Showing posts with label economic poltitics. Show all posts
Showing posts with label economic poltitics. Show all posts

Wednesday, January 14, 2015

PT Bank Yudha Bhakti Meraih Dana Rp34,5 Miliar

Financeroll – PT Bank Yudha Bhakti Tbk. menjadi emiten pertama yang melantai di PT Bursa Efek Indonesia pada 2015 dan berhasil meraup dana Rp34,5 miliar.


Iim Wardiman, Direktur Kepatuhan sekaligus Sekretaris Perusahaan Bank Yudha, mengatakan perseroan melepas 300 juta lembar saham setara 11,93% melalui penawaran perdana saham (initial public offering/IPO).


Dana hasil penawaran saham ini akan digunakan untuk pengembangan bisnis sebesar 72,14% dan untuk pengembangan teknologi sebesar 27,86%.


Emiten yang mendapatkan kode saham BBYD ini mencatatkan saham perdananya dengan melepas 300 juta lembar saham baru atau 11,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Nominal saham yang diterbitkan dan ditawarkan kepada publik Rp100 per lembar.


Adapun, harga penawaran sebesar Rp115 per lembar, sehingga seluruhnya berjumlah Rp34,5 miliar. Total modal dasar BBYD mencapai Rp600 miliar yang telah ditempatkan dan disetor penuh menjadi Rp252,51 miliar.


Setelah go public, komposisi kepemilikan saham BBYD menjadi PT Gozco Capital (53,82%), 8 INKOP dan PUSKOP TNI/POLRI (25,49%), Sugeng Subroto (3,52%), Koperasi Karyawan BYB (5,24%) dan publik (11,93%).



PT Bank Yudha Bhakti Meraih Dana Rp34,5 Miliar

Saturday, November 8, 2014

Likuiditas Industri Perbankan Cukup Memenuhi Pembiayaan Ekonomi Indonesia

Financeroll – Bank Indonesia menilai likuiditas industri perbankan masih cukup memenuhi kebutuhan pembiayaan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun.


Deputi Gubernur Bank Indonesia mengatakan walaupun pembiayaan cenderung mengalami perlambatan akan tetapi itu tidak menjadi bumerang bagi industri perbankan, sebab sumber dana pihak ketiga (DPK) mulai tumbuh mengejar kredit.


Likuiditas bank cukup dalam aktifitas menyalurkan kredit.


Di tengah perlambatan penyaluran kredit, sebagian bank-bank membukukan likuiditas cukup longgar. Adapun PT Bank Permata Tbk pada kuartal III/2014, mencatatkan rasio pembiayaan terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) 88,1%, turun dibandingkan dengan posisi pada periode sama tahun lalu 94,5%.


PT Bank OCBC NISP Tbk juga mencatatkan LDR yang kian melonggar pada September 2014 menjadi 83,6% dari posisi sebelumnya pada periode yang sama 97%. Adapun penyaluran kredit pada periode tersebut Rp66,61 triliun, tumbuh 9% secara year on year.


Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Bank OCBC NISP pada kuartal III/2014 mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari kredit yakni 26% menjadi Rp79,46 triliun dari posisi Rp62,87 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya.


Presiden Direktur Bank OCBC NISP menuturkan perusahaan masih tetap memantau kondisi likuditas di pasar dan faktor yang mempengaruhi dari waktu ke waktu untuk menyesuaikan strategi jangka pendek maupun jangka panjang.



Likuiditas Industri Perbankan Cukup Memenuhi Pembiayaan Ekonomi Indonesia

Monday, October 20, 2014

Pertumbuhan Industri Perbankan Melambat Bukan Tertekan

Financeroll – PT Bank Central Asia Tbk. memproyeksi akan tumbuh 12% hingga akhir tahun ini, mengingat adanya perlambatan ekonomi.


Presiden Direktur BCA mengatakan dengan memproyeksikan sekitar 12% sampai akhir tahun.


Kondisi bisnis yang dijalankan masih tergolong bagus, akan tetapi BCA belum melakukan penambahan dan peningkatan bisnis di tengah perlambatan ekonomi.


Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk mengungkapkan pertumbuhan industri perbankan tidak mengalami tekanan, hanya saja kondisi ekonomi yang melambat. Bukan tertekan, tetapi memang business-nya yang slowdown.


Dalam Survei Perbankan kuartal III/2014 yang dirilis BI, menyebutkan perlambatan pertumbuhan kredit baru terjadi pada kelompok bank besar, sedangkan bank kecil menengah relatif stabil.



Pertumbuhan Industri Perbankan Melambat Bukan Tertekan