Financeroll – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Surabaya mengincar penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) hingga Rp50 miliar selama satu tahun terhadap BNI Kantor Kas PJB atau outlet baru berupa kontainer di Ketintang Surabaya.
CEO BNI Kantor Wilayah Surabaya Dasuki Amsir mengatakan persaingan bisnis perbankan saat ini semakin ketat sehingga BNI mengambil langkah untuk mengoptimalkan pendekatan kepada nasabah dengan membuka outlet di dalam pusat perkantoran dan pusat perdagangan.
Dengan begini diharapkan akan berdampak pada meningkatnya Dana Pihak Ketiga BNI.
Adapun hingga akhir tahun ini, BNI wilayah Surabaya memiliki 172 outlet (kantor cabang, kantor layanan dan kantor kas). Sepanjang 2014, BNI Wilayah Surabaya telah menambah 11 outlet baru di Surabaya (di PJB, SIER, Pasar Turi Mall, Terminal Juanda II), di Sidoarjo (Hang Tuah), Jember (Rambi Puji dan Ambulu), Malang (Dampit), Gresik (menganti), Banyuwangi (Jajag) dan Mojokerto (Kampus MojoAnyar).
Pada pembukaan outlet di BNI Kantor Kas PJB, perseroan mengambil konsep otlet dengan media kontainer atau peti kemas yang didesign sesuai identitas perusahaan.
Kantor kas tersebut berada di kawasan gedung PLN PJB Surabaya untuk melayani semua transaksi perbankan para pengguna jasa listrik dan masyarakat di lingkungan sekitar PJB.
Konsep outlet yang dibangun dengan media peti kemas atau kontainer ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Saat BNI memiliki 1651 outlet untuk melengkapi pelayanan pada masyarakat. BNI juga membangun 22 sentra kredit menengah (SKM), 56 sentra kredit kecil (SKC), 112 unit kredit kecil (UKC), 12 sentra kredit konsimer (SKK), 10 sentra bisnis kartu (SBK) yang tersebar d seluruh Indonesia.
Untuk jaringan elektronik, BNI memiliki 8519 ATM ditambah 35640 ATM link, 52493 ATM bersama serta 59455 jaringan ATM Prima. Dengan keberadaan ATM itu mendorong pertumbuhan penggunanya.
PT Bank Negara Indonesia Buka Outlet Kontainer di Ketintang Surabaya