Showing posts with label IHSG Diperkirakan Naik Tipis. Show all posts
Showing posts with label IHSG Diperkirakan Naik Tipis. Show all posts

Sunday, December 14, 2014

IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG Senin (15/12) diprediksi berada pada rentang support 5.138-5.152 dan resisten 5.172-5.183.  Indeks berpeluang membentuk pola three white soldier bertahan di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak datar tipis mencoba bertahan dari death gross dengan histogram positif yang lebih pendek.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba berbalik naik. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5.162-5.172) meski tidak bertahan lama dan mampu terjaga di atas target support (5.135-5.142).


Pergerakan IHSG tidak jauh berbeda dengan sebelumnya di mana terlihat masih berupaya bergerak naik namun, tertahan dengan adanya aksi jual. Meski berpeluang melanjutkan kenaikan namun, tidak didukung olah sentimen yang ada di mana rupiah terdepresiasi dan pelemahan bursa saham global. Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Astra Internasional (ASII) dalam kisaran Rp 7.050-7.350. Tweezers bottom bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 7.125.  Saham PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran Rp 1.520-1.635. Hanging man mendekati upper bollinger band (UBB). Volume beli naik seiring kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 1.585.  Saham PT Jasa Marga (JSMR) dalam kisaran Rp 6.800-7.150. Inverted hammer menuju Middle Bollinger Band (MBB). MFI bergerak turun diikuti penurunan RoC. Trading sell jika Rp 6.850 gagal bertahan.


Kemudian saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.650-10.950. Shooting star di bawah UBB. MFI bergerak naik diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama berada di atas Rp 10.700. Saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 10.650-10.950. Shooting star di bawah UBB. MFI bergerak naik diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama berada di atas Rp 10.700. Saham PT Sentul City (BKSL) dalam kisaran Rp 109-118. Tweezers bottom bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Volatility bergerak turun diiringi penurunan momentum. Buy on weakness jika di bawah Rp 111.  Saham PT Multipolar (MLPL) dalam kisaran Rp 870-925. Spinning di bawah Middle Bollinger Band (MBB). Momentum & RoC bergerak naik. Trading buy selama berada di atas Rp 885.


Pada perdagangan Jumat (12/12), IHSG  ditutup menguat 7,7 poin (0,15%) ke posisi Rp5.160,433. Penguatan tersebut jauh lebih rendah dari level tertingginya 5.178,515 atau menguat 25,820 poin dengan level terendah 5.150,585 atau turun 2,110 poin.


Positifnya laju bursa saham AS mampu memberikan imbas positf bagi laju bursa saham Asia, tak terkecuali IHSG yang mampu kembali berada di zona positif. Penguatan beberapa saham-saham otomotif cukup mampu mempertahankan IHSG di zona hijau yang dibarengi dengan penguatan pada saham-saham manufaktur.


Di awal perdagangan, laju IHSG masih terlihat menguat meski sempat melemah jelang akhir sesi 1. Di sesi kedua, laju IHSG mendapat dorongan beli hingga mendekati level 5.170-an. Akan tetapi, seperti biasa, setiap kali ada kenaikan selalu dimanfaatkan pelaku pasar untuk ambil untung dan membuat IHSG kembali akan bergerak turun.  Laju IHSG setelah menyentuh level tertingginya di 5.170-an terlihat kurang dapat bertahan hingga kembali terperosok. Meski  demikian, penurunan yang terjadi masih dapat berakhir lebih tinggi dari sebelumnya. Adapun transaksi asing tercatat nett buy (dari net sell Rp -512,11 miliar menjadi net buy Rp 42,38 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, December 11, 2014

IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

FinancerollLaju IHSG pada perdagangan Jumat (12/12), diperkirakan berada pada rentang support 5.135-5.142 dan resisten 5.162-5.172.  Indeks berpeluang membentuk pola three outside up bertahan di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak datar tipis mencoba bertahan dari death gross dengan histogram positif yang lebih pendek.


Sementara relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R berbalik turun. Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5.175-5.189) dan sempat masuk ke target support (5.115-5.148). IHSG terlihat masih berupaya bergerak naik namun, tertahan dengan adanya aksi jual.  Diharapkan penguatan bursa saham AS dapat berimbas positif pada laju IHSG yang sedang mencoba untuk kembali bergerak positif. Tetapi, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Adhi Karya (ADHI) dalam kisaran Rp 2.980-3.175. Three white soldier dekati upper bollinger band. Parabollic SAR bergerak naik diikuti peningkatan volume beli. Trading buy selama di atas Rp 3.060.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 12.750-13.450. Bullish harami di area middle bollinger band (MBB). Volatility meningkat diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama di atas Rp 13.250.    Saham PT AKR Corporindo (AKRA) dalam kisaran Rp 4.500-4.625. Hammer di area Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti kenaikan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 4.585.


Berikutnya saham PT Media Nusantara Citra (MNCN) dalam kisaran Rp 2.240-2.375. Shooting star jauhi lower bollinger band (LBB). Target resisten Rp 2.300 terlampaui diiringi kenaikan RoC. Trading buy selama di atas Rp 2.305.  Saham PT Malindo Feedmill (MAIN) dalam kisaran Rp 2.125-2.300. Black marubozu di area Lower bollinger band. Relative Strength Index (RSI) bergerak penurunan diiringi penurunan mass index. Trading sell jika Rp 2.145 gagal bertahan. Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran Rp 23.350-24.275. Spinning di area Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik diikuti kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 23.950.


Pada perdagangan Kamis (11/12) IHSG  ditutup melemah 12,712 poin (0,25%) ke posisi 5.152,695. Pelemahan tersebut, setelah indeks sempat menguat 1,293 poin ke 5.166,700 yang merupakan level teratinggi Kamis, pada pukul 15.50 WIB. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level terlemahnya 5.137 setelah turun 28,2 poin sesaat setelah pembukaan sesi satu.


Tampaknya harapan akan berlanjutnya kenaikan IHSG, tidak terjadi di mana aksi jual kembali terjadi dan menekan IHSG ke zona merah. Padahal, laju IHSG sepanjang intraday perdagangan cukup bagus pergerakannya di mana cenderung naik setelah menyentuh level terendahnya di 5.137,20 meski sejak awal pembukaan sudah berada di zona merah. [geng]


 



IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Thursday, November 13, 2014

IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG Jumat (14/11) diprediksi berada pada rentang support 5.027-5.035 dan resisten 5.065-5.072.  Secara teknis indeks berpeluang membentuk pola dragonfly doji di area middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak turun tipis dengan histogram negatif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mulai terbatas kenaikannya.


IHSG gagal mendekati kisaran target resisten (5.055-5.070) namun, mampu bertahan di atas kisaran target support (5.015-5.027). Laju IHSG masih terlihat berkurang penguatannya. Di satu sisi mencoba bergerak naik namun, terhalangi dengan adanya aksi profit taking.  Tampaknya rilis BI rate telah diantisipasi di mana tidak adanya perubahan. Diharapkan laju IHSG jikapun masih melemah, kami harapkan dapat melemah tipis agar tidak merubah haluan menjadi tren pelemahan jangka pendek.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 18.450-19.250. Bullish harami di atas Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R mencoba berbalik naik diikuti kenaikan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 18.950.  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.705-2.755. Dragonfly doji di area Middle Bollinger Band (MBB). Target support Rp 2.715 dapat terjaga. Mass indeks masih terlihat naik. Trading buy selama berada di atas Rp 2.725.  Saham PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) dalam kisaran Rp 9.200-9.650. Hanging man di area upper Bollinger band. Target Rp 9.550 gagal tercapai diikuti terbatasnya laju RMI. Trading sell jika Rp 9.450 gagal bertahan.


Berikutnya saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 2.950-3.225. Hammer di atas Lower Bollinger Band (LBB). Parabollic SAR berbalik naik diikuti peningkatan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 3.090.  Saham PT Malindo Feedmill (MAIN) dalam kisaran Rp 2.260-2.375. Tweezers top di bawah Middle Bollinger Band (MBB). Target Rp 2.385 gagal didekati diiringi penurunan RoC. Trading Sell jika Rp 2.280 gagal bertahan.  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 8.925-9.225. Three white soldier dekati Upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 9.150 berhasil dilewati diimbangi dengan kenaikan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 9.050.


Pada perdagangan Kamis (13/11) IHSG  ditutup terkoreksi tipis 0,173 poin (0,003%) ke posisi 5.048,668.  Laju IHSG pun bergerak datar dengan kecenderungan melemah. Pelaku pasar masih dalam posisi jualan sehingga membuat IHSG melanjutkan pelemahannya dari sebelumnya. Secara intraday sempat mengalami pelemahan dalam namun, secara bertahap dapat kembali menguat meski belum dapat melampaui level sehari sebelumnya.


Melemahnya sejumlah saham-saham blue chip akhibat profit taking membuat IHSG kian melemah namun, dapat diimbangi dengan terapresiasinya rupiah setelah dirilis tetapnya BI rate dan imbas cenderung positifnya laju bursa saham utama Asia dan Eropa. Adapun asing kembali melakukan nett buy (dari nett buy Rp 2,13 triliun menjadi nett buy Rp 149,66 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Naik Tipis, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan