Showing posts with label saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Show all posts
Showing posts with label saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Show all posts

Sunday, January 4, 2015

IHSG Diperkirakan Lanjutkan Kenaikan, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG Senin (5/1) diprediksi berada pada rentang support 5.215-5.235 dan resisten 5.250-5.258.  Pola spinning mendekati area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih melanjutkan kenaikan setelah terbentuk golden cross meski terbatas dengan histogram positif yang memanjang. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali melanjutkan kenaikan.


Pergerakan IHSG sempat masuk pada area target resisten (5.237-5.250) dan juga mampu bertahan di atas target support (5.170-5.193). Laju IHSG yang terlihat masih mampu melanjutkan kenaikan mulai terbatas kenaikannya.  Selain masih sepinya aktivitas transaksi, mulai adanya aksi-aksi profit taking menahan potensi kenaikan lebih lanjut.  Jika IHSG tidak mampu bertahan di atas 5.235, kemungkinan IHSG akan rehat sementara setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dalam kisaran Rp 290-315. Ladder bottom di area middle Bollinger band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan stochastic. Trading  buy selama berada di atas Rp 305.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.660-1.715. Three white soldier dekati UBB. Target resisten Rp 1.710 hampir tersentuh. Volume beli mendukung dekati target resisten tersebut. Trading buy selama berada di atas Rp 1.685.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 32.250-32.675. Separating lines dekati UBB. RoC bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Kenaikan mulai terbatas setelah target resisten Rp 32.500 terlampaui. Trading sell jika Rp 32.475 gagal bertahan.


Kemudian saham PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran Rp 1.785-1.900. White marubozu lewati Middle Bollinger Band (MBB). MFI bergerak naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 1.855.   Saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dalam kisaran Rp 6.835-7.550. White marubozu lewati UBB. Relative Strength Index (RSI) & parabolic SAR mengalami lonjakan. Waspadai utang gap Rp 6.775-6.850. Trading sell jika Rp 7.400 gagal bertahan. Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 1.010-1.055. Shooting star dekati Middle Bollinger Band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diiringi peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 1.020.


Pada debut perdagangan 2015, Jumat (2/1), IHSG  ditutup menguat 15,822 poin (0,30%) ke posisi 5.242,769.  Sepanjang perdagangan awal 2015 ini, IHSG sempat mencapai level tertingginya 5.247,938 atau menguat 20,991 poin dan mencapai level terlemahnya 5.230,750 atau menguat 3,803 poin.


Di tengah sempitnya hari perdagangan dan kemungkinan masih adanya hawa libur tahun baru, tak menyurutkan IHSG untuk melaju di zona hijau. Tampaknya pelaku pasar masih melakukan aksi beli meskipun volume transaksi agak sedikit surut. Penguatan pada saham-saham consumer, perkebunan, dan properti masih dapat menyokong penguatan IHSG. Di sisi lain, kembali tercatatnya nett sell asing dan rilis data-data makroekonomi Indonesia yang tidak begitu baik di mana neraca perdagangan kembali defisit dan melonjaknya inflasi di atas perkiraan tidak menghalangi IHSG untuk dapat melanjutkan penguatannya.


Lagipula, rasanya tidak pas jika setelah dibuka oleh Presiden RI, Jokowi, yang mau menyempatkan datang untuk membuka perdagangan awal tahun di tengah kesibukannya mengawasi jalannya proses evakuasi korban AirAsia lalu disuguhkan dengan pemandangan melemahnya saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, investor juga telah diberikan kado akhir tahun di mana subsidi untuk bahan bakar Ron 88 (premium) telah dihapus sebagian untuk memberikan ruang fiskal yang lebih baik sehingga paling tidak kado tersebut dapat mengimbangi sentiment negative dari rilis data-data makroekonomi RI. Adapun transaksi asing tercatat nett sell tipis (dari net buy Rp 2,5 triliun menjadi net sell Rp 4,17 miliar).


Sementara itu, laju nilai tukar rupiah bergerak di zona merah di tengah sempitnya hari perdagangan dan berbarengan dengan rilis berita penyempurnaan PBI Nomor 16/21/PBI/2014 tanggal 29 Desember 2014 tentang Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank dan Surat Edaran Ekstern Nomor 16/24/DKEM tanggal 30 Desember 2014 perihal Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank. [geng]



IHSG Diperkirakan Lanjutkan Kenaikan, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, November 23, 2014

IHSG Diperkirakan Naik, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Pergerakan IHSG Senin (24/11) diprediksi berada pada rentang support 5.075-5.095 dan resisten 5.125-5.130.   Indeks berpeluang membentuk pola bullish harami bertahan di bawah area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba naik dengan histogram positif yang naik. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba naik.


Laju IHSG mampu naik dan bertahan di target resisten (5.100-5.132) dan mampu bertahan di atas di area target support (5.055-5.068). Laju IHSG masih di persimpangan yang membutuhkan sentimen positif untuk melanjutkan penguatannya.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dalam kisaran Rp 6.625-6.875. Hammer di atas Middle bollinger band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti peningkatan parabollic SAR. Maintained buy selama berada di atas Rp 6.725.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 1.060-1.150. Spinning di area upper bollinger band (MBB). Target resisten Rp 1.185 terlampaui. Momentum bergerak naik diiringi kenaikan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 1.120.


Berikutnya saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 11.150-11.275. Long legged doji di atas Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 11.175 tercapai. MFI mencoba bertahan naik diikuti peningkatan volatility. Trading buy selama berada di atas Rp 11.150.  Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 11.150-11.275. Long legged doji di atas Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 11.175 tercapai. MFI mencoba bertahan naik diikuti peningkatan volatility. Trading buy selama berada di atas Rp 11.150.  Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 3.100-3.265. Ascending triangle dekati UBB. Target Rp 3.230 tercapai. MFI bertahan naik diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 3.210.


Pada perdagangan Jumat (21/11) IHSG  ditutup menguat 18,479 poin (0,36%) ke angka 5.112,045. Intraday tertinggi 5.122,822 dan terendah 5.084,095.  Utang gap 5.102-5.111 sebelumnya tersisa telah lunas. Tetapi, masih maraknya sentimen negatif dari sejumlah bursa saham global membuat laju IHSG cenderung tertekan dan masih menyimpan potensi pelemahan lanjutan.


Kurs  IHSG memang sempat mengalami pelemahan di awal sesi seiring dengan aksi jual pelaku pasar. Apalagi sebelumnya mengalami pelemahan yang dikhawatirkan akan terjadinya pelemahan lanjutan. Akan tetapi, di sesi kedua, secara perlahan laju IHSG mulai menunjukkan penguatan hingga jelang pre-closing sebelum akhirnya sedikit melemah meski ditutup masih lebih tinggi dari sehari sebelumnya.


Menguatnya laju bursa saham Asia, stabilnya pergerakan rupiah, dan kembalinya asing melakukan pembelian memberikan sentimen positif bagi IHSG. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett buy (dari net sell Rp432,38 miliar menjadi nett buy Rp237,08 miliar).  Meski laju Yen masih mengalami pelemahan seiring dengan langkah PM Jepang, Shinzo Abe, yang membubarkan parlemen sebelum pemilu dan turunnya Yuan, tidak membuat laju Rupiah ikut terbawa pelemahan. Laju Rupiah tidak banyak mengalami volatilitas.


Tampaknya pelaku pasar masih merespon positif kebijakan kenaikan suku bunga BI rate untuk antisipasi kenaikan inflasi dan pengurangan subsidi BBM. Laju Rupiah di bawah level resisten 12.158. Diharapkan stabilnya pergerakan Rupiah dapat bertahan di awal pekan.  Setelah pelaku pasar berekspektasi akan menangnya Abe dalam pemilu yang dipercepat dan berkurangnya defisit perdagangan Jepang, kali ini dengan langkah Abe yang membubarkan parlemen memberikan sentimen positif meski membuat nilai Yen masih melanjutan penurunan. Tentu saja kondisi tersebut direspons positif pelaku pasar.


Di sisi lain,  pelaku pasar juga turut mendapat sentimen positif dari langkah People’s Bank of China (PBoC) yang menurunkan tingkat suku bunga acuan untuk melonggarkan kebijakan moneternya dengan tujuan meningkatkan likuiditas keuangan.  Laju bursa saham Eropa mengakhiri pekan kemarin di zona hijau. Pelaku pasar tampaknya merespons positif testimoni European Central Bank (ECB). Presiden ECB Mario Draghi menyatakan komitmennya untuk meningkatkan inflasi secepat mungkin seiring dengan peningkatan daya beli masyarkat. Langkah PboC yang menurunkan tingkat suku bunga acuannya turut direspons positif. [geng]



IHSG Diperkirakan Naik, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan