Showing posts with label IHSG Diperkirakan Naik. Show all posts
Showing posts with label IHSG Diperkirakan Naik. Show all posts

Sunday, November 23, 2014

IHSG Diperkirakan Naik, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan IHSG Senin (24/11) diprediksi berada pada rentang support 5.075-5.095 dan resisten 5.125-5.130.   Indeks berpeluang membentuk pola bullish harami bertahan di bawah area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba naik dengan histogram positif yang naik. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba naik.


Laju IHSG mampu naik dan bertahan di target resisten (5.100-5.132) dan mampu bertahan di atas di area target support (5.055-5.068). Laju IHSG masih di persimpangan yang membutuhkan sentimen positif untuk melanjutkan penguatannya.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dalam kisaran Rp 6.625-6.875. Hammer di atas Middle bollinger band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti peningkatan parabollic SAR. Maintained buy selama berada di atas Rp 6.725.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 1.060-1.150. Spinning di area upper bollinger band (MBB). Target resisten Rp 1.185 terlampaui. Momentum bergerak naik diiringi kenaikan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 1.120.


Berikutnya saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 11.150-11.275. Long legged doji di atas Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 11.175 tercapai. MFI mencoba bertahan naik diikuti peningkatan volatility. Trading buy selama berada di atas Rp 11.150.  Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 11.150-11.275. Long legged doji di atas Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 11.175 tercapai. MFI mencoba bertahan naik diikuti peningkatan volatility. Trading buy selama berada di atas Rp 11.150.  Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 3.100-3.265. Ascending triangle dekati UBB. Target Rp 3.230 tercapai. MFI bertahan naik diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 3.210.


Pada perdagangan Jumat (21/11) IHSG  ditutup menguat 18,479 poin (0,36%) ke angka 5.112,045. Intraday tertinggi 5.122,822 dan terendah 5.084,095.  Utang gap 5.102-5.111 sebelumnya tersisa telah lunas. Tetapi, masih maraknya sentimen negatif dari sejumlah bursa saham global membuat laju IHSG cenderung tertekan dan masih menyimpan potensi pelemahan lanjutan.


Kurs  IHSG memang sempat mengalami pelemahan di awal sesi seiring dengan aksi jual pelaku pasar. Apalagi sebelumnya mengalami pelemahan yang dikhawatirkan akan terjadinya pelemahan lanjutan. Akan tetapi, di sesi kedua, secara perlahan laju IHSG mulai menunjukkan penguatan hingga jelang pre-closing sebelum akhirnya sedikit melemah meski ditutup masih lebih tinggi dari sehari sebelumnya.


Menguatnya laju bursa saham Asia, stabilnya pergerakan rupiah, dan kembalinya asing melakukan pembelian memberikan sentimen positif bagi IHSG. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net sell Rp432,38 miliar menjadi nett buy Rp237,08 miliar).  Meski laju Yen masih mengalami pelemahan seiring dengan langkah PM Jepang, Shinzo Abe, yang membubarkan parlemen sebelum pemilu dan turunnya Yuan, tidak membuat laju Rupiah ikut terbawa pelemahan. Laju Rupiah tidak banyak mengalami volatilitas.


Tampaknya pelaku pasar masih merespon positif kebijakan kenaikan suku bunga BI rate untuk antisipasi kenaikan inflasi dan pengurangan subsidi BBM. Laju Rupiah di bawah level resisten 12.158. Diharapkan stabilnya pergerakan Rupiah dapat bertahan di awal pekan.  Setelah pelaku pasar berekspektasi akan menangnya Abe dalam pemilu yang dipercepat dan berkurangnya defisit perdagangan Jepang, kali ini dengan langkah Abe yang membubarkan parlemen memberikan sentimen positif meski membuat nilai Yen masih melanjutan penurunan. Tentu saja kondisi tersebut direspons positif pelaku pasar.


Di sisi lain,  pelaku pasar juga turut mendapat sentimen positif dari langkah People’s Bank of China (PBoC) yang menurunkan tingkat suku bunga acuan untuk melonggarkan kebijakan moneternya dengan tujuan meningkatkan likuiditas keuangan.  Laju bursa saham Eropa mengakhiri pekan kemarin di zona hijau. Pelaku pasar tampaknya merespons positif testimoni European Central Bank (ECB). Presiden ECB Mario Draghi menyatakan komitmennya untuk meningkatkan inflasi secepat mungkin seiring dengan peningkatan daya beli masyarkat. Langkah PboC yang menurunkan tingkat suku bunga acuannya turut direspons positif. [geng]



IHSG Diperkirakan Naik, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, October 19, 2014

IHSG Diperkirakan Naik, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Senin (20/10) diprediksi berada pada rentang support 4.950-4.988 dan resisten 5.032-5.055.   Secara teknis, indeks berpeluang membentuk pola morning star dekati middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali mencoba golden cross dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali naik.


IHSG diperkirakan mampu bertahan di atas kisaran target support (4.920-4.932) dan melewati target resisten (4.955-4.981). Laju IHSG diliputi sentimen positif dan membuatnya berpeluang melanjutkan kenaikannya.  Meski demikian, diharapkan penguatan yang terjadi tidak langsung dimanfaatkan untuk profit taking agar peluang kenaikan IHSG dapat berlanjut.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 10.200-10.875. Morning star lewati Middle Bollinger Band (MBB). Volume beli meningkat diiringi kenaikan Moving Average Convergence-Divergence (MACD) setelah golden cross. Maintained buy selama berada di atas Rp 10.500. Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 30.750-32.100. Bullish engulfing lewati Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Maintained buy selama berada di atas Rp 31.900.


Berikutnya saham PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran Rp 1.500-1.590. Shooting star dekati upper bollinger band (UBB). MFI bergerak naik diikuti peningkatan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 1.530.  Saham PT Adhi Karya (ADHI) dalam kisaran Rp 2.700-2.845. White marubozu dekati UBB. Momentum bergerak naik diiringi kenaikan RoC. Resisten Rp 2.750 berhasil ditembus. Trading buy selama berada di atas Rp 2.800.  Saham PT Elnusa (ELSA) dalam kisaran Rp 540-650. Shooting star di area Middle Bollinger Band (MBB). Resisten Rp 560 berhasil ditembus diikuti kenaikan MFI & mass index. Terdapat utang gap Rp 545-550. Trading buy selama berada di atas Rp 580.


Pada perdagangan Jumat (17/10) IHSG  ditutup menguat 77,332 poin (1,562%) ke posisi 5.028,946. Sepanjang perdagangan, IHSG mencapai level tertingginya 5.043,765 dan terendah 4.953,499.  Akhir pekan yang positif bagi IHSG. Indeks mampu kembali menapak di zona hijau. Pelaku pasar kembali antusias mengakumulasi saham-saham yang sehari sebelumnya melemah maupun beberapa saham yang masih menyimpan potensi kenaikan.


Laju IHSG pun  mendapat angin segar setelah merespons pernyataan salah satu Kepala The Fed St. Louis, yang menyampaikan masih diperlukannya program pembelian obligasi atau pemberian stimulus bagi ekonomi AS. “Tujuannya untuk mengatasi rendahnya inflasi dan rilis kenaikan manufacturing dan industrial production yang dibarengi penurunan initial jobless claims.


Selain itu,  IHSG juga secara kebetulan mendapat sentimen positif dari laju obligasi yang bergerak menguat. Selain itu, juga kebetulan, maraknya pemberitaan terkait pertemuan Jokowi dengan Prabowo yang dinilai dapat mencairkan ketegangan politik saat ini. [geng]



IHSG Diperkirakan Naik, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan