Showing posts with label emiten saham kras. Show all posts
Showing posts with label emiten saham kras. Show all posts

Sunday, December 14, 2014

Penjualan Aset Tanah Antar Anak Usaha PT Krakatau Steel Sebesar Rp 24 Miliar

Financeroll – Anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menjual aset tanah senilai Rp24 miliar kepada anak usaha sebagai bentuk efisiensi kinerja.


Direktur Utama KRAS Irvan Kamal Hakim mengatakan transaksi afiliasi dilakukan oleh anak-anak perusahaan KRAS yakni PT Krakatau Daya Listrik selaku penjual dan PT Krakatau Tirta Industri selaku pembeli.


Transaksi dilakukan pada 8 Desember 2014 untuk pembelian tanah seluas 15.000 m2. Lahan tersebut akan digunakan oleh Krakatau Tirta Industri sebagai area water treatment plant (WTP) air laut dan relokasi pabrik air minum dalam kemasan (AMDK).


Dengan pengalihan tersebut, KDL memperoleh dana kas yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan operasionalnya.


Transaksi antar anak usaha itu, sambungnya, dapat memberikan efisiensi bagi perseroan secara konsolidasi. Pasalnya, kedua entitas anak perusahaan dapat merealisasikan rencana pengembangan usaha tanpa harus mengeluarkan dana kas kepada pihak ketiga.



Penjualan Aset Tanah Antar Anak Usaha PT Krakatau Steel Sebesar Rp 24 Miliar

Friday, December 12, 2014

Dua Lini Usaha Krakatau Steel Melakukan Transaksi Afiliasi Senilai Rp20 Miliar

Financeroll – Dua anak usaha PT Krakatau Steel Persero Tbk, yakni PT Krakatau Engineering dan PT Krakatau Tirta Industri melakukan transaksi afiliasi pinjaman senilai Rp20 miliar.


Manajemen perseroan mengatakan berdasarkan perjanjian Inter Company Borrowing antara PT Krakatau Tirta Industri (KTI) Industri dengan PT Krakatau Engineering (KE) tanggal 4 Desember 2014, Krakatau Engineering meminjam kepada KTI senilai Rp20 miliar dengan bunga 10% dengan jangka waktu 1 tahunn.


Perjanjian pinjaman jangka pendek antar anak usaha perseroan ini dimaksudkan untuk membantu biaya operasional KE dalam rangka menyelesaikan proyek-proyek yang sedang ditangani.


Pinjaman ini dilakukan agar proyek bisa ditangani dan selesai tepat waktu dan mengurangi pinjaman pihak ketiga.


PT KE dan PT KTI merupakan anak usaha perseroan yang mayoritas sahamnya dimiliki perseroan sebesar 99,99%. Adapun, PT KE memiliki kegiatan usaha di bidang rancang bangun dan perekayasaan industri, perencanaan dan pemborongan segala jenis bangunan, ekspor dan impor barang jasa serta perangkat lunak yang berkaitan dengan kegiatan usaha tersebut. Sedangkan, PT KTI memiliki kegiatan usaha di bidang industri air bersih.



Dua Lini Usaha Krakatau Steel Melakukan Transaksi Afiliasi Senilai Rp20 Miliar

Saturday, December 6, 2014

Aksi Korporasi PT Krakatau Steel Tengah Tertekan

Financeroll – Perusahaan pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. akan berhati-hati melakukan aksi korporasi pada tahun depan karena kinerja perseroan tengah tertekan.


Direktur Utama KRAS Irvan Kamal Hakim mengatakan dengan kondisi pasar baja global yang masih buruk, membuat kinerja keuangan perseroan terus tertekan. Tahun depan, KRAS bahkan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) US$275 juta, lebih rendah dari tahun ini US$500 juta.


Akan sangat berhati-hati dalam perencanaan Capex, jadi aksi korporasi tidak ada yang istimewa dan baru.


Proyek-proyek yang tengah digarap KRAS dapat rampung dalam 3-4 tahun. Sehingga, perseroan berkonsentrasi untuk menyelesaikan proyek hingga 2017-2018 mendatang.


Akan tetapi, pada tahun depan, KRAS merencanakan satu aksi korporasi yang cukup besar. Dan hal tersebut telah didiskusikan dengan pemerintah terutama untuk membuat kinerja perseroan lebih positif.


Aksi korporasi tersebut, belum dapat diungkapkan kepada publik karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah terutama dengan kementerian perindustrian dan kementerian koordinator bidang perekonomian.



Aksi Korporasi PT Krakatau Steel Tengah Tertekan

Saturday, November 15, 2014

PT Krakatau Steel Alami Kerugian US$48,7 Juta

Financeroll – Rugi entitas asosiasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. sebesar US$48,9 juta ternyata disumbang oleh PT Krakatau Posco sebesar US$48,7 juta atau setara dengan Rp584,4 miliar per kuartal III/2014.


Dalam dokumen resmi perseroan yang dipublikasikan di PT Bursa Efek Indonesia, disebutkan rugi entitas asosiasi tersebut turut memberikan kontribusi terhadap rugi bersih perseroan.


Dari jumlah bagian rugi Krakatau Posco, sebesar US$42,2 juta muncul pada paruh pertama tahun ini, sebagai dampak dari proses learning curve selama 2,5 bulan pertama 2014. Hal itu terjadi akibat baru beroperasinya pabrik Krakatau Posco pada akhir 2013.


Saat ini, Krakatau Posco telah beroperasi dengan tingkat utilisasi kapasitas mendekati kapasitas produksi totalnya. Selain itu, Krakatau Posco hingga 30 September 2014, mencatat penjualan slab dan pelat baja masing-masing sebanyak 807.000 ton dan 328.000 ton.


Secara keseluruhan, produksi lembaran canai panas (hot rolled coil/HRC) Krakatau Steel turun 2,89% year on year menjadi 1,38 juta ton pada kuartal III/2014 dari sebelumnya 1,42 juta ton.


Adapun volume penjualan emiten berkode saham KRAS itu tercatat turun 4,63% y-o-y menjadi 1,71 juta ton dari sebelumnya 1,8 juta ton. Begitu pula dengan harga jual rata-rata HRC selama 9 bulan tercatat turun 3,13% menjadi US$653/ton dari sebelumnya US$674/ton.


Akibatnya, pendapatan bersih perseroan merosot 13,4% y-o-y menjadi US$1,36 miliar dari sebelumnya US$1,57 miliar. Meskipun beban pokok pendapatan juga turun 10,5% menjadi US$1,32 miliar, tidak mampu menahan laju rugi bersih yang melonjak 1.064% menjadi US$117 juta dari sebelumnya US$10 juta.


Penurunan harga jual rata-rata produk baja perseroan terutama disebabkan lemahnya pasar baja global dan pelemahan nilai tukar rupiah.


Perseroan mencatat rugi operasi sebesar US$59 juta per 30 September 2014 dari sebelumnya masih meraup laba operasi senilai US$8,2 juta pada periode yang sama tahun lalu. Laba kotor tercatat merosot tajam hingga 62,94% menjadi US$32 juta dari sebelumnya US$86 juta.



PT Krakatau Steel Alami Kerugian US$48,7 Juta

Saturday, November 8, 2014

PT Krakatau Steel Alami Pembengkakan Kerugian Hingga US112,7

Financeroll – Perusahaan pelat merah PT Krakatau Steel Tbk. harus menelan pil pahit akibat rugi yang membengkak hingga US$112,7 juta setara dengan Rp1,4 triliun pada kuartal III/2014.


Direktur Utama Krakatau Steel, mengumumkan laporan keuangan perseroan. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tersebut merosot ketimbang periode yang sama tahun lalu US$10 juta.


Pendapatan bersih emiten berkode saham KRAS itu tercatat mencapai US$1,36 miliar per 30 September 2014, merosot bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu US$1,57 miliar.


Laba kotor KRAS mencapai US$32 juta, merosot tajam dari periode sebelumnya yang mencapai US$86,4 juta.


Akibat kinerja tersebut, perolehan rugi periode berjalan per kuartal III/2014 meningkat tajam menjadi US$122,5 juta dari sebelumnya hanya US$7,89 juta.



PT Krakatau Steel Alami Pembengkakan Kerugian Hingga US112,7