tak berhati-hati dalam memilih bank untuk mulai mengangsur pembelian rumah idamannya.


Head of Consumer Lending CIMB mengatakan seringkali nasabah mudah tergiur oleh suku bunga rendah yang ditawarkan oleh bank.


Bedanya sedikit tapi customer langsung memilih KPR tertentu. Padahal harus diperhatikan juga bank itu sudah melayani KPR berapa lama.


Pengalaman bank dalam melayani KPR patut dipertimbangkan oleh nasabah. Sebab, hal itu menyangkut keamanan dan kenyamanan nasabah sendiri dalam melakukan angsuran. Apalagi, angsuran KPR dilakukan dalam jangka waktu yang cukup panjang.


Reputasi bank dalam memberikan pelayanan itu penting. Jangan sampai nasabah yang punya masalah dengan KPR malah dilempar ke departemen-departemen lain.


Selain itu, nasabah hendaknya memperhatikan pemilihan developer yang dilakukan oleh bank penyedia KPR. Bank yang berpengalaman, lanjutnya, tak serta merta asal-asalan dalam menggandeng developer untuk bekerja sama.


Developer mitra bank sebaiknya memiliki pengalaman yang terpercaya, memiliki dana yang cukup untuk pembangunan, dan memiliki sistem pengurusan sertifikat yang baik. Sehingga, nasabah terhindar dari masalah keabsahan sertifikat.


Pastikan keabsahan sertifikatnya, sertifikat induknya bagaimana. Nanti pemecahan sertifikat bagaimana. Itu hal yang penting diperhatikan.



Nasabah Diminta Memilih KPR yang Aman

PT Bank Tabungan Negara Menurunkan Suku Bunga KPR

Financeroll – Harapan agar PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) nampaknya masih harus menunggu lebih lama.


Pasalnya, hingga kini pihak bank berkode emiten saham BBTN tersebut masih mengkaji penurunan bunga KPR.


Direktur Utama Bank BTN harus dilihat terlebih dahulu, tidak otomatis dana turun berarti kredit juga turun.


Suku bunga deposito telah diturunkan sejalan dengan himbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Sudah 9,75% .”


Namun saat ini sedang dihitung cost of fund untuk melihat akankah ada penurunan suku bunga kredit.


Adapun dari website resmi BBTN, suku bunga dasar kredit (SBDK) per 30 September 2014 yang ditawarkan untuk segmen KPR yaitu sebesar 11,5%. Sementara untuk kredit korporasi, ritel, mikro, dan non-KPR, SBDK yang ditawarkan masing-masing sebesar 10,85%, 12,25%, 18,75%, dan 12%.



PT Bank Tabungan Negara Menurunkan Suku Bunga KPR

Wednesday, October 22, 2014

PT Bank Tabungan Negara Siap lelang Ribuan Agunan KPR Senilai Rp1 Triliun

Financeroll – PT Bank Tabungan Negara Tbk bersiap melelang ribuan agunan kredit pemilikan rumah (KPR) senilai Rp1 triliun.


Direktur Utama Bank BTN mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk mengerek turun rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) ke posisi di bawah 4%. Akan mengeksekusi dalam 3 bulan ini.


Ribuan agunan tersebut akan dilelang ke developer yang ditunjuk Bank BTN. Adapun agunan yang dilelang merupakan hasil pantauan tim khusus bentukan Bank BTN yang juga bertugas melakukan penagihan dan restrukturisasi. Agunan ini merupakan KPR milik nasabah yang terpantau tak lagi mampu dan mau membayar kredit.


Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan pada semester I/2014, NPL grossBank BTN tercatat sebesar 5,01% atau naik tipis dari 4,63% di periode yang sama tahun lalu.


Corporate Secretary Bank BTN mengatakan meningkatnya rasio kredit bermasalah tersebut disumbang dari KPR subsidi dengan skema Interest Only Baloon Payment (IOBP) yang disalurkan pada periode 2007-2010. KPR IOBP ini mencatatkan rasio NPL mencapai 10% pada semester I/2014 dengan total outstandingkredit mencapai Rp7,5 triliun.



PT Bank Tabungan Negara Siap lelang Ribuan Agunan KPR Senilai Rp1 Triliun

Bank Tabungan Negara Lakukan Pembiayaan KPR 8 Kali Lipat

Financeroll – Bank BTN akan menggenjot pembiayaan perumahan melalui kredit pemilikan rumah (KPR) sebanyak delapan kali lipat dari tahun ini untuk jangka waktu 4 tahun.


Direktur Utama Bank BTN mengungkapkan tahun ini telah membiayai 200.000 unit rumah. Dengan menargetkan jumlah ini akan naik delapan kali lipat dalam jangka waktu 4 tahun.


Perseroan juga menggandeng berbagai mitra untuk membantu pembiayaan perumahan bagi MBR seperti Perum Perumnas, PT Krakatau Steel Tbk, PT Telkom dan BPJS ketenagakerjaan.


Selain itu, BTN juga bermitra dengan pemerintah daerah di Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat untuk pengadaan rumah di kawasan tersebut.


Untuk kerja sama di daerah, Pemda menyiapkan tanah dan infrastuktur, sedangkan BTN mengcover biaya konstruksinya.


Dengan aset perseroan yang mencapai Rp142 triliun, pihaknya optimistis mengebut apa yang menjadi konsentrasinya yaitu penyediaan fasilitas KPR.


BTN juga menggandeng Secondary Mortgage Market milik pemerintah sebagai back up perseroan jika terkendala masalah finansial.


Jika butuh dana, maka modal dan likuiditas adakn diperoleh dari sana.



Bank Tabungan Negara Lakukan Pembiayaan KPR 8 Kali Lipat

Saturday, October 18, 2014

PT Bank Negara Indonesia Targetkan Penyaluran KPR Sebesar Rp34 Triliun

Financeroll – PT Bank Negara Indonesia menargetkan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp34 triliun pada akhir tahun ini. Jumlah itu meningkat 7,25% dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu yang sebesar Rp31,7 triliun.


General Manager Konsumer BNI mengatakan penyaluran pembiayaan KPR pada tahun ini sedikit melambat akibat pemberlakukan loan to value .


Tahun ini KPR memang melambat karena pemberlakukan loan to value.


Penyaluran KPR BNI pada tahun ini melambat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Saat ini jumlah rata-rata permintaan KPR BNI per bulan sebesar Rp500 hingga Rp600 miliar, padahal tahun lalu bisa mencapai Rp1 triliun.


Untuk mengiasati perlambatan, perseroan mulai masuk untuk membiayai kepemilikan rumah kedua (secondary mortgage). Harga rumah kedua yang umumnya dibiayai perseroan ialah pada kisaran Rp750 juta ke atas.


Tingkat suku bunga KPR yang ditawarkan bank dengan kode saham BBNI ialah 9,5% untuk fix rete selama setahun, kemudian dilanjutkan dengan floating rate sebesar 13,5%. Suku bunga KPR itu, ujar Dodit telah naik dari posisi sebelumnya yakni 9% untuk fix rate dan 13% untuk floating rate.



PT Bank Negara Indonesia Targetkan Penyaluran KPR Sebesar Rp34 Triliun