Saturday, November 8, 2014

Likuiditas Industri Perbankan Cukup Memenuhi Pembiayaan Ekonomi Indonesia

Financeroll – Bank Indonesia menilai likuiditas industri perbankan masih cukup memenuhi kebutuhan pembiayaan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun.


Deputi Gubernur Bank Indonesia mengatakan walaupun pembiayaan cenderung mengalami perlambatan akan tetapi itu tidak menjadi bumerang bagi industri perbankan, sebab sumber dana pihak ketiga (DPK) mulai tumbuh mengejar kredit.


Likuiditas bank cukup dalam aktifitas menyalurkan kredit.


Di tengah perlambatan penyaluran kredit, sebagian bank-bank membukukan likuiditas cukup longgar. Adapun PT Bank Permata Tbk pada kuartal III/2014, mencatatkan rasio pembiayaan terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) 88,1%, turun dibandingkan dengan posisi pada periode sama tahun lalu 94,5%.


PT Bank OCBC NISP Tbk juga mencatatkan LDR yang kian melonggar pada September 2014 menjadi 83,6% dari posisi sebelumnya pada periode yang sama 97%. Adapun penyaluran kredit pada periode tersebut Rp66,61 triliun, tumbuh 9% secara year on year.


Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Bank OCBC NISP pada kuartal III/2014 mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari kredit yakni 26% menjadi Rp79,46 triliun dari posisi Rp62,87 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya.


Presiden Direktur Bank OCBC NISP menuturkan perusahaan masih tetap memantau kondisi likuditas di pasar dan faktor yang mempengaruhi dari waktu ke waktu untuk menyesuaikan strategi jangka pendek maupun jangka panjang.



Likuiditas Industri Perbankan Cukup Memenuhi Pembiayaan Ekonomi Indonesia

No comments:

Post a Comment