Showing posts with label Aksi Korporasi. Show all posts
Showing posts with label Aksi Korporasi. Show all posts

Saturday, December 6, 2014

Aksi Korporasi PT Krakatau Steel Tengah Tertekan

Financeroll – Perusahaan pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. akan berhati-hati melakukan aksi korporasi pada tahun depan karena kinerja perseroan tengah tertekan.


Direktur Utama KRAS Irvan Kamal Hakim mengatakan dengan kondisi pasar baja global yang masih buruk, membuat kinerja keuangan perseroan terus tertekan. Tahun depan, KRAS bahkan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) US$275 juta, lebih rendah dari tahun ini US$500 juta.


Akan sangat berhati-hati dalam perencanaan Capex, jadi aksi korporasi tidak ada yang istimewa dan baru.


Proyek-proyek yang tengah digarap KRAS dapat rampung dalam 3-4 tahun. Sehingga, perseroan berkonsentrasi untuk menyelesaikan proyek hingga 2017-2018 mendatang.


Akan tetapi, pada tahun depan, KRAS merencanakan satu aksi korporasi yang cukup besar. Dan hal tersebut telah didiskusikan dengan pemerintah terutama untuk membuat kinerja perseroan lebih positif.


Aksi korporasi tersebut, belum dapat diungkapkan kepada publik karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah terutama dengan kementerian perindustrian dan kementerian koordinator bidang perekonomian.



Aksi Korporasi PT Krakatau Steel Tengah Tertekan

Sunday, October 12, 2014

PT Jasa Marga Gunakan Dana IPO Sebesar Rp2,18 Triliun

Financeroll – Emiten pengelola jalan tol milik pemerintah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melaporkan telah menggunakan dana hasil initial public offering (IPO) untuk ekspansi sebesar Rp2,18 triliun.


Direktur Keuangan Jasa Marga dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, mengungkapkan dana hasil IPO per 30 September 2014 tersisa Rp976,04 miliar.


Perolehan dana IPO yang digelar pada 1 November 2007 mencapai Rp3,46 triliun dengan hasil bersih Rp3,36 triliun. Rencananya, dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi sebesar Rp3,16 triliun.


Adapun rencana penggunaan dana IPO untuk refinancing Rp150 miliar dan modal kerja Rp52,55 miliar telah terealisasi sesuai dengan prospektus.


Sisa dana IPO dengan total Rp1,038 triliun ditempatkan di 5 bank dalam bentuk deposito dengan jangka waktu 1 bulan. Tingkat suku bunga berkisar antara 10,75%-11,25%.


Kelima bank tersebut antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebesar Rp85 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebesar Rp691,4 miliar, PT Bank DKI sebesar Rp85,75 miliar, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah sebesar Rp29,5 miliar, dan PT Bank Bukopin Tbk. sebesar Rp146,9 miliar.


Emiten berkode saham JSMR tersebut juga melaporkan dana hasil penawaran umum obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2014 seri T tersisa Rp700 miliar.


Sisa dana dari PUB dengan total Rp1 triliun itu telah digunakan untuk pelunasan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2013 seri S-A pada 2 Oktober 2014.


Perseroan juga melaporkan hasil penawaran umum obligasi XIV seri JM-10 dengan tingkat bunga tetap dan obligasi I seri JM-10 tanpa bunga tersisa Rp221,64 miliar. JSMR telah menggunakan dana sebesar Rp1,15 triliun dari hasil bersih emisi Rp1,37 triliun.



PT Jasa Marga Gunakan Dana IPO Sebesar Rp2,18 Triliun