Showing posts with label Bank Negara Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bank Negara Indonesia. Show all posts

Thursday, December 25, 2014

PT Bank Negara Indonesia Buka Outlet Kontainer di Ketintang Surabaya

Financeroll – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Surabaya mengincar penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) hingga Rp50 miliar selama satu tahun terhadap BNI Kantor Kas PJB atau outlet baru berupa kontainer di Ketintang Surabaya.


CEO BNI Kantor Wilayah Surabaya Dasuki Amsir mengatakan persaingan bisnis perbankan saat ini semakin ketat sehingga BNI mengambil langkah untuk mengoptimalkan pendekatan kepada nasabah dengan membuka outlet di dalam pusat perkantoran dan pusat perdagangan.


Dengan begini diharapkan akan berdampak pada meningkatnya Dana Pihak Ketiga BNI.


Adapun hingga akhir tahun ini, BNI wilayah Surabaya memiliki 172 outlet (kantor cabang, kantor layanan dan kantor kas). Sepanjang 2014, BNI Wilayah Surabaya telah menambah 11 outlet baru di Surabaya (di PJB, SIER, Pasar Turi Mall, Terminal Juanda II), di Sidoarjo (Hang Tuah), Jember (Rambi Puji dan Ambulu), Malang (Dampit), Gresik (menganti), Banyuwangi (Jajag) dan Mojokerto (Kampus MojoAnyar).


Pada pembukaan outlet di BNI Kantor Kas PJB, perseroan mengambil konsep otlet dengan media kontainer atau peti kemas yang didesign sesuai identitas perusahaan.


Kantor kas tersebut berada di kawasan gedung PLN PJB Surabaya untuk melayani semua transaksi perbankan para pengguna jasa listrik dan masyarakat di lingkungan sekitar PJB.


Konsep outlet yang dibangun dengan media peti kemas atau kontainer ini merupakan yang pertama di Indonesia.


Saat BNI memiliki 1651 outlet untuk melengkapi pelayanan pada masyarakat. BNI juga membangun 22 sentra kredit menengah (SKM), 56 sentra kredit kecil (SKC), 112 unit kredit kecil (UKC), 12 sentra kredit konsimer (SKK), 10 sentra bisnis kartu (SBK) yang tersebar d seluruh Indonesia.


Untuk jaringan elektronik, BNI memiliki 8519 ATM ditambah 35640 ATM link, 52493 ATM bersama serta 59455 jaringan ATM Prima. Dengan keberadaan ATM itu mendorong pertumbuhan penggunanya.



PT Bank Negara Indonesia Buka Outlet Kontainer di Ketintang Surabaya

Thursday, December 11, 2014

ATM PT Bank Negara Indonesia Resmi Beroperasi di Singapura

Financeroll – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) resmi mengoperasikan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Singapura untuk melayani nasabah yang memiliki Kartu Debit, Kartu Kredit, dan Kartu Debit BNI Syariah


Corporate Secretary BNI Tribuana Tunggadewi, dalam siaran pers menyebutkan, terdapat dua ATM BNI yang dapat digunakan di Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BNI di Robinson Point #01-02, 39 Robinson Road, Singapura.


ATM BNI dapat digunakan untuk beragam fitur seperti penarikan uang tunai dengan pecahan SGD 50. Seperti ATM BNI di tanah air, ATM BNI di Singapura juga dapat digunakan untuk cek saldo, transfer antar rekening BNI atau dengan bank lain yang tergabung di jaringan Link, ATM Bersama, dan Prima.


ATM ini juga dapat digunakan untuk pembelian pulsa telepon dan internet, pembayaran tiket pesawat dan kereta api, melunasi tagihan listrik (PLN), tagihan air bersih (PDAM), tagihan kartu kredit, pinjaman, premi asuransi, hingga pelunasan pajak.


BNI menghadirkan jaringan ATM di Singapura bagi Anda yang sedang bekerja maupun sedang bepergian ke Singapura, tentunya dengan membuka rekening Tabungan BNI terlebih dahulu, sehingga tetap merasa nyaman melakukan transaksi. ATM ini memiliki fitur yang sama dengan ATM BNI di Indonesia.


Salah satu keunggulan yang ditawarkan dari ATM BNI di Singapura ini adalah nasabah tidak dikenakan biaya apapun untuk transaksi penarikan tunai. Nilai tukar yang digunakan adalah kurs yang berlaku pada saat transaksi dilaksanakan.


Untuk informasi lengkap terkait layanan ATM BNI di Singapura ini dapat mengunjungi BNI Kantor Cabang Singapura atau hubungi nomor telepon +65 6225 7755 atau Fax. +65 6225 4757atau BNI Call di +62-21-500046.


BNI Cabang Singapura didirikan pada tanggal 14 Oktober 1955 yang lokasinya berada di jantung pusat bisnis Singapura. BNI Cabang Singapura adalah satu-satunya Bank milik Indonesia yang memiliki lisensi FullBranch di Singapura.



ATM PT Bank Negara Indonesia Resmi Beroperasi di Singapura

Sunday, November 30, 2014

PT BNI Proyeksikan Pertumbuhan Dana Kelolaan Wealth Manajemen di 20%

Financeroll – PT Bank Negara Indonesia Tbk memproyeksikan pertumbuhan dana kelolaan wealth manajemen berkisar 20% pada 2015.


Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto mengungkapkan hingga Oktober 2014 dana kelolaan nasabah kaya perseroan mencapai Rp40 triliun dan target hingga akhir tahun mencapai Rp45 triliun. Pada tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan dana kelolaan wealth manajemen mencapai 21% secara year on year, dari posisi Rp37 triliun.


Strategi internal, dengan melihat tingkat laku nasabah dan memperkuat bisnis nasabah yang sudah ada.


Jumlah nasabah kaya BNI berkisar 20.000 nasabah dengan dana simpanan di atas Rp1 miliar, sedangkan 700 nasabah memiliki simpanan di atas US$10 juta atau berkisar Rp10 miliar. Produk yang diminati oleh nasabah wealth manajemen perseroan cenderung konservatif yakni surat utang (obligasi), reksadana dan masih sangat sedikit yang berinvestasi dalam produk saham.


Adapun raihan pendapatan non bunga dari penjualan produk investasi pada tahun ini mencatatkan pertumbuhan hingga 40%. Meski BNI memiliki kantor cabang luar negeri, bisnis wealth managemen masih belum bisa diandalkan dari kantor cabang luar negeri. Alasannya, kantor cabang luar negeri masih belum bisa memiliki lisensi yang bergerak di bidang konsumer.



PT BNI Proyeksikan Pertumbuhan Dana Kelolaan Wealth Manajemen di 20%

Saturday, November 29, 2014

PT Bank Negara Indonesia Targetkan KPR Senilai Rp34 Triliun

Financeroll – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan kredit kepemilikan rumah (KPR) senilai Rp34 triliun pada akhir tahun. Hingga Oktober, nilai KPR perseroan tercatat sudah menyentuh angka Rp33,4 triliun.


Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto bisnis KPR perbankan secara umum pada tahun ini bergerak stagnan kecuali KPR milik BTN. BNI pada tahun ini dengan susah payah hanya mampu tumbuh 5%.


Perlambatan KPR terjadi karena kebijakan loan to value (LTV) yang dirilis Bank Indonesia.


Perseroan akan tetap mempertahankan suku bunga KPR untuk menghindari kredit macet.


Kenaikan BI Rate dan BBM kemungkinan besar akan berdampak pada kenaikan rasio non performing loan (NPL) sehingga perseroan akan lebih giat melakukan penagihan kepada nasabah dan memberikan solusi untuk menjual aset dan lainnya untuk pembayaran.


Bisnis KPR perbankan secara umum pada tahun ini bergerak stagnan kecuali KPR milik BTN. BNI pada tahun ini dengan susah payah hanya mampu tumbuh 5%. Perlambatan KPR, merupakan dampak dari kebijakan loan to value (LTV) yang dirilis BI.


NPL KPR saat ini pada level 1,68% dan akan dimanage hingga akhir tahun di posisi itu.



PT Bank Negara Indonesia Targetkan KPR Senilai Rp34 Triliun

Friday, November 28, 2014

PT Bank Negara Indonesia Tetap Pertahankan Suku Bunga KPR

Financedroll – Direktur Konsumer dan Ritel PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Darmadi Sutanto mengatakan perseroan akan tetap mempertahankan suku bunga KPR untuk menghindari kredit macet.


KPR itu tidak bisa serta merta turun atau naik. Hingga saat ini dan kemungkinan tahun depan akan mempertahankan suku bunga KPR.


Kenaikan BI Rate dan BBM kemungkinan besar akan berdampak pada kenaikan rasio non performing loan (NPL) sehingga perseroan akan lebih giat melakukan penagihan kepada nasabah dan memberikan solusi untuk menjual aset dan lainnya untuk pembayaran.


Darmadi berpendapat bisnis KPR perbankan secara umum pada tahun ini bergerak stagnan kecuali KPR milik BTN. BNI pada tahun ini dengan susah payah hanya mampu tumbuh 5%. Perlambatan KPR, merupakan dampak dari kebijakan loan to value (LTV) yang dirilis BI.


BNI menargetkan volume KPR sebesar Rp34 triliun pada akhir tahun ini. Hingga Oktober, KRP BNI tercatat telah menyentuh angka Rp33,4 triliun. NPL KPR saat ini pada level 1,68% dan akan dimanage hingga akhir tahun di posisi itu.



PT Bank Negara Indonesia Tetap Pertahankan Suku Bunga KPR

Monday, October 20, 2014

Pertumbuhan Industri Perbankan Melambat Bukan Tertekan

Financeroll – PT Bank Central Asia Tbk. memproyeksi akan tumbuh 12% hingga akhir tahun ini, mengingat adanya perlambatan ekonomi.


Presiden Direktur BCA mengatakan dengan memproyeksikan sekitar 12% sampai akhir tahun.


Kondisi bisnis yang dijalankan masih tergolong bagus, akan tetapi BCA belum melakukan penambahan dan peningkatan bisnis di tengah perlambatan ekonomi.


Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk mengungkapkan pertumbuhan industri perbankan tidak mengalami tekanan, hanya saja kondisi ekonomi yang melambat. Bukan tertekan, tetapi memang business-nya yang slowdown.


Dalam Survei Perbankan kuartal III/2014 yang dirilis BI, menyebutkan perlambatan pertumbuhan kredit baru terjadi pada kelompok bank besar, sedangkan bank kecil menengah relatif stabil.



Pertumbuhan Industri Perbankan Melambat Bukan Tertekan

Saturday, October 18, 2014

PT Bank Negara Indonesia Targetkan Penyaluran KPR Sebesar Rp34 Triliun

Financeroll – PT Bank Negara Indonesia menargetkan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp34 triliun pada akhir tahun ini. Jumlah itu meningkat 7,25% dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu yang sebesar Rp31,7 triliun.


General Manager Konsumer BNI mengatakan penyaluran pembiayaan KPR pada tahun ini sedikit melambat akibat pemberlakukan loan to value .


Tahun ini KPR memang melambat karena pemberlakukan loan to value.


Penyaluran KPR BNI pada tahun ini melambat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Saat ini jumlah rata-rata permintaan KPR BNI per bulan sebesar Rp500 hingga Rp600 miliar, padahal tahun lalu bisa mencapai Rp1 triliun.


Untuk mengiasati perlambatan, perseroan mulai masuk untuk membiayai kepemilikan rumah kedua (secondary mortgage). Harga rumah kedua yang umumnya dibiayai perseroan ialah pada kisaran Rp750 juta ke atas.


Tingkat suku bunga KPR yang ditawarkan bank dengan kode saham BBNI ialah 9,5% untuk fix rete selama setahun, kemudian dilanjutkan dengan floating rate sebesar 13,5%. Suku bunga KPR itu, ujar Dodit telah naik dari posisi sebelumnya yakni 9% untuk fix rate dan 13% untuk floating rate.



PT Bank Negara Indonesia Targetkan Penyaluran KPR Sebesar Rp34 Triliun

Friday, October 17, 2014

Bank Negara Indonesia Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Kursi Roda Paraplegi

Financeroll – PT Bank Negara Indonesia (BNI) menyerahkan bantuan dana Rp300 juta untuk pengadaan kursi roda bagi warga paraplegi.


Wakil Presiden Direktur Bank BNI mengatakan dana tesebut diserahkan kepada Yayasan Roda Kemanusiaan untuk disalurkan kepada para penyandang difable.


Dalam diskusi publik dengan tema Mendorong Implementasi Fasilitas Infrastruktur dan Transportasi Publik yang Ramah bagi Penyandang Disabilitas di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diungkapkan salah satu bentuk corporate community responsibility (CCR) yang tengah dikembangkan.


Penyerahan dana tersebut secara simbolis juga diberikan kepada Sri Lestari yang merupakan penyandang paraplegi sekaligus aktivis difable dan pekerja sosial yang telah melakukan perjalanan melintasi Sumatra dari Banda Aceh menuju Jakarta.


Di Indonesia, diperkirakan 10% dari total penduduk, atau sekitar 24 juta masyarakat merupakan penyandang difable dan memerlukan dukungan kesetaraan aksesibilitas agar dapat berperan aktif dalam proses kegiatan publik.



Bank Negara Indonesia Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Kursi Roda Paraplegi